
ENJOY YOUR READING GUYS ππ
Yana baru keluar dari kantornya dan berniat untuk ke supermarket karna harus membeli beberapa keperluan dirinya dan juga putrinya dan juga membeli persedian makanan yang sedikit sulit di temukan di pasar traditional, Yana sudah memilih banyak barang yang akan dia pilih dan sudah membuat trolley nya penuh, setelah merasa cukup Yana mendorong trolley nya menuju kasir untuk menotal semua belanjaan nya, Yana sudah sampe di bagian kasir terlihat ada dua antrian di depannya dan dia berdiri di depan seorang pria yang membawa satu bungkusan besar makanan pet.
"Mas Bram" Yana menyapa pria di depannya yang dia yakin adalah Bram walau pria itu membelakangi nya.
Bram yang merasa namanya di panggil dari arah belakang langsung membalikan tubuhnya dan sedikit surprise tapi langsung tersenyum saat melihat sosok Yana di depannya.
"Lho Yan, kamu di sini juga?" Bram yang benar-benar surprise dengan keberadaan Yana.
"Baru pulang kantor, terus ingat kalau ada beberapa barang yang habis di rumah jadi di sempatin mampir ke sini" Yana tersenyum kecil.
Mas beli makanan buat pet?" Yana menunjuk bungkusan besar yang ada di tangan Bram.
"Iya, di rumah ada dua doggy, tadi Jerry telpon katanya makanan mereka habis, mau ke pet shop lumayan jauh dan kebetulan lewat sini ya udah mampir beli disini aja" Bram menjelaskan maksud dari makanan pet yang ada di tangannya, Bram berjalan mendekati kasir sambil menarik trolley milik Yana dan meletakan belanjaannya, kasir segera mentotal belajaan Bram,
"Mbak sekalian dengan ini ya" Bram mengeluarkan semua isi yang ada di dalam trolley, Yana sedikit terkejut dengan tindakan Bram tapi dia mau protes juga ga enak karna selain ada kasir juga sudah ada beberapa ibu-ibu yang sudah mengantri di belakangnya, kasih mentotal semua belajaan yang ada di dalam trolley.
"Pak, semua lima juta delapan ratus ribu tigapuluh empat ratus rupiah" kasih tersebut menyebutkan angka yang tertera di komputer, Bram memberikan kartu yang sudah dia pegang sedari tadi kepada kasir lalu kasih tersebut segera memproses pembayaran untuk semua belajaan yang sudah tertata rapi di dalam kandus dan setelah proses pembayaran selesai dan kembali menerima kartunya dari petugas kasir Bram memasukan semua kardus-kardus kembali ke dalam trolley, sementara Yana menjadi tidak enak hati karna merasa jadi merepotkan Bram dengan membayar semua belajaan nya yang dia yakin Bram tidak akan mau menerima uang pengganti yang akan dia berikan untuk membayar semua belajaan nya itu. bahkan Bram juga mendorong trolley yang sekarang penuh dengan kardus-kardus yang berisikan barang-barang belanjaan nya.
"Yan kamu udah makan?" Bram memecah kesunyian yang ada di antara mereka.
"Kalau makan malam pastinya belum, karna ini juga masih sore" Yana sengaja menjawab dengan sedikit candaan agar tidak terdengar terlalu biasa.
"Gimana kalau kita makan atau minum kopi sebentar?" Bram secara tidak langsung mengajak Yana untuk makan malam bersama nya.
"Ngopi aja gimana Mas? kasian Jesslyn kalau saya makan di luar, dia ga akan mau makan kalau harus makan sendiri" Yana dengan halus menolak ajakan Bram untuk makan malam dan alasan yang dia berikan memang benar adanya.
__ADS_1
" Ya udah kita ngopi aja kalau gitu" Bram mendorong trolley menuju ke salah satu cafe yang khusus menjual coffee dan makanan kecil, ( karna donat ga bisa di bilang makanan ringan guys, karna dalam satu pic donat mengandung hampir 500 kalori, sedangkan manusia hanya butuh kurang dari duaribu kalori, jadi bayangkan kalau kita makan donat lebih dari satu atau dua, belum lagi kalori yang kita dapat dari makanan lain yang kita makan)
****
Yana dan Bram sudah berada di salah satu cafe terkenal yang berada di dalam mall tersebut dan sudah tersedia minuman mereka masing-masing, Bram dengan coffee hitamnya dan Yana dengan cappuccino panas nya, kedua sudah mulai menikmati coffee mereka masing-masing.
"Yan, karna kita ketemu di sini saya ingin membicarakan sesuatu sama kamu" Bram memulai pembicaraan di antara mereka.
Yana menatap serius ke arah Bram dengan dahi sedikit mengkerut.
"Bicara soal? kok kayaknya serius banget" Yana kembali meminum coffee nya.
"Yan, kitakan udah dewasa bukan lagi anak remaja yang harus banyak kode saat ingin mengatakan sesuatu, jujur saya ga pernah nyangkah kalau kita bakal ketemu lagi setelah puluhan tahun, tadinya saya berpikir kita ga mungkin ketemu lagi karna saya meneruskan kuliah di luar negeri dan juga kita belum begitu dekat saat di sekolah hanya sering sama-sama aktif di OSIS, dan kemarin saat kita bareng selama di Hawaii says semakin yakin dengan keputusan yang saya buat, tapi saya ga akan maksain kamu.
"Saya mau serius sama kamu Yan" Bram mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Maaf Mas, maksudnya serius gimana?" Yana sengaja ingin memperjelas dengan apa yang di katakan Bram, karna dia ga mau berspekulasi sendiri dengan apa yang dia pikirkan.
"Sebelumnya saya minta maaf kalau penjelasan saya tidak berkenan di pendengaran kamu dan juga hati kamu, saya tau kamu baru berpisah beberapa bulan yang lalu dengan mantan suami kamu dan saya masih merasa nyaman dengan kamu sama seperti saat kita di sekolah dulu, saya berpikir karma kita sudah sama-sama dewasa jadi ga perlulah pacaran atau pribahasa lainnya, kalau di bilang suatu hubungan perlu pendekatan dari kedua belahan pihak, iya saya setuju, dan saya merasa saya bisa dekat dengan Jesslyn seperti seorang teman, bukan saya ingin menggantikan sosok Ayahnya karna hal itu tidak mungkin saya lakukan, karna buat seorang anak baik Ayah atau Ibunya itu adalah kedua orangtua kandungnya, makanya saya lebih memilih untuk menjadi temannya Jesslyn"Bram menjelaskan sejalas-jelasnnya.
Yana cukup do buat terdiam dengan apa yang di katakan Bram karna buatnya ini benar-benar di luar perkiraannya.
"Apa ini ga terlalu cepat Mas untuk mengatakan semua ini?" Yana merasa perlu meyakinkan dirinya dengan jawaban Bram selanjutnya.
Bram tersenyum kecil sambil menggaruk ujung hidungnya dengan jarinya.
"Saya takut aja keduluan sama pria lain yang suka sama kamu terus tiba-tiba ngelamar kamu" Bram berujar dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh pengunjung lain di cafe tersebut.
__ADS_1
"Yana tertawa kecil mendengar jawaban Bram yang terdengar seperti anak abg yang takut gebetannya di rebut orang.
"Jujur saya senang dengan kejujuran mas dalam mengatakan ini semua, dan benar yang mas bilang kalau kita dua orang dewasa yang ga perlu banyak gaya dalam urusan perasaan, tapi mas taukan kita bukan hanya dua orang tapi ada keluarga di sekeliling kita, selain orangtua kita sama-sama punya anak yang harus kita minta dan hargai pendapat atau jawaban mereka, jadi saya harus membicarakan hal ini ke Jesslyn dan saya tidak menghargai apapun nantinya jawaban yang putri saya berikan, karna saya ga mau saat saya menikah lagi anak saya harus terpisah dari saya hanya karna dia tidak cocok dengan calon saya nantinya, siapapun itu dan begitupun saya, saya tidak akan pernah mau masuk ke dalam hidup seseorang jika orang terdengar dari orang itu tidak menginginkan saya" Yana menjelaskan dengan sangat gamblang apa yang ada di dalam pikirannya, karna mereka bukan anak lagi anak kecil atau abg yang di mabuk cinta dan tidak memperdulikan apapun hanya menuruti ego semata untuk suatu hubungan.
Bram menganggukan kepalanya mengerti dengan semua yang di katakan Yana barusan dan itu membuat dia yakin tidak salah menjatuhkan pilihannya kepada Yana karna kedewasaan Yana dalam berpikir sangat terlihat jelas dari semua perkataan nya tadi dan dia yakin kalau Yana bisa di terima oleh Jerycho putranya.
"Kamu benar, jadi saya akan berbicara dengan anak saya dan saya pun akan menerima apapun nantinya jawaban yang akan di berikan oleh anak saya" Bram tersenyum tulus dan kembali meminum coffee nya.
****
Jesslyn dan gank squad nya yang juga bersama dengan Jerry dan kedua sahabatnya Keenan dan juga Bobby, mereka sedang menikmati minuman dan makanan kecil yang ada di atas meja sambil ngobrol satu sama lain.
"Jadi gimana liburan kalian kemarin?" Tanya Bobby yang memang terkenal sangat rajin dalam bertanya ini itu, sedangkan Jerry dan Keenan terkenal sebagai cowok yang cuek bahkan terkesan sombong.
"Kita masing-masing pergi ke luar negeri tentunya dengan keluarga masing-masing, gue ke Singapore, Tyara ke London, Gita ke Belanda, dan Jesslyn ke Hawaii" Michell menjelaskan satu persatu negara yang dia dan para sahabatnya datangi.
"Kalian sendiri kan udah pada lulus, pada mau liburan kemana?" Michelle menanyakan liburan yang di ikut oleh ke tiga cowo tersebut.
"Guys, gue ke toilet bentar ya" Jesslyn memotong pembicaraan antara Michelle dan Bobby.
"Mau di temanin Jess?" Tyara menawarkan diri.
"Ga usah, orang deket ini" Jesslyn langsung berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari cafe tersebut dan menuju ke lorong dimana toilet berada.
BERSAMBUNG
selesai baca like ya guys, jangan lupa baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI kakakku, thanks buat kalianπππ
__ADS_1