PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 41


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Yana baru pulang dari kantornya dan sudah memarkirkan mobilnya di garasi mobil yang berada di samping rumah mewahnya, Yana kembali pulang ke rumahnya setelah pengadilan agama mengabulkan gugatan nya dan Papanya mengijinkan Yana dan Jesslyn kembali ke rumah mereka dengan syarat menambah dua bodyguard untuk menjaga keamanan Yana juga Jesslyn selain dua security yang selalu berjaga secara bergantian siang dan malam, Yana memandang sekeliling ruangan di dalam rumahnya yang terlihat rapi dan bersih karna memang para irt di rumah tersebut tetap berada di sana dan tetap mengurus rumah tersebut selama Yana berada di Mansion orangtua nya.


"Mbok, gimana keadaan rumah selama saya tinggal?" Yana bertanya pada irt yang paling tua karna memang sudah bekerja lebih lama dari irt yang lain.


"Baik Bu, tapi Bapak sangat jarang pulang, hanya beberapa kali selama Ibu ga ada" Mbok mirah menyanpaikan apa yang terjadi di rumah majikan selama hampir enam bulan ini.


Yana hanya tersenyum mendengar apa yang di sampaikan oleh mbok mirah.


"Ga pa-pa mbok, karna mulai sekarang daddy nya Jesslyn sudah tidak akan tinggal di rumah ini lagi, saya ke dalam ya mbok" Yana berjalan masuk dan berjalan naik ke anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua, sementara mbok Mirah sedikit bingung dengan perkataan majikannya itu tapi mbok Mirah segera sadar dan berjalan ke bagian belakang rumah mewah tersebut.


****


Yana dan Jesslyn sudah duduk di depan meja makan dengan makanan yang sudah tersedia di meja makan hasil dari masakan Yana seperti biasa yang selalu memasak sendiri untuk anaknya, Jesslyn sempat melihat ke arah kursi dimana daddynya biasa duduk saat sedang berada di rumah tapi sekarang kursi itu akan benar-benar kosong dan Yana melihat saat Jesslyn melihat ke arah kursi yang biasa di duduki oleh Johan mantan suaminya.


"Sayang gimana liburan untuk kenaikan kelas kamu?" Yana langsung membuka pembicaraan di antara mereka.


"Jesslyn terserah mommy aja" Jesslyn menyerahkan masalah liburan sekolahnya ke mommynya itu karna dia tau kesibukan mommynya sebagai direktur.


"Kebetulan Opa minta mommy buat ngecek resort kita yang ada di hawai, adek mau kalau liburan ke Hawai?" Yana menanyakan pendapat dan keinginan putrinya itu.


"Mau mom! mau banget!" Jesslyn langsung setuju dengan rencana mommynya, sejak kecil Jesslyn sudah sering keliling ke beberapa negara baik asia America juga eropa bahkan ke Dubai tapi dia belum pernah ke Hawaii.


"Ya udah nanti mommy urus visa adek, sekarang habiskan makanannya" Yana mengelus rambut putrinya yang duduk di samping nya itu.

__ADS_1


****


Jerycho dengan mobil mewahnya sedang standby di depan sebuah gedung sekolah elite seperti sedang menunggu seseorang, terlihat gerombolan anak-anak sekolah sedang berjalan keluar dari sekolah tersebut, ada banyak mobil yang keluar dari halaman sekolah tersebut ada juga yang berdiri di depan sekolah menunggu jemputan dan banyak juga murid-murid cowo yang memakai motor sport karna memang sekolah ini adalah sekolah anak-anak bourjuis alias anak holkay, Tyara yang udah ada dalam mobilnya begitupun dengan Michelle dan Gita yang ikut nebeng dengan Tyara karna mereka ada janji mau ngumpul di mall jadi mereka langsung ikut dengan Tyara sedangkan Jesslyn harus pulang dulu karna dia ga bawa baju ganti.


"Jess, kita duluan ya, jangan lupa jam empat! byeee" Tyara mengingatkan janji mereka dan sudah menghidupkan mesin mobilnya dan melambaikan tangannya begitupun dengan Michelle dan Gita.


"Siippp" Jesslyn mengangkat jempolnya seiring mobil Tyara yang melaju meninggalkan parkiran sekolah menengah atas tersebut, Jesslyn terus berjalan menuju pintu gerbang sekolahnya sengaja berjalan santai sambil sesekali bertegur sapa dengan teman-teman sekolahnya yang sekiranya dia kenal, dia berjalan santai karna supir yang bertugas menjemputnya masih dalam perjalanan terkena macet katanya, karna ujian akhir sudah selesai dan tinggal menunggu pembagian rapot jadi mereka tidak sekolah full seperti biasa, mereka hanya sekolah setengah hari, Jesslyn sampe di depan sekolahnya dan sedang berdiri tidak jauh dari gerbang sekolahnya menunggu jemputannya dan Jesslyn di kejutkan saat ada suara yang menyapanya.


"Hai" Seorang cowo menghampiri Jesslyn dengan senyum menawan di wajah setengah bulenya dan dengan lengsung di pipinya yang menambah ketampanannya.


"Jerry, kok loe ada di sini?" Jesslyn lumayan terkejut melihat keberadaan Jerycho di sekolahnya.


"Tau darimana kalau gue pulang jam segini?" Jesslyn melanjutkan pertanyaan nya.


"Kalau aku bilang kebetulan lewat kayaknya bohong banget ya hehe" Jerycho tertawa kecil.


"Loe emang ga sekolah?" Jesslyn ga bisa ber aku kamu karna terasa kaku di lidahnya, apalagi dia ga terlalu akrab dengan Jerycho.


"Aku kan udah lulus, jadi tinggal nunggu ijazah, udah ga ada jadwal sekolah" Jerycho menjelaskan dan Jesslyn hanya ber owh ria mendengar jawaban Jerycho.


Jesslyn memperhatikan penampilan Jerycho yang terlihat sedikit formal dengan kemeja tangan panjang, hanya saja Jerycho memakai jeans jadi ga keliatan kayak sales hahaha (jahat banget si Jesslyn, calon CEO di anggap sales 😁😁😁)


"Loe dari mana? pake kemeja gitu?" Jesslyn iseng aja nanya dari pada dari pada.


"Owh... ini tadi pagi aku ke kantor, biasalah bantuin Papi, hmm kamu mau ikut aku ga? aku mau traktir kamu makan siang, kamu belum makan siang kan? karna kan kamu pulang sebelum jam istirahat sekolah" Jerry mengatakan maksud sebenarnya dia datang ke sekolah Jesslyn.

__ADS_1


"Gue udah di jemput, tu mobilnya" Jesslyn menunjuk sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam yang masih lumayan jauh tapi Jesslyn hafal kalau itu mobil nya dari nomer platnya tentu saja.


"Please Jess temeni ya, biar aku yang ngomong ke supir kamu kalau kamu aku yang anter pulang" Jerycho terus memohon sebelum mobil yang menjemput Jesslyn sampe di depan mereka.


Jesslyn terlihat berpikir sejenak dan merasa ga enak juga karna Jerycho udah bela-belain datang ke sekolahnya walau dia ga tau sejauh apa jarak yang di tempuh cowo itu dari kantor ke sekolahnya.


"Ya udah, biar gue aja yang ngomong ke supir gue" Jesslyn langsung berjalan mendekat ke jalan raya dan mobil nya pun berhenti tepat di depannya.


"Maaf non telat, soalnya macet banget, ada demo tadi" Pak Slamet berujar meminta maaf, tapi Pak Slamet merasa heran karna melihat nona mudanya itu tidak langsung masuk ke dalam mobil seperti biasanya.


"Pak, Bapak balik aja ke rumah, saya barusan di ajak temen, nanti saya di anter sama teman" Jesslyn meminta supirnya itu untuk kembali pulang.


"Nanti kalau Ibu nanya gimana non?" Pak Slamet masih ga enak untuk melepas nona mudanya itu.


"Nanti saya yang telpon mommy kalau saya pergi sama temen" Jesslyn meyakinkan supirnya.


"Baiklah non, tapi non, non pergi sama siapa? cuma buat jaga-jaga non?" Pak Slamet ga mau ambil resiko, kalau nona mudanya itu pergi dengan temannya dia harus tau wajahnya karna dia ga mau kena amukan dari tuan besarnya (Opanya Jesslyn) yang sangat menyayangi nona mudanya itu.


"Itu orangnya" Jesslyn menunjuk dengan wajahnya ke arah belakangnya.


Pak Slamet melihat seorang pemuda berwajah sedikit agak bule di belakang nona mudanya.


"Ya udah non, kalau gitu saya jalan non, non hati-hati ya, kalau non mau di jemput telpon aja" Pak Slamet pamit undur diri.


"Iya Pak, makasih ya" Jesslyn membiarkan mobil sedan mewah tersebut melaju meninggalkan nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like guys, kalau komen jangan cuma next Thor, lanjut Thor, comen yang lain tapi jangan julid karna setiap manusia pasti punya kekurangan (no body perfect) 🙏🙏🙏


__ADS_2