
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Van yang membawa Anya berhenti di depan sebuah bangunan tua yang terlihat seperti gudang, di sisi lain terlihat sebuah mobil sedan berwarna merah tua dan gerbang dari bangunan tua tersebut terlihat sudah terbuka, Pria yang duduk di belakang kemudi memberi isyarat kepada yang lain untuk membawa gadis yang mereka culik dari dalam Van, dan dengan segera para pria yang lain membuka pintu bagian samping Van dan terlihat Anya yang masih dalam keadaan pingsan, salah satu dari mereka langsung menggendong tubuh gadis yang mereka culik dan berjalan membawanya masuk ke dalam bangunan tua tersebut, di dalam gedung terlihat tiga orang pria sedang duduk di atas bangku yang sudah sangat usang dan mereka mengalihkan pandangannya ke arah gerbang saat mendengar langkah kaki dan mereka melihat lima orang pria sedang berjalan ke arah mereka sambil menggendong seseorang ala bridal style, dan setelah dekat ternyata yang di gendong adalah perempuan cantik yang terlihat seperti orang sedang tidur, pria yang m enggendong tubuh gadis yang mereka culik di atas bangku yang kosong dan menyenderkan tubuh gadis itu di sandaran bangku agar tidak terjatuh.
"Jadi ini perempuan yang ingin kalian jual organ tubuhnya?" Tanya salah satu dari tiga pria yang bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah gadis yang masih dalam keadaan pingsan itu, pria itu menjongkokan tubuhnya di depan Anya dan memperhatikan wajah Anya yang terlihat wajah asianya tapi masih terlihat garis wajah eropanya, pria itu menyayangkan kalau gadis secantik ini harus di bredel isi tubuhnya, mungkin jika mereka jual kepada pria-pria yang suka membeli perempuan cantik demi kesenangan *** mereka, pasti akan lebih menguntungkan, karna dengan kecantikan seperti ini pasti mereka bisa menjualnya dengan harga sangat tinggi, pria memandang ke arah kelima pria yang membawa perempuan cantik ini.
"Bagaimana? kalian pasti tidak kecewakan setelah melihatnya kan? dan harga yang kami tawarkan itu terbilang murah" Pria yang menjadi ketua dari kelima pria itu berkata kepada pria yang sedang berjongkok di depan gadis yang mereka culik.
Pria yang sedang jongkok di depan Anya melihat ke arah kedua temannya lalu kembali melihat ke arah gadis yang ada di depannya saat ini dan melihat ke arah kelima pria yang ada di sisi kiri dan kanan gadis tersebut dan terlihat sedang berpikir.
"Baiklah, kami deal dengan harga itu" Pria itu bangun dari posisinya lalu mengambil sesuatu dari dalam kantong jasnya bagian dalam, terlihat sebuah amplop berwarna coklat dan menyerahkan nya kepada pria yang ada di depannya, pria yang di sodorkan amplop coklat tersebut mengambil nya dan mengeluarkan isinya yang ternyata sebuah cek.
__ADS_1
"Baik, senang berbisnis dengan kalian" Pria itu mengulurkan tangannya dan di terima oleh pria di depannya.
Sementara di luar bangunan tua itu terlihat dua mobil Jeep berhenti agak jauh dari van dan mobil sedan yang terparkir di sana, terlihat Bian dan yang lain keluar dari dalam mobil, Bian mengambil teropong yang ada di dalam mobil dan mengarahkan nya ke rah van dan melihat kalau van itu sudah kosong begitu pun saat dia melihat ke arah sedan berwarna merah tidak ada siapapun di dalamnya, Bian mencoba untuk melihat ke dalam bangunan, tapi terhalangi karna gerbang bangunan tersebut yang tertutup lebih dari setengah nya, Bian meletakan kembali benda tersebut ke dalam mobil dan tidak membuang waktu memberi isyarat untuk semua anak buahnya segera bergerak menuju bangunan tersebut, dengan jumlah sepuluh orang Bian dan yang lain sudah berada di balik gerbang bangunan tersebut dan membaginya menjadi dua di sisi kiri dan kanan, Bian yang berada paling depan dan Dino di bagian sebelah kanan sedangkan Marsha berada di belakang Bian, mereka semua sudah bersiap dengan senjata di tangan mereka masing-m asing, Bian mengintip ke dalam bangunan tersebut dengan sedikit melongo dari celah gerbang yang masih terbuka, dan emosi Bian langsung memuncak saat melihat Anya dalam gedongan seorang pria yang sedang berjalan ke arah gerbang dan dengan satu bidikan Bian langsung menembak kaki pria yang sedang membopong tubuh Anya .
"Door" terdengar suara tembakan yang langsung mengenai sasaran dengan tepat, yaitu kaki pria yang sedang membopong tubuh Anya dan itu sangat mengejutkan pria tersebut dan kedua temannya dan tembakan itu membuat Anya terlepas dari tangan pria itu dan jatuh ke atas lantai yang sangat kotor dengan debu , dan suara tembakan awal dari Bian mengagetkan semua yang ada di dalam bangunan dan dengan spontan mereka mengeluarkan senjata dari balik baju mereka dan tidak dapat di hindari saling baku tembak puk terjadi.
"Door...."
"Door....
"Door....
__ADS_1
"Door....
Bian keluar dari tempat persembunyiannya setelah tidak terdengar lagi suara tembakan, dengan tetap waspada Bian berjalan mendekati mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam bangunan tersebut, Dino segera mengecek mayat pria-pria dengan tatto naga merah di leher mereka sambil menggeledah tubuh mereka hingga Dino menemukan amplop berwarna coklat di saku salah satu pria yang sudah menjadi mayat, Dino memeriksa isi amplop tersebut dan melihat angka yang tertulis di atas kertas dengan nama cek itu, Dino kembali memeriksa saku pria yang dia yakin adalah boss dari para pria yang menculik Anya karna melihat adanya cek dengan nominal lima juta dollar, jadi sangat tidak mungkin jika yang memegang cek itu adalah anak buah biasa, Dino menemukan sebuah smartphone di dalam saku pria itu lalu berjalan ke arah bossnya.
"Mr ini" Dino menyerahkan apa yang tadi dia ambil dari tubuh mayat pria yang menculik Anya.
"What this is?" Bian melihat kertas yang ada di tangannya yang dia paham itu adalah cek tapi cek apa?.
"Sepertinya mereka berniat menjual Nona Anya Mr" Dino menjawab apa yang di maksud bossnya.
rahang Bian mengeras saat mendengar perkataan Dino, lalu Bian menatap smartphone yang ada di tangannya, Bian membuka menu panggilan telpon dan melihat nama-nama yang ada di daftar panggilan tersebut, semua nama terlihat normal tapi ada satu nama yang terlihat ganjil, (BOSS LADY) Bian melihat tanggal panggilan di nomer tersebut, tanggal yang sama saat Anya menghilang, karna penasaran Bian mendial nomer tersebut dan tersambung, setelah menunggu beberapa lama terdengar suara dari seberang sana dan suara perempuan.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like ya guys