PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 52


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁🍁🍁


Jesslyn baru saja keluar dari dalam toilet dan bermaksud untuk kembali ke teman-temannya tapi saat Jesslyn berjalan menuju cafe dimana teman-temannya berada Jesslyn merasa heran saat melihat Jerry berdiri di ujung jalan seperti sengaja menunggu dirinya (pede ya Jess 😁😁) Jesslyn terus berjalan dengan Jerry yang sudah memulai memandang ke arahnya.


"Jerry, loe ngapain berdiri di sini? mau ke toilet juga?" Jesslyn langsung bertanya saat berada di depan Jerry.


"Jess, kita bisa ga ngobrol bentar? ada yang mau aku omongin ke kamu" Jerry tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan Jesslyn malah balik nanya.


"Mau ngomong apa? kenapa ga bareng yang lain aja?" Jesslyn merasa sedikit heran dengan permintaan Jerry yang hanya ingin bicara berdua dengan dirinya.


"Yang mau aku omongin sedikit serius dan ini menyangkut kita berdua jadi lebih enak kalau ngomongnya berdua aja" Jerry memberikan alasan kenapa hanya ingin bicara berdua dengan Jesslyn.


'Emang mau ngomong apaan sich? kayaknya penting banget" Jesslyn mencoba untuk tidak terlalu serius dalam menanggapi perkataan Jerry.


"Kita sambil jalan aja yuk" Jerry mengajak Jesslyn berjalan meninggalkan area tersebut, lalu keduanya berjalan menuju arah yang berbeda dari cafe dimana teman-teman mereka berada.


Keduanya berjalan menyusuri koridor mall tersebut dan belum ada yang bersuara sama sekali dan itu berlangsung hingga beberapa menit lamanya.


"Jess, kamu mau makan ice cream ga?" Jerry menawarkan Jesslyn untuk makan ice cream.


*Boleh" Jesslyn menganggukan kepalanya karna memang dia sangat menyukai dengan yang namanya ice cream.


Jerry mengajak Jesslyn ke cafe khusus ice cream dan juga coffee, mereka duduk di salah satu kursi yang kosong dan tidak lama seorang waiter mendatangi mereka dengan membawa buku menu.


"Silakan Mbak, Mas" waiter tersebut menunggu dengan sabar menu yang akan di pesan oleh kedua costumer mereka.


"Mbak, saya minta ice cream rasa vanilla tanpa topping" Jerry menyebutkan ice cream pilihannya.


"Saya ice cream alpukat topping nya pake durian ya mbak" Jesslyn pun menyebutkan ice cream yang menjadi favourite nya.


"Di tunggu mbak, mas pesanannya" Waiter tersebut berjalan meninggalkan meja dimana Jesslyn dan Jerry berada.


"Kamu suka durian?" Jerry memulai pembicaraan di antara mereka setelah waiter tersebut meninggalkan mereka.


"Suka banget, karna di Villa Mommy punya kebun yang ada pohon durian nya" Jesslyn menjelaskan akan kesukaan nya terhadap king of fruit.

__ADS_1


"Wow seru dong punya banyak kebun buah' Jerry menatap wajah Jesslyn.


"Katanya loe mau ngomong penting? mau ngomong apaan?" Jesslyn mengingatkan tentang niat awal Jerry yang katanya mau bicara berdua dengan dirinya, Jerry tidak langsung menjawab pertanyaan Jesslyn karna seorang waiter datang membawakan pesanan mereka.


"Silakan mbak, mas" Waiter tersebut mempersilakan keduanya untuk menikmati hidangan mereka.


"Terima kasih" Jesslyn menjawab untuk sedikit menghargai waiter tersebut, Jesslyn sangat tergugah dengan ice cream yang ada di depannya dengan topping durian yang banyak menutupi permukaan ice cream alpukat tersebut, merekapun mulai menikmati ice cream mereka masing-masing.


"So??" Jesslyn menatap ke arah Jerry.


"Hmm, Jess, aku tau kita kenal belum lama kenal dan jarang berkomunikasi tapi jujur aku suka sama kamu" Jerry memulai pembicaraan serius antara mereka.


Jesslyn menghentikan suapannya saat mendengarkan pengakuan Jerry terhadap perasaannya.


"Gua belum kepikiran buat pacaran, gue mau serius sekolah mungkin nanti kalau udah kuliah beberapa semester baru gue mikirin mau punya pacar atau ga" Jesslyn mengatakan apa yang memang ada di pikiran nya.


Jerry tersenyum mendengar jawaban Jesslyn.


"Aku bukan nembak kamu atau minta kamu untuk jadi pacar aku, aku mengatakan tentang perasaanku karna aku ingin kamu menjaga hati kamu dari cowo lain" Jerry menjelaskan lagi.


"Aku di terima Oxford university bersama dengan Keenan dan juga Bobby, kami akan kuliah di sana, jadi aku berharap kamu mau menunggu ku hingga aku selesai kuliah atau saat kamu sudah siap untuk memiliki kekasih" Jerry menjelaskan lagi.


Jesslyn terdiam mendengar apa yang di katakan Jerry, bukan dia tidak mengerti apa yang di katakan Jerry tapi apa yang di minta Jerry sama aja seperti meminta dirinya berjanji.


"Maaf Jerr, gue ga bisa menjanjikan apa yang loe minta, tapi kita ga pernah tau jodoh ke depan seperti apa, kalau memang kita berjodoh pasti ke depannya kita akan tetap bertemu dan bersama" Jesslyn hanya bisa mengatakan itu karna semua yang di maksud Jerry tadi urusannya dengan hati sedangkan dia sendiri ga tau hatinya ke depan seperti apa ke Jerry.


Jerry tau apa yang di katakan Jesslyn semuanya benar, tapi dia hanya ingin Jesslyn tau ada hati yang akan menunggunya saat gadis itu sudah siap untuk memiliki kekasih.


"Yang kamu bilang benar, dan aku berharap kita berjodoh ke depannya, dan aku harap komunikasi kita tetap ada walau hanya lewat chat atau video call" Jerry tersenyum lebar ga mau Jesslyn merasa terbebani dengan semua perkataan nya tadi.


"Ya sebagai teman kita pasti akan tetap berkomunikasi dan gue pun ga akan mencoba menghindar untuk itu, kita juga ga tau apa yang terjadi beberapa bulan or tahun depan, mungkin sekarang loe bisa ngomong kayak gini ke gue, tapi siapa yang tau di Eropa nanti loe ketemu cewe yang sesuai dengan hati loe dan loe jatuh cinta siapa yang tau" Jesslyn sengaja mengatakan segala kemungkinan yang bisa aja terjadi.


Jerry tersenyum mendengar perkataan Jesslyn yang memang ga salah juga, ya setidaknya dia sudah mengatakan apa yang dia rasakan, setidaknya tidak akan membebaninya saat dia akan meninggalkan negeri ini.


****

__ADS_1


Cindy yang dengan berat hati menerima perjodohan dirinya dengan pria anak dari sahabat Papanya, (Tama) tentunya karna ancaman Papanya yang sangat ga mungkin untuk dia jalani Tama sudah sering menjemput dirinya setiap dia pulang kerja dan mereka biasanya selalu menghabiskan waktu bersama sebelum Tama mengantarkan nya pulang ke Apartemen nya, tapi Tama tidak pernah mengantarkan nya sampe ke dalam apartemen hanya sampe pintu utama gedung saja karma Cindy tidak mau sampe kalau Johan mengetahui tentang Tama karna dia tidak mau hubungannya dengan Johan berakhir karna dia serius mencintai pria dewasa itu. dia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan tentang hubungannya dengan Johan kepada kedua orangtuanya.


Cindy menekan password pintu Apartemennya lalu membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam Apartemennya, Cindy mendengar ada suara TV dari dalam kamarnya itu berarti ada Johan yang sudah pulang dari kantornya, Cindy segera berjalan menuju kamar dan melihat Johan yang sedang menonton televisi sambil bersabar di kepala ranjang, Johan tersenyum melihat kekasih cantiknya yang sudah pulang.


"Sore banget pulang nya?" Johan yang memang merasa heran karna Cindy sekarang sering pulang lewat magrib, padahal selama ini Cindy selalu pulang tepat waktu bahkan kadang lebih cepat, karna Cindy anak dari pemilik perusahaan maka dia bebas pulang jam berapa yang dia mau.


"Papa selalu meminta ku untuk menemani nya lembur mas, karna banyak laporan yang harus di periksa" Cindy terpaksa harus berbohong, Cindy meletakan tas kerjanya di tempatnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Cindy keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan memakai bathrobe, Cindy berjalan ke meja rias dan merapikan rambutnya, Cindy tersenyum saat melihat Johan berdiri di belakangnya, Johan juga tersenyum sambil memegang pundak Cindy, Cindy berdiri dari duduknya dan membalikan tubuhnya menghadap ke arah Johan.


Johan mengelus pipi mulus Cindy.


"Kau sangat cantik sayang" Johan menarik Cindy ke dalam pelukannya dan mereka menghabiskan beberapa jam dengan terus melakukan olahraga panas mereka dengan banyak gaya hingga tubuh mereka penuh peluh dan kehabisan tenaga.


***


Johan dan Cindy sudah terlihat rapi dengan pakaian mereka, mereka berencana untuk makan di luar karna mereka sudah keluar tenaga yang banyak, dan juga tidak ada makanan yang bisa di makan.


"Mas, udah yuk, aku laper banget" Cindy mengetuk pintu kamar mandi karna Johan tiba-tiba berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya sayang" Johan keluar dari dalam kamar mandi dan tersenyum ke arah Cindy.


"Udah siap?" Johan merapikan sedikit bajunya, Cindy menganggukan kepalanya.


"Ya udah, ayo kita pergi" Johan merangkul pinggang Cindy dan berjalan menuju pintu unit dan keluar dari sana berjalan menuju lift.


Johan dan Cindy sudah berada di lantai dasar gedung Apartment dimana basement berada tempat parkiran mobil, mereka berjalan menuju sebuah mobil mewah yang tak lain adalah mobil milik Johan, mobil yang menjadi kado ulang tahun Johan tahun ini dan menjadi kado terakhir dari Yana sebelum mereka bercerai pada beberapa bulan lalu, Johan menekan kunci otomatis mobil untuk membuka pintu mobil tersebut, lalu Johan membuka kan pintu mobil untuk Cindy dan menutup nya setelah Cindy berada di dalam mobil, lalu Johan menyusul masuk ke dalam mobil duduk di belakang kemudi dan tidak berapa lama mobil mewah tersebut bergerak melaju meninggalkan basement apartment tersebut.


BERSAMBUNG


like ya guys, setidaknya untuk penyemangat author nya hehehe,


baca juga menikahi calon suami kakakku, ceritanya seru dan selalu up


GUY'S THANKS UDAH MAMPIR KE LAPAK SAYA DAN MEMBACA KARYA SAYA, JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE AND KOMEN JUGA VOTENYA AGAR CERITANYA MAKIN SERING UP NYA, SEMOGA KALIAN SUKA CERITANYA 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2