PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 062


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Mobil milik Bian tiba di airport dan mereka segera keluar dari dalam mobil dan mencari keberadaan Soni anak buah Dino yang di tugaskan untuk menjaga Anya, Dino mengambil smartphone nya dan segera menghubungi Soni.


"Soni, kamu dimana? saya sudah berada di airport di pintu keberangkatan satu bersama big boss, kamu cepat ke sini" Dino memberitaukan posisinya kepada anak buahnya itu.


Sementara Bian masih berusaha menghubungi nomer Anya tapi tetap tidak tersambung dan itu semakin membuat Bian ingin menemukan orang yang sudah berani membawa wanita kesayangannya, dari jauh terlihat seorang lelaki berlari menuju tempat dimana Bian dan Dino sedang berdiri.


"Bagaimana Soni? apa yang kamu lihat?" Dino langsung bertanya tanpa membuang waktu, sementara Bian menatap wajah Soni dengan tatapan dingin karna gagal menjaga wanita yang dia da percayakan kepada Soni, Soni yang melihat tatapan seorang Alex merasa di tenggorokannya ada pucuk pintol yang siap meledakan tenggorokannya hingga dia merasa sangat susah untuk menelan salivanya .


'Begini Tuan, Nona di bawa masuk ke dalam pesawat dan di jaga oleh enam orang lelaki yang di antaranya berwajah china atau Japan, dan pesawat nya juga saya lihat ada lambang bendera Japan nya, tapi saya tidak tau kemana pesawat itu membawa nona dan jika saya bertanya ke petugas takutnya mereka berpikir saya ada niat buruk" Soni menjelaskan apa yang dia lihat.


Bian sedikit terkejut saat mendengar kalau pesawat yang membawa Anya mempunyai lambang bendera Japan, sejak kapan Anya kenal dengan orang Japan? apa itu salah satu pelanggan Anya saat dulu bekerja di karaoke, apa ada yang terobsesi dengan wanitanya, kalau benar Anya di bawa ke Japan, ini akan sangat membutuhkan waktu, mungkin untuk ke Japan nya hanya butuh beberapa jam tapi mencari orang asing di tempat asing itu bukan hal yang mudah.


'Bagaimana Master? apa yang akan kita lakukan sekarang?" Dino meminta pendapat Bossnya itu.


"Kita ga bisa kalau langsung berspekulasi bahwa Anya di bawa ke Japan dan kalau kita langsung terbang ke Japan, apa bisa di pastikan kalau pesawat itu benar ke Japan kalau ternyata ke negara lain, Dino coba usahakan agar saya dapat ijin untuk bisa ke ruangan Air Traffic Controller,  karna cuma orang-orang yang bertugas di sana yang tau kemana pesawat itu pergi" Bian menyuruh Dino mencari cara agar dia bisa berbicara dengan petugas di Air Traffic Controller.


"Baik Master" Dino segera pergi untuk bertanya pada petugas agar bisa berbicara dengan petugas di ruangan tersebut, setelah menunggu hampir setengah jam Dino kembali ke tempat Bossnya yang sedang menunggu bersama dengan Soni.

__ADS_1


"Bagaimana?" Bian langsung bertanya saat Dino sampe di dekatnya.


"Wait the menit Master" Dino berjalan ke arah mobilnya dan terlihat mengambil amplop berwarna choklat, lalu Dino kembali ke tempat Bossnya yang sedang menunggu.


"Untuk apa itu? so apa kamu berhasil mendapatkan ijin untuk masuk ke ruangan Air Traffic Controller?" Bian menanyakan tugas yang dia berikan.


"Bisa pasti, itupun karna saya mengatakan ada barang yang jatuh dari penumpang pesawat dengan bendara Japan itu" Dino menjelaskan kegunaan amplop yang dia ambil dari dalam mobil, mari master, petugasnya yang akan mengantar kita ke ruangan Air Traffic Controller, Soni kamu tunggu di sini takutnya ada yang harus kamu lakukan" Dino meminta Soni untuk tetap menunggu di mobil sementara dia dan boss mereka mencari cara untuk mendapatkan informasi tentang tujuan dari pesawat dengan bendara Japan tersebut.


"Baik Tuan" Soni menganggukan kepalanya dan memandang ke arah Dino dan big boss nya yang berjalan ke tempat tadi Dino menemui petugas.


Bian dan Dino sampe juga di ruangan Air Traffic Controller, dan langsung di temui oleh petugas kepala yang bertanggung jawab di ruangan tersebut, setelah mengucapkan terima kasih kepada petugas yang mengantarkan mereka Bian dan Dino menjabat tangan petugas Air Traffic Controller, sebagai salam perkenalan.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas tersebut setelah bersamalam dengan dua pria bule di depannya, dan dia menggunakan bahasa Indonesia karna tadi mendengar dua pria bule ini mengucapkan terima kasih kepada petugas airport dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar.


Petugas Air Traffic Controller, memandang wajah kedua pria bule di depannya dan dia melihat keseriusan, apalagi dia melihat amplop yang di pegang pria bule itu cukup tebal, sepertinya isinya sesuatu yang penting.


"Kenapa Tuan ingin mengembalikan amplop itu? toh Tuan juga tidak mengenal pemiliknya?" Petugas itu sengaja berkata seperti itu karna ingin mendengar jawaban dari pria bule di depannya.


"Takutnya ini file penting Pak, karna saya juga seorang pengusaha, jadi saya tau bagaimana susahnya kalau kehilangan file penting yang berhubungan dengan perusahaan" Bian menjawab dengan cukup meyakinkan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya cek dulu, dan kebetulan cuma ada satu pesawat dengan bendara Japan jadi saya tidak akan sulit mencarinya, mohon Tuan berdua tunggu sebentar" Petugas tersebut berjalan menuju layar besar yang memperlihatkan jalur udara dengan gambar pesawat yang memenuhi beberapa garis panjang yang di ibaratkan sebagai jalur untuk di lewati oleh pesawat-pesawat yang berada di angkasa sana, setelah menunggu beberapa lama terlihat petugas tersebut kembali mendekati Bian dan Dino yang masih menunggu di tempat yang sama


"Maaf Tuan-tuan kalau anda berdua menunggu lama, dari yang terlihat di layar pesawat yang Tuan maksud akan landing di Bali dan itu kurang dari tigapuluh menit lagi" Petugas tersebut memberitaukan informasi yang di minta oleh Bian dan Dino.


"Owh jadi pesawat nya landing di Bali, kebetulan sekali saya juga akan ke Bali jadi saya bisa bertemu dengan mereka dan mengembalikan file ini" Bian berkata dengan wajah senang karna ternyata Anya masih berada di Indonesia.


"Kalau begitu terima kasih untuk informasinya Pak, karna kebaikan anda saya bisa menemui pemilik file ini, kalau begitu kami permisi, maaf karna sudah mengganggu waktu bertugas Anda" Bian kembali menjabat tangan petugas Air Traffic Controller itu.


"Sama-sama Tuan, saya juga senang karna bisa membantu" Petugas tersebut menerima jabatan tangan dari Bian dan juga Dino.


Bian dan Dino berjalan keluar dari ruang  Air Traffic Controller dan Bian langsung menghubungi pilot yang helicopter nya biasa Bian sewa jika dia harus sampai ke suatu tempat dalam waktu cepat.


"Rooney, saya mau pake helicopter kamu sekarang, saya sudah si airport dan saya segera ke sana" Bian dan Dino langsung berjalan menuju pintu khusus bagi pemilik pesawat pribadi, walau tetap harus melewati pintu pemeriksaan, Bian dan Dino mempercepat langkah mereka menuju helicopter, Bian menyuruh Dino untuk menghubungi orang mereka yang ada di Bali untuk segera ke airport dan memperhatikan pesawat dengan bendera Japan dengan satu penumpang perempuan dan enam lelaki, Bian tidak ingin ada pergerakan yang akan membahayakan nyawa Anya jadi dia hanya meminta mereka untuk mengikuti kemana Anya di bawa dan Dino segera melakukan apa yang di perintahkan Bossnya itu.


Mereka sudah berada di dalam helicopter dan sudah memakai alat komunikasi khusus untuk di dalam helicopter.


"Rooney, kita ke Bali sekarang" Bian langsung tude point.


Rooney mengangkat jempolnya sebagai tanda dia mengerti dan siap berangkat, dan beberapa menit kemudian helicopter tersebut sudah terbang di angkasa setelah meninggalkan angin yang cukup besar, efek Dari baling-baling helicopter yang teramat besar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like dong yang udah baca.


__ADS_2