
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Danu sangat senang karna bisa berlama-lama dekat dengan Anya, setidaknya dia bisa mendengar suara Anya untuk waktu yang lama, sementara Marsha hanya memperhatikan sikap Danu yang sangat ingin mendapatkan perhatian dari Anya, sepertinya Danu juga tertarik pada Anya, hal itu lah yang terbersit di benak Marsha.
"Anya, apa kamu bekerja dengan Bian juga di jakarta?" Danu bertanya sambil memandang intense ke arah Anya.
"Enggak, saya ga kerja dengan tuan Bian" Anya menjawab singkat.
"Lalu kalau kamu ga kerja dengan Bian gimana kamu bisa kenal dengan Bian?" Danu jadi merasa sedikit heran, bukan karyawan tapi bisa kenal dan sampe ikut ke new york, setau dia hanya orang-orang penting dan orang-orang terdekat yang bisa naik pesawat dan masuk ke dalam Mansion mewah milik keluarga Alvaro.
Marsha yang melihat Anya tidak bisa menjawab pertanyaan Danu langsung mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Danu.
"Anya itu teman aku di jakarta dan mengajaknya ke sini agar aku ada teman, kau lihat sendiri kan Anya selalu pergi denganku" Marsha menjawab pertanyaan Danu.
Masuk akal juga jawaban Marsha, lagipula kalau Anya mempunyai hubungan dengan Bian dia ga mungkin ga tau, karna Bian selalu cerita jika mereka bertemu dan mereka sudah dua kali bertemu selama Bian kembali ke new york tapi Bian tidak menyinggung soal Anya kepada dirinya.
"Di Jakarta kamu kuliah atau bekerja?" Danu masih kepo dengan kegiatan Anya.
__ADS_1
"Saya kuliah" Lagi-lagi Anya menjawab dengan singkat.
"Apa kamu memiliki kekasih?" Danu sangat ingin tau apa orang yang sedang ingin dia dekati ada yang punya atau tidak, karna dia juga ragu kalau gadis secantik Anya belum memiliki kekasih, dia sangat yakin bukan cuma dia yang menyukai Anya, pasti ada pria yang ingin memiliki Anya karna ada banyak alasan untuk Anya menjadi daya tarik bagi pria manapun.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa membicarakan kehidupan pribadi saya pada orang yang baru kenal' Anya menolak menjawab pertanyaan Danu.
"Please jangan panggil Tuan, karna saya bukan boss kamu, tapi jangan panggil Bapak juga, karna saya belum setua itu" Danu sengaja berkata seperti itu agar Anya memanggil nya dengan sebutan yang lebih akrab.
"Oya Marsha, apa Bian kembali mendukung Tuan Joseph sabagai gubernur periode kedua? karna tadi pagi waktu kami bertemu Bian mengatakan akan bertemu dengan tuan Joseph untuk membicarakan masalah pemilihan gubernur tahun ini" Danu menanyakan tentang obrolannya dengan Bian saat tadi dia bertemu Bian di kantor Bian .
"Sepertinya begitu, kau tau sendirikan pengaruh Alex dalam dunia politic" Marsha tidak mau membahas tentang politic di depan Anya karna takut Anya bored.
"Bagaimana Babe? kamu mau?" Marsha menanyakan kesediaan Anya.
"Terserah kamu" Anya hanya ikut kemana Marsha pergi, karna dia juga ga tau mau kemana"
Marsha melihat arlojinya baru jam tujuh dan matahari pun masih terlihat jelas di langit.
__ADS_1
"Ayolah kita pergi" Marsha bangun dari tempat duduknya di ikuti Anya dan juga Danu, mereka berjalan cukup jauh menuju mobil mereka di parkirkan, karna begitulah di kota yang sangat maju, mereka sangat memikirkan hak pejalan kaki, tidak ada pengendara yang selamat dari surat tilang jika berani mengambil hal pejalan kaki, sangat beda dengan Indonesia, pejalan kaki seperti tidak punya hak atas jalanan yang di peruntukan bagi pejalan kaki, mungkin karna sikap yang kurang tegas juga dari petugas lalu litas yang sering terlihat masa bodo saat melihat pengendara menaiki trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki.
****
Marsha mengajak Anya ke casino yang berbeda dari yang kemarin, karna peraturan tidak resminya memang begitu, jika menang dalam jumlah besar di satu casino maka kalau bisa jangan datang ke casino tersebut dalam jangka waktu dua minggu, karna setiap pemain yang menang dengan jumlah besar wajahnya akan di tandai lewat CCTV, kecuali memang ada tantangan yang mengharuskan main di tempat yang sama.
"Kamu mau main apa?" Tanya Marsha sebelum dia pergi ke bagian kasir untuk menukar uang dengan alat pembayaran di casino itu.
"Terserah kamu aja" Karna dia juga bingung mau main di permainan apa, sementara Danu hanya mengikuti kemana Anya dan Marsha berjalan, bukan dia tidak mau mengeluarkan uang untuk permainan di tempat ini, tapi dengan adanya seorang Marsha McDalton jangan harap bisa menraktirnya atau membayarinya jika bukan pasangan nya.
"Gimana kalau kita main slots aja" Marsha akhirnya memilih permainan slots yang lumayan gampang, lalu mereka berjalan ke bagian kasir, Marsha memberikan cek sebesar limapuluh ribu dollar dan mendapatkan uang tunai dengan pecahan seratus dollar, dan mereka bertiga berjalan ke salah satu mesin slots dan Marsha memulai lebih dulu mencoba peruntungannya, dia harus mendapatkan angka yang sama atau gambar yang sama untuk bisa menang, Marsha memasukan seribu dollar sebagai taruhan dan langsung langsung menarik tuas slots dan mesin berputar dalam beberapa detik dan berhenti dengan dua angka kembar dan satu gambar, otomatis Marsha kalah, mencoba beberapa kali Marsha hanya menang sekali, itupun dengan jumlah kecil.
"Danu, kau mau coba main" Marsha menawarkan Danu untuk mencoba peruntungannya.
"Ok, Danu menggantikan Marsha di depan mesin slot dan memasak taruran dengan nominal yang sama dengan Marsha dan menarik tuas slots dan hasilnya sama, bahkan Danu sama sekali tidak memenangkan satu permainan pun.
"Babe, sekarang kamu yang main" Marsha meminta Anya untuk bermain, Anya berjalan mengganti kan Danu, Marsha kembali memasang taruhan dengan jumlah yang sama, Anya menarik nafas pelan sambil memejamkan mata dan berdoa, tidak ada salahnya berdoa saat akan memulai sesuatu, lalu Anya menarik pelan tuas slots dan mesin berputar cukup singkat dan amazing Anya mendapatkan tiga gambar kembar dan Anya memenangkan dua kali lipat dari taruhannya, Marsha memasang sepuluh ribu dollar untuk permainan kedua, Anya kembali menarik tuas dengan pelan dan mesin kembali berputar cukup singkat dan deabak Anya mendapatkan tiga angka tujuh yang otomatis Anya mendapatkan sepuluh kali lipat dari taruhannya, Marsha jadi semakin semangat dan memasukan semua uang yang dia pegang sebagai taruhan dan berharap Anya bisa dapat jackpot yaitu gambar AS hitam, karna uang yang di dapat bisa seribu kali lipat, tapi dari seribu permain yang sudah main beratus- ratus kali hanya beberapa orang yang pernah mendoakan jackpot, dan totalan jackpot pun tergantung dari besaran taruhan, Anya melihat ke arah Marsha yang memasukan semua uang yang di pegang sebagai taruhan, Marsha hanya tersenyum melihat Anya memandang ke arah nya, Anya tau taruhan ini lebih kecil dari yang beberapa hari lalu mereka lakukan, tapi ini baru hitungan menit, kalau dia kalah maka hanya dalam hitungan menit Marsha harus kalah sebesar 716, 000, 000 jika di rupiahkan, Anya kali ini menarik tuas sedikit lebih kencang hingga mesin berputar agak sedikit lama, lalu mesin melambat dan benar-benar fantastic gambar sebagai tanda jackpot terlihat di mesin slot dan membuat alarm mesin itu berbunyi sebagai tanda kalau ada yang mendapatkan jackpot, Marsha sangat happy dan langsung memeluk Anya karna dalam hitungan menit mereka mendapatkan uang puluhan juta dollar, Danu pun sangat surprise dengan apa yang dia lihat, Anya benar -benar seperti jelmaan dewi fortuna yang selalu beruntung, Marsha memutuskan untuk menyudahi permainan dan mengikuti petugas y ang akan mengantar mereka untuk mengambil uang jackpot mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like dong, jangan baper ya, Abang Bian di tolak lagi cintanya.