
Akhirnya hari yang di nantikan oleh Jesslyn tiba juga, selesai subuh Jesslyn and the genk sudah bersiap dengan koper-koper kecil mereka yang berisikan segala perlengkapan mereka dan Yana juga sudah terlihat rapi dengan setelan casualnya dan tidak lupa memakai jacket karna memang hari masih lumayan dingin, dan yang mereka tujupun adalah kota dengan cuacanya jika menjelang sore pasti berada di bawah 16dc, begitupun dengan Jesslyn dan teman-teman nya mereka juga tidak lupa dengan jacket mereka, setelah memasukan semua koper ke bagasi mobil mereka semua masuk ke dalam mobil, dan setelah merasa semua ok dan ga ada yang tertinggal Yana meminta Pak Slamet untuk menjalankan mobilnya, Pak Slamet menganggukan kepalanya menuruti perintah Nyonyah besar nya dan setelah membaca doa Pak Slamet menstater mobil Van mewah tersebut dan perlahan mobil tersebut Bergerak meninggalkan halaman rumah Yana memecah kesunyian pagi buta ini karna kalau mau ke Bandung tanpa terkena macet parah memang harus berjalan sepagi ini dan jika di mungkinkan bahkan harus berjalan pada malam hari, dan saat Pak Slamet sedang focus mengendarai mobilnya semua manusia yang ada di dalam mobil tersebut terlihat memejamkan mata mereka dan terbuai ke dalam mimpi mereka, untungnya Pak Slamet sudah di suruh istirahat lebih awal agar tidak mengantuk saat menyetir mobil di jam segini.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Matahari mulai terlihat meninggi di bawah langit yang terlihat biru walau sebenarnya kalau dari ilmu IPA yang di pelajari sudah di jelaskan kalau warna biru di langit adalah pantulan dari air laut yang terbentang sangat luas dan kenapa birunya bisa terlihat seperti merata, padahal luas laut tidak sampai sepertiga luas bumi, itu di karenakan sinar dari Matahari yang sangat kuat membuat warna biru air laut seakan memenuhi seluruh permukaan langit dan kalau kita menyadari saat gerhana Bulan atau ada bencana Alam yang mampu menutup Matahari apa langit masih terlihat biru? tidak kan, dan saat malam hari pun warna biru di langit tidak terlalu terlihat, ya itu di karenakan sinar Matahari sudah berpindah ke bagian lain dari bumi, makanya di pastikan kalau warna biru pada langit adalah pantulan dari air laut yang terkena sinar Matahari.
Mobil yang di kemudikan Pak Slamet mulai memasuki kawasan Lembang dan mulai terasa udara yang sangat dingin ala ala cuaca di beberapa negara bagian America dan negara Eropa yang selalu merasakan cuaca dingin walau Matahari bersinar terang, mobil yang berisikan rombongan Yana makin masuk ke daerah pedalaman masih lumayan jauh karna dulu Yana memang sengaja memilih lokasi yang lebih ke dalam agar tidak terlalu terpengaruh jika ada perubahan di wilayah Lembang ini, karna memang makin ke sini makin banyak yang ingin memiliki property di daerah Lembang baik untuk pribadi atau menjadikan sebuah usaha karna memang prospek yang sangat bagus jika mempunyai usaha di daerah Lembang untuk orang-orang kota yang liburan bahkan Yana pun mempunyai hotel bintang empat di kawasan Lembang karna sangat tidak mungkin jika harus membuat hotel bintang lima karna belum banyak turis asing yang datang ke daerah ini, jadi bisa di bilang yang datang ke daerah Lembang hampir seratus persennya turis lokal semua, setalah hampir tigapuluh menit di daerah Lembang akhirnya mobil yang di kendarain Pak Slamet masuki satu halaman luas sebuah Villa mewah, terlihat seorang security mendekati mobil Yana dan memberi hormat dengan cara membukukan sedikit tubuhnya sebagai ucapan selamat datang kepada Nyonyah nya itu saat Yana keluar dari dalam mobil dan di susul oleh empat orang gadis-gadia kecil.
" Pak Ujang, tolong bantu Pak Slamet bawain koper anak-anak ya" Ujar Yana kepada security di depannya yang bernama Ujang.
" Baik Nyah" Pak Ujang menganggukan kepalanya lalu berjalan ke bagasi mobil dan membantu Pak Slamet yang sudah lebih dulu menurunkan koper-koper yang ada, lalu mereka berbagi koper, masing-masing membawa dua koper menuju Villa dan meletakan koper-koper yang ada di ruang tamu Villa tersebut dan mereka langsung pamit undur diri untuk melanjutkan tugas-tugas mereka.
" Pak Slamet, Bapak langsung istirahat ya" Yana meminta Pak Slamet untuk istirahat karma sudah membawa mobil hampir Lima jam penuh dan hanya sekali mereka berhenti untuk sarapan.
" Baik Nyah" Pak Slamet menganggukan kepalanya menuruti perintah Nyonyah nya itu sebelum melanjutkan langkahnya kembali ke mobil.
Seorang ART keluar dari bagian belakang Villa mendekati Yana dan yang lain yang masih berdiri di ruang tamu.
" Maaf Nyonyah saya baru dari kamar mandi jadi ga tau kalau Nyonyah dan Nona Jesslyn datang" Ujar Mbok Sarti yang sudah bekerja dengan Yana sejak Jesslyn berumur lima tahun.
__ADS_1
" Ga pa pa Mbok, saya juga baru nyampe, Mbok siapkan aja makanan buat anak-anak kalau bisa yang berkuah seperti sop-sop,an kalau ada sop iga atau sop buntut ya Mbok" Yana sedikit request tentang apa yang ingin mereka makan.
" Baik Nyah" Mbok Sarti kembali berjalan ke belakang untuk melaksakan apa yang di perintah Nyonyah nya kepada dirinya.
" Anak-anak, kalian mau satu kamar atau sendiri-sendiri?" Tanya Yana kepada ke empat gadis kecil yang ada di depannya ini.
" Kita satu kamar aja Tante biar rame" Ujar Michelle mewakili teman-temannya.
" Ya udah kalau itu kemauan kalian, sayang kamu ajak teman-teman kamu ke kamar" Yana meminta putrinya untuk mengajak teman-teman putrinya ke kamar putrinya yang berada di lantai dua.
"Ayo genks" Jesslyn menarik kopernya di ikuti oleh ketiga sahabatnya dan berjalan ke menuju tangga ke lantai dua dan Yana juga berjalan ke lantai dua kerna harus mengambil bajunya yang berada di koper putrinya itu.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Tok tok tok" Yana mengetuk pintu kamar.
" Siapa ya?" Terdengar suara perempuan dari dalam dan Yana tau kalau itu bukan suara putrinya.
" Anak-anak ayo pada turun, udah waktunya makan siang" Yana memberitaukan kalau waktu makan siang sudah tiba.
__ADS_1
" Iya Tante" Terdengar kembali suara perempuan menjawab perkataan Yana.
Yana berjalan dan menuruni anak tangga dan berjalan ke arah ruang makan dan Yana melihat kalau makanan sudah tertata rapi dan tidak ketinggalan ada juga buah-buah segar yang tersusun rapi di keranjang khusus untuk buah.
" Mbok ini udah selesai semua?" Tanya Yana sambil memperhatikan makanan yang ada di meja makan, ada sop iga dengan campuran kentang dan wortel, ada juga beberapa potong benek bakar cabe hijau, ya itu adalah makanan favourite Jesslyn, dan ada juga perkedel kentang sebagai pelengkap.
" Sudah Nyah, apa ada tambahan lagi Nyan?" Tanya Mbok Sarti memandang wajah Yana.
" Cukup Mbok, sayang kalau ga habis" Yana tersenyum ke arah Mbok Sarti.
Dari atas terlihat empat orang gadis berlarian menuruni anak tangga dan langsung menuju ruang makan.
" Hei, jangan lari-larian, kalian ini seperti anak kecil saja" Yana menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah empat orang gadis kecil di depannya itu.
" Iya Mom" Jesslyn tersenyum dan memeluk Mommynya itu untuk merayu Mommynya agar tidak marah, walau Jesslyn tau kalau Mommy nya itu ga akan marah pada dirinya apalagi marah pada teman-temannya.
" Udah kalian duduk kita makan, setelah itu terserah kalian mau ngapain asal jangan macem-macem" Yana mengajak semuanya untuk mulai makan dan sedikit mengingatkan.
Semuanya duduk mengisi kursi-kursi yang ada, Yana mengambilkan nasi ke piring Jesslyn, Tyara, Gita juga Michelle dan ke piringnya sendiri, lalu masing-masing mengambil lauk yang mereka inginkan dan mulai menyuapkan ke mulut mereka masing-masing menikmati lezadnya hasil masakan Mbok Sarti yang memang sangat jago Dalam urusan masak memasak dan acara makan siang ini benar-benar terlihat khusyuk karna tidak ada yang bersuara saking menikmati makanan yang ada depan mereka dan tidak sampe tiga puluh menit semua makanan yang ada di meja hampir habis dari tempatnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
GUY'S MAKASIH UDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA, TINGGALKAN LIKE AND KOMEN YA, VOTE JUGA YA BIAR SEMANGAT UPNYA 🙏🙏 🙏 SEMOGA KALIAN SUKA CERITANYA