
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Rica baru pulang dari tempatnya bekerja, tinggal dua hari lagi dia akan resign, tapi dia lumayan heran karna sudah dua hari ini Dino tidak menjemputnya dan juga tidak ada kabar, padahal saat dia bertanya pada Anya, menurut Anya Dino selalu ada bersama Bian, dan yang membuat dia lebih heran lagi, Dino tidak menjawab telponnya dan wAnya pun di abaikan, entah dia punya salah, tapi dia merasa tidak berbuat hal yang sudah di larang oleh Dino, lalu apa yang membuat Dino seperti menghindari dirinya.
"Apa gue ke apartmentnya aja"? Tanya Rica para dirinya sendiri, tapi kalau malam ini gue capek banget, okelah besok sebelum berangkat kerja gue ke apartmentnya menanyakan apa yang terjadi" Rica akhirnya memutuskan untuk ke apartment Dino besok Hari, Rica segera naik ke taxi online yang dia pesan, walau sudah di belikan mobil oleh Dino tapi Rica tidak pernah memakai nya saat sedang bekerja, karna Dino selalu menjemputnya, sebenarnya dia sangat ingin memamerkan mobil yang di belikan Dino untuknya kepada teman-teman kerjanya, tapi dia yakin kalau semua orang pasti langsung menebak kalau mobilnya pasti dari laki -laki yang sering tidur dengan dia, ya memang tidak bisa di bantah kalau dia dan Dino sudah sering tidur bersama dan melakukan hal itu, karna setiap menjemput nya pulang kerja Dino pasti membawanya ke apartment Dino dan dia sudah pasti akan menginap, dan mereka pasti melakukan itu, Rica seidkit tersenyum saat mengingat Dino yang begitu kuat dalam bercinta, tidak pernah cukup satu atau dua kali, sedikit ya mereka melakukan hingga tiga kali dan kalau dirinya sudah lelah Dino pasti akan melanjutkan nya pagi hari entah di kasur atau di kamar mandi dan pasti mereka melakukan nya hingga dua kali tapi dengan durasi yang panjang, hingga dua jam an, Rica jadi ingat dulu dia pernah juga kemcan dengan bule dari Rusia dan bercinta nya pun sangat kuat dan selalu mengulangnya, "Apa semua orang bule seperti itu" Pikir Rica, karna kalau dengan orang local paling banyak hanya dua kali dan itupun sangat cepat, Rica terus sibuk memikirkan hal-hal yang un- faedah tentang laki-laki yang pernah memakai jasanya, lamunan Rica berakhir saat merasakan mobil yang di tumpanginnya tidak lagi bergerak.
"Sudah sampe Mbak" Si supir taxi online memberi taukan untuk yang kesekian kalinya kalau mereka sudah sampe di tujuan.
__ADS_1
"Owh iya, maaf Pak kalau saya melamun, saya lagi kepikiran Ibu saya di kampung" Ujar Rica mencari alasan karna tidak mendengar ucapan supir tersebut gara-gara mikirin hal yang un-faedah.
"Ga pa pa Mbak" Ucap si supir taxi online.
"Ini Pak ongkosnya" Rica sengaja membayar cash agar bisa memberi lebih, ongkosnya termasuk murah. " kembaliannya buat Bapak aja" Ujar Rica sebelum si supir mengembalikan lebihan ongkosnya.
"Makasih atas doanya Pak" Rica segera turun dari dalam taxi online tersebut dan segera melangkah masuk ke dalam apartment nya, Rica terus berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai sepuluh dimana unitnya berada, apartment ini bisa dia beli setelah dia bekerja tiga tahun di karaoke tempatnya bekerja, kama Rica teritung lama bekerja di sana, sejak dia lulus SMA, dia juga awalnya ga nyangkah bisa ngejalani kehidupan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi hidup di Jakarta sangat berat dan biaya hidup juga ga murah, Rica membuka pintu unitnya dan melangkah masuk ke dalam, Rica mengambil smartphone nya dan langsung.menekan nomer Dino, dia masih penasaran kenapa Dino mendiamkannya dan terkesan menghindari dirinya, tapi lagi-lagi walau panggilan tersambung tetap ga di angkat dan wA nya pun hanya cek list ga di baca sama sekali, Rica merasa memang harus ke apartment Dino untuk menanyakan apa yang terjadi selama dua hari ini sehingga Dino menghindari dirinya, Rica melepaskan pakaiannya dan hanya meninggalkan pakaian dalam nya saja, lalu Rica berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri karna tubuhnya bau oleh asap rokok yang dia dapat dari para tamu di karaoke tadi.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxx
Matahari sudah sangat tinggi dan Rica juga sudah rapi, dia bangun kesiangan padahal niatnya mau datang pagi-pagi sebelum Dino berangkat kerja, jadi mereka bisa sarapan bersama, karna sudah lama juga dia tidak membuatkan sarapan pagi untuk pacar bulenya itu, Rica tersenyum dengan apa yang dia pikirkan, memang Dino tidak secara spesifik mengatakan kalau mereka memiliki hubungan special, tapi dengan apa yang di berikan Dino padanya selama hampir satu bulan ini, dan juga hubungan mereka yang sudah sangat dalam karna setiap mereka berdua selalu mereka habiskan dengan bercinta sepanjang waktu, dan Rica benar-benar ga pernah merasa bosan dengan apa yang di lakukan Dino saat mereka bercinta, karna Dino selalu mempunyai cara untuk membuat dirinya kalang kabut di atas ranjang, Rica sedikit merinding saat mengingat semua itu.
"Ya sudahlah, masih bisa dinner bareng, gue bakal masak yang enak buat dia" itulah yang terlintas di pikiran Rica, Rica mengambil tasnya dan juga kunci mobil yang berada di dalam laci yang berada dekat dengan TV, Rica berjalan santai keluar dari dalam unitnya, dan melangkah menuju lift yang berada lumayan jauh, Rica sampe di depan lift dan langsung menekan tombol untuk turun ke bawah alias menuju baseman yang menjadi tempat parkir untuk mobil semua penghuni Apartment, lift berhenti di lantai paling bawah dan langsung terbuka otomatis dan Rica segera keluar dari dalam lift dan berjalan menuju mobilnya, Rica memandangi mobil mewah yang di belikan Dino untuknya, sebuah mobil dengan logo setiga dalam lingkaran, dan hanya memiliki dua pintu, Rica tersenyum kecil lalu melangkah masuk ke dalam mobil tersebut dan beberapa saat mobil mewah tersebut bergerak melaju keluar dari baseman dan masuk ke jalan raya Rica menyetel lagu yang selalu dia dan Dino dengarkan saat mereka sedang berdua di mobil . tiba-tiba Rica ingat kalau di lemari es Dino tidak pernah ada stok makanan untuk di masak, karna Dino sendiri bilang dia tidak suka memasak dan lebih suka memesan ke restoran jika dia sedang lapar di apartment, Rica membelokan mobilnya ke sebuah supermarket besar untuk membeli beberapa bahan makanan untuk dia masak, Rica memarkirkan mobilnya di area parkir, lalu Rica turun dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam Mall dan menuju supermarket besar yang ada di dalam Mall tersebut, Rica mengambil kereta dorong untuk meletakan semua nanti yang dia beli, karna dia berencana untuk mengisi lemari es Dino dengan stok makanan agar kalau dia datang ke Apartment Dino dia perlu bolak balik belanja bahan makanan, apalagi setelah dia resign dari pekerjaannya Dino meminta dirinya untuk tinggal bersama, Rica berjalan menyusuri tempat sayuran dan memilih beberapa sayuran yang menjadi kesukaan Dino , lalu Rica menuju area daging, Rica membeli beberapa macam daging yang juga menjadi kesukaan Dino, juga membeli beberapa bumbu masakan, kereta dorong Rica benar-benar penuh dengan belanjaan, setelah merasa cukup dengan apa yang ingin dia beli lalu Rica berjalan ke kasir, setelah mengantri beberapa menit Rica dalam giliran untuk di hitung belanjaan nya, setelah hampir setengah jam akhirnya selesai juga acara belanja Rica, Rica mendorong kereta belanjaan nya menuju luar Mall dan langsung ke mobil nya, Rica memasukan semua paper bag, karna sekarang tempat untuk menaruk belajaan sudah di alihkan memakai kertas tidak lagi menggunakan plastik yang memang susah di urai, setelah memasukan semua paper bag Rica menutup bagasi mobilnya dan meletakan kereta belanjaan yang tadi dia pakai ke tempatnya yang berada tidak jauh dari mobilnya berada, Rica kembali masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya menuju apartment Dino yang tidak begitu jauh lagi, masih ada waktu tiga jam untuk dia menyiapkan makan malam untuk Dino sebelum Dino kembali dari kantornya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
guy's cerita tentang Rica ama Dino dulu ya, ntar giliran Anya ama Tuan Jaguar segera menyusul hehehe, like comen dan vote, tungguin give away nya πππ ada yang bisa tebak kenapa judulnya kekecewaan Rica. boleh tebak di kolom komentar