
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁
Anya membuka pintu Apartemen dan melangkah masuk ke dalam, Anya melihat kedua adiknya sedang menonton TV di ruang keluarga, sementara pengasuh mereka mungkin sedang sibuk di dapur karna terdengar sayup-sayup suara dari atah belakang.
"Kalian sudah mengerjakan tugas rumah kalian?" Anya melihat ke arah Micca dan Rio.
"Sudah Kak" Micca menjawab pertanyaan Anya sementara Rio hanya mengandalkan kepalanya sebagai jawaban.
"Jangan tidur terlalu nalam, nanti kalian jadi ngantuk di kelas" Anya berkata sambil melihat ke arah Televisi untuk melihat apa yang sedang di tonton oleh keduanya, dan ternyata kedua adiknya sedang menonton film kartun, karna memang Anya tidak mengijinkan kedua adiknya untuk menonton acara yang tidak sesuai dengan usia mereka, kalaupun harus Anya akan mensortir acara apa yang boleh di lihat oleh keduanya.
"Ya udah kakak ke kamar dulu, ingat jangan tidur lewat dari jam sembilan" Anya kembali mengingatkan.
"Siap" Micca dan Rio menjawab serentak.
Anya melangkah menaiki kamarnya yang ada di lantai dua, karna memang bisa di bilang Apartemen yang mereka tempati terbilang mewah karna ada dua lantai, semua kamar tidur utama ada di lantai dua kecuali kamar khusus untuk asisten rumah tangga ada di lantai bawah bersama dengan ruangan lainnya, seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur.
__ADS_1
Anya melangkah masuk ke dalam kamarnya, Anya mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di kamarnya lalu mengeluarkan beberapa kertas dari dalam tasnya, Anya membaca surat-surat yang ada dan memang benar itu adalah sertifikat kepemilikan apartemen yang sekarang dia tempati dan juga BPKB tiga buah mobil dan semuanya mobil-mobil mewah, bahkan salah satunya adalah mobil dua pintu, Anya bisa memghela nafas, lalu perhatian Anya tertuju pada amplop coklat yang belum sempat dia buka, Anya membuka bagian ujung amplop tersebut lalu mengeluarkan isi dari dalam amplop tersebut, Anya menemukan sebuah buku deposito dari sebuah bank ternama,
Anya membuka buku deposito tersebut dan terlihat beberapa digit angka dalam bentuk dollar tertera disana, Anya kembali menghela nafas, Anya mengambil selembar kertas yang terlipat yang juga ada di dalam amplop tersebut, Anya membuka lipatan kertas tersebut dan membaca tulisan yang dia sangat yg tau itu adalah tulisan tangan Bian.
Sweet dear Anya
Saya cuma mau mengatakan apa yang sudah ada di tangan kamu adalah milik kamu dan jangan pernah kamu berpikir untuk mengembalikannya begitupun dengan deposito ini, ini tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan selama ini untuk saya, jika ada sesuatu hal yang kamu butuhkan kamu bisa menghubungi saya, sekaligus saya ingin mengatakan saya kembali ke Amerika pagi ini, sorry karna saya tidak mengatakan langsung ke kamu, jaga diri kamu juga Micca dan Rio, kabari saya jika kamu ingin mengkuliahkan mereka di luar Indonesia kalau perlu mereka bisa kuliah di universitas milik saya di negara manapun yang mereka pilih. take care see you soon
**Bian Alexander**.
Anya meletakkan surat tersebut di atas sofa, jujur dia sedikit terkejut saat tau Bian sudah meninggalkan Indonesia, karna tadi sore Dino tidak mengatakan apa-apa selain soal surat-surat ini, Anya bangkit dari duduknya dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu sambil berpikir apa yang harus dia lakukan dengan semua yang Bian berikan padanya.
"Hallo Anya" Terdengar suara Marsha dari dalam smartphone Anya.
"Hai Sha, sorry kalau aku ganggu waktu istirahat kamu" Anya membalas sapaan Marsha.
__ADS_1
"No, memang apa yang bisa aku bantu?" Marsha mulai bertanya.
"Besok kamu ada waktu?" Anya pun bertanya.
"Dari pagi aku ada meeting sama klien kemungkinan sampe siang, tapi jam empat ke atas aku udah free, why?"
" Kalau gitu bisa kita ketemu sekitar jam lima sore?" Anya bertanya lagi.
"Bisa, sepertinya ada hal penting yang mau kamu bicarakan?" Marsha coba menebak.
"Yap, ada hal penting yang mau aku bicarakan, kalau gitu ketemu besok di Apartemen kamu aja ya, sekalian aku pulang dari restoran" Anya langsung menentukan tempat pertemuan mereka.
"Oke kalau gitu, aku tunggu" Marsha menyetujui ucapan Anya.
"Oke bye" Anya menutup panggilan teleponnya, Anya bangun dari tempatnya dan berjalan ke arah pintu karna dia ingin mengecek Micca dan Rio sebelum mereka tidur.
__ADS_1
BERSAMBUNG
selesai baca like ya guys