
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Setelah sepuluh hari berada di Indonesia hari ini Bianca dan Kimberly harus kembali ke America karna Bianca harus kembali sekolah dan Kimberly pun mempunyai kegiatan sebagai model yang cukup punya nama di America dan Eropa dan dia juga mempunyai usaha di dunia fashion yang ga bisa dia tinggalkan begitu lama , Bian mengantar keduanya ke airport dan langsung menuju pesawat pribadi mereka tanpa harus melewati prosuder seperti penumpang komersil walau tetap melewati pintu pemeriksaan yang di khususkan bagi pemilik pesawat pribadi.
"Daddy, ingat Daddy sudah janji tiga bulan lagi Daddy pulang dan kita akan liburan ke Paris" Bianca mengingat kan Daddy nya akan segera pulang dalam waktu tiga bulan lagi.
"Iya sweety, Daddy pasti pulang dan Daddy akan bawa kejutan buat kamu" Bian menggenggam tangan putri kecilnya itu.
"What Daddy?" Bianca langsung penasaran saat mendengar Daddynya akan memberikan kejutan saat pulang nanti.
"Bukan kejutan dong kalau di kasih tau sekarang" Bian tertawa kecil dengan rasa penasaran putrinya yang sangat mirip dengan Almh istrinya yang selalu tidak sabaran saat tau akan di berikan kejutan.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian hati-hati selama di pesawat, jangan melakukan hal aneh yang menganggu penerbangan, Kim, aku titip putriku, jangan sampai terjadi sesuatu padanya, karna kau yang harus bertanggung jawab" Bian memandang ke arah Kimberly yang duduk di sofa panjang, karna tempat duduk di dalam pesawat pribadi Bian di buat senyaman mungkin , dengan tipe pesawat Boeing yang memang ukurannya lebih besar dari pesawat manapun di pesawat pribadi Bian bahkan ada beberapa kamar tidur, (buat yang bilang ini halu lebay silakan cek Boeing 747, lihat seberapa besar nya, harganya di atas USD 500jt).
"Kamu jangan khawatir Lex, karna Bianca sudah seperti putriku sendiri" Kimberly berkata dengan senyum lebar di bibirnya, Bian tidak menanggapi apa yang di katakan Kimberly.
Bian berjalan ke ruang kendali dimana pilot berada, Bian menemui pilot dan co pilot yang sedang menyiapkan mesin pesawat.
"Tuan" Pilot Andrew langsung menyapa dan berdiri dari kursinya lalu membungkukan sedikit badannya, begitupun dengan Steven si co pilot.
"Baik Tuan, kami akan bekerja dengan maximal dan akan memastikan Nona muda sampe dengan selamat dan tidak kurang satu apapun juga" Pilot Andrew memberikan janjinya.
"Katakan pada bagian perawatan mesin, untuk mengecek mesin satu hari sebelum pesawat di gunakan, saya tidak mau sampe ada keteledoran yang menyebabkan kecelakaan dan menghilangkan nyawa orang" Sekali lagi Bian menegaskan kepada dua lelaki berseragam di depannya.
__ADS_1
"Ya sudah kalian siapkan pesawatnya, sepuluh menit lagi kalian bisa berangkat" Bian berjalan meninggalkan ruang kendali pesawat dan pilot Andrew juga Steven co pilot nya kembali ke tempat duduk mereka.
Bian kembali ke tempat duduk di mana putrinya sedang asyik memeluk boneka beruang besarnya.
"Sweety, Daddy keluar ya, jangan main internet terus, nanti mata kamu rusak" Bian mendekati putrinya dan memberikan ciuman di pipi juga kening, sedang kan dengan Kimberly Bian memberikan ciuman di pipi Kimberly, Bian memang tidak memberikan kesempatan Kimberly untuk berbuat lebih.
"See you tiga bulan lagi sweety" Bian melambaikan tangan nya dan berjalan menuju pintu yang harus segera di tutup karna pilot mengatakan akan segera menyalakan mesin pesawat Bian menganggukan kepalanya saat sang pramugari membungkukan badannya ke arah dirinya, Bian melangkah menuruni anak tangga, lalu secara otomatis tangga itu seperti masuk ke dalam body pesawat, pesawat mulai bergerak secara perlahan untuk mendapatkan posisi yang nyaman untuk terbang.
BERSAMBUNG
like like, malam ini bakal grazy up tapi tergantung like kalian hehehe
__ADS_1