
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏ
Agung memarkirkan mobil di area parkir karna mereka sudah keluar dari zona animal dan sekarang mereka memasuki kawasan umum, karna Rio dan Micca udah rewel minta makan, karna memang hari sudah siang juga, Anya berjalan sambil memeriksa isi tas yang dia bawa karna dia sedang mencari smartphone nya, dia harus mengirimkan kabar ke Bian, agar Bian tidak khawatir, saking serius nya berjalan sambil melihat ke dalam tasnya Anya tidak sadar berjalan di belakang seorang lelaki bertubuh tinggi dan kekar dan akhirnya.
"Buucckkk!" Anya menabrak pria itu, dan membuat smartphone yang di pegang pria itu terjatuh, pria itu memandang ke belakang untuk melihat siapa yang menabrak nya.
"Sorry-sorry saya ga sengaja" Anya langsung minta maaf karna memang dia yang salah.
Sementara pria yang di tabrak Anya hanya tertegun melihat wanita dengan kecantikan sempurna berdiri di depannya, seperti melihat bidadari atau justru lebih cantik wanita ini daripada bidadari.
"Anya, kamu kenapa?" Marsha mendekati Anya yang sedang bersama seorang pria.
"Marsha" Pria itu menyapa Marsha yang baru saja datang.
"Danu" Marsha memandang pria yang ada di samping Anya yang ternyata dia kenal.
"Kamu kapan dari new york?" Marsha menjabat tangan pria yang dia panggil Danu.
"Aku baru semalam sampe, karna ada urusan dengan teman yang bekerja di sini, kamu kenapa di sini? Alex mana?" Danu memandang sekitar mereka tapi tidak melihat orang yang dia cari.
"Owh, aku ikut teman aku sama adik-adiknya, Kenalkan ini Anya, dan ini kedua adiknya" Marsha memperkenalkan Anya kepada Danu.
"Danu" Danu mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya.
"Anya" Anya menerima uluran tangan pria yang tadi dia tabrak yang ternyata seperti nya berteman dengan Marsha dan Bian, karna pria itu menanyakan keberadaan Bian.
Danu sangat menikmati tangan Anya yang lembut, sampe dia lupa untuk melepaskan jabatan tangan mereka, dan Danu baru tersadar saat Anya menarik tangan nya.
__ADS_1
"Kamu kapan balik ke new York?" Marsha kembali bertanya.
"Sepertinya besok, tapi kalau sempat aku akan datang ke Mansion Alex, tapi kalau ga sempat sampein salam ku aja ke Akex" Danu berkata tapi sambil memandang ke arah Anya yang hanya diam dan Marsha mengetahui hal tersebut, lelaki mana yang ga akan melihat ke arah Anya.
"Okelah kalau gitu kami lanjut jalan ya" Marsha pamit pergi ke Danu.
"Oke" Danu menganggukan kepalanya dan memandangi saat Marsha dan Anya dan yang lainnya berjalan menjauh.
"Aku harus ngedapatin cewe itu, sepertinya aku harus pindahin kantor pusat ke Jakarta, biar aku bisa ngedapatin dia, setidaknya aku tau dia temannya Marsha, jadi aku bisa informasi tentang perempuan itu dari Marsha" Danu tersenyum lebar dan melanjutkan langkahnya.
****
Bian, Anya, Marsha dan Dino sedang duduk di ruang keluarga setelah mereka selesai makan malam, Bian sedang menikmati coffee buatan Anya, sedangkan Marsha dan Dino sedang sibuk dengan laptop mereka, karna mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum mereka berangkat ke new york.
"Honey, kamu sudah mengurus ijin libur sekolah Micca dan Rio kan?" Bian memandang Anya yang juga sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
"Kamu lupa? kan aku udah bilang dari sebulan lalu kalau kita akan pergi liburan ke Paris bersama keluarga ku" Bian mengingatkan Anya tentang liburan yang sudah lama dia bicarakan.
"Bi, apa sebaiknya aku dan adik-adik ku tidak usah ikut saja" Anya merasa aneh kalau harus berada di antara keluarga besar Bian, karna pastinya keberadaan nya akan menjadi pertanyaan untuk keluarga Bian.
"Honey, aku pergi selama dua minggu, dan ga mungkin banget ga ada kamu selama itu" Ucapan Bian terdengar lebay di telinga Anya, sementara Marsha yang mendengar perkataan Bian hanya tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi Bi, ada pengasuh mereka yang ga mungkin di tinggal selama itu, udahlah Bi aku ga usah ikut, cuma dua minggu ini" Anya masih berkeras untuk tidak ikut.
"Tidak ada penolakan honey, Dino besok kamu urus visa dan passport untuk Micca dan Rio juga pengasuhnya" Bian memandang ke arah Dino yang berada di depan nya.
"Baik Master, tapi saya butuh data mereka master" Dino mengingatkan kalau mengurus visa dan passport harus di lengkapi dengan data diri yang lengkap.
__ADS_1
"Honey, tolong kamu berikan apa yang Dino minta" Bian berkata dengan nada lembut namun terdengar seperti perintah raja yang tidak bisa di bantah.
"Baiklah" Anya menyerah dan tidak ingin berdebat lagi karna pasti akan percuma.
"Lex, apa kamu akan kembali mendukung Daddynya Kimberly untuk menjadi gubernur kedua kali nya?"
"Aku sudah menjanjikan hal itu sejak pertama dia mencalonkan diri sebagai gubernur dan ada untungnya juga buat kita menjadi pendukung dia, Dino, bagaimana rencana menanam saham di perusahaan milik Danu? apa sudah di siapkan?" Bian menanyakan tentang permintaan Danu agar dirinya menanam saham di perusahaannya, karna dengan adanya nama Bian Alexander Arnault maka akan mudah untuk perusahaan Danu mendapatkan klien dan akan membuat perusahaan nya maju pesat dengan cepat.
"Team pengacara perusahaan sedang meneliti Master, Albert bilang ke saya butuh waktu tiga bulan untuk memastikan bahwa perusahaan Tuan Danu tidak ada masalah dengan pihak bank manapun dan harga sahamnya di bursa saham juga tidak bermasalah, agar tidak merugikan nantinya" Dino menjelaskan apa yang sedang di lakukan team pengacara perusahaan Bossnya itu, karna kalau sampe perusahaan mengalami kerugian pasti para pengacara perusahaan yang akan kena imbasnya, makanya para pengacara perusahaan sangat berhati-hati setiap meneliti perusahaan dimana Bian ingin meletakan sahamnya.
"Owh.. ya sudah kalau begitu, honey, temanin aku ke atas" Bian bangun dari tempat duduknya dan meminta Anya untuk ikut bersamanya, Anya merapikan laptop dan buku-buku kuliah nya lalu berdiri dari duduknya, Bian langsung merangkul pinggang Anya dan mengajaknya berjalan bersama meninggalkan ruang keluarga yang kini hanya tersisa Marsha dan Dino.
"Lex, masih sore!" Marsha berujar setengah berteriak agar Alex mendengar suara nya, tapi sepertinya Alex tidak memperdulikan, karna tidak terdengar suara Alex yang membalas perkataan Marsha.
"Dino, apa menurut mu Alex akan menikahi Anya suatu saat nanti?" Marsha ingin mendengar pendapat Dino sebagai seorang lelaki, apalagi Dino yang tidak pernah sepi dari yang namanya perempuan, dan Marsha cukup tau seberapa playboy nya Dino sejak kuliah dulu, karna Marsha satu kampus dengan Dino, tapi mereka beda jurusan dan Dino jauh beberapa semester dari dirinya .
"Nona, kalau soal itu saya kurang tau, kalau di lihat sepertinya master sangat menyayangi nona Anya dan kalau sudah bersama dengan nona Anya master tidak perduli dengan siapapun" Dino mengatakan apa yang ada di pikiran nya.
"Kalau kamu kapan mau serius sama perempuan?" Marsha pengen tau juga tentang asmars Dino dengan perempuan nya.
"Saya belum menemukan yang benar-benar cocok nona, saya hanya mengikuti hati saya saja mau dengan siapa?" Dino sejenak kembali teringat pada Rica, setiap ada yang menanyakan tentang asmaranya dia pasti langsung teringat pada Rica, Mommy juga sudah menuntutnya untuk segera menikah karna umurnya yang sudah mau kepala tiga dan dia juga anak satu-satunya dalam keluarga nya.
Marsha cuma diam mendengar perkataan Dino, karna ngebahas masalah pernikahan bisa di bilang serba salah kalau yang di ajak bicara jawabannya sudah seperti itu.
BERSAMBUNG
biass guys like ya πππ
__ADS_1