PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 053


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mungkin buat kalian ceritanya terlalu monoton, kurang greget ga seperti novel-novel di lapak tetangga, sorry guys, saya bikin cerita hanya ingin sesuai dunia nyata, ga harus di dramatisir kayak sinetron di cannel ikan terbang,, orang Indonesia kebanyakan otaknya sudah di jejalin cerita yang 80% isinya kebohongan, jadi saat si kasih cerita yang sebenarnya mereka suka liat di dunia nyata mereka malah ga suka, bahkan pelakor di dunia sinetron mereka samain dengan pelakor di dunia nyata, masyarakat Indonesia ga tau kalau penulis naskah sinetron Indonesia khusunya sering di tuntut membuat ceria yang super lebay, padahal bertolak belakang dengan keinginan mereka, tapi mau bagaimana lagi dapur mereka dari situ isinya, seperti sinetron yang lagi booming sekarang, realnya mana ada perempuan yang mau di ombang-ambing perasaan nya sama suaminya, ga pernah di sentuh hampir setahun menikah, sedangkan Dalam Islam batasan buat suami adalah tiga bulan paling telat dalam memberi nafkah lahir batin, ke cuali si suami lagi berada jauh di luar rumah, ini tiap malam di rumah tapi istri di biarkan, kalau perempuan normal di dunia pasti udah minggat atau selingkuh, akhirnya efek dari sinetron itu adalah, saat ada istri yang di cuekin suaminya berminggu2 ga di sentuh terus minta cerai akhirnya di samain ama pemeran cewe di sinetron itu, liat noch si A, dia tahan ga di sentuh suaminya hampir setahun, PREETTTT.... jangan nikah kalau ga mau memberikan nafkah batin, emang nafkah lahir bisa bikin klimas si cewe, iya si cewe bisa klimas, selingkuh ama cowo lain dari duit yang di kasih suaminya, Salah siapa Coba, punya laki di depan mata, tapi tiap malam tidur di batasin guling, yang dosa siapa? jadi cerita saya ini benar-benar mendekati dunia nyata, kalau mau yang lebay nonton sinetron aja.


HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁🍁


***


Makanan pesanan Bian dan juga yang lain sudah memenuhi meja makan di hadapan masing-masing yang sesuai dengan selera mereka dan mereka mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dengan sangat lahap, karna semua masakan di restoran ini mengikuti resep yang di buat Anya walau bukan Anya yang menjadi chef di dapur.


Bianca yang duduk berhadapan dengan Rio mau ga mau saat mengankat wajahnya pasti dia akan langsung melihat wajah Rio dan itu sangat menyebalkan buat Bianca, apalagi cara makan Rio yang terlihat sangat teliti dengan apa yang dia makan, buat Bianca Rio seperti sedang menghitung jumlah makanan yang ada di piringnya.


"Daddy, kenapa dia makan seperti robot?!" Bianca berbisik ke kuping Daddynya, Bian yang mendengar bisikan Bianca melihat ke arah Rio karna dia tau kalau putrinya sedang kesal dengan seseorang pasti semua yang di lakukan orang itu akan mendapatkan kritik dari Bianca Bian melihat cara makan Rio yang terkesan dingin dan datar tanpa expressi atas apa yang sedang di makan, Bian memandang ke arah Anya dan memberi kode ke arah Rio, Anya yang melihat kode dari Bian memandang Rio yang berada di sampingnya dan Anya mengangkat bahunya karna dia juga ga ngerti kenapa cara makan adik bungsunya seperti itu, apa yang terjadi antara Anya dan Bian tidak lepas dari perhatian seorang Kimberly, Kimberly semakin yakin ada sesuatu di antara Alex dan perempuan pemilik restoran ini, dia tidak akan membiarkan jika hal itu benar, tidak ada satu perempuan pun yang bisa memiliki Alex selain dirinya, karna dia sudah menunggu Alex sejak lima tahun ini, dan dia tidak mau penantiannya menjadi sia-sia, apalagi jika di sebabkan oleh perempuan yang baru Alex ke nal.

__ADS_1


Acara makan malamnya sudah selesai dan di depan mereka terlihat desert dari yang berat sampe yang ringan, Bian merasa ini waktu yang tepat untuk membicarakan tentang ulang tahun Bianca agar dia ada alasan untuk Anya datang ke pesta keluarga untuk merayakan ulang tahun Bianca yang genap berusia duabelas tahun dan itu tinggal dua hari lagi.


"Sayang kamu mau kue seperti apa untuk ulang tahun mu nanti?" Bian bertanya pada Bianca yang sedang menikmati ice cream nya.


"Daddy, aku mau kue yang berbentuk boneka 🐻" Bianca menyebutkan keinginan nya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita minta nona Anya untuk membuat kan kue seperti yang kamu mau?" Bian sengaja memperjelas setiap ucapannya.


"Pasti bisa, nanti saya akan buatkan yang special untuk Bianca yang cantik" Anya menganggukan kepalanya tanda kalau dia sanggup memenuhi apa yang menjadi keinginan Bianca.


"Sekalian ajak saja mereka supaya Bianca ada teman seumuran di ulang tahun nya nanti, dan ini alamat rumah saya" Bian memberikan sebuah kartu nama kepada Anya, karna memang selama mereka bersama, Anya sama sekali tidak tau kalau Bian memiliki rumah pribadi, yang dia Anya tau hanya apartment super mewah yang sering dia datangi.


"Baik Tuan saya akan datang bersama adik-adik saya, terima kasih atas undangannya, saya pasti datang sebelum acaranya di mulai, kalau boleh saya tau acaranya di mulai jam berapa Tuan?" Anya langsung bertanya sebelum da lupa.

__ADS_1


"acaranya sekitar jam tujuh malam, hanya acara keluarga jadi kuenya jangan terlalu besar, sayang kalau terbuang" Bian mengingatkan Anya tentang ukuran kue ulang tahun Bianca nanti.


"Baik Tuan, saya pastikan semua akan sesuai dengan keinginan Bianca.


Bian melihat jam tangannya dan ternyata sudah lumayan malam, walau berat berpisah dengan Anya, karna hampir setiap malam mereka selalu bersama menghabiskan malam, tapi dia harus pergi karna ga mungkin kalau terus di sini.


"Hari sudah sangat malam, saya harus pamit pulang, terima kasih untuk hidangan yang sangat enak ini" Bian mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dari saku celananya dan meletakan nya di bawah tampat bil pembayaran makanan mereka tadi, Bian memang selalu royal untuk urusan memberi tip kepada para waiter di restoran manapun bukan cuma di restoran Anya saja, setelah yakin semua urusan selesai Bian bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan VIP tersebut dan langsung menuju bagian depan restoran, Bian berpamitan dengan Anya dan berjalan mendekati Micca dan Rio.


"Kalian rajin belajar ya biar jadi orang sukses, dan Rio jaga kakak-kakak kamu" Bian mengusap pucuk kepala Micca dan Rio secara bergantian dan pemandangan itu tidak lepas dari perhatian Bianca dan juga Kimberly, selesai berpamitan Bian berserta Bianca juga Kimberly berjalan menuju mobil Bian yang terparkir tidak jauh dari pintu utama restoran tersebut.


BERSAMBUNG


like ya guy's, kalau males comen minimal like dech, like kalian penentu up selanjutnya cerita ini πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2