
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Dino, gimana kinerja nona Irene setelah dia bergabung di perusahaan?" Bian bertanya tentang Irene, perempuan yang membantu dirinya untuk menemukan keberadaan Anya saat di culik.
"Kinerjanya sangat bagus Mr, dengan pengetahuannya tentang hukum sepertinya sangat membantu dengan jabatannya sebagai manager keuangan menggantikan tuan Jacob Mr " Dino menjelaskan apa yang dia ketahui tentunya dari laporan Daniel yang menjabat sebagai wakil CEO.
"Baguslah kalau begitu, berarti saya tidak salah memberikan jabatan tersebut padanya" Bian tersenyum puas setelah mendengar penjelasan Dino.
"Bagaimana denganmu dengan Laura? apa kau menerima perjodohan itu?" Bian sekedar ingin tau perkembangan kabar yang di bawa oleh mommy Dino kalau Dino di jodohkan dengan anak dari teman mommy nya yang sudah tidak mempunyai daddy dan Dino pun terlihat tidak menolak perjodohan tersebut.
"Semua berjalan biasa Mr, Laura baru selesai kuliah dan dia ingin merasakan dunia kerja jadi saya mengijinkannya untuk bekerja, tapi dia maunya bekerja dekat saya dan mommy pun mendukungnya" Dino menjawab pertanyaan bossnya itu.
"Ya sudah kalau begitu tempatkan saja dia di resort yang ada di nusa dua unruk sementara, nanti setelah resort yang di Gianyar selesai kau bisa menempatkan nya di sana, jadi kalian bisa bertemu setiap hari" Bian memberikan solusi.
"Baik Mr thank you" Dino membungkukan badannya ke arah bossnya itu.
****
Dua bulan sudah mereka kembali ke Indonesia dan semuanya kembali seperti semula dengan rutinitasnya masing-masing, Anya yang sekarang tinggal di Mansion Bian, sementara Marsha lebih nyaman tinggal di Apart nya yang baru dia sewa karna dia sudah membeli apart mewah di Bali karna sesuai keinginan Daddynya da harus mengurus semua resort di yang ada di pulau Bali juga Lombok dan itu akan sangat menguras waktunya.
Anya saat ini sedang berada di restoran nya dan dia lebih suka menghabiskan waktu nya di restoran nya dan selalu merasa malas untuk pulang ke Mansion Bian walaupun Bian sering ngejemput dirinya tapi Anya selalu meminta untuk di antarkan ke apart dimana kedua adiknya berada, belakangan mood Anya memang sering berubah-ubah ga jelas tapi Anya ga pernah mau ambil pusing dengan perubahan sikap yang dia alami Anya menganggapnya karna dia terlalu lelah dengan kegiatannya yang semakin sibuk, Bian juga ga bisa berbuat apa-apa dengan perubahan yang terjadi pada Anya walau itu membuat jatahnya berkurang hingga tujuhpuluh persen, dia juga heran sekarang Anya dengan berani menolak saat dia sedang ingin bercinta dan itu bukan hanya sekali duakali tapi sangat sering tapi dia mencoba mengerti dan berpikir kalau Anya mungkin sedang lelah dan membuatnya malas untuk bercinta.
Anya merebahkan tubuhnya di atas ranjang di kamar Micca sedangkan adiknya itu sedang asyik berchat ria dengan teman-temannya, Anya memandang adiknya yang sudah mulai terlihat semakin besar, ya tahun ini Micca memasuki usia empatbelas tahun dan sudah mau masuk sekolah menengah atas dan Rio akan masuk sekolah menengah pertama, Anya menghela nafas panjang, dia sadar harus segera mengakhiri hubungan dengan status ga jelasnya dengan Bian, karna dia ga mau suatu saat adik perempuan nya mengetahui apa yang dia lakukan dan menjadikan nya contoh, lagipula antara dia dan Bian tidak ada perjanjian berapa lama mereka akan dalam hubungan dengan nama sugar baby dan sugar daddy, jadi tidak ada masalah jika dia mengakhiri hubungan mereka, Anya mengelus rambut Micca dan mencium kepala adiknya itu dan apa yang di lakukan Anya membuat Micca berhenti dengan kegiatannya.
"Kakak kenapa?" Micca merubah posisinya menghadap ke arah kakaknya itu.
"Micca, Micca mau kan berjanji sama kakak?" Anya merapikan rambut adiknya yang sedikit berantakan karna Micca yang dari tadi selalu mengganti posisinya.
__ADS_1
"About what?" Micca masih menatap wajah kakaknya itu.
"Micca harus janji ga akan melakukan hal yang akan membuat malu nama Alm/Almh Mama dan Papa"Anya meminta adiknya untuk berjanji.
"Iya Kak, Micca janji ga akan bikin malu kakak apalagi alm/almh Mama dan Papa" Micca berucap dengan mantap.
Anya tersenyum lalu memeluk tubuh adiknya itu dan mencium pucuk kepala Micca.
****
Anya sedang mengendarai mobilnya menuju Mansion Bian, hari sudah pukul lima sore dan dia yakin kalau Bian pasti sudah berada di Mansionnya, dia sudah yakin dengan apa yang dia pikirkan semalaman dan dia merasa memang harus melakukan hal ini sebelum menjadi penyesalan nantinya, setelah berada di jalanan cukup lama akhirnya Anya sampe di Mansion Bian dan security yang mengenali mobil Anya langsung membukakan pintu pagar dan tidak bertanya seperti pada tamu pada umumnya, karna untuk bisa memasuki gerbang Mansion seorang Bian bukanlah hal mudah, Anya tersenyum ke arah security tersebut dan kembali melanjukan mobilnya menuju pintu utama Mansion tersebut, sampe di depan Mansion Anya menghentikan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya lalu keluar dari dalam mobil dan saat seorang bodyguard berniat untuk memindahkan mobil miliknya Anya menolaknya dengan karna dia tidak akan lama berada di Mansion ini dan bodyguard tersebut pun membatalkan niatnya, Anya berjalan menuju pintu utama dan memencet b ell di samping pintu walau dia tau password pintu tersebut tapi dia tidak ingin melakukan nya, tidak lama terlihat pintu di bukan dari dalam dan terlihat Pak Sofyan keluar dari dalam dan menyambut Anya dengan senyum.
"Kenapa harus menekan bell nona? apa nona lupa password nya?" Tanya Pak Sofyan dengan sopan, Anya hanya tersenyum dan melangkah masuk ke dalam Mansion setelah meminta ijin kepada pria separuh baya itu.
"Apa tuan Biannya ada?" Anya menanyakan keberadaan Bian dan ini membuat Pak Sofyan sangat heran, walau Anya belum lama dia kenal tapi biasanya Anya langsung masuk ke mencari keberadaan Bian tapi sekarang kenapa terlihat seperti tamu biasa.
"Bisa tolong panggilkan Pak?" Anya meminta tolong dengan sopan dan ini semakin membuat Pak Sofyan bertambah bingung karna perempuan cantik di depannya ini justru terlihat tidak ada keinginan untuk menemui langsung majikannya.
"Pak, Pak" Anya membuyarkan lamunan pria tua di depan nya ini.
"Ba-baik non, saya akan kasih tau tuan kalau nona ada di sini, silakan duduk non" Pak Sofyan mempersilakan Anya untuk duduk karna sedari tadi Anya hanya berdiri tidak terlihat ada niat untuk duduk makanya Pak Sofyan berinsiatif untuk menyuruh Anya untuk duduk.
"Terima kasih Pak" Anya tersenyum tulus.
"Sebentar saya panggilkan Tuan Bian" Pak Sofyan pamit undur diri dan berjalan menuju lift untuk menemui majikannya yang berada di lantai tiga dan tidak butuh lama Pak Sofyan sudah berada di lantai tiga, dan segera berjalan menuju ruang kerja majikannya karna biasanya sepulang kerja dan membersihkan diri Tuannya itu pasti berada di ruang kerjanya, Pak Sofyan sudah berada di depan pintu ruangan kerja majikannya itu lalu dengan perlahan Pak Sofyan mengetuk pintu ruangan tersebut dan setelah menunggu sesaat terdengar suara dari dalam menyuruh masuk, Pak Sofyan memegang gagang pintu dan membuka pintu tersebut dan melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut, Bian yang melihat kedatangan kepala maidnya sedikit heran karna dia tidak merasa memanggil nya, kalaupun dia memerlukan sesuatu dia hanya melakukan lewat telpon.
"Ada apa Pak?" Bian langsung bertanya tude point maksud kedatangan Pak Sofyan tanpa dia memanggil nya, apa ada tamu penting di Mansionnya karna hanya alasan itu yang bisa membuat Pak Sofyan datang tanpa di panggil.
__ADS_1
"Maaf tuan, di bawah ada nona Anya" Pak Sofyan memberitaukan keberadaan kekasih bossnya itu, dan perkataan Pak Sofyan membuat Bian sedikit bingung, ada Anya di Mansion ini tapi menunggu nya di bawah.
"Suruh saja dia ke atas" Bian sangat senang karna Anya akhirnya menginap juga setelah hampir satu minggu ini Anya selalu pulang ke apart dimana kedua adiknya berada.
"Sudah tuan tapi nona ingin tuan yang turun ke bawah" Pak berkata lebih lanjut.
Bian jadi berpikir di buatnya setelah mendengar perkataan Pak Sofyan, ada apa sampe Anya ingin bertemu di bawah dan tidak ingin naik menemuinya.
"Baiklah" Bian berkata lalu merapikan pekerjaannya.
"Kalau begitu saya permisi tuan" Pak Sofyan membungkukan badannya dan berjalan keluar dari dalam ruang kerja majikannya itu.
Bian bergegas berjalan menuju lift dan langsung masuk dan menekan tombol dengan angka satu dan lift pun meluncur turun.
Di ruang keluarga terlihat Anya sedang memandang sekeliling nya, memang tidak akan bosan jika memandang interior design ruangan di Mansion ini, semuanya tertata dengan apik, keasyikan Anya buyar saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah nya, Anya melihat Bian berjalan dengan senyum di bibirnya Anya pun membalas senyum Bian seadanya.
"Hai honey, kenapa di sini? lebih baik kita ke atas, nanti aku akan minta pak Sofyan untuk mengantar makan malam kita ke atas, kamu pasti belum makankan?" Bian memeluk tubuh Anya dan mengecup bibir Anya, dan berniat mengajak Anya untuk meninggalkan ruangan tersebut tapi terlihat Anya menahan langkah mereka
"Bi, aku mau bicara di sini aja" Anya berujar dengan tatapan serius.
Bian merasa aneh dengan sikap Anya, sikap yang belum pernah dia liat selama mereka bersama.
"Iya honey, kita bicara di atas aja" Bian masih berniat untuk membawa Anya ke kamar mereka.
"Bi, please aku serius mau bicara di sini!" Anya memberi penekanan pada ucapannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
like guys, buat yang mau berbucin ria ada cerita seru judulnya SUAMI JELEK KU, ceritanya di jamin seru, kalau udah baca jangan lupa like dan di favourite kan ya, biar tau saat saya up, up tiap hari guys