PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 100


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Pesawat pribadi Bian sudah landing di pulau pribadi Bian, suasana sejuk sangat terasa karna pulau ini di tumbuhi banyak pepohonan, dari pohon kelapa, pohon palem, dan masih banyak pohon lainnya yang memiliki buah yang lebat, terlihat tiga buah mobil sudah menjemput mereka semua, karna jarak dari landasan pesawat sampe ke villa lumayan jauh, satu mobil di tempati oleh keluarga Bian, satu mobil oleh Anya dan kedua adiknya juga Bu Tuti, dan mobil ketiga hanya di tempati oleh Dino dan Kimberly karna memang kapasitas setiap mobil hanya untuk empat orang dewasa termaksuk driver, ketiga mobil bergerak meninggalkan landasan pesawat menuju bangunan mewah yang sudah terlihat dengan jarak sejauh ini, Pulau Bian mempunyai banyak koleksi hewan yang di lepas bebas karna kemungkinan mereka kabur juga sangat tidak mungkin karna pulau pribadi Bian terletak sangat jauh dari daratan dan semua hewan yang ada tidak akrab dengan air, terlihat ada beberapa Rusa yang berlarian saat melewati pepohonan, ada jug a domba yang sangat gemuk-gemuk, bahkan banyak terdengar suara-suara monyet terdengar di antara pepohonan, karna memang Bian membiarkan pepohonan yang sudah ada sejak awal, dia hanya menebang sebagian untuk dia membuat Villa, mobil yang membawa semua orang berhenti di depan bangunan mewah , ada dua bangunan mewah satu terlihat sangat luas dan satunya hanya setengah dari bangunan pertama, karna pulau ini terkadang di sewakan kepada orang-orang yang ingin merasakan liburan di pulau pribadi, dan yang di pake oleh penyewa adalah bangunan yang ukurannya lebih luas, sedangkan bangunan yang satunya itu tertutup bagi penyewa, karna itu bangunan khusus untuk keluarga Bian, semua sudah turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam Villa, Bianca terlihat sangat senang karna akhirnya bisa liburan bersama Daddynya, Seorang pria berumur limapuluhan terlihat berjalan dari dalam bangunan menyambut kedatangan Bian dan keluarga.


"Selamat datang Tuan muda, Nyonyah besar" Pria itu membungkukan tubuhnya ke arah Bian dan Ratih.


"Bagaimana Jose? apa semuanya sudah beres?" Bian menanyakan apa yang dia katakan di telpon saat memberi kabar kalau dia dan keluarga nya akan datang.


"Sudah Tuan, semua sudah rapi dan bersih, silakan Tuan, Nyonyah" Jose mempersilakan majikannya untuk masuk ke dalam Villa, semua berjalan mengikuti langkah pengurus villa untuk menuju ke lantai dua dimana kamar-kamar berada, villanya terdiri dari tiga lantai, lantai bawah untuk ruang tamu, ruang makan, dan kolam renang, sedangkan lantai tiga itu ada ruang perpustakaan, ruang gym, ruang kerja Bian juga Daddynya, dan kolam renang khusus keluarga.


"Selamat beristirahat Tuan, para chef dan maid sedang menyiapkan makan malam" Jose menyampaikan.


"Jose, jangan lupa menu Indonesia" Bian mengingatkan, karna di antara mereka ada adik-adik Anya dan juga Bu Tuti yang belum terbiasa dengan menu western.


"Baik Tuan" Jose menganggukan kepalanya dan langsung pamit undur diri dari hadapan majikannya.


Semua berjalan masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, karna lumayan lelah juga berada delapan jam di dalam pesawat, Anya masuk ke dalam kamar adik-adiknya untuk mengurus mereka sebentar sebelum dirinya beristirahat,


"Kak, kak Bian itu kaya banget ya, punya pulau sebesar ini" Micca langsung kepo.


Anya memandang wajah Micca saat mendengar Micca bicara seperti itu.


"Kamu kata siapa ini punya kak Bian?"


"Bianca yang cerita, dia bilang dia mau liburan ke pulau pribadi mereka, berarti kan ini punya kak Bian, karnakan Bianca anaknya kak Bian" Micca mengatakan dia tau darimana.

__ADS_1


"Kakak Keren punya pacar kayak kak Bian" Micca udah ga sabar mau pamer sama teman-temannya kalau dia ada di pulau pribadi di Paris.(dasar bocah)


"Siapa yang bilang kakak pacaran sama kak Bian? kakak itu cuma kerja sama kak Bian, bukan pacaran" Anya tidak mau adiknya berpikir kalau dia dan Bian pacaran.


"Pacaran juga ga pa pa kak, kak Bian kan baik, kaya lagi" Micca masih kekeh dengan perkataan kalau kakaknya pacaran sama Bian.


"Micca! kakak ga suka kamu bicara kayak gitu, dan kakak ga mau dengar kamu ngebahas soal itu lagi!" Anya meninggikan nada suaranya agar Micca berhenti bicara tentang hubungan dia dengan Bian.


"Maaf kak" Micca menundukan wajahnya, dia dan Rio hampir tidak pernah mendengar kakak mereka bicara dengan nada keras atau ngebentak , dan jika kakak mereka sudah bicara dengan nada marah berarti mereka hal yang salah.


Anya memeluk tubuh Micca dan mencium pucuk kepala adiknya itu.


"Micca, jangan pernah mencintai seseorang hanya karna hartanya, ga salah mencari pasangan orang kaya tapi kamu harus hati-hati karna ga semua orang kaya itu baik hatinya, kamu harus ingat kata-kata kakak ini, dan kakak ga pacaran sama kak Bian, kita hanya partner kerja" Anya sengaja berkata seperti itu karna Micca udah ABG yang mungkin sebentar lagi akan mengenal cinta.


"Dan satu lagi, jangan menghalalkan segala cara hanya untuk kesenangan sesaat atau untuk ikut-ikutan orang lain, ingat kalian di titipkan Mama sama kakak agar kakak bisa menjadi kan kalian manusia-manusia sukses nantinya, jadi jangan pernah membuat malu nama Mama dan Papa kita , kalau kakak berbuat hal salah, kalian tidak boleh meniru nya, karna kalian bukan kakak, kalian harus menjadi diri kalian sendiri, tapi harus menjadi manusia yang bisa menjaga kehormatan kalian" Anya merasa sesak dadanya saat harus berkata seperti itu, karna dia sendiri melakukan hal yang salah, mungkin dia harus segera mengakhiri hubungan dia dan Bian, karna adik-adiknya sudah mulai besar dan pasti bakal paham kalau hubungan dia dan Bian bukan hubungan teman kerja.


"Aamminnn, makanya Rio harus rajin belajar" Anya memeluk adik bungsunya itu.


"Rio rajin belajar kok di kelas" Rio membusungkan dadanya saat berkata seperti itu.


"Adik kakak yang paling ganteng dan tampan di dunia, belajar itu bukan cuma di sekolah sayang, guru terbaik di dunia adalah kehidupan, karna bisa belajar dari apa aja yang kita lihat atau yang kita dengar, dan kalau kita bisa melakukan itu maka kita akan jadi Orang hebat dan selalu sukses" Anya mengatakan apa yang dulu di katakan oleh Almarhum Papanya saat dia masih di bangku SMP, Rio dan Micca mendengar kan apa yang kakak mereka katakan, mungkin kalau Rio belum begitu paham maksud dari ucapan Anya tapi Micca dia sudah sangat mengerti apa yang di maksud kakaknya dengan apa yang tadi di katakan.


"Ya udah kalian mandi terus istirahat, jangan nyusahin Bu Tuti ya" Anya mengingat kan adik-adiknya untuk selalu mandiri.


"Iya Kak" Micca dan Rio menjawab secara bersamaan.

__ADS_1


"Bu Tuti" Anya memandang ke arah Bu Tuti yang sedang merapikan baju-baju Micca dan Rio.


"Iya Mbak" Bu Tuti menghentikan kegiatannya sesaat dan memandang ke arah Anya.


"Selesai beberes Bu Tuti langsung istirahat ya, anak-anak udah bisa ngurus diri mereka jangan terlalu di manja" Anya mengingat kan Bu Tuti yang selalu memanjakan kedua adiknya itu.


"Iya Mbak" Bu Tuti menganggukan kepalanya.


"Ya udah, saya ke kamar saya dulu, nanti pas waktu makan malam, saya bakal kasih tau Bu Tuti dan adik-adik" Anya berdiri dari ranjang kedua adiknya dan berjalan keluar dari kamar adik-adiknya dan berjalan menuju ke kamar nya, tiba- tiba Kimberly keluar dari salah satu kamar dan langsung menatap dengan tatapan membunuh saat melihat Anya yang berjalan ke arah nya, tapi bukan ke arah dia juga karna kamar Anya memang melewati kamar Kimberly, karna kamar Anya bersebelahan dengan kamar Bian dan Marsha, dan saat Anya akan melewati nya Kimberly langsung menahan tangan Anya dengan kencang.


"Jangan pernah bermimpi menjadi Nyonyah Alex! karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" Kimberly berkata di telinga Anya dengan penuh penekanan di setiap perkataan nya dan dengan suara pelan, karna dia ga mau kalau sampe ada yang mendengar, Anya mencoba bersabar bukan dia takut tapi dia memang ga mau berdebat untuk hal yang tidak penting, Anya berusaha melepaskan pegangan Kimberly di tangannya, tapi ternyata tenaga Kimberly cukup kuat.


"Dengar gadis miskin! menjauh dari Alex! atau aku yang akan menjauhkan mu dari hidup Alex!" Kimberly kembali dengan ancaman nya.


"Saya ga berminat jadi Nyonyah Alex" Anya masih menjawab dengan sabar.


"Bagus! kalau begitu menjauh dari Alex segera!" Kimberly menghempaskan tangan Anya dan kembali berjalan masuk ke kamar nya.


Anya memegang tangannya yang terasa sedikit sakit akibat genggaman perempuan yang bernama Kimberly itu terlalu kencang, apalagi sepertinya di jari Kimberly ada kukunya yang sepertinya menancap kuat di kulitnya, Anya menarik nafas panjang dan melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya, sementara Kimberly yang berada di kamarnya wajahnya terlihat sangat marah, dia sama sekali ga percaya dengan apa yang di katakan Anya tadi, kalau memang ga berminat jadi istri Alex kenapa harus ikut kemana Alex pergi, Kimberly mengambil smartphone nya dan menghubungi seseorang.


"Hallo, saya udah di Perancis, kau siapkan anak buahmu, saat nanti saya ke Paris saya akan kabari posisinya" Kimberly berkata dengan perlahan dia ga mau rencananya gagal, karna mommy nya Alex ga bisa membantu dia untuk mendapatkan Alex jadi dia harus melakukan cara apapun , dulu dia cukup membawa nama Daddynya semua perempuan yang ingin mendekati Alex langsung mundur, tapi kali ini dia tidak bisa menggunakan nama Daddynya karna Anya bukan warga new york jadi dia harus mencari cara lain, walau dia harus mengeluarkan uang banyak untuk membayar kelompok mafia yang mau bekerja untuk dia.


BERSAMBUNG


di culik atau di bunuh??

__ADS_1


like like like


__ADS_2