PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 47


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS. 🍁🍁


Bram mengajak Jesslyn ke salah satu tempat wisata yang bernama pantai Waikiki, pantai yang selalu menjadi tujuan para wisatawan jika sedang berlibur ke Hawaii, Bram sengaja tidak membawa driver agar suasana antara dia dan Jesslyn tidak terlalu kaku, Bram sudah memarkirkan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Jesslyn lalu keduanya berjalan menuju pantai Indah tersebut, ada banyak pemandangan Indah di sana, bahkan gedung-gedung tinggi terlihat sangat jelas dari pantai tersebut, Bram menjelaskan banyak hal soal pantai Waikiki tersebut yang membuat Jesslyn kagum apa lagi cara Bram menjelaskan nya tidak membuat dirinya boring.


"Gimana Jess? kamu suka dengan pantainya?" Bram melangkah menyusuri pantai mengikuti langkah Jesslyn.


"Suka Om, tempatnya bagus, pantainya juga bersih, airnya jernih beda banget sama pantai dan laut di jakarta yang airnya jauh dari kata jernih" Jesslyn menikmati angin yang bertiup dengan lembut menyapu wajahnya.


Bram hanya tersenyum mendengar jawaban Jesslyn tentang laut yang ada di Jakarta.


"Ya memang masih banyak manusia yang kesadaran sangat tipis bahkan tidak ada, mereka tidak sadar kalau perlakukan manusia pada alam itu menentukan bencana yang ada di bumi, kita ga bisa berbuat apa-apa kalau kesadaran manusia itu sendiri ga ada dalam diri manusia itu" Bram menjelaskan.


"Jesslyn suka ice cream? kalau suka Om mau ajak Jesslyn makan ice yang paling enak di tempat ini" Bram menawarkan ice cream pada Jesslyn, karna biasanya perempuan paling suka dengan ice cream, hampir 90% perempuan sangat tidak bisa menolak dengan yang namanya ice cream.


"Suka Om, emang ada ya Om ice cream yang enak gitu? bukannya rasanya sama aja?" Jesslyn sedikit penasaran dengan kata enak yang di katakan Bram barusan.


"Ini rasanya sedikit beda, ayo kita ke tempatnya, nanti kamu bakal liat kalau antriannya sangat banyak dan panjang" Bram sengaja membuat Jesslyn semakin penasaran dengan ucapannya soal ice cream yang dia tawarkan, Bram dan Jesslyn berjalan menjauh dari pantai karna memang stand ice cream nya berada sedikit jauh dari pantai, keduanya sampe di sebuah stand dengan papan berlogo ice cream yang sangat besar yang membuat orang pasti ngiler saat melihatnya.

__ADS_1


"Nach itu kedainya, kamu lihatkan antriannya panjang kayak gitu" Bram menunjuk ke arah kedai dengan logo ice cream tersebut.


Jesslyn terperangah melihat antrian yang panjang di depan stand ice cream tersebut bahkan di bagian dalamnya terlihat penuh di setiap tempat duduknya.


"Gimana Jess? kamu mau ngantri sepanjang ini? atau kita cari ice cream yang lain?" Bram kembali bertanya.


"Ga pa-pa Om, kita ngantri di sini aja, Jesslyn juga penasaran sama rasanya.


****


Johan melihat ke dalam kamar mandi dan terlihat tubuh polos Cindy yang terguyur air dari shower dan melihat pemandangan Indah itu, jagoan Johan langsung bereaksi, Johan melepas kemejanya dan juga celananya hingga yang tertinggal hanya boxernya saja, Johan langsung memeluk Cindy dan mencium bagian belakang leher Cindy, Cindi tau kalau itu Johan karna dia hapal dengan perfume yang di pakai Johan, Johan membawa Cindy ke dalam bathtub, Johan mendudukan Cindy di atasnya dan mendorong jagoanya masuk dengan sempurna, Johan sangat tau kalau Cindy sangat suka dengan posisi ini, kamar mandi merekapun di penuhi dengan suara ******* dan erangan dari mereka berdua, bermain di dalam air ternyata memberikan sensasi yang berbeda, dua jam lebih mereka habiskan untuk saling memuaskan hasrat mereka bukan hanya sekali atau dua kali, stamina Johan yang kuat membuatnya mampu melewati empat babak sekaligus, sampe Cindy sendiri hanya bisa pasrah dengan kekuatan Johan yang hanya butuh istirahat beberapa menit dan kembali melanjutkan permainan mereka, dan jagoan Johan yang selalu kembali bangun dengan cepat setiap Johan menyentuh tubuhnya.


"Pa papa, Mama" Cindy menjadi gugup karna ada Johan di dalam kamarnya dan selama ini orangtuanya sama sekali tidak tau tentang hubungan nya dengan Johan dan akan gawat kalau sampe orangtuanya masuk ke kamarnya atau Johan yang keluar dari dalam kamarnya.


",Kamu ngapain sich?! udah dari tadi Papa dan Mama menekan bell tapi ga di buka-buka?!" Papa Cindy sedikit meninggikan suaranya karna kesal sudah kelamaan berada di depan pintu apartemen putrinya itu sambil berjalan masuk ke dalam apartemen.


"Maaf Pa Ma, aku baru dari kamar mandi" Cindy memberikan alasan yang sangat masuk akal karna dia juga sedang memakai bathrobe.

__ADS_1


"Papa sama Mama dari mana? apa dari rumah sengaja me sini?" Cindy memang penasaran melihat kedatangan orangtuanya yang bisa di bilang hampir tidak pernah datang ke Apartemennya ini sejak dia tinggal di Apartmen, orangtua nya baru datang empat kali selama lima tahun dia di belikan apartemen sama Papanya itu.


"Papa sama Mama habis dari makan malam di rumah teman Papa yang hari ini sedang merayakan Anniversary mereka, dan kebetulan melewati apartemen kamu jadi Papa dan Mama putuskan untuk mampir sekalian Papa mau bilang besok kamu harus pulang ke rumah karna ada tamu penting yang mau datang ke rumah kita, jadi sangat tidak sopan kalau hanya Papa dan Mama yang ada di rumah" Papa Cindy mengutarakan maksud kedatangan mereka ke apartemen.


Cindy sesekali melirik ke arah kamarnya dan berharap Johan jangan dulu terbangun dari tidurnya sebelum kedua orangtuanya pulang sambil mendengarkan apa yang di katakan oleh Papanya.


'Iya Pa, Cindy besok bakal pulang ke rumah" Cindy segera mengiyakan permintaan kedua orangtuanya tanpa bertanya karna berharap kedua orangtuanya segera pulang.


"Ya sudah kalau gitu Papa sama Mama pulang dulu, Papa capek banget, Mama juga udah ngantuk kayaknya" Papa Cindy langsung pamit karna tidak ada niat untuk berlama-lama di apartemen putrinya itu.


"Sayang Mama pulang ya, kamu jangan macem-macem di apartemen, ingat kamu anak perempuan, jaga nama baik kamu dan juga keluarga kita" Mama Cindy mengingatkan putrinya itu dan memberikan ciuman di pipi begitupun dengan Papanya Cindy yang mencium pipi putrinya sebelum melangkah keluar dari dalam apartemen putrinya.


Cindy bernafas legs saat kedua orangtuanya sudah keluar dari dalam apartemen nya, setidaknya dia selamat untuk saat ini dari amukan kedua orangtuanya.


BERSAMBUNG


selesai baca like ya guys

__ADS_1


guys baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI KAKAKKU, up tiap hari, di jamin seru


__ADS_2