PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 032


__ADS_3

HAPPY READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mobil dimana Rica berada bersama dengan pria bernama Bambang berhenti di sebuah restoran mewah tempat yang sering menjadi tempat meeting bagi para pembisnis.


"Ayo cantik kita turun" Bambang membukakan pintu mobilnya untuk Rica dan demand senyum yang sedikit di paksa Rica keluar dari dalam mobil tersebut dan tidak bisa menolak saat pria bernama Bambang itu merangkul pinggang nya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam restoran mewah tersebut, Bambang membawa Rica ke ruang VIP yang sudah di pesan lebih dulu, Bambang mengajak Rica duduk di kursi yang berbentuk sofa dan seorang waitress dengan cepat mendatangi ruangan VIP tersebut.


"Selamat siang Tuan, Tuan sama Nona mau pesan apa?" Tanya waitress itu kepada kedua tamu yang tak lain adalah Rica dan Bambang.


"Kamu pesan aja apa yang kamu mau pesan, Mbak saya minta kopi tanpa gula dengan sedikit cream, sama saya minta steam salmon with mushroom sauce" Bambang menyebutkan pesanannya.


"Saya minta salad sayuran sama lemon tea aja" Rica menyebutkan pesanannya, pesanan yang sangat simple karna memang dia sedang ga berselera untuk makan.


"Baik Tuan, Nona, mohon di tunggu sebentar pesanannya" Ujar sang waitress setelah mencatat apa yang menjadi pesanan Kedua tamu tersebut, dan berjalan keluar dari ruangan VIP tersebut.


"Rica saya serius dengan tawaran saya tadi" Bambang memulai pembicaraan di antara mereka.


"Tawaran yang mana ya Mas?" Rica lupa dengan apa yang di tawarkan Bambang, karna saat ini dia sedang kepikiran tentang Dino.


"Tawaran untuk kamu jadi istri siri saya" Bambang mengulangi tawaran nya yang tadi dia katakan di dalam mobil.


"Owh yang itu, maaf Mas saya belum bisa ngebahasnya sekarang, karna saya harus membicarakan dengan Ibu saya di kampung" Ujar Rica sengaja mencari alasan atas nama Ibunya agar laki-laki ini tidak terus memaksa, karna dia sendiri bingung, di satu sisi Dino menawarkan mereka hidup bersama dengan segala fasilitas dan usaha yang akan Dino buatkan untuknya, sekarang Bambang juga menawarkan hidup yang enak dengan status istri siri tapi resikonya kalau istri Bambang tau dia bisa di permalukan di depan orang banyak.

__ADS_1


"Maaf Mas saya mau ke toilet" Rica merasa perlu sedikit mules pada perutnya, begitulah jika dia sedang nervous pasti perutnya mules.


"Ya udah, toiletnya ada di bagian belakang sebelah kiri" Bambang memberitaukan letak toilet karna memang dia cukup sering ke restoran ini setiap ada meeting dengan cliennya jika berdekatan dengan waktu makan siang.


"Saya tinggal sebentar Mas" Rica bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke luar ruang VIP tersebut dan berjalan ke arah yang tadi di beritaukan Bambang padanya, Rica masuk ke salah satu kamar di toilet dan keluar lagi setelah beberapa menit, Rica mencuci tangannya dan merapikan sedikit rambut panjang nya, Rica menatap dirinya di depan cermin lalu menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan, Rica berjalan keluar toilet dan berjalan kembali ke ruangan dimana Bambang berada, Rica melewati ruang VIP lainnya karna di restoran tersebut memang terdapat beberapa ruang VIP karna lebih banyak pelangan yang lebih suka makan di ruangan yang lebih private.


, tanpa di sadari Rica ada sepasang mata yang memandangi keberadaan di restoran tersebut dari salah satu ruangan VIP lainnya, dan mata itu adalah milik Dino yang sedang menjamu client besar perusahaan Bossnya, Dino heran keberadaan Rica di restoran ini tapi dia tidak bisa mendekati Rica karna dia sedang menemani client Perusahaan, dia memang sedang menggantikan Bossnya karna Bossnya sedang meeting dengan client lainnya, sementara Rica sudah berada di ruangan dimana Bambang berada, Rica kembali duduk di samping Bambang dan terlihat semua pesanan sudah datang dan tertata rapi di meja di depan mereka.


"Ayo cantik kita makan" Bambang tersenyum lebar kepada Rica.


Rica tersenyum kecil dan mulai bersiap untuk menikmati makanan pesanannya walau dia tidak begitu lapar.


"Baiklah Mister Dino terima kasih untuk jamuannya, di pertemuan berikutnya saya saya harap bisa bertemu dengan Mister Alex karna pertemuan berikutnya adalah pertemuan terpenting dalam kerja sama ini" Ujar si client.


"Baik Tuan, saya pastikan Mister Alex pasti akan datang ke perusahaan Tuan" Dino menjabat tangan si client.


"Silakan Tuan" Dino mempersilakan si client untuk berjalan terlebih dahulu dan dia berjalan di sampingnya untuk berjalan bersama menuju luar restoran dimana mobil mereka berada, dan di saat berjalan melewati ruangan VIP lainnya Dino sangat tidak percaya saat melihat Rica sedang makan bersama pria yang terlihat lebih tua dari Rica, tangan Dino terkepal kuat apalagi saat melihat tangan lelaki itu mengusap bibir Rica dengan jarinya, andai ini bukan di tempat orang dan tidak sedang bersama client Dino tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan meluapkan kemarahannya, tapi Dino harus menahan dan terus berjalan bersama si client menuju mobil mereka.


"Makannya hati-hati, liat Tu sauce nya kemana-mana" Ujar Bambang membersihkan sauce salad yang mengenai bagian bawah bibir Rica.


BERSAMBUNG Anya dan kedua adiknya juga Bu Tuti sampe juga di apartment yang akan di tempati oleh kedua adiknya bersama Bu Tuti yang akan menjaga kedua adiknya, dan mereka hanya membawa koper karna apartment ini segalanya sudah lengkap, dari tempat tidur, sofa, Televisi, peralatan masak dan makan, bahkan meja belajar untuk kedua adiknya pun sudah di siapkan.

__ADS_1


"Micca, kamu mau kamar sendiri atau masih mau sekamar berdua dengan Rio?" Tanya Anya kepada Micca adik perempuan nya.


"Kamar sendiri aja Kak, Rio kalau tidur make bantal semua" Micca memilih untuk tidur sendiri alias mempunyai kamar tidurnya sendiri.


"Yeeeee kan Rio ga sadar kalau make bantal banyak" Rio ngebela dirinya.


"Udah udah jangan pada ribut, di sini ada empat kamar, tiga di and atas, satu di bawah, jadi Micca sama Rio kalian punya kamar masing-masing, sedangkan Bu Tuti, kamarnya di bawah aja ya, biar ga capek naik turun tangga" Ujar Anya yang sebenarnya tidak setuju dengan apartment yang begini besar dan mewah, tapi mau apalagi, semua apartment milik Bian semuanya dua lantai dan luas-luas, jadi Anya tidak punya pilihan lain, karna dia juga ga mungkin meminta Bian untuk membeli apartment lagi walau dengan ukuran lebih kecil.


"Iya Mbak, saya lebih kamar di bawah biar kalau mau ngapa-ngapain gampang" Bu Tuti setuju dengan kamar yang di pilihkan untuknya.


"Bu Tuti kalau ga bisa make mesin cuci pake tangan aja, karna kalau rusak saya ga enak sama Boss saya, nanti saya ajarin cara make kompor listriknya" Ujar Anya memberitaukan apa yang harus di lakukan Bu Tuti.


"Micca sama Rio juga jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya, kalian harus tetap rajin belajar, karna bus sekolah kalian tidak sampe di daerah sini tiap hari kalian akan berangkat dengan taxi online yang udah kakak sewain" Ujar Anya lagi yang sengaja bilang kalau mobil yang di siapkan Bian untuk mengantar jemput adiknya adalah taxi online, bahkan Anya terpaksa meminta mobil sejuta umat yang akan di pakai untuk antar jemput adiknya, dan menolak mobil mewah yang di siapkan Bian karna pasti akan menjadi perhatian seluruh guru dan teman-teman sekolah kedua adiknya , setelah merasa cukup memberikan edukasi kepada kedua adiknya dan mengantarkan keduanya ke kamar mereka di lantai dua Anya mengajak Bu Tuti ke dapur untuk membantu nya menyiapkan makan malam untuk mereka sekaligus dia mengajarkan Bu Tuti cara menggunakan semua peralatan masak yang semuanya memakai listrik, selesai masak untuk makan malam mereka berempat Anya berjalan masuk ke kamar yang masih kosong, Anya melepaskan pakaiannya d an terlihat tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam, Anya berdiri di depan cermin yang lumayan besar, dia memandangi tubuhnya yang sudah tidak lagi virgin karna sudah di sentuh dan di cumbu Bian berkali-kali, Anya meraba dada nya yang selalu menjadi target Bian saat mencumbu nya dan Anya juga meraba seluruh tubuh nya dan membuat dia terbayang saat Bian mencumbu tubuhnya, Anya menarik nafas panjang lalu kembali berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Micca yang sedang berada di dalam kamar nya memandang kamarnya yang sangat luas tiga kali lebih luas dari kamarnya sewaktu di rumah mereka yang dulu, dan ranjangnya bisa tidur buat lima orang juga muat, paling ga kalau ada temannya yang mau nginap dia ga malu-malu banget karna kalau di rumah mereka yang lama dia masih berbagi kamar tidur dengan Rio, Micca membanting tubuh nya di atas ranjang dan berguling-guling menikmati kasur yang sangat empuk dan luas, berasa guling-guling di lapangan monas hehehe.


BERSAMBUNG


kira-kira Dino bakal buat apa ya ke Rica, apa hubungan mereka bakal berlanjut, ayooo author nya bakal bikin apa ya hehehe, yang mau give away di tahun ini jangan lupa vote yang banyak dan like jangan lupa, konfliknya bukan hanya Arya masih ada beberapa konflik lagi ke depannya.


selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,

__ADS_1


__ADS_2