PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 102


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bian, Anya dan Marsha sedang duduk di ruang keluarga, mereka sibuk dengan smartphone masing-masing, Bian yang sedang mengurus bisnisnya, Anya yang sedang memesan bahan-bahan masakan untuk di restorannya juga mengecek stok minuman dan cemilan untuk. cafenya, untungnya menjual cemian di cafe, kacang kulit ukuran 500gr bisa di hargain tiga kali lipat harga di supermarket, dan Marsha sedang asyik chatting dengan sahabat nya yang ada di Paris.


"Lex" Marsha memecah keheningan yang ada.


"What?" Bian menatap sekilas ke arah Marsha.


"Besok aku mau ke Paris ketemu Angelle" Marsha memberitaukan rencananya besok.


"Terus? tumben kamu ngomong, biasanya main pergi aja" Bian merasa aneh dengan ucapan Marsha yang pamit pada dirinya.


"Not like that" Marsha merasa jengah dengan sikap sepupunya itu.


"So??" Bian masih tetap focus dengan smartphone nya.


"Look at me" Marsha meminta Alex untuk melihat dirinya yang sedang bicara dengan serius.


Bian menunda kegiatannya dengan smartphone nya dan melihat serius ke arah Marsha, sementara Anya masih tetap serius dengan kegiatannya bersama smartphone nya, tapi dia mendengar semua yang di bicarakan kedua kakak beradik ini.


"Besok kan kau akan pergi dengan Bianca dan kedua adiknya Anya, dan aku tanya Anya apa dia ikut denganmu pergi mancing, tapi kata Anya dia ga ikut karna dia belum pernah pergi mancing dia takut bosan, jadi aku mau bilang ke kamu, aku mau ajak dia untuk ikut ke Paris karna aku mau ketemu Angelle, selagi masih di Perancis aku niatkan untuk bertemu dengan teman-teman ku" Marsha menjelaskan maksud dia mengatakan apa yang mau dia lakukan.


Bian menatap ke arah Anya yang masih sibuk dengan smartphone nya.

__ADS_1


"Honey" Bian memutus keasyikan Anya, Anya yang mengerti panggilan itu untuk siapa langsung melihat ke arah Bian.


"Benar kamu ga mau ikut mancing?" Bian mengulang apa yang di katakan Marsha barusan.


"Bukan aku ga mau ikut, aku cuma takut nanti di saat kamu dan yang lain sedang asyik mancing terus akunya bored, aku ga mau merusak kesenangan anak kamu dan yang lain" Anya menjelaskan alasannya kenapa memilih untuk tidak ikut acara mancing Bian besok pagi.


Bian terlihat berpikir mendengar alasan Anya untuk tidak ikut bersamanya, dia juga ga bisa egois karna harus memaksakan kehendaknya agar Anya mau menemani nya memancing, walau sebenarnya dia berharap Anya mau ikut, karna pasti akan membuat dia lebih semangat dalam mancing besok, tapi dia tidak bisa hanya memikirkan kesenangan nya saja dan dia selalu menghindari untuk memaksa Anya agar mengikuti keinginan nya.


"Baiklah, kamu bisa ikut dengan Marsha" Bian mengijinkan Anya untuk pergi dengan Marsha.


"Terus kalian mau pake speedboat yang mana?" Karna Bian mempunyai dua speedboat, satu yacht mewah yang hanya khusus untuk keluarga Bian, dan satunya speedboat biasa tapi tetap bisa di bilang mewah, itu untuk orang-orang yang menyewa villa yang satunya.


"Kami pake speedboat yang biasa aja" Marsha memutuskan untuk memakai speedboat yang biasa.


Pembicaraan ketiganya ternyata sedang di dengarkan dengan serius oleh Kimberly yang berada di luar ruang keluarga, setelah mendengarkan semua pembicaraan Kimberly segera mengirimkan pesan kepada seseorang melalui smartphone nya, selesai mengirim pesan terlihat senyum sinis di bibir Kimberly.


'Waktu mu sudah selesai *****!" Kimberly berguman lirih tapi penuh penekanan.


****


Pagi-pagi Bian bersama Dino dan ketiga anak kecil yang tidak lain adalah Bianca,Rio dan Micca, mereka sudah rapi dengan pakaian santai dan segala bekal yang akan mereka bawa, karna mereka akan pergi ke tengah laut jadi ga akan ada kang siomay, kang bakso , kang cimol, dan lain lain, setelah yakin semua sudah siap, Bian meminta semua anak-anak untuk masuk ke dalam yacht dan Anya mengantar kedua adiknya.


"Jangan nakal, jangan berdiri di pinggir kapal nanti kalian jatuh ke laut kakak ga bisa tanpa kalian, nurut sama kak Bian, kakak percaya kalian adik-adik kakak yang pintar" Anya mencium kedua adiknya.

__ADS_1


"Ucapkan selamat tinggal pada adikmu!" Guman Kimberly yang melihat adegan perpisahan yang menurut nya sangat berlebihan. Kimberly sengaja ikut karna dia ga mau memberi kesempatan untuk Pria yang dia cintai bersama perempuan miskin yang ga selevel dengan dia.


Dino berjalan mengikuti langkah Tuannya yang sudah berjalan ke arah yacht nya, Bian membalikan tubuhnya melihat ke arah Anya dan melihat ke arah Marsha dengan tatapan penuh kata-kata agar Marsha menjaga wanitanya, Marsha tersenyum dengan yakin sebagai jawaban dari tatapan Alex padanya, setelah semua yang ikut dengan. Bian masuk ke dalam yacht perlahan kapten kapan mulai menghidupkan mesin kapal dan tedengar suara mesin yang sangat halus dan perlahan yacht super mewah itu bergerak meninggalkan dermaga kecil tersebut, setelah yacht tersebut mulai menjauh, Kimberly langsung masuk ke mobilnya dan tancap gas meninggalkan dermaga tersebut, begitupun dengan Anya dan Marsha yang berada dalam satu mobil, mobil yang mereka gunakan bergerak dengan cepat meninggalkan tempat itu.


****


Siang harinya Marsha dan Anya sudah tiba di Paris dengan speedboat mereka, dan mereka langsung menuju taxi yang memang banyak berlalu lalang si sekitar dermaga tersebut, Marsha menyebutkan nama cafe di mana menara Eiffel berada dan tanpa di sadari Marsha dan Anya ada sebuah van hitam terus mengikuti taxi yang mereka tumpangi, setelah hampir setengah jam taxi yang mereka tumpangi berhenti di dekat lampu merah yang berada tidak jauh dari cafe yang mereka tuju, karna taxi memang tidak berhenti sembarangan, Marsha dan Anya keluar dari dalam taxi dan segera berjalan menyebrang jalan saat lampu masih berwarna merah, dan berjalan menuju cafe yang mereka maksud, dan terlihat seorang perempuan cantik dengan duduk sambil menatap ke menara Eiffel yang terlihat sangat jelas puncaknya.


"Hai babe" Marsha langsung menyapa perempuan yang masih memandang ke arah menara Eiffel, mendengar suara yang dia kenal perempuan itu mengalihkan pandangannya ke kiri dan tersenyum lebar saat melihat wajah dari pemilik suara itu.


"Honey" Perempuan itu berdiri dan langsung memeluk Marsha dan saling memberikan ciuman di pipi satu sama lain.


"Sorry kita telat" Marsha menatap perempuan itu dengan tatapan minta maaf.


"Ist ok honey" perempuan itu tertawa kecil dengan sikap Marsha yang selalu merasa tidak enak jika terlambat datang ke acara yang sudah dia janjikan.


"Kenalin ini Anya, da teman aku selama aku di Indonesia" Marsha memperkenalkan Anya kepada perempuan itu, Anya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Angelle, panggil aja Elle" Elle menyambut uluran tangan Anya.


""Elle ini sahabat aku sejak kita masih high school" Marsha memperkenalkan siapa Elle.


BERSAMBUNG

__ADS_1


like ya guy's


__ADS_2