PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 006


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿


Anya memasuki area Campusnya setelah memarkirkan motor maticnya di antara motor-motor yang lain, Anya berjalan sambil bersenandung ruang, efek dapat tip banyak sepertinya hehehe, Anya belum sempat sarapan menyempatkan untuk mampir di kantin, karna makanan yang ada di kantin sangat cocok dengan lidahnya, terutama soto tangkar buatan Ibu kantin sangat menggugah selera, Anya sering jika sudah makan sotonya, untungnya Anya punya body yang tidak gampang terpengaruh dengan apa yang dia makan Dan seberapa banyak lemak yang masuk ke perutnya, bodynya tidak pernah berubah bentuk, paling hanya terlihat sedikit berisi tapi masih terlihat normal, apalagi Anya sangat rajin ngegym seminggu tiga hingga empat Kali.


Sampai di kantin Anya melihat-lihat mana meja yang masih kosong dan tiba-tiba terlihat ada tangan yang melambai memanggil ke arah Anya yang ternyata tangan milik Sandra, temen dekat Anya jika di Campus.


Anya melangkah menuju meja dimana Sandra berada dan kebetulan Sandra pun hanya duduk sendiri.


"Hai San" Sapa Anya setelah mendudukan pantatnya di kursi yang ada di depan Sandra.


"Belum sarapan ya?" Sandra langsung menebak, karna memang setau Sandra Anya kalau ke kantin pagi-pagi pasti karna belum sarapan, karna Sandra lumayan tau kalau seorang Anya sangat jarang untuk datang ke kantin hanya untuk sekedar jajan.


Anya tersenyum mendengar tebakan Sandra, Anya memanggil Pelayan kantin yang seorang lelaki dan langsung berjalan mendekati Anya.


"Pesan apa Mbak Anya" Tanya lelaki itu yang sudah mengenal Anya.


"Soto masih Ada Mas" Tanya Anya melihat ke arah etalase kantin.


"Masih Mbak" jawab lelaki itu.


"Ya udah saya mau sotonya satu, nasinya sedikit aja, kalau ada nasi merah Mas, sama lemon tea anget dech" Anya menyebutkan pesanannya.


Lelaki tersebut meninggalkan meja dimana Anya dan Sandra berada untuk mengambilkan apa yang menjadi pesanan Anya, dan dari kejauhan terlihat beberapa pemuda berjalan mendekati meja dimana Anya duduk, Sandra yang melihat kehadiran para cowo itu memberikan isyarat kepada Anya dengan mata dan alisnya atas kehadiran mereka, Anya yang melihat isyarat dari Sandra memandang ke arah di maksud, dan langsung terlihat males saat tau maksud dari isyarat Sandar tadi.


Gerombolan cowo-cowo itu adalah team basket di Campus ini yang menjadi idola banyak gadis Campus, dan ketua dari team basket tersebut adalah Arya, anak seorang pemilik perusahaan beberapa merek rokok terkenal juga pemilik Bank swasta yang lumayan merajai dunia perbankan di Indonesia juga beberapa negara Asia juga mempunyai beberapa tambang di daerah, memang banyak pengusaha yang sangat ingin bisa bermain di usaha pertambangan karna uang yang di peroleh untuk perusahaan kecil saja bisa untung puluhan hingga ratusan Milliard apalagi jika itu perusahaan besar makan keuntungannya bisa tembus puluhan Trilliun. tapi sayangnya Arya punya sifat terlalu playboy yang selalu memanfaatkan setiap gadis yang ingin dekat dengannya, tapi ada gadis yang tidak terpesona dengan apapun yang di miliki Arya yaitu Sandra dan Anya, kalau Sandra memang tidak tertarik karna Sandra pun anak salah satu orang terkaya di Asia, kalau Anya tidak tertarik karna memang Anya tidak tertarik, kan tidak ada hukumnya harus selalu suka dengan cowo ganteng tajir melintir idola Campus dan bla bla bla.


"Hai Beb" Sapa Arya dengan pedenya duduk di samping Anya dan memasang senyum manis nya.

__ADS_1


"Ar, loe jauh-jauh dech, jangan ganggu kenapa" Sandra mencoba bicara secara pelan dan berharap Arya mengerti dan meninggalkan tempat mereka.


"Loe diam dech San, gue lagi nyamperin gebetan gue" Arya dengan pedenya kembali tersenyum ke arah Anya yang ada di sampingnya.


sementara teman-teman Arya yang lain hanya saling cengengesan dengan tingkah Arya yang ga pernah kapok ngedekati Anya walau sudah terlalu sering di cuekin.


Terlihat pelayan kantin datang membawakan pesanan Anya lalu meletakannya di depan Anya.


"Berapa semua Mas" Tanya Anya yang ingin langsung membayar makanannya agar bisa langsung pergi setelah selesai makan.


"Semuanya 38ribu Mbak" Ujar si pelayan.


"Ini Mas" Anya ingin memberikan uang seratusan kepada pelayan tersebut untuk membayar makanan yang di pesan Anya.


"Jangan Mas, itu bukan uang saya, ini uang saya" Anya memberikan uang 50ribu kepada pelayan tersebut.


"Beb biarin aku yang traktir kamu"Arya masih berkeras ingin membayar makanan Anya.


Arya tersenyum kecut melihat sikap Anya, dengan cueknya Arya mengambil minuman Anya dan meminumnya.


"Biar kita satu rasa" Ujar Arya kembali dengan pedenya.


Sandra hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arya yang ga ada kapoknya.


"Mas, saya minta air putih, minumannya udah ga layak minum" Anya berujar kepada si Mas yang akan beranjak.


"Baik Mbak" Si Mas nya menganggukan kepalanya dan berjalan meninggalkan meja Anya yang membuat kepalanya menjadi gatal melihat yang terjadi di situ.

__ADS_1


Arya merasa sakit hati saat mendengar Anya mengatakan minuman yang sudah dia minum menjadi minumanan yang tidak layak minum.


"Suatu saat loe pasti jadi milik gue! apapun caranya! dan saat itu tiba loe bakal menyesal dengan semua yang loe lakukan dan bakal ngebayar semuanya tanpa sisa! cabut guys!" Arya berujar dengan nada penuh penekanan dan mengajak semua teman-temannya cabut dari sana.


"Loe ga takut dengan apa yang dia bilang barusan?" Tanya Sandra memandang wajah Anya yang sudah mulai menikmati makanan nya.


"Selama gue benar kenapa gue harus takut, jangan karna dia anak orang kaya terus bisa memaksakan perasaan dia ke orang lain" Ujar Anya cuek dan menikmati makanannya dan melupakan apa yang baru saja terjadi.


****


Arya yang sedang berada di lapangan basket terlihat melampiaskan kekesalannya pada Bola basket yang berulang kali dia lemparkan ke dalam ring basket tapi tidak pernah efek dari kekesalannya dan itu menjadi perhatian dari semua teman-temannya.


"Ar, ngapain loe lampiaskan marah loe ke bola, mending si Anya yang langsung loe kasih pelajaran" Denni mendekati Arya dan mengambil Bola yang sedari tadi menjadi target kekesalan Arya.


"Loe pikir gue mau cari mati dengan melakukan hal seperti itu di Campus! biar Bokap gue punya uang tak berlimit tetap ga akan bisa melawan hukum jika bukti-buktinya sangat jelas" Arya sedikit sewot mendengar ide dari Denni.


"Loe kan bisa nikahin dia kalau sampe di bawa ke jalur hukum, bukannya loe beneran cinta sama dia, jadi ga ada salahnya kalau loe nikahin dia setelah loe ngedapati dia" Ujar Denni lagi dan di Iya in oleh teman-teman mereka yang lain.


"Gue belum siap kalau harus kawin sekarang, gue masih pingin bebas untuk sepuluh tahun ke depan" Tegas Arya.


"Gila loe! sekarang aja umur loe udah 23 tahun, mau nikah pas loe kakek-kakek?" Denni sedikit terkejut mendengar jawaban Arya.


"Udahlah ga usah di bahas soal begituan, intinya gue belum siap nikah untuk waktu dekat ini, tapi gue harus tetap bisa mendapatkan Anya hingga di bertekuk lutut di bawah kaki gue" Arya benar-benar terlihat ingin menaklukan Anya Dalam waktu secepatnya.


"Di bawah kaki loe apa di bawah ************ loe?! hahahaha" Tanya Denni sambil tertawa ngakak di ikuti oleh yang lain.


"Sialan loe!" Arya melemparkan Bola basket ke arah Denni dan langsung di tendang oleh Denni seperti Bola kaki hingga Bola basket tersebut hilang entah kemana, tapi tentunya masih berada di dalam ruangan karna lapangan basket yang mereka datangin adalah lapangan indor.

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE BIAR LANJUT TERUS CERITANYA


__ADS_2