
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Ga terasa hari ini weekend dan harinya Anya untuk bersama dengan kedua adiknya, setelah selesai sarapan bersama, Anya berjalan ke ruang keluarga untuk mengambil tas yang biasa dia pake, dia masih ga enak untuk memakai tas branded pemberian Marsha, karna pasti akan jadi omongan di campus , mungkin kalau di restoran nya itu tidak jadi masalah, karna karyawan nya cukup tau berapa income restoran mereka dalam sehari, tapi buat teman-teman kampus nya yang tidak tau, pasti bakal jadi bahan omongan, bahkan dengan Sandra yang lumayan akrab dengan dia Anya masih belum mengatakan kalau dia memiliki usaha restoran, karna kalau melihat bangunan restoran nya pasti siapapun akan bertanya, modal dari mana bisa buka restoran mewah dan complete seperti itu, dan itulah yang sangat sulit untuk Anya jawab.
Bian dan Marsha masih duduk di depan meja makan dan masih menikmati breakfast mereka.
"Honey apa ga terlalu pagi kamu ke sananya?" Bian terlihat sedikit keberatan melihat Anya yang ingin pergi sepagi ini ke apartment dimana adik-adik Anya tinggal.
"Jangan curang Bi, kita udah sepakat tentang ini" Anya tidak ingin termakan rayuan Bian yang menginginkan dia pergi lebih siang atau sedikit sore.
"Where is she going?" Marsha bertanya karna melihat Anya yang sudah rapi dan mau langsung pergi begitu dia selesai dengan breakfast nya.
"Setiap weekend Anya selalu bersama adik-adiknya selama dua hari" Bian menjawab pertanyaan Marsha.
"Aku ikut dong, Anya, kamu tunggu sebentar, jangan pergi, aku mau ganti baju sebentar" Marsha berdiri dari tempat duduknya dan langsung meletakan garpu dan pisau yang dia pegang, dan berlari ke arah lift, sementara Bian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat selakuan adiknya itu yang terkadang masih seperti anak kecil, padahal umurnya sudah mau duapuluh enam.
"Kamu ada rencana kemana sama Micca dan Rio?" Bian menyelesaikan breakfast nya dan memandang ke arah Anya yang sekarang dengan posisi duduk di depan nya karna harus menunggu Marsha yang mungkin sekarang sudah berada di dalam kamar nya.
__ADS_1
"Udah semingguan ini mereka sangat ingin ke taman safari, karna terakhir mereka ke sana, itu waktu Rio berumur tujuh tahunya" Anya memberitaukan rencana mereka weekend ini.
"Kalau begitu aku akan minta pak Agung untuk nyupirin kalian ke sana dan sekaligus menjaga kalian di sana" Bian langsung mengambil keputusan dan Anya tidak membantah sama sekali, karna percuma juga, tetap ujung-ujungnya dia harus ngikuti perkataan Bian.
Marsha berjalan keluar dari dalam lift dan langsung mendekati Anya dan Bian.
"Ok I'm ready" Marsha yang sudah terlihat rapi dan cantik dengan tas branded di tangannya, kalau di hitung-hitung semua yang ada di tubuh Marsha itu mendekati Empat milliard.
"Ya udah Bi aku jalan ya?" Anya pamit ke Bian.
Agung dan security yang melihat kedatangan Tuan besar mereka, mereka langsung berdiri dan menundukan tubuh mereka ke arah ketiga majikan mereka, Agung yang melihat nonanya sudah rapi langsung paham kalau nonanya mau pergi dan bersiap untuk mengambil mobil di ruangan baseman.
"Permisi Tuan, nona berdua, saya mau ambil mobil" Agung permisi undur diri untuk mengambil mobil.
"Pak Agung, tunggu sebentar" Bian langsung menahan Agung agar tidak pergi.
"Iya Tuan" Agung menahan langkahnya.
__ADS_1
"Pergi nya pake mobil Nona Anya saja, dan nanti Pak Agung ikut pergi dengan mereka untuk berlibur, Pak Agung jaga mereka jangan sampe terjadi apa-apa, dan setelah itu baru Pak Agung pulang lagi ke sini untuk ambil mobil dan jemput nona Marsha" Bian beekata menjelaskan tugas yang harus di lakukan Agung hari ini, lalu Bian mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan kepada Agung.
"Ini untuk nanti Pak Agung naik taksi ke sini untuk ambil mobil buat jemput nona Marsha" Bian menjelaskan kegunaan uang yang dia berikan.
"Baik Tuan, saya akan melaksanakan tugas yang Tuan kasih, saya permisi mau ambil mobil" Agung tersenyum kecil karna tidak menyangkah akan mendapat rejeki nomplok pagi-pagi begini. dan tidak butuh lama terlihat mobil berwarna maroon melaju pelan ke arah dimana Bian dan yang lain berdiri dan berhenti tepat di depan ketiganya, dan terlihat Agung keluar dari dalam mobil dan segera membukakan pintu mobil bagian belakang untuk kedua nonanya.
(kalau ada yang nanya kapan ngasih kunci mobil Anya ke driver nya? semua mobil Bian kuncinya selalu tergantung di tempatnya ga pernah di cabut, tapi ga akan ada yang berani buat ngambil juga( yang kerja sama Bian maksudnya) karna mereka tau resikonya kalau ketahuan mencuri dari Bian, lagian semua mobil Bian ada alat pelacak nya, jadi percuma di bawa kabur, pasti bakal ketauan di bawa kemana juga)
"Bi, aku pergi ya" Anya pamit ke Bian dan berjalan ke arah mobilnya" dan memang ga ada adegan cium cium pipi karna Anya ga mau sampe ada pertanyaan yang aneh-aneh dari orang yang melihat, dan Bian tidak mempermasalkan hal tersebut, sementara Marsha yang merasa sedikit aneh dengan sikap Anya yang pergi tanpa ada adegan perpisahan apapun selain kata pamit dan Marsha memandang dengan penuh pertanyaan ke arah Bian dan Bian hanya mengangkat bahunya dengan senyum santai di bibirnya.
"Lex, aku pergi" Marsha mencium pipi Bian dan berjalan menuju mobil yang sudah ada Anya di dalam nya, Marsha masuk dari pintu yang sama dan duduk di samping Anya, Agung segera menutup pintu mobil tersebut dan membungkukan tubuhnya ke arah Bian sebelum bejalan ke pintu mobil dimana dia harus duduk(di belakang setir).
Bian memandang mobil yang membawa kedua perempuan yang sangat dia sayangi sampe mobil itu menjauh, karna jarak pintu utama ke pintu gerbang lumayan jauh, setelah mobil yang membawa Anya dan Marsha menjauh, Bian berjalan masuk ke dalam Mansion nya.
BERSAMBUNG
like and comment, tapi jangan comment next
__ADS_1