PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 011


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Waktu semakin malam tapi suasana di Club dimana Bian dan Anya berada justru terlihat semakin ramai, dari yang masih yang terlihat segar ada juga yang cuek berc1uman di depan manusia sebanyak itu, karna memang untuk kota sebesar kota Jakarta, apalagi di tempat-tempat tertentu, kalau sekedar berc1uman di depan umum sudah bukan hal aneh lagi, sementara di ruangan dimana Bian dan Anya berada Bian terlihat masih memandangi Anya yang sudah dalam keadaan mabuk dan sedang asyik berjoget ria sendiri sudah tidak lagi memperdulikan sekitarnya, dengan tubuh yang bisa di bilang sempurna dan sekarang dengan goyangan yang terlihat bebas dengan gaya apapun, dan jujur sebagai pria normal Bian sangat tergoda dengan cara Anya menggoyangkan tubuhnya, walau bukan goyangan exotis tapi dengan bentuk yang sesexi itu lelaki manapun pasti akan ingin memeluk tubuh Indah milik Anya dan menelusuri setiap inchi tubuh itu, Bian menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran syawat yang tiba-tiba muncul di kepal anya, setelah bisa menenangkan hati dan juga mendinginkan isi otaknya lalu Bian melangkah perlahan mendekati Anya yang masih asyik berjoget dan karna asyiknya berjoget Anya tidak menyadari kalau Bian sudah berada tepat di dekatnya dan tanpa sadar saat membalikan tubuhnya secara otomatis langsung menabrak tubuh Bian yang tinggi gede , Bian langsung menangkap tubuh Anya yang udah mulai sempoyongan agar tidak jatuh dan itu membuat Anya berada dalam dekapan Bian, Bian segera mengambil gelas yang masih berada dalam genggaman Anya yang isinya sudah habis masuk ke dalam perut Anya.


"Sudah, kamu sudah terlalu banyak minum, dan kamu tidak mungkin pulang dalam keadaan mabuk seperti ini, pasti orangtua kamu akan marah besar kalau melihat kamu pulang dengan mabuk begini" Bian mencoba untuk mengingatkan Anya, walau dia sendiri ragu apa ada gunanya berkomunikasi dengan orang yang sedang dalam keadaan mabuk seperti ini.


Anya yang berada di dalam pelukan Bian langsung tertawa mendengar apa yang di katakan Bian barusan.


"Loe sok tau! loe ga tau apa-apa tentang gue, tentang keluarga gue, jadi keep silent aja" Ujar Anya meletkan jarinya di bibirnya sebagai tanda agar Bian diam.

__ADS_1


"Ternyata loe ganteng juga" Anya mengalungkan tangannya di leher Bian dan membuat tubuh Anya sangat melempel pada tubuh Bian terutama bagian dada,yang dimana memang ukuran dada Anya bisa di bilang mendekati sempurna karna kalau di kasih nilai, maka nilainya adalah 9,9.


"Mata loe juga bagus, perpaduan antara langit dan rumput" Anya menatap mata Bian yang berwarna biru kehijauan.


"Bibir loe juga **** pasti enak saat berc1uman, tapi gue yakin kalau bibir loe pasti udah banyak mencium bibir perempuan, karnakan cowo bule rata-rata kayak gitu" Anya terus nyerocos entah sadar atau tidak dengan semua yang dia katakan, dan ini sedikit mengejutkan Bian karna Anya cukup rewel saat sedang mabuk, sangat berbeda saat lagi sadar dan Bian hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Anya barusan, karna memang apa yang di katakan Anya tidak salah sama sekali, karna di negaranya jika sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang di sukai walau baru dalam hitungan jam yang namanya ciuman bisa saja terjadi.


"Hei bule ganteng, apa loe ga mau joget dengan gue??" Anya kembali menggoyangkan tubuhnya yang posisinya sangat rapat dengan tubuh Bian dan apa yang di lakukan Anya membuat sesuatu yang sedari tadi tenang mulai terbangun dan gelisah, tapi Bian merusaha mengcontrol situasi yang ada, karna bagaimanapun apa yang terjadi semuanya di luar kesadaran Anya, karna kalau gadis itu dalam keadaan sadar apa yang terjadi sekarang sangat tidak mungkin akan terjadi seperti sekarang dan akan sangat memalukan jika dia mengambil kesempatan dari keadaan seorang gadis yang sedang mabuk.


"Loe jangan resek! gue masih pengen minum!" Anya menepis tangan Bian dan berusaha mengambil gelas yang sudah di rebut oleh Bian dari tangannya.

__ADS_1


"Kamu sudah terlalu banyak minum, lebih baik saya antar kamu pulang" Bian mengambil smartphone nya dan segera menghubungi Dino sang asisten.


"Dino, saya mau mengantarkan gadis ini pulang, kamu antar gadis yang bersama kamu dengan taxi" Bian langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Dino, Bian merangkul Anya dan menuntun Anya keluar dari ruangan tersebut, dan Anya berusaha melepaskan dirinya dari tangan Bian tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan tenaga Bian yang pastinya lebih just dari dirinya, Bian terus membawa Anya keluar dari Club tersebut dan membawanya ke arah mobilnya yang sudah di siapkan terlebih dahulu oleh petugas valley, Bian membantu Anya untuk masuk ke dalam mobil dan mendudukannya di jok depan dan juga memasangkan seatbelt, setelahnya Bian pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi, lalu Bian menyalahkan mesin mobil dengan menekan tombol otomatis yang ada, karna mobil Bian adalah mobil listrik keluaran negeri paman Sam dan mobil yang tidak mengeluarkan suara ini pun perlahan meninggalkan club tersebut dengan Bian yang terlihat focus dalam mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan yang sudah sangat sepi.


"Saya mesti antar kamu kemana? rumah kamu daerah mana?" Bian menanyakan alamat rumah Anya agar bisa mengantarkan, tapi Bian tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


"Anya, saya mesti antar kamu kemana?" Bian mengulangi pertanyaannya seraya memandang ke arah Anya dan ternyata Anya sudah tertidur, pantas saja tidak ada suara yang terdengar, Bian terus focus dengan kemudi mobilnya sambil berpikir apa yang harus dia lakukan, Bian menghela nafas pendek lalu memacu kenderaannya dengan menambah kecepatan yang ada.


Setelah berada di jalanan selama hampir dua puluh menit mobil yang di bawa Bian memasuki kawasan Apartment mewah di kawasan SCBD di jalan Sudirman, Bian memasuki area parking yang berada di baseman dan setelah memarkirkan mobilnya di tempatnya Bian keluar dari mobil lalu berjalan ke arah pintu yang satunya , Bian membuka pintu tersebut lalu dengan perlahan Bian mengeluarkan tubuh Anya dari dalam mobil dan setelahnya Bian menggendong tubuh Anya masuk ke dalam lift, Bian dengan susah payah menekan tombol di mana Apartment nya berada dan kebetulan Apartment nya berada di lantai paling atas, Lift terus bergerak naik menuju lantai teratas, Bian memandang wajah Anya yang berada di gendongannya, wajah yang terlihat sangat tenang saat sedang tidur seperti ini dan terlihat semakin cantik, bibir yang sangat menggoda, tiba-tiba Anya melakukan pergerakan yang membuat posisi wajah Anya berada di dada bidang Bian , tapi yang jadi masalah adalah dada Anya juga menempel di dada Bian dan itu membuat dara h Bian berdesir dengan hebat, ini benar-benar ujian untuk dirinya, dia harus bisa menahan dirinya, di tambah dengan wangi parfume yang di pakai Anya benar-benar mengacaukan isi kepalanya, belum lagi si junior yang sudah terusik tidur ya, tapi dia tidak ingin mengambil kesempatan dengan keadaan seperti ini, akhirnya lift berhenti juga di lantai paling atas, Bian segera keluar dari dalam lift dan menuju Apartment nya yang berada tidak jauh dari lift, Bian sampe di depan pintu Apartment nya dan dengan sedikit bersusah payah Bian bisa membuka pintu Apartment nya yang memakai password, Bian melangkag masuk ke dalam Apartment dan membawa Anya ke dalam kamar tidurnya dan meletakan tubuh Anya di atas ranjang king size nya, dan tanpa sadar Anya langsung memiringkan tubuhnya yang membuat pahanya terexplore begitupun dengan belahan dadanya yang terlihat sangat jelas karna memang seragam kerja Anya yang lumayan sexy, Bian menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna melihat semua pemandangan yang ad a di depannya, Bian segera menutupi tubuh Anya dengan selimut hingga menutupi sampe ke atas dada, Bian memandang wajah Anya lalu merapikan rambut Anya yang menutupi wajahnya dan Bian mengelusn hidung mancung milik Anya, setelah merasa semua selesai Bian berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga untuk menidurkan kembali si junior yang sempat bangun dari tidurnya

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE KALAU KALIN SUKA CERITANYA


__ADS_2