
HAPPY READING GUYS ππππ
Jesslyn masih ga percaya kalau daddy nya berada di sekolahnya dan sekarang tidak jauh di depannya tapi Jesslyn masih diam di tempatnya tidak mendekati daddynya itu sampe Jesslyn di kejutkan saat Tyara menyenggol lengannya.
"Jess, bokap loe tu, sono gi, gue ama yang lain cabut duluan ya" Tyara berbisik di kuping Jesslyn.
"Bye Jess" Tyara, Michelle dan Gita berucap dengan kompak meninggalkan Jesslyn karna ada daddynya Jesslyn jadi ga mungkin kalau mereka tetap mau bareng dengan sahabat mereka itu. Jesslyn memandang ketiga sahabatnya yang berjalan meninggalkan nya, setelah sahabat nya makin menjauh Jesslyn berjalan mendekati daddynya dengan sejuta tanya pastinya.
"Hai Dad" Jesslyn mencium pipi Daddynya itu.
"Hallo anak kesayangan daddy" Johan mencium ujung kening putrinya itu.
"Tumben daddy datang? seingat adek ga ada pertemuan orangtua, lagian kalau ada pertemuan orangtua daddy juga ga pernah ada waktu buat datang pasti yang datang mommy kalau ga malah Opa yang sering jemput adekβ Jesslyn tetap berlaku sopan walau dia masih sangat marah dan akan tetap marah dengan kelakuan daddynya yang selingkuh dari mommy nya.
Johan merasa seperti di tusuk ribuan pisau saat mendengar perkataan Jesslyn yang seperti itu, karna semua yang di katakan putrinya adalah benar, sekali-kalinya dia datang ke sekolah Jesslyn hanya saat hari pertama putrinya masuk sekolah, itupun karna saat itu Yana sedang menunggui Mamanya yang sedang sakit karna Papanya sedang ke luar negeri untuk urusan yang enggak bisa di tunda, setelah itu dia tidak pernah lagi datang ke sekolah Jesslyn dan baru hari ini dia datang lagi, dan itu pun karna dia ada maksud pada putrinya itu, Johan mencoba untuk tetap tersenyum mendengar perkataan Jesslyn karna dia ga mau kalau putrinya malah pergi pulang dengan supirnya.
"Daddy tau daddy salah karna ga pernah sempat jemput adek, itukan karna daddy sibuk di kantor" Johan memberanikan alasan yang sekiranya masuk akal.
"Jemput ga sempat! tapi buat selingkuh sempat!" Gerutu Jesslyn dalam hati.
"Tapi hari ini daddy mau jalan-jalan sama anak daddy ini, adek mau kan?" Johan merayu putrinya.
"Emang daddy mau ngajak jalan ke mana?" Jesslyn langsung bertanya, sebenarnya mau bilang tumben lagi tapi males karna pasti akan banyak alasan lagi seperti tadi.
"Terserah adek mau kemana? daddy pasti turuti" Johan tersenyum lebar sambil Johan berjalan ke arah parkiran dimana mobilnya berada dan tersenyum kepada guru-guru yang berpapasan di jalan.
"Nanti kalau adek di jemput gimana?" Jesslyn mengingat kan kalau dia selalu di jemput supir.
"Emang siapa yang jemput adek?" Johan berdiri di depan mobilnya begitupun dengan Jesslyn.
"Pak Slamet" Jesslyn menyebutkan nama supirnya.
"Ya udah biar daddy yang telpon supaya Pak Slamet ga usah jemput adek.
__ADS_1
"Oke" Jesslyn mengiyakan perkataan daddynya karna males berdebat lebih lama lagi, lalu keduanya masuk ke dalam mobil dan Johan segera melajukan mobilnya keluar meninggalkan sekolah Jesslyn.
****
Johan mengajak putrinya membeli beberapa barang yang di inginkan, awalnya Jesslyn selalu menolak tapi Johan tetap memaksa ingin membelikan putrinya itu dengan alasan sudah lama tidak membeli kan putrinya itu, akhirnya Jesslyn membeli beberapa barang, bahkan Johan mentransfer uang jajan untuk putrinya dengan jumlah yang woow..
(cara keren nyogok anak hahaha..)
Selesai berbelanja Johan mengajak putrinya ke restoran Korea karna dia tau kalau putrinya sangat menyukai makanan Korea, kedua nya sudah mendapatkan meja karna memang bukan hari libur jadi pengunjung tidak begitu rame, dan pesanan mereka sudah tersedia di depan mereka memenuhi meja mereka.
"Adek, kabar mommy gimana?" Johan bertanya di sela-sela menikmati makanan yang ada di mereka.
"Mommy sehat" Jesslyn menjawab singkat karna sangat focus dengan makanan favourite nya ini.
"Mommy ada cerita ga kalau mommy mau pisah sama daddy?" Johan memasukan potongan seafood ke dalam mulutnya.
Jesslyn terlihat terdiam seperti sedang berpikir.
"Sepertinya pernah adek lupa" Jesslyn menjawab seadanya.
"Ga ada anak yang mau ngeliat orangtuanya berpisah dad, tapiiii kalau itu demi kebaikan ga ada salahnya" Jesslyn menjawab dengan santai.
"Memang adek ga malu di bilang anak broken home?" Johan masih ingin mendengar jawaban putrinya itu.
(daripada di bilang anak tukang selingkuh! batin Jesslyn)
Melihat putrinya terdiam Johan berpikir kalau apa yang dia katakan sangat mengena di hati putrinya, dan sepertinya ini saat yang pas untuk mengatakan maksudnya.
"Adek, daddy boleh minta tolong?" Johan memegang tangan Jesslyn.
Jesslyn hanya menatap wajah Daddynya itu sesaat lalu kembali focus dengan makanannya.
"Daddy mau minta tolong sama Adek, Adek ngomong ke mommy agar mommy membatalkan niatnya untuk berpisah sama daddy, daddy ga mau pisah sama mommy sayang, karna daddy masih sangat sayang sama mommy, Adek bilang kalau adek ga mau mommy sama daddy berpisah" Johan menyampaikan maksud sebenarnya dia menemui putrinya itu.
__ADS_1
Jesslyn pun paham, ternyata Daddynya itu tumben-tumbenan datang ke sekolahnya dan mengajaknya shopping barang-barang yang mahal dan memberikannya uang dengan jumlah yang jauh dari biasanya ternyata ini maksudnya.
"Gimana sayang? Adek maukan ngomong ke mommy supaya batalin niat mommy buat pisah sama daddy?" Johan bertanya dan sangat ingin mendengar jawaban dari putrinya itu.
"Ya nanti adek ngomong ke mommy, (tapi ga janji) batin Jesslyn.
"Terus gimana dengan perempuan yang sama daddy?" Jesslyn ingin mendengar jawaban dari Daddynya itu.
"Da daddy akan meninggalkan nya" Johan menjawab dengan sedikit gugup karna dia tidak berpikir kalau putrinya akan bertanya seperti itu.
(Ketauan banget bohongnya, kalau emang mau ninggalin kenapa jawabnya harus gugup) batin Jesslyn lagi.
"Baguslah kalau daddy mau ninggalin perempuan itu" Jesslyn menjawab dengan cuek.
keduanya melanjutkan menikmati makanan yang ada di depan mereka dan hanya sesekali berbicara, karna Jesslyn lagi males ngomong dan Johan sendiri bingung mau ngomong apa kalau putrinya udah diam kayak gini, sifat putrinya sangat mirip istrinya atau bahkan hampir seperti mertua lelakinya yang susah di ajak bicara kalau sedang tidak ingin.
****
Johan mengantarkan putrinya saat hari mulai petang, Johan menghentikan mobilnya di depan pintu utama Mansion mertuanya dan memberanikan diri untuk mengantar putrinya itu sampe ke depan pintu dan ternyata ada mertua lelakinya sedang berjalan dari arah taman yang ada di samping Mansion tersebut.
"Opa" Jesslyn mencium pipi Opanya itu dan langsung berjalan masuk ke dalam mansion.
Johan mencoba untuk tersenyum ke arah mertuanya itu, walau mertuanya memasang wajah yang sangat datar, selalu dengan wajah seperti itu.
"Pa" Johan mencoba menyapa mertuanya itu.
"Pergilah, kau tidak pernah di harapkan di tempat ini!" Hadi berkata dengan penuh penekanan di dalam suaranya dan tidak memandang wajah Johan sama sekali.
"Saya permisi Pa" Johan menahan rasa dongkolnya kepada mertuanya itu dan berjalan menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya, Hadi bahkan sudah berjalan masuk ke dalam mansionnya sebelum Johan pergi dari sana, bahkan untuk tamunya Hadi selalu mengantar sampe mobil tamunya menghilang di gerbang mansionnya.
Jesslyn yang sudah berada di dalam mansion berjalan menuju kamarnya di lantai dua karna merasa badannya sudah sangat lengket, sementara terlihat di ruang makan Oma dan Mommy nya sedang menyiapkan makan malam seperti biasa jika sudah jam segini,Yana hanya memandang sekilas ke arah putrinya yang sedang berjalan dengan tas belanjaan yang begitu banyak di tangan putrinya itu, Yana sedikit surprise dan bertanya dalam hati, apa putrinya yang membeli semua itu, kalau putrinya dia ga kaget, tapi kalau itu semua yang membeli adalah Johan jujur dia surprise, karna itu hal yang tidak pernah di lakukan oleh pria itu selama mereka memiliki anak, selalu dirinya yang turun tangan jika menyangkut masalah keperluan putrinya, dari baju juga hal lainnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
have fun reading guys, like if you like