PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 23


__ADS_3

Johan dan Cindy sampai di Villa keduanya keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam Villa dengan sama-sama diam, Johan menghempaskan pantatnya di sofa dengan wajah yang terlihat sangat kusut, sementara Cindy terlihat santai dan duduk di depan Johan dan memandang wajah Johan yang kusut, Cindy sebenarnya juga malu dengan apa yang mereka alami di Restoran tadi tapi dia juga senang karna pada akhirnya dia tidak perlu lagi menunggu Johan untuk mengantakan tentang hubungan mereka yang selalu Johan janjikan padanya, karna sekarang istri Johan sudah tau jadi dia tinggal meminta Johan untuk memenuhi janjinya untuk menceraikan istri nya itu.


" Mas kamu kenapa kok kayak ga senang gitu hubungan kita di ketahui sama istri kamu? owh atau kamu memang tidak ingin mengatakan tentang hubungan kita dan melanggar janji kamu untuk menceraikan istri kamu?" Cindy langsung memberondong Johan dengan semua pertanyaan yang muncul di kepalanya.


Johan menatap Cindy masih dengan tatapan kacaunya, dia merasa ini adalah mimpi terburuk yang pernah dia alami.


" Sayang kamu jangan berkata seperti itu, aku hanya tidak menyangkah kalau putri aku akan ada di sana dan melihat semua dengan mata kepalanya langsung dan itu akan sangat menyulitkan aku nantinya di mata putri ku" Johan memberikan alasan walau dia sendiri ga tau apa yang dia rasakan saat ini.


" Bukannya nanti anak kamu juga akan tau tentang hubungan kita saat kamu nanti menceraikan istri kamu, atau kamu tidak berniat untuk menepati janji kamu?! awas kamu mas, jangan sampe kamu mempermainkan aku Mas! aku bisa yakinkan kalau aku bisa membuat Mas keluar dari Perusahaan Papa aku tanpa pesangon sepeserpun!" Ujar Cindy dengan kesal, lalu Cindy bangun dari tempatnya dan berjalan masuk ke bagian dalam Villa meninggalkan Johan yang masih kacau dengan apa yang dia rasakan saat ini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Yana dan rombongan baru sampe di Jakarta hampir tengah malam, Jesslyn dan teman-teman nya terlihat tertidur dengan lelap, mungkin karna cape bermain di curug, dan Yana sendiri tidak bisa memejamkan matanya, kepalanya di penuhi dengan kejadian di Restoran, ternyata apa yang menjadi kecurigaan nya selama ini tidak meleset sama sekali dan bukan hanya kecurigaan tanpa bukti, tapi yang sangat dia sesali adalah karna putrinya harus melihat semua itu dan itu tidak akan baik untuk perkembangan sikologis putrinya., lamunan Yana bunyar saat mendengar Pak Slamet membunyikan klakson mobil ternyata sudah sampai di rumah dan Pak Slamet membunyikan klakson sebagai kode untuk security di dalam agar membukakan pintu gerbang dan mobil kembali bergerak memasuki halaman rumah mewah Yana, Yana dengan lembut membangunkan Jesslyn dan teman-teman agar mereka melanjutkan tidur mereka di kamar, dengan setengah sadar Jesslyn dan yang lain keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar Jesslyn di lantai dua, begitupun dengan Yana yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi, Yana berendam di dalam bathtub untuk merilexkan tubuh dan pikirannya dengan menghirup aroma therapy yang keluar dari dalam air rendamannya.


Jesslyn yang sudah terbangun dari tidurnya tidak lagi dapat memejamkan matanya dan kekesalan nya kambali muncul saat mengingat kejadian di Restoran tadi siang, Jesslyn memandang ke kanan kirinya, teman-temannya terlihat tertidur dengan nyenyak karna memang teman-temannya tidak tau tentang kejadian tadi siang dan dia dan juga Mommynya tidak ada membahas hal tersebut, baik saat mereka kembali ke Villa dan saat mereka selama dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Jesslyn dengan perlahan turun dari ranjangnya agar tidak membangunkan temannya yang lain, lalu Jesslyn melangkah ke pintu kamar dan membukan dengan perlahan dan melangkah keluar kamar, Jesslyn melihat suasana rumahnya yang sudah terlihat sunyi karna pasti semua ART sudah masuk ke kamar mereka masing-masing, Jesslyn memandang ke arah kamar Mommy nya dan terlihat kalau lampunya masih menyala, bearrti Mommynya belum tidur karna kalau sudah tidur pasti lamou kamar akan dalam kondisi mati, Jesslyn berjalan ke arah kamar Mommy nya, Jesslyn membuka pintu kamar Mommy nya dengan perlahan dan memandang ke dalam kamar, Jesslyn dapat melihat kalau Mommy nya baru selesai mandi karna Mommy nya baru selesai menganti kimono mandi nya dengan piyama tidur.


" Mom" Panggil Jesslyn dengan suara pelan agar tidak mengagetkan karna tadi dia lupa untuk mengetuk pintu sebelum masuk.

__ADS_1


Yana yang baru selesai ganti baju melihat membalikan tubuhnya saat mendengar suara putrinya, Yana melihat wajah putrinya yang terlihat mengantuk dan juga terlihat suntuk, Yana tersenyum menutupi kekesalan nya karma sangat tidak baik jika dia juga memperlihatkan kekesalan nya di depan putrinya itu.


" Kenapa sayang? kok Adek bangun?" Tanya Yana menghampiri putrinya yang sudah duduk di atas tempat tidurnya.


" Mom, Adek tidur di sini ya" Pinta Jesslyn tanpa menjawab pertanyaan Mommy nya.


" Iya sayang" Ujar Yana tanpa mempertanyakan alasan putrinya yang ingin tidur bersamanya, Yana menyusul putrinya itu naik ke tempat tidur dan menarik selimut lalu menutup tubuh mereka dengan selimut hingga batas dada, Jesslyn memeluk tubuh Mommy nya dan Yana mengelus-ngelus rambut putrinya itu dengan setets air mata yang tiba-tiba melompat dari sudut matanya tanpa permisi, karna dia tau apa yang akan terjadi dengan rumah tangga nya setelah ini, tidak akan ada lagi yang namanya kerukunan dan keharmonisan Yang selama lima belas tahun ini terjaga, dan entah sudah berapa lama dia terhianati oleh suaminya sendiri.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Suara kokok ayam mengiringi semua penghuni di rumah besar milik Yana beraktifitas, Yana, Jesslyn dan ketiga sahabatnya sudah duduk rapi di ruang makan denganenu sarapan yang sangat nikmat, dari sandwich juga juice sesuai keinginan para anak ABG hasil dari buah yang di bawa dari kebun milik Yana di Lembang, dari juice Alvocado, Orange juice, dan juice Durian kesukaan Jesslyn, semua menikmati sarapan mereka dengan nikmat dengan sesekali bercanda dan itu membuat Yana sangat senang, setidaknya putrinya bisa melupakan sedikit kesedihannya akibat kejadian kemarin, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah ruang depan dan itu membuat pandangan mereka yang di meja makan menjadi teralihkan, terlihat Johan melangkah masuk dan menghentikan langkahnya saat berada di ruang makan, Johan memandang anak istrinya dan kehadiran Johan langsung membuat selera makan Jesslyn hilang begitu saja.


" Mom, Adek berangkat ya" Jesslyn mencium tangan dan kedua pipi Mommy nya.


" Aunty, berangkat dulu ya" Gita, Tyara dan Michelle secara bergantian.


Jesslyn berjalan melewati Daddy nya tanpa melihat sesikitpun dan Johan tidak bisa protes atas tindakan putrinya itu.

__ADS_1


" Mari Om" Teman-teman Jesslyn menyapa Johan sambil mereka melangkah mengikuti Jesslyn yang berjalan sangat cepat.


Yana pun beranjak dari tempat duduknya naik ke lantai atas meninggalkan Johan yang masih berdiri di tempatnya, melihat istrinya berjalan ke lantai atas Johan pun segera menyusul istrinya itu untuk menjelaskan semuanya, Johan melihat istrinya masuk ke dalam kamar tapi keluar lagi dengan membawa tas yang biasa di bawa istrinya saat kerja.


" Sayang sayang, aku mau bicara penting, bisa kamu tidak kerja hari ini? aku mau jelaskan soal kemarin, itu ga seperti yang kamu lihat" Johan memegang tangan Yana berusaha menahan istri nya itu.


" Jangan pernah lagi memanggil ku dengan sebutan itu! aku tidak sudi mendengar panggilan itu dari mulut mu!" Ujar Yana dengan penekanan pada suaranya karna tidak ingin di dengar oleh para ART yang ada.


" Aku bisa jelaskan semuanya, aku khilaf aku janji! aku akan tinggalkan dia!" Johan berusaha membujuk dan menyakinkan istrinya.


" Kamu merasa khilaf? berapa lama kamu khilaf?! kamu ngaku khilaf karna kamu ketahuan! kita akan selesaikan masalah ini di pengadilan!" Yana melepaskan tangannya yang masih di pegang Johan dan melangkah meninggalkan Johan tanpa memandang lagi ke belakang.


Johan meremas rambutnya dan memukul tembok yang ada di dekatnya, dia sama sekali ga mau ada perceraian dengan istrinya itu.


**BERSAMBUNG


THANKS GUYS UDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA 🙏🙏🙏 JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE AND KOMEN JUGA VOTENYA,

__ADS_1


BACA JUGA KISAH LAINNYA, EMANG SEMUANYA MASIH UP, MAAF KALAU UP NYA TERKESAN LAMA, KARNA SAYA JUGA KERJA DI BIDANG LAIN, MUNGKIN CERITA-CERITA SAYA TERLIHAT SERIUS, MUNGKIN KARNA SAYA JUGA ORANGNYA SERIUSAN 😁😁😁 TAPI SAYA BERHARAP KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN BISA MEMBERIKAN PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA ONCE MORE THANKS ALL**


__ADS_2