
ENJOY YOUR READING GUYSπΏπΏπΏπΏπΏ
Yana baru selesai meeting dan sedang berjalan menuju ke ruangannya bersama dengan sekertarisnya, beberapa karyawan yang melewati Yana sedikit membungkukan tubuh mereka sebagai tanda hormat dan sopan mereka kepada direktur mereka itu, Yana dan Serly sudah berada di dalam ruangan Yana dan Yana segera duduk di kursi kebesarannya.
"Ser, kamu siapkan draft kerja sama kita dengan mister Kim tadi dan buat kesepakatan pembagian keuntungan tadi yang sudah di setujui oleh mister Kim di dalam meeting tadi" Yana menyampaikan hal terpenting tentang kerja sama perusahaan nya dengan pengusaha asal negeri gingseng south Korea, Yana dan pengusaha dari south Korea itu sepakat bekerja sama untuk membangun resorts mewah di Bali dengan nuansa Korea sekaligus mempromosikan negara tersebut secaa tidak langsung, karna memang mister Kim itu terkenal sebagai pemilik banyak tempat liburan di berbagai negara dengan nuansa Korea agar menarik para warga dari negara-negara tersebut untuk datang ke negeri gingseng tersebut.
"Baik Bu, saya akan siapkan secepatnya" Serly mengambil berkas yang di serahkan bossnya itu dan melangkah keluar dari ruangan bossnya itu dan kembali ke mejanya.
Yana melihat jam tangannya dan sudah mendekati jam pulang kantor, Yana segera merapikan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya dan meletakan nya di tempat yang semestinya, Yana mengambil tas kerjanya tapi tertunda karna bunyi ponselnya, Yana melihat nama Bram muncul di layar smartphone nya dan Yana menjawab panggilan tersebut.
"Hallo mas"
"Hallo Yan, kamu udah selesai bekerja?" terdengar suara Bram di seberang telpon.
"Udah mas, ini baru mau pulang, ada apa mas?" Yana balik bertanya.
"Bisa kita bertemu malam ini di restoran biasa?" Bram menyampaikan maksud dari pertanyaannya tadi.
"Bisa, jam berapa?"
"Jam tujuh" Bram memberikan waktu pertemuan.
"Oke, nanti setelah pulang kantor aku ke sana" Yana menyanggupi ajakan Bram.
"Ajak Jesslyn juga" Bram kembali berkata.
Yana merasa sedikit heran dengan ucapan Bram barusan yang ingin dirinya mengajak Jesslyn serta.
"Ya sudah, nanti aku ajak Jesslyn" Yana mengiyakan tanpa mau repot-repot berpikir atau bertanya tentang alasan Bram ingin ada Jesslyn di makan malam nanti, mungkin Bram hanya ingin bertemu karna Bram dan putrinya sudah saling kenal dan lumayan akrab juga.
"Ya sudah, kamu hati-hati bawa mobil, kalau kamu capek pake driver aja biar aman" Bram mengingatkan.
"Iya mas, ya udah aku jalan pulang dulu, see you soon" Yana menutup panggilan tersebut dan segera berjalan keluar dari ruangannya.
"Serly saya duluan ya, kamu jangan pulang malam-malam" Yana memang selalu bicara seperti itu setiap dia pulang karna dia tidak pernah menganggap Serly hanya sebagai karyawan tapi sebagai partner kerja.
"Baik Bu" Serly menganggukan kepalanya.
****
Yana dan putrinya Jesslyn sudah berada di dalam perjalanan menuju restoran tempat dimana dia dan Bram janji untuk makan malam bersama, Yana menuruti saran Bram untuk memakai supir karna memang dia juga merasa sangat lelah dengan kegiatannya di kantor hari ini yang memghadiri beberapa meeting penting yang ga bisa di cancel.
"Mom, memangnya ada apa? kok kita makan malam di luar?" Jesslyn kembali bertanya karna masih belum mendapatkan jawaban yang dia tunggu.
Yana tersenyum memandang ke arah putrinya itu.
"Sayang, sebenarnya ini bukan rencana mommy tapi rencana Om Bram, Om Bram yang ngajakin kita makan malam" Yana menjawab yang sebenarnya, karna memang makan malam malam ini adalah keinginan Bram.
"Owh.." Jesslyn menganggukan kepalanya dan tidak lagi bertanya, karna bukan sifat Jesslyn juga untuk terlalu kepo, toh juga nanti dia akan tau ada apa di balik acara makan malam ini.
__ADS_1
Mobil yang di naiki Yana dan Jesslyn terus bergerak memasuki kawasan dimana restoran yang di maksud oleh Bram berada, dan tidak berapa lama mobil Yana sampe di restoran tersebut, Pak Slamet menghentikan mobil di depan restoran dan berniat untuk turun dan membukakan pintu untuk majikannya tapi segera di tahan oleh Yana.
"Ga usah Pak, Pak Slamet langsung pulang aja" Yana memberi perintah.
"Maaf Nya, apa saya tidak menunggu Nyonyah dan Non Jesslyn pulang?"
"Nggak usah Pak, karna acaranya sepertinya akan lama, lebih baik Pak Slamet pulang dan istirahat" Yana menegaskan perkataan nya.
"Baik Nya" Pak Slamet akhirnya mengiyakan perkataan majikannya itu.
"Ayo sayang" Yana membuka pintu yang ada di sampingnya dan keluar dari mobil di ikuti oleh Jesslyn yang turun dari pintu yang sama karna dia males harus jalan memutar, Yana dan Jesslyn berjalan masuk ke dalam restoran tersebut dan langsung di sambut oleh salah satu waiter.
"Selamat malam Bu, ada yang bisa kami bantu? untuk berapa orang?" Waiter tersebut menyapa dan bertanya dengan sopan.
"Malam mas, meja atas nama Pak Bram" Yana menyebutkan tujuannya.
"Owh, mari saya antar" Waiter tersebut mempersilakan kedua perempuan di depannya untuk mengikuti nya, dan Yana juga Jesslyn mulai berjalan mengikuti waiter tersebut menuju salah satu ruangan yang bersifat vvip, dan setelah sampai waiter tersebut mempersilakan kedua perempuan di dekatnya untuk masuk.
"Silakan Bu" Waiter tersebut membukakan pintu ruangan tersebut.
"Terima kasih mas" Yana dan Jesslyn berjalan masuk ke ruangan tersebut dan mereka sudah melihat Bram yang berada di dalam ruangan tersebut sedang serius dengan smartphone nya.
"Sayang" Bram berdiri dari tempatnya saat melihat Yana dan Jesslyn masuk ke ruangan tersebut.
"Hai baby" Bram juga menyapa Jesslyn.
"Mas" Yana tersenyum ke arah Bram.
Mereka bertiga duduk di kursi yang ada dan mulai melihat-lihat menu makanan yang ada dan Bram segera menekan bell yang ada di ruang vvip tersebut untuk memanggil waiter yang ada dan tidak perlu menunggu lama seorang waiter masuk ke dalam ruangan vvip tersebut dan mulai mencatat pesanan yang di sebutkan satu persatu oleh Bram, Yana dan Jesslyn.
****
Semua pesanan sudah berada di depan mereka dan mereka mulai menikmati makanan yang ada di depan mereka di selingi obrolan ringan di antara mereka dan tawa juga senyum di bibir dan wajah mereka, mereka sudah menghabiskan menu utama pesanan mereka dan sekarang yang ada di depan mereka adalah desert yang menjadi kesukaan mereka masing-masing.
"Jadi mas sebenarnya ada hal apa yang ingin mas bicarakan?" Yana mulai serius.
Bram menyesap sedikit coffee nya sebelum menjawab pertanyaan Yana.
"Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu tadi saya ingin bertanya ke Jesslyn lebih dulu boleh?" Bram memandang Yana dan Jesslyn bergantian.
Jesslyn memandang ke arah mommynya dan Yana tersenyum seperti menyerahkan semua kepada Jesslyn.
"Iya Om, mau nanya apa ke Jesslyn?" Jesslyn memandang serius ke pria dewasa yang mulai akrab dengannya itu.
"Begini baby, kalau misalnya Om serius ingin menikahi mommy kamu gimana?" Bram langsung tude point tanpa muter-muter lagi.
Jesslyn terlihat berpikir setelah mendengar perkataan Bram yang begitu tude point.
"Om, Jesslyn yakin Om orang baik dan pasti bisa membahagiakan mommy, jadi Jesslyn ga akan keberatan dan mendukung niat baik Om, Jesslyn cuma minta satu hal, jangan pernah bikin mommy menangis kecuali menangis karna bahagia" Jesslyn merestui keinginan Bram yang ingin menikahi mommynya.
__ADS_1
Bram tersenyum lebar mendengar jawaban Jesslyn yang sudah memberikan nya lampu hijau.
"Terima kasih baby, Om janji ga akan pernah bikin mommy kamu menangis untuk hal yang menyedihkan.
"Sayang, kamu ingatkan aku pernah bilang mau bertemu dengan kedua orangtua kamu" Bram kini berbicara ke arah Yana.
"Iya aku ingat, kenapa mas?" Yana tentunya ingat dengan rencana Bram yang ingin bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Kemarin malam aku udah datang ke rumah orangtua kamu dan aku sudah menyampaikan keinginan ku ke orangtua kamu, tapi mereka bilang kalau aku harus bertanya ke kamu dan mereka akan mengikuti apapun keputusan yang kamu ambil" Bram menjelaskan maksud makan malam saat ini.
"Sayang, will you married me?" Bram langsung tude point dengan niatannya yang ingin serius menjadikan Yana sebagai pasangannya.
Yana sedikit surprise dengan lamaran Bram yang tiba-tiba ini, Yana memandang ke arah putrinya yang ada di sampingnya dan terlihat Jesslyn tersenyum tulus sebagai jawaban kalau dia merestui mommynya itu untuk menjemput kebahagiaan nya.
"Yess I will" Yana dengan mantap menerima lamaran Bram karna dia yakin kali ini dia tidak akan salah dalam menjatuhkan hatinya.
Bram sangat bahagia karna Yana menerima lamaran nya, Bram mengambil sesuatu dari dalam kantong jasnya yang ternyata sebuah kotak kecil berwarna biru laut bersegi delapan, Bram membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah cincin bermatakan berlian murni yang harganya mungkin bisa membeli sebuah beberapa pulau di dunia.
Bram menyematkan cincin tersebut di jari manis Yana dan terlihat sangat manis dan cocok di kulit Yana yang putih.
"Terima kasih sayang, sudah menerima niat baik ku untuk kebahagiaan keluarga kita, dan baby, terima kasih juga sudah mempercayai Om untuk menjaga kalian dalam sisa hidup Om" Bram menggenggam tangan Jesslyn.
"Congratulations mom" Jesslyn memeluk mommynya yang ada di sampingnya.
"Besok kita ke rumah orangtua kamu dan menyampaikan keseriusan kita" Bram menggenggam tangan Yana dengan senyum di bibirnya.
****
Jauh di benua Eropa tepatnya di London, Jerry baru selesai meeting dan sedang berada di ruangan kerjanya, Jerry memeriksa smartphone nya yang sedari tadi terus bergetar tapi tidak bisa dia angkat karna harus fokus dengan klien pentingnya, Jerry tersenyum saat melihat ada pesan dari Papinya, Jerry membuka pesan tersebut dan sedikit heran saat melihat kiriman Papinya yang ternyata sebuah photo Papinya dengan seorang wanita yang usianya tidak terlalu jauh dengan Papinya walau masih terlihat awet muda karna masih terlihat sangat cantik, Jerry melihat ada pesan di bawah photo tersebut.
( hai boy, ini calon Papi, dia sudah menerima lamaran Papi saat dinner malam ini, o iya yang mengambil photo ini adalah calon adik kamu, tapi dia tidak mau ikut berphoto, mungkin kalian akan bertemu saat pernikahan Papi nanti, pastikan kau pulang boy)
Jerry tersenyum membaca pesan dari Papinya, Jerry segera membalas pesan Papinya itu.
(Congrats dad, I be there ππ) send, Jerry meletakan smartphonenya di atas meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.
********
T
A
M
A
T
*********
__ADS_1
**SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA, please like, see you in the season 2***
NEW STORY, CINTA SEORANG ANYA, DI CHAPTER BERIKUTNYA, ENJOY GUYS ππππ