
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Karna hari masih pagi dan weekend juga jadi jalanan ibu kota lumayan sepi walau siang dan sorenya sama aja seperti hari kerja biasa(macet....)
Anya sampe di apartment dimana adik-adik nya tinggal, Agung segera membukakan pintu mobil untuk kedua nonanya, dan Anya juga Marsha keluar dari dalam mobil.
"Pak Agung, tunggu sebentar ya" Anya meminta Pak Agung untuk menunggu.
"Baik Nona" Agung menganggukan kepalanya.
Anya mengajak Marsha berjalan masuk ke dalam gedung apartment dan menuju lift, pintu lift terbuka dan keduanya masuk ke lift, Anya menekan tombol angka duapuluh tujuh dimana itu adalah lantai tempat kedua adiknya tinggal, sementara Marsha melihat apartment untuk adik-adik Anya tinggal lumayan mewah, karna di bandingkan dengan apartment Alex dan apartment ini tidak ada apa-apa nya, kalau dia menebak pasti ini juga keinginan Anya yang tidak ingin di belikan apartment mewah, Marsha merasa Alex sangat beruntung karna bertemu perempuan yang tidak gila kemewahan seperti Anya, karna di new york saja, setiap Alex jalan dengan perempuan, pasti Alex akan keluar uang dalam jumlah besar untuk membelikan perempuan itu perhiasan atau sekedar dinner di tempat mewah, sedangkan bersama Anya, Marsha belum pernah selama satu bulan ini melihat mereka ngedate di hotel mewah di kota ini atau pergi ke luar kota, Anya pasti lebih suka memasak sendiri di rumah.
"Ting" suara sebagai tanda kalau mereka sudah sampe di lantai yang mereka tuju, pintu lift terbuka otomatis dan keduanya melangkah keluar dari dalam lift, Anya berjalan ke arah kiri menuju unit apartment dimana adik-adik nya tinggal, dan hanya butuh waktu lima menit mereka sampe di unit apartment dengan nomer 0327, Anya menekan password untuk membuka pintu apartment tersebut, dan pintu apartment tersebut langsung terbuka, Anya dan Marsha berjalan masuk ke dalam dan suasana terlihat sepi hanya terdengar suara televisi di ruang keluarga sedang menayangkan film kartoon, Anya sengaja hanya memasang cannel TV cable dengan acara anak-anak, musik dan olahraga, sedangkan cannel lain dia berikan password agar tidak bisa di buka, begitupun dengan smartphone milik kedua adiknya selalu dia pantau apa saja yang di lihat adiknya di YouTube, kalau medsos Micca Anya cukup tau apa saja yang di posting Micca di IG nya dan medsosnya yang lain, dan Anya juga membeli kan Ibu Tuti smartphone agar dia mudah jika ingin berkomunikasi.
Micca dan Rio yang mendengar langkah kaki langsung memandang ke arah datangnya suara dan saat melihat kakak mereka, keduanya langsung berlari dan memeluk tubuh kakak mereka, mereka tau kalau kakak mereka akan pulang pagi ini, karna selalu begitu setiap minggunya.
"Kakak Micca punya pacar di sekolah!" Rio langsung melapor kepada kakaknya.
"Boong kak! ga ada Micca pacaran! orang cuma teman!" Micca langsung membatah dan melotot ke arah Rio yang langsung mengadu pada kakak mereka.
Anya hanya tersenyum mendengar aduan Rio dan bantahan Micca, sebentar lagi Micca lulus SMP dan memang sudah masuk masa buper, wajar sich kalau mulai naksir-naksir gitu, tapi dia tidak akan membahas nya sekarang.
__ADS_1
"Kalian sudah sarapan?" Anya mengalihkan pembicaraan.
"Sudah kak, Bu Tuti bikin nasi goreng kornet" Micca memberitaukan menu sarapan mereka tadi.
Rio memandang perempuan bule yang ada di samping kakaknya dan Anya menyadari itu.
"Ini Nona Marsha, dia adiknya kak Bian" Anya mengenalkan Marsha kepada Micca dan Rio.
Marsha menyalami kedua adik Anya yang ternyata juga cantik dan tampan.
"Apa si tampan ini yang di sukai keponakan ku?" Marsha memandang dengan senyum lebar saat bersalaman dengan Rio.
"Cieeee yang pacaran ama bule...." Micca meledek Rio dan merasa senang bisa membalas adiknya yang tadi sudah mengadu kannya kepada kakak mereka.
"Hai handsome, apa kamu mau menikah dengan keponakan ku?" Marsha langsung bertanya tude point kepada Rio.
"Aku tidak mengenal keponakan kakak" Ujar Rio.
(sebenarnya dalam bahasa inggris, bicara nya I dan you, tapi saya ambil bahasa sopannya Indonesia aja, jadi kakak, karna dalam bahasa inggris tidak ada bahasa panggilan kakak atau adik dalam berbicara, kecuali dalam sebutan, my brother, my sister, my big brother , big sister, young brother, young sister, little sister, little brother, your sister, your brother dan seterusnya)
"Kamu ingat cewe bule? namanya Bianca, anak kak Bian" Marsha menyebutkan nama Bianca dan juga Bian, karna kalau dia sebut Alex, belum tentu Rio tau siapa Alex yang di maksud.
__ADS_1
Rio terdiam mendengar sesaat seperti berpikir saat mendengar nama yang di sebutkan Marsha.
"Owh cewe jutek dan bawel itu" Rio langsung datar saat mengingat nama yang di sebutkan Marsha, anak cewe seumuran Micca yang berebut boneka beruang dengan dirinya.
"Tapi cantik kan, kamu mau menikah dengan dia?" Marsha mengulang pertanyaan nya.
Rio tidak menjawab pertanyaan Marsha dan memilih berjalan kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan menonton TV, Marsha cuma tersenyum melihat perubahan wajah Rio saat mendengar nama Bianca, Marsha berpikir pasti akan lucu kalau keduanya sering bertemu, pasti seperti Tom and Jerry yang selalu ribut jika berdekatan dan selalu mencari jika berjauhan, begitulah yang dia lihat, Bianca sering membicarakan tentang cowo yang menurut keponakan nya itu menyebalkan, yang tidak mau mengalah dengan perempuan. sementara Rio ternyata masih mengingat Bianca dengan julukan cewe menyebalkan dan bawel.
"Micca, Rio, kalian berhenti nontonnya, ganti baju kalian, kita mau ke taman safari, kalian mau pergi ga?" Anya mengatakan rencana liburan mereka hari ini.
"Mau kak mau..." Micca dan Rio langsung berdiri dan berlari ke dalam kamar mereka untuk mengganti pakaian mereka.
"Itulah adik-adik ku" Anya tersenyum ke arah Marsha.
"Adik-adik kamu cantik dan tampan dan mereka juga menyenangkan" Marsha mendudukan bokongnya di sofa.
"Mereka lah tujuan hidupku, apapun yang aku lakukan, itu semua demi masa depan mereka, aku ke dalam sebentar, mau nemuin pengasuh mereka supaya bersiap, kalau kamu haus ambil sendiri di lemari es ya" Anya pamit untuk masuk ke bagian dalam apartment, Marsha menganggukan kepalanya, Marsha memandang ke sekeliling ruangan dan melihat banyak photo di atas nakas dan beberapa photo dengan ukuran sedang tergantung di dinding apartment, ada photo sepasang orangtua dengan perawakan yang masih muda, yang perempuan sangat cantik dan yang lelaki tampan dan seperti nya bukan Indonesia asli , ada wajah campurannya. kalau di lihat dari photo nya seperti photo lama, pasti ini photo kedua orangtua Anya, pantas Anya dan kedua adiknya cantik dan tampan, ternyata orangtua mereka juga sangat cantik dan tampan.
BERSAMBUNG
like ya guy's
__ADS_1