PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 108


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿 🌿🌿


Nona maaf CCTV di halaman belakang kamera nomer berapa?" Dino bertanya sambil mellihat sekilas ke arah perempuan yang ada di samping bossnya.


" kamera nomer sebelas" Perempuan itu memberikan nomer kamera yang di maksud Dino, Dino langsung mencari rekaman kamera nomer sebelas di hari kemarin, Dino menemukan nya, laku Dino membuka file rekaman CCTV tersebut dan mempercepat jalan rekaman tersebut hingga di jam tiga tigapuluh, Dino sengaja mengambil waktu lebih ke belakang agar tau yang terjadi dari awal di video tersebut, beberapa menit yang terlihat hanya jalanan kosong tidak ada yang mencurigakan, Dino perlahan mempercepat jalan video dan berhenti saat ada sebuah van berjalan masuk ke jalanan tersebut, Dino menormalkan kembali jalan video, terlihat lima orang pria keluar dari dalam Van tersebut dan memperhatikan sekeliling mereka dan terlihat mereka membicarakan sesuatu, tapi sayangnya CCTV di cafe ini tidak menangkap audio hanya menangkap gambar, terlihat tiga dari lima pria itu berjalan menuju pintu yang tak lain adalah pintu belakang dari cafe ini , dan terlihat dua orang masuk ke dalam karna pintu tidak terkunci jadi mere k a tidak sulit untuk masuk ke bagian belakang cafe ini, dan pria yang satunya terlihat berdiri di depan pintu sambil melihat ke sekeliling tempat tersebut dan beberapa menit kemudian terlihat dua pria yang tadi masuk ke dalam berjalan keluar sambil memapah seorang perempuan yang tak lain adalah Anya, mereka terlihat bergerak sangat cepat membawa tubuh Anya yang sudah terkulai lemas berjalan ke arah Van yang sedang menunggu, pria yang ada di dekat segera membuka pintu Van dan tubuh Anya di masukan dengan cepat dan ke empat pria itu menyusul masuk ke dalam Van tersebut dan van itu perlahan bergerak meninggalkan tempat tersebut, Kemarahan benar-benar sangat terlihat di wajah Bian saat melihat apa yang di lakukan oleh kelima lelaki di dalam video itu kepada Anya, sepertinya Jaguar yang sebenarnya sudah benar-benar bangun dari tidur nya.


"Dino cepat kau lacak siapa mereka dan nomer pemilik van tersebut!" Suara bariton Bian terdengar seperti suara malàikat maut yang siap mencabut nyawa target berikutnya.


"Baik Mr" Dino dengan sigap siap berselancar dengan komputer tersebut, Marsha yang melihat ke arah perempuan pemilik cafe tersebut tau kalau perempuan itu sepertinya juga sangat sibuk, Marsha menarik Bian ke sudut lain ruangan tersebut.


"Lex, ga enak kalau kita memakai komputer Nona itu terlalu lama, kau taulah kalau mencari indetitas seseorang yang tanpa kita tau namanya itu perlu waktu berjam-jam, kasihan kalau kita menguasai komputer Nona itu terlalu lama, kita bisa meminta rekaman CCTV tersebut dan melacaknya di tempat kita" Marsha mengingat kalau mereka sedang berada di tempat orang lain, Bian membenarkan apa yang di katakan Marsha, setelah menarik nafas sesaat Bian dan Marsha kembali berjalan ke tempat mereka.


"Dino jangan di lanjutkan" Bian menghentikan Dino yang akan memulai mencari tau orang-orang yang ada di dalam rekaman tersebut, Dino merasa heran dengan perkataan bossnya itu, apa mereka akan berhenti mencari keberadaan Anya, apa Bossnya itu akan membiarkan Anya hilang dan tidak ingin menemukan nya? Pertanyaan itu muncul di benak Dino saat dirinya di minta untuk tidak melanjutkan pekerjaannya, Dino pun menghentikan apa yang dia kerjakan dan tidak bertanya hanya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Nona, saya minta maaf karna sudah merepotkan dan sangat berterima kasih atas bantuan Nona, jadi karna keluarga kami itu sudah hilang selama duapuluh empat jam, kami a


berencana untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, dan untuk membantu polisi agar lebih cepat menemukan keluarga kami itu apa saya boleh meminta rekaman CCTV ini untuk membantu polisi agar lebih cepat menemukan keluarga kami itu" Bian berbincang kepada perempuan yang ada di depannya.


Perempuan sempat berpikir sesaat atas permintaan pria di depannya ini, dia juga melihat sendiri di tekankan CCTV itu kalau memang ada perempuan yang di culik dengan cara di lumpuhkan dengan obat bius, kasian juga kalau dia tidak membantu, apalagi dia memiliki sesuatu yang bisa membantu kepolisian agar lebih cepat menemukan pelaku penculikan dan menemukan keluarga pria ini.


"Baiklah tuan anda boleh membawa rekaman CCTV yang anda butuhkan untuk membantu mencari keberadaan keluarga tuan" Perempuan itu akhirnya memberikan ijin kepada pria di depannya ini untuk membawa rekaman yang mana aja yang mereka butuhkan untuk mereka bawa ke kantor polisi.


Bian memandang ke arah Dino yang masih menunggu instruksi dari, dan Bian menganggukan kepalanya sebagai tanda kalau Dino bisa mengexsekusi rekaman yang mana aja yang mereka butuhkan, dan Dino kembali menghadap tubuhnya ke arah monitor dan menjalankan apa yang menjadi tugasnya untuk saat ini.


"Baiklah Tuan, ini kartu nama saya" Perempuan mengambil kartu nama yang dia ambil dari dalam tasnya dan memberikan kepada Bian.


"Saya siap membantu kapanpun jika memang bantuan saya memang di butuhkan" Perempuan itu tersenyum kecil.

__ADS_1


Bian mengambil kartu nama yang di berikan perempuan itu padanya dan membaca sekilas nama yang ada di kartu tersebut, Irene Douglass, pengacara, Bian melirik sekilas ke arah Irene lalu memasukan kartu tersebut ke dalam kantong celananya.


"Dino, apa masih lama?"


"Sedikit lagi Mr" Dino masih terlihat focus.


"Oke done" Dino pun selesai dengan pekerjaannya.


"Mr, sudah" Dino menganggukan kepalanya lalu merapikan semuanya.


"Baiklah Nona Irene, thanks for everything, kalau begitu kami permisi karna harus mengurus hal lainnya" Bian menjabat tangan Irene dan begitupun dengan Marsha dan Dino yang menjabat tangan Irene, Irene mengantar mereka turun ke lantai satu dan Dino memberikan isyarat pada semua anak buah dan terlihat beberapa pria bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendahului pria yang tadi berbicara dengan dirinya, salah satu dari lelaki itu membukakan pintu mobil untuk Bian, Bian langsung masuk ke dalam mobil tersebut di susul oleh Marsha dan Dino, dan tidak lama kedua mobil mewah dengan ukuran besar tersebut bergerak meninggalkan tempat tersebut menembus jalan raya yang sudah mulai ramai.


BERSAMBUNG

__ADS_1


maaf baru bisa up


__ADS_2