
HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁🍁
Johan segera membereskan pekerjaannya dan mematikan laptop nya lalu segera mengambil smartphone nya juga tas kerjanya lalu memasukan beberapa file yang harus dia selesaikan sebelum memberikan nya kepada bossnya, setelah selesai dan merasa tidak ada yang tertinggal Johan segera keluar dari ruangannya dan berjalan pergi dan membiarkan saat sekertaris nya menyapa.
****
Johan baru sampe di parkiran Apartment Cindy, Johan keluar dari dalam mobil nya dan berjalan masuk ke dalam Apartment, Johan tidak perlu bertanya ke security Apartment tersebut karna dia sudah mempunyai akses untuk bisa masuk kapan saja ke Apartment milik Cindy, karna Cindy sendiri yang memberikan akses tersebut kepada Johan, Johan hanya menyapa para security tersebut sekedar untuk basa basi, Johan langsung masuk ke lift saat salah satu pintu lift terbuka dan menekan angka enam dimana unit apartment Cindy berada, pintu lift terbuka otomatis saat tiba di lantai enam Johan melangkah keluar dari dalam lift dan berjalan menyusuri koridor Apartment menuju salah satu unit yang ada dan Johan berhenti di depan pintu dengan nomer 0358, Johan menekan password untuk membuka pintu unit tersebut.
Ceklek.... Johan membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam unit tersebut, dia tidak melihat keberadaan Cindy di situ lalu Johan langsung melangkah menuju kamar tidur, Johan membuka pintu kamar dan melangkah masuk dan dia juga tidak melihat keberadaan Cindy di kamar itu, tapi Johan mendengar suara kemericik air di dalam kamar mandi, berarti kekasih nya itu sedang berada di kamar mandi, Johan melepas Jas nya setelah meletakan tas kerjanya di sofa yang ada di kamar tersebut, lalu Johan melepas dasi yang ada di lehernya juga melepas sepatu dan kaos kakinya, Johan juga berjalan ke lemari baju dan mengambil kaos oblong juga sebuah celana pendek, Johan melepas celana yang di pakenya hingga terlihat boxer yang dia pake, Johan segera mengenakan celana pendeknya untuk melapisi boxernya, Johan tidak melepas kemejanya karna dia berniat untuk langsung mandi karna ngerasa badannya sangat lengket, pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan terlihat Cindy keluar dari dalam hanya mengenakan bathrobe, Cindy yang melihat kehadiran Johan di dalam Apartment nya.
"Udah lama mas?" Cindy langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Johan ngerangkul pria yang sudah membuat nya tergila-gila ini.
"Sayang, aku mandi dulu ya, lengket ini" Johan mencium sekilas bibir Cindy.
"Jangan lama-lama aku kangen" Cindy berbisik dengan suara sensual yang membuat junior Johan on seketika, tapi Johan menahan itu karna dia memang ingin membersihkan tubuhnya dulu.
"Aku akan membuat mu tidak bisa berjalan besok" Johan melepaskan dirinya dari rangkulan Cindy dan berjalan ke kamar mandi.
"Aku menunggu sayang" Jawab Cindy sedikit menantang.
****
__ADS_1
Yana memasuki mobilnya ke halaman Mansion mewah orangtuanya, Yana pulang ke rumah orangtuanya karna putrinya masih berada di sana, Yana keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam Mansion mewah tersebut yang langsung di sambut oleh Jesslyn putri kecilnya.
"Mommy" Jesslyn memeluk mommy nya.
"Adek udah mandi?" Yana mencium pipi putrinya itu.
"Udah dong mom" Jesslyn memeluk manja mommy nya.
"Tadi gimana di sekolah?" Yana memang selalu menanyakan kegiatan Jesslyn setiap hari.
"Nothing is different" Jesslyn mengikuti langkah mommy nya menuju kamarnya.
"Kata bibi Oma pergi dari siang, katanya pergi arisan, kalau Opa, adek juga ga liat dari adek pulang sekolah" Jesslyn menjawab apa yang dia tau.
"Ya udah, mommy mau mandi, adek mau nunggu atau mau main di luar?" Yana memberikan pilihan karna dia ga mau putrinya merasa bosan karna menunggu dirinya yang ingin berada sedikit lama di kamar mandi, karna dia ingin berendam untuk menghilangkan rasa penat yang dia rasakan.
"Adek nunggu mommy aja" Jesslyn merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya lalu mulai memainkan smartphone yang sedari tadi dia pegang.
"Ya udah mommy ke kamar mandi" Yana berjalan ke kamar mandi dan melangkah masuk ke dalam meninggalkan putrinya yang mulai asyik dengan smartphone nya.
****
__ADS_1
Yana, Jesslyn juga kedua orangtua Yana sudah duduk bersama di meja makan karna mereka akan menikmati makan malam bersama.
"Yan, bagaimana meeting mu tadi pagi dengan pihak Angkasa group?" Hadi memecah kesunyian yang ada di meja makan.
"Semua berjalan baik Pa, tinggal satu kali pertemuan, tapi nunggu pemberitauan apa mereka setuju atau tidak dengan penawaran yang kita berikan karna mereka masih ingin mendikusikan dengan dewan komisaris perusahaan mereka" Yana memberitau kan hasil meeting nya dengan pihak Angkasa group, karna seharian ini dia tidak bertemu dengan Papanya di kantor karna Papanya harus menemui client lain.
"Baguslah, Papa yakin kau pasti akan mendapatkan kerja sama ini" Hadi memuji dan meyakinkan putrinya itu.
"Bagaimana dengan tugas yang kau berikan pada Pak Agung?" Hadi menatap sekilas ke arah Yana dan juga Jesslyn, dia tidak bisa berbicara secara terbuka karna ada cucunya di sana, karna yang dia tanyakan berkaitan dengan gugatan cerai yang di inginkan putrinya itu.
"Pak Agung sedang mengurus nya, dia akan memberi kabar jika semuanya sudah pasti jadwalnya.
'Baiklah, Papa berharap kau tidak lagi tertipu dengan mulut manis atau air mata buaya laki-laki itu, sudah cukup kau di bodohi selama ini" Hadi memberi penekanan dalam setiap perkataan nya, Rica yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan antara suami dan anaknya memegang tangan suaminya sambil memberi isyarat dengan dagunya menunjuk ke arah Jesslyn, yang seakan berkata, jangan membicarakan hal itu di depan cucu mereka, bagaimana pun Jesslyn sudah besar dan pasti bisa menangkap maksud dari perkataan Opa dan mommy nya, walau tidak menyebutkan nama seseorang, Hadi menghela nafas pelan dan menahan ucapan yang sudah berada di tenggorokannya dan mencoba mengerti maksud dari istrinya.
"Sayang, selesai makan ikut Oma yuk, Oma mau buat Makaroni schotel kesukaan adek" Rica sengaja mengalihkan pemikiran yang ada di kepala cucunya, entah cucu memikirkan apa yang di bicarakan kedua orang dewasa di dekatnya atau tidak, dia hanya ingin agar cucunya tidak terbebani.
"Mau Oma! adek mau! mommy udah lama ga buatin adek Makaroni schotel" Jesslyn langsung semangat mendengar perkataan Omanya yang mengajak nya untuk membuat makanan kesukaan nya.
"Ya udah, sekarang habisi makannya biar kita bisa buat makanan kesukaan adek" Rica sangat senang karna melihat wajah ceria cucunya.
BERSAMBUNG
__ADS_1