
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Bian keluar dari kamar mandi dan melihat Anya terlelap dan saat Bian akan menutup tubuh Anya dengan selimut dia melihat sebercak darah di sana, lalu Bian memandang jarinya yang tadi, (merawanin dengan jari) guman Bian lalu melirik jaguarnya yang juga di tidurkan dengan jari, Bian tersenyum kecut, dan apesnya kejadian itu bukan hanya sekali, Bian ga tau berapa banyak dosis yang di berikan pemuda sialan itu kepada Anya hingga saat bangun Anya kembali menuntut hal tersebut, bahkan Anya mendorong kepala Bian ke bagian tersebut saat Bian sedang menciumi tubuh Anya dan menekan kepala Bian untuk memuskan di bagian tersebut hingga Anya meracau ga karuan, bahkan mereka melakukan nya hingga matahari mulai terlihat di cakrawala dan Bian pun harus berkali-kali berakhir di kamar mandi, dan beberapa kali itupun hanya jarinya yang bermain puas di dalam tubuh Anya, padahal si Jaguar sudah berdenyut hebat sangat ingin berada di dalam tubuh Anya, tapi Bian tidak ingin melakukan itu tanpa ijin dari Anya secara sadar.
Anya membuka matanya dan merasa kalau tubuhnya sangat lelah, dan Anya sangat terkejut saat melihat tubuhnya yang hanya di balut selimut dan tidak mengenakan apapun, Anya melihat tubuhnya terutama bagian dada banyak sekali tanda merah di sana dan ada sedikit bengkak di bagian ujungnya, Anya mencoba mengingat ngingat apa yang sudah terjadi, dan dia sangat malu saat ingat semuanya, percintaan antara dia dan si pria bule itu, bagaimana dia memohon untuk melakukan itu,
"Ya tuhan apa gue segitu liarnya??" Anya menutup wajahnya dengan kedua tangannya, bagaimana dia harus menunjukan wajahnya di depan Bian, tiba-tiba Arya sadar kalau dia hanya sendiri di apartment ini, dan tidak melihat keberadaan Bian, dan baru benar-benar sadar kalau dia berada di apartment Bian bukan di Apartment Arya, Anya turun dari atas ranjang dengan membalutkan selimut pada tubuhnya dan dia merasakan sedikit nyeri pada bagian intinya, Anya berjalan menuju pintu kamar tapi saat ingin membuka pintu dia melihat ada kertas di atas nakas, Anya mengambil kertas tersebut dan membuka lipatan nya dan membaca tulisan yang ada di atas kertas tersebut yang ternyata pesan dari Bian.
( Maaf saya harus ninggalin kamu sendiri, karna saya ada meeting penting yang ga bisa di undur atau di wakilkan, saya udah siapkan baju buat kamu, ada di dalam lemari di dalam paper bag, saya juga udah siapkan sarapan buat kamu, kamu sarapan biar tenaga kamu pulih, tunggu sampe saya pulang, saya akan jelaskan semua, sebelum nya saya minta maaf atas apa yang saya lakukan ke kamu) begitulah bunyi pesan lumayan panjang, Anya membatalkan niatnya untuk membuka pintu karna sudah tau kalau diri nya cuma sendiri, Anya balik berjalan menuju lemari pakaian yang sangat besar, Anya membuka lemari dan melihat kemeja dan jas yang tergantung rapi, lemari tersebut terdiri dari dua ruang, satunya untuk bagian mengantung, satu ruang lain ada beberapa laci di sana dan dan dua ruang kecil yang isinya seperti baju kaos begitu , tapi Anya tidak berminat untuk mengecek semua itu, dia focus mencari paper bag yang di katakan Bian di dalam pesannya, Anya melihat sebuah paper bag di bagian bawah lemari, Anya me n gambil paper tersebut dan melihat isi di dalam paper bag tersebut untuk meyakinkan kalau isinya benar baju untuk dirinya, dan setelah yakin itu adalah baju untuk dirinya Anya mengeluarkan paper bag tersebut dari dalam lemari dan meletakan nya di atas kasur lalu Anya berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket.
xxxxxx
Anya sebenarnya sangat ingin pergi dari situ, Karna dia memikirkan keadaan kedua adiknya, tapi dia tidak bisa pergi karna ternyata pintu apartment di kunci tanpa dia di beritau password nya, jadilah Anya menghabiskan waktunya hanya menonton televisi dan bermain dengan smartphone nya, untungnya smartphone nya masih aman di dalam tasnya karna dia selalu mengalungkan tali tasnya antara pundak dan ketiak jadi tasnya tidak terjatuh sewaktu Arya memaksa nya untuk ikut, atau bisa lebih tepat kalau di katakan Arya telah menculik dirinya.
Anya sudah menghubungi dosennya untuk ijin cuti hari ini dengan alasan kakinya terkilir jatuh dari kamar mandi, begitupun ke tempat kerjanya dia beralasan yang sama pada manager nya untuk bisa cuti kerja hari ini, Anya melihat jam di smartphone nya yang sudah menunjukan waktunya jam pulang kantor, karna bisa di bilang dia bangun lumayan siang jadi waktu ke sore sangat cepat berjalan, Anya kepikiran atas apa yang di lakukan Arya Dani dan juga Bajro kepada nya, jujur dia sangat tidak terima tapi dia tidak punya bukti untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib, apalagi mereka bertiga anak orang-orang berada pasti akan sangat sulit untuk melawan mereka, sedangkan lelaki yang satunya dia tidak kenal sama sekali, tapi pastinya itu teman Arya juga, tapi Anya benar-benar ingin membalas apa yang telah di lakukan Arya kepadanya, apalagi jika mengingat apa yang telah terjadi antara dia dan Bian tadi malam setelah dia sadar pingsannya, dia hanya ingat dia pingsan setelah Arya menampar wajah nya d engan sangat keras, dan yang menjadi pertanyaan bagi dirinya adalah, kenapa setelah sadar dia menjadi begitu liar? siapa yang bertanggung jawab atas semua itu Arya atau Bian yang sengaja mengambil kesempatan saat dirinya pingsan dan melakukan itu agar dia mau menerima tarawan Bian untuk menjadi sugar baby nya, semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya membuat Anya sama sekali ga focus dengan acara di TV, lamunan Anya buyar saat mendengar suara pintu di buka dari luar, pasti itu Bian, karna yang tau password untuk membuka pintu hanya Bian si pemilik apartment, jadi Anya sama sekali tidak berminat untuk melihat siapa yang datang, dan benar saja dari arah depan terlihat Bian datang dan tersenyum saat melihat Anya yang sudah terlihat fresh, Bian terus melangkah masuk ke dalam kamar tidurnya dan meletakan tas kerjanya di atas nakas, lalu Bian membuka jas nya dan melepas dasi di leher kemejanya, Bian pun melepaskan kemejanya juga hingga terlihatlah tubuh yang berotot tapi tidak seperti ade ray ya, tapi juga tidak ada lemak di tubuh Bian karna terlihat jelas enam buah kotak terbentuk di perut rata Bian, B ian pun melepas celana bahannya dan hanya meninggalkan boxer yang menutupi jaguar yang sedang tertidur lelap tapi sudah terlihat sangat gagah dengan postur yang sangat menonjol, Bian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan membicarakan apa yang terjadi dengan Anya, agar tidak terjadi salah paham.
__ADS_1
Anya mendengar suara langkah kaki berjalan ke arah nya, Anya melihat ke arah suara dan dia melihat Bian dengan penampilan yang sedikit berbeda, Bian hanya memakai celana pendek di atas lutut dan tidak sengaja mata Anya melihat sesuatu yang menonjol besar di balik celana pendek Bian, menyadari itu apa Anya langsung memalingkan wajahnya kembali ke layar TV, sementara Bian berjalan ke dapur lalu Bian membuka pintu lemari es dan mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk dia olah menjadi menu makan malam dia dan Anya.
"Anya, kamu mau makan apa?" Bian menanyakan apa yang ingin di makan Anya.
"Apa aja boleh Tuan" Jawab Anya sambil memandang sekilas ke arah Bian yang sudah memakai apron di tubuhnya.
Bian mulai menyiangi semua bahan yang tadi dia keluarin dari menyiapkan potongan daging lalu memotong-motong sayuran, seperti carrot, tomato, potato, dan asparagus, aroma masakan yang nikmat mulai tercium hingga ke hidung Anya dan seketika membangunkan cacing-cacing di perut Anya, Anya mengakui kalau masakan Bian memang enak, makanan western tapi dengan memakai banyak rempah nusantara membuat rasa makanan ya semakin special.
Bian yang sudah selesai masak menata masakannya di atas meja makan lalu melepas apron nya, Bian berjalan mendekati Anya yang masih focus menonton TV.
Anya berdiri dari duduknya dan mengikuti Bian menuju ke meja makan, Bian melayani Anya dengan mengambilkan makanan dan meletakan di atas piring yang ada di depan Anya, mereka menikmati makanan dengan tenang hanya terdengar suara pisau dan garpu yang sesekali beradu dengan piring.
"Tuan, saya mau pulang setelah ini, karna saya sudah merasa baik-baik saja" Anya menyanpaikan keinginannya untuk pulang ke rumahnya.
"Kamu boleh pulang, tapi besok saja, setelah memar di bibir kamu hilang" Ujar Bian menunjuk ke arah bibir Anya yang masih lebam akibat tamparan Arya kemarin malam.
__ADS_1
"Tapi saya harus pulang sekarang karna saya ga mau adik-adik saya mencari saya yang sudah semalaman ga pulang" Anya memberikan alasan untuk bisa pergi dari Apartment Bian.
"Kamu tenang aja, saya udah urus adik kamu, mereka taunya kamu ke luar kota dan baru akan pulang besok" Bian mematahkan alasan Anya yang memakai nama adik-adiknya.
"Tuan menemui adik-adik saya? Anya memandang serius ke arah Bian, dan Bian hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Anya.
"Tuan apa boleh saya bertanya?" Anya akhirnya tidak tahan untuk tidak menanyakan hal ini.
"Tanya saja, saya pasti akan jawab kalau saya tau" Bian tersenyum memandang wajah Anya.
"Soal apa yang kita lakukan, kenapa hal itu bisa terjadi?" Anya kembali bertanya dengan suara yang sangat pelan karna dia sangat malu mengingat kalau dialah yang memulai hal tersebut.
BERSAMBUNG
LIKE YA SELESAI BACA, GRATIS
__ADS_1