
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Arya sangat malu karna di tampar di depan teman-teman nya, dia memberi isyarat kepada yang lain, lalu dengan sigap mereka mendekap tubuh Anya dari belakang dan membekap mulut Anya agar Anya tidak teriak dan mereka dengan cepat menyeret Anya menuju mobil mereka dan memaksa Anya agar mau masuk ke dalam mobil, Dani mendapat tugas untuk menjadi supir langsung masuk ke bagian depan dan dalam hitungan detik mobil tersebut sudah pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja dengan laju yang cepat.
semua kejadian itu tidak lepas dari perhatian seorang pria yang berada tidak jauh dari tempat Anya berada dan semua juga terekam baik di smartphone pria tersebut, pria itu langsung masuk ke dalam mobil saat mobil yang membawa Anya pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja, pria tersebut menekan satu nama di smartphone nya menghubungi Bossnya.
"Hallo Boss Dino, saya mau laporan, kalau nona Anya ada yang menculik Tuan" lapor pria itu yang ternyata adalah orang suruhan Dino untuk menjaga Anya dari jarak jauh tentunya atas perintah Bian.
"Bodoh kenapa bisa terjadi?! dan kenapa kamu tidak mencegahnya?!" Dino yang kebetulan berada di apartment Bian sangat panik menerima laporan seperti itu, jika sampe terjadi sesuatu bisa-bisa beneran hanya kepalanya yang kembali ke America.
"Maaf Boss mereka jumlahnya lumayan banyak, saya takutnya mereka membawa senjata Boss, tapi ini saya sedang mengikuti mobil mereka Boss" pria itu memberitaukan posisinya saat ini.
"Baik terus kamu kabari kemana mereka membawa nona Anya" Dino menutup telponnya.dan sangat gugup saat mendapatkan tatapan serius dari Bossnya.
"Ada apa? kenapa kamu sebut-sebut nama Anya?" Bian langsung tude point.
Happy reading guys"Maaf Master, ada kabar kurang bagus, Tono mengabarkan kalau nona Anya di culik oleh banyak pria dan sekarang sedang mengikuti mobil penculiknya Boss" Dino langsung laporan pada point nya tanpa basa basi karna tidak mau melihat kemurkaan Bossnya itu.
Brakk!! Bian langsung menggebrak meja kaca di depannya, untung kacanya tebal dan anti pecah jadi tetap utuh walau di gebrak sekeras itu oleh Bian.
"Kenapa bisa kecolongan? kamu ingat perkataan saya, jika terjadi sesuatu maka kepala kamu yang akan pulang ke America!" Bian langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan masuk ke dalam kamar tidurnya dan tidak sampe Lima menit Bian sudah keluar dengan jacket nya dan langsung berjalan keluar dari Apartment dan Dino langsung mengikuti dari belakang walau tanpa perintah, turun ke baseman terasa lama jika keadaan sedang genting seperti ini setelah beberapa menit akhirnya sampe di baseman dan keduanya langsung menuju mobil dan mereka masuk ke dalam mobil dan dalam hitungan detik mobil mewah tersebut sudah tancap gas.
__ADS_1
"Kita kemana ini?!" Tanya Bian dengan aura yang terasa sangat dingin seperti di kutub selatan.
"Saya dapat kabar kalau nona di bawa ke daerah kemang Master ke sebuah apartment" Dino menyanpaikan info lokasi yang di kirimkan anak buahnya lewat wA.
"Buruan ke sana!" Bian benar-benar sedang dalam mode marah yang besar. sehingga membuat hawa di mobil menjadi gerah walau AC sudah di set full.
sekitar lima belas menit mereka sampe di Apartment yang di maksud dan mereka sudah mendapat ijin untuk masuk, setelah memarkirkan mobilnya Dino dan Bian segera keluar dari dalam mobil dan menuju lift untuk pergi ke lantai 5 dimana unit apartment yang mereka tuju ada di sana. lift berhenti di angka lima dan begitu pintu lift terbuka mereka segera keluar dari dalam lift dan berjalan cepat mencari unit dengan nomer 365 mereka menemukan orang suruhan mereka sudah menunggu di depan pintu yang tertutup rapat.
"Tuan" pria yang menjadi orang suruhan Dino membungkukan badannya ke arah Bian.
"Dobrak pintunya" perintah Bian kepada kedua anak buahnya itu.
Mendengar laporan dari pria tersebut Bian mengeluarkan sesuatu dari bagian belakang tubuhnya yang ternyata sebuah senjata api dan, lalu Bian juga mengambil alat peredam dari dalam saku jacket nya dan memasangkannya pada senjata apinya lalu setelahnya Bian langsung menembakannya ke arah pintu beberapa kali dan tentunya suara letusan senjata api tersebut teredam karna alat yang di pasangkan pada bagian moncong senjata, setelah menembakan ke arah pintu beberapa kali Bian langsung menendang pintu tersebut dengan satu kali tendangan pintu itu langsung terbuka dan mengejutkan Dani dan juga yang lainnya dan sebelum mereka sempat melawan mereka sudah langsung mendapatkan pukulan keras dari Bian, Dino dan juga Tono, Bian mencari keberadaan Anya di sana tapi dia tidak melihat Anya hanya ada tiga pemuda yang sedang teler di situ, Bian menatap dua ruangan lain yang satu tertutup dan yang satu sedikit terbuka, akhirnya Bian menebak kalau Anya pasti berada di kamar yang tertutup itu. Bian menlangahkan kakinya ke arah kamar dengan pintu tertutup, lalu dengan sekuat tenaga Bian menendang pintu kamar itu hingga terbuka dengan kondisi kuncinya sedikit rusak dan tendangan membuat Arya yang sedang berada di atas tubuh Anya terkejut, tapi Bian lebih terkejut melihat ada lelaki yang sedang berada di atas tubuh Anya hanya dengan memakai boxer sedangkan Anya sudah hampir tanpa busana, Bian menjadi sangat emosi langsung menarik Arya dari atas tubuh Anya dan memberikan pukulan telak kepada Arya.
"Bajingan!!! berani sekali kau menyentuh wanita ku!!!!
flash back end
xxxxxxxxxxxxx
Bian membawa Anya kembali ke apartment nya karna walaupun dia sudah tau dimana rumah Anya sangat tidak mungkin dia membawa Anya pulang dengan kondisi seperti ini, bisa-bisa tetangganya akan salah paham, Bian membaringkan tubuh Anya di atas kasur dan dia dapat melihat pipi Anya yang sedikit bengkak karna bekas tamparan, ya Bian bisa menebak itu bekas tamparan karna kulit Anya yang putih menunjukan jelas bentuk beberapa jari di sana dan itu membuat Bian geram, ingin rasanya dia mencincang habis lelaki yang sudah melakukan ini kepada Anya. Bian mengelus wajah dan rambut Anya dengan lembut dan Bian di buat senang karna Anya terlihat sadar dan membuka matanya perlahan.
__ADS_1
"Tuan, anda di sini?" Anya bangun dari tidurnya dan memandang sekelilingnya.
"Kamu ada di tempat saya, untung saya datang sebelum semuanya terlambat" Ujar Bian memberi taukan dimana Anya saat ini.
"Tuan kenapa panas sekali" Anya langsung membuka jackets yang ada di tubuhnya dan Bian langsung menghentikan apa yang Anya lakukan itu karna pemandangan yang balik jackets itu akan sulit untuk dirinya bisa menahan, tapi kejadian selanjutnya sungguh di luar dugaan Bian, Anya malah menarik tengkuk Bian dan langsung ******* b1b1r Bian dengan rakus dan jackets yang ada di tubuh Anya pun terlepas sudah, bahkan Anya sekarang sudah berada di atas pangkuan Bian dan itu membuat jaguar Bian bangun dengan sempurna apalagi tubuh Anya tidak bisa diam dan membuat terjadinya gesekan di bagian bawah fix membuat Bian pun menyerah dengan keadaan yang ada saat ini, Bianpun tidak bisa menahan saat Anya melepaskan baju yang dia pakai hingga memperlihatkan tubuh berotot milik Bian dan itu membuat Anya menggila.
"Tuan tubuh Tuan sexy... Tuan bantu saya, saya sudah tidak kuat" Anya terus merancau dengan tangannya yang sudah menyentuh tubuh berotot Bian hingga mendekati posisi dimana jaguarnya berada, Anya bahkan melepas sendiri penutup terakhir di tubuhnya dan terpampanglah bukit indah yang sempurna di depan mata Bian dan itu membuat Bian makin terbakar, Bianpun sudah melancarkan aksi lebih lanjut dia menyusuri Bukit Indah tersebut setiap inchinya melakukan sedikit permainan disana yang membuat Anya menggeliat hebat, Anya bahkan menekan kepala Bian yang berada di dadanya agar mulut Bian masuk lebih dalam dan menghasilkan suara Indah yang keluar dari bibir Anya, sementara tangan Anya terus meraba si jaguar yang sudah sempurna berdiri gagah walau masih berada di dalam kandangnya, Bian tidak mau melakukan hal itu walau dia ingin karna jaguar nya sudah menuntut tapi dengan keadaan yang di pengaruhi obat begini Bian tidak mau melakukan nya, Bian tau Anya begini pasti karna obat dengan dosis tinggi.
"Tuan saya sudah tidak kuat tolong Tuan" Anya terus merancau dan ******* telinga Bian dan mengigit nya, benar-benar cobaan berat buat Bian.
Bian terpaksa membantu Anya dengan jarinya, Bian dapat merasakan kalau Anya sudah sangat basah, perlahan Bian mendorong jarinya masuk ke tubuh Anya dan dengan ukuran jari yang juga besar membuat Anya meringis kecil sambil memejamkan matanya saat merasakan sesuatu yang beda masuk ke tubuhnya, sementara Bian merasakan kalau Anya memang masih original, dengan ruang yang sempit, bahkan dia merasakan kalau jarinya sangat terjepit dan seperti di tarik-tarik, perlahan Bian mulai memainkan jarinya di dalam sana yang membuat Anya seperti cacing terkena garam.
"Faster Tuan Faster please" Anya kembali mengarahkan wajah Bian ke dadanya dan Bian pun kembali menyusuri Bukit Indah itu dengan bibir dan lidahnya, sementara jarinya bergerak semakin cepat seperti permintaan Anya yang membuat tubuh Anya berguncang hebat di iringin suara-suara yang terdengar Indah di telinga Bian, Anya menekan kuat kepala Bian yang ada di dadanya saat dia merasakan ada yang mengalir dari dalam tubuhnya dan langsung membuat Anya lemas seketika, Bianpun segera berlalu ke kamar mandi untuk menenagkan si jaguar.
Bian keluar dari kamar mandi dan melihat Anya terlelap dan saat Bian akan menutup tubuh Anya dengan selimut dia melihat sebercak darah di sana, lalu Bian memandang jarinya yang tadi, (merawanin dengan jari) guman Bian lalu melirik jaguarnya yang juga di tidurkan dengan jari, Bian tersenyum kecut.
(Guy's emang ga bohong kalau jari orang bule emang lebih ukurannya, karna author udah pernah megang, ukurannya satu setengah jari cowo local hehe)
BERSAMBUNG
LIKE SELESAI BACA YA, GRATIS GA BAYAR
__ADS_1