
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏ
Pintu kamar dimana Anya berada di buka dari luar dan itu otomatis membuat Anya melihat ke arah pintu, Anya melihat seorang pria yang seumuran dengan Bian masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup kembali pintu kamar itu dan pria itu jalan mendekati Anya yang masih tetap di posisinya di depan jendela.
"Kamu suka pemandangan nya?" Tanya pria yang baru saja masuk ke dalam kamar tersebut yang tak lain adalah Ichiro" Pria yang membuat Anya sekarang berada di Bali dan berada di kamar yang entah kamar siapa.
"Kalau kamu suka dengan pemandangan ini, kamu pasti akan suka dengan pemandangan kamar kita nanti, karna ada banyak pohon buna sakura dan bunga-bunga lainnya" Ichiro berkata dengan sangat yakin.
'Maaf Tuan, kenapa Tuan membawa saya dengan paksa? memang saya punya masalah apa dengan Tuan? kita tidak saling kenal lalu kenapa Tuan melakukan hal ini pada saya?" Anya tidak memperdulikan apa yang di katakan pria berwajah Japan itu dan menanyakan tentang dirinya yang di bawa dengan paksa.
Ichiro memandang wajah Anya yang cantik, wajah yang sangat dia rindukan dan ingin dia miliki.
"Kamu tidak ingat saya?" Ichiro tidak menyangkah kalau Anya sama sekali tidak mengingat dirinya.
Anya merasa heran dengan pertanyaan yang di ajukan pria yang ada di depannya saat ini, Anya merasa tidak pernah bertemu dengan pria ini apalagi mempunyai masalah, dan itu lah yang membuat dia heran kenapa dirinya di culik seperti ini, walau dia tidak di perlakukan kasar tetap aja dia ga suka dengan apa yang menimpah dirinya.
"Maaf Tuan, saya sama sekali tidak pernah ingat kalau kita pernah bertemu, Tuan pasti salah orang" Anya mencari cara agar dirinya bisa bebas dari sekapan pria Japan ini.
"hahaha" Ichiro tertawa lebar mendengar perkataan Anya barusan yang mengatakan kalau dirinya salah orang.
__ADS_1
"Ternyata kamu benar-benar tidak mengingat saya, kamu dulu bekerja di karaoke daerah selatankan?" Ichiro mengingat kan Anya tentang tempatnya dulu bekerja.
Anya merasa heran mendengar pria di depan nya ini tau dimana dulu dia berkerja.
"Iya, saya memang dulu bekerja di karaoke dan saya tidak akan malu apalagi menutupi nya karna saya hanya bekerja dan tidak melakukan hal yang memalukan" Anya menjawab dengan santai.
Ichiro tersenyum mendengar jawaban Anya, ya karna Anya tidak seperti perempuan yang biasa dia temui di tempat karaoke malam seperti itu makanya hal itu membuat dirinya menjadi sangat terobsesi dengan perempuan yang ada di depannya ini.
"Kamu ingat beberapa bulan lalu sebelum kamu resign dari sana, kamu pernah menemani beberapa pria yang salah satu nya orang Japan?" Ichiro kembali mencoba mengingat kan Anya tentang dirinya.
"Maaf Tuan, saya tidak pernah menghapal siapa saja yang datang ke sana karna saya di sana hanya bertugas memandu lagu bukan mengingat siapa yang datang ke sana" Anya menjawab apa adanya karna dia memang tidak pernah mengingat siapa saja yang pernah dia temani.
Anya terlihat berpikir saat mendengar soal uang sepuluh ribu dollar, ya, kalau soal tips itu dia ingat, tadinya dia berpikir kalau tamu yang pergi begitu saja karna dia menolak tawaran satu juta dollar untuk menemani pria itu di atas ranjang alias making love, dia berpikir hanya di berikan lima juta rupiah seperti temannya yang lain, tapi saat di rumah dia baru tau kalau tips yang di berikan padanya sangat, seikat pecahan seratus dollar yang jika di total ada sepuluh ribu dollar karna semuanya ada seratus lembar.Anya memandang pria yang ada di depannya , ya dia baru ingat kalau tamunya yang memberikan tips itu juga berbicara dengan logat Japan walau sangat lancar bicara dalam bahasa inggris.
"Bagaimana? apa kamu sudah ingat siapa saya?" Ichiro menatap wajah Anya dengan senyum lebar di bibirnya, karna dia yakin kalau sekarang pasti Anya sudah ingat siapa dirinya.
__ADS_1
"Maaf Tuan, kalau Tuan tersinggung dengan sikap saya malam itu, tapi itu adalah prinsip saya, dan jika Tuan ingin meminta uang itu kembali saya akan berikan, karna memang uang itu terlalu banyak" Anya mencoba untuk tetap tenang setelah dia tau siapa pria yang ada di depannya saat ini.
"Hahaha, saya tidak membutuhkan uang itu, bahkan kalau kamu mau, saya bisa memberikan kamu uang beribu kali lipat setelah nanti kamu jadi istri saya" Ichiro berkata dengan santai bahkan dengan senyum lebar yang menghiasi bibirnya.
"A apa maksud perkataan Tuan tadi? I istri??" Anya sangat terkejut mendengar ucapan pria di depannya itu yang bicara soal menjadi istri.
"Iya cantik, saya jatuh cinta sama kamu sejak kamu menolak ajakan saya, padahal saya sudah menawarkan uang yang begitu banyak, tapi kamu tidak goyah dengan pendirian kamu, dan saya pernah mengatakan ke kamu kalau saya pasti akan memiliki kamu apapun caranya, karna hanya kamu yang pantas menjadi Nyonyah besar di rumah saya" Ichiro menjelaskan dengan gamblang dan tidak mutar sana sini.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa ikut dengan Tuan, dan Tuan tidak bisa membawa saya, ini penculikan namanya! tolong Tuan lepasin saya, masih banyak perempuan lain yang lebih pantas menjadi istri Tuan daripada saya" Anya memohon agar di lepasin.
"Saya yang lebih tau perempuan mana yang pantas menjadi istri saya, dan perempuan itu adalah kamu sayang" Ichiro mengelus wajah mulus Anya.
"Tolong Tuan jangan memaksakan keinginan Tuan kepada saya, perasaan itu tidak bisa di paksakan Tuan" Anya memohon agar pria di depannya mau melepaskan dirinya.
"Setelah kita menikah saya yakin kamu akan mencintai saya, karna banyak hubungan yang di mulai setelah pernikahan, atau kamu sudah punya kekasih? tapi saya tidak perduli karna kekasih tidak punya hak atas diri kamu, dan jangan bilang kamu sudah menikah, karna saya sudah mencari tau tentang kamu dan kamu masih single, jadi tidak ada alasan kamu untuk menolak pernikahan kita, kamu bersiap lah, setelah dokumen kamu selesai kita akan ke Japan dua hari lagi, dan saya pastikan kamu akan bahagia bersama saya" Ichiro mengelus kembali pipi Anya dan sedikit menyentuh bibir Anya tapi hanya langsung menepis tangan pria Japan itu, Ichiro tersenyum melihat sikap Anya masih sama seperti pertama mereka bertemu, tapi dia yakin setelah mereka sampe di Japan dia pasti bisa menguasai Anya, Ichiro melangkah menuju pintu lalu membuka pintu kamar dan melangkah keluar dari dalam kamar dan memberi isyarat kepada dua orang pria yang berjaga di depan pintu jangan sampe mereka kehilangan perempuan yang ada di dal am kamar atau mereka akan di pecat menjadi lelaki.(di pecat jadi lelaki gimana caranya? owh... baksonya di buang ya?? π€π€π€π€)
__ADS_1
BERSAMBUNG
like like like