PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 42


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Jerry membukakan pintu mobilnya untuk Jesslyn setelah supir yang tadi menjemput Jesslyn melaju bersama mobilnya meninggalkan Jesslyn, Jerycho pun masuk ke dalam mobil nya duduk di belakang kemudih setelah melempar senyum kecil ke arah Jesslyn Jerry menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


Jerycho mengajak Jesslyn ke restoran Korea di daerah kemang karna tau kalau Jesslyn sangat suka dengan makanan Korea, Jerry yang sudah memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang ada di bagian basement mengajak Jesslyn memasuki restoran tersebut dan mengambil beberapa menu makanan yang ingin mereka nikmati karna memang sistemnya prasmanan, setelah meletakan makanan yang mereka ambil di atas meja yang memiliki alat masak di atasnya merekapun duduk di kursi untuk mulai meracik dan menikmati makanan yang sudah mereka ambil.


"Jess hmm kamu terganggu ga sama apa yang aku lakukan?" Jerry manatap sekilas Jesslyn yang duduk di depannya.


Jesslyn menghentikan sejenak kegiatan nya yang sedang membolak balik daging yang ada di atas hot pan.


"Ganggu gimana?" Jesslyn malah balik nanya.


"Yaaa maksud aku seperti sekarang, ngajakin kamu makan kayak sekarang" Jerry memperjelas kan ucapan nya..


"Emang kalau gue ngerasa keganggu loe mau ngantar pulang gue sekarang?" Jesslyn lagi-lagi balik bertanya.


Jerry terdiam sesaat mendengar perkataan Jesslyn.


"Ya aku bakal ngantar kamu pulang setelah kita selesai makan" Jerry berkata sambil menggaruk telinga nya perlahan.


"Hahaha" Jesslyn tertawa mendengar perkataan Jerry dan mulai menikmati makanan yang sudah dia masak begitupun dengan Jerycho.


"Selama loe masih sopan dan ga ngerugiin gue, gue ga masalah" Jesslyn berucap lagi.


"Hmm kalau misalnya aku pengen kenal kamu lebih dekat apa boleh?" Jerycho masih bertanya.


"Bukannya punya teman banyak itu bagus ya?" Jesslyn malah balik bertanya.

__ADS_1


"Kalau aku sering ngajakin kamu jalan kamu mau ga?" Jerycho semakin berani bertanya lebih.


Jesslyn terlihat berpikir mendengar pertanyaan Jerry yang satu ini, karna selama ini dia belum pernah pergi hanya berdua dengan cowo, dia selalu pergi dengan teman-temannya yang tak lain adalah genknya (Tyara, Michelle, Gita)


"kalau gue bisa dan ga ngeganggu waktu belajar gue, mungkin gue bisa" Jesslyn tidak menolak perkataan Jerry.


"Kamu punya sodara berapa?" Jerry mengganti topik pembicaraan mereka.


"Gue anak tunggal, pengen sich punya adek tapi ga tau kenapa ga pernah kesampean" Jesslyn menjawab seadanya.


"Sama dong, aku juga anak tunggal, tapi Mommy aku udah ga ada, jadi aku cuma punya daddy" Jerry mengatakan hal yang sama dan Jesslyn hanya menganggukan kepalanya, mereka melanjutkan makan siang mereka dengan obrolan agar tidak canggung satu sama lain.


****


Yana terlihat sibuk di ruangannya karna banyak laporan yang harus dia periksa sebelum dia berangkat ke Hawai bersama putri, sekaligus dia ingin merefreshingkan diri dan pikiran nya setelah semua masalah yang dia lalui, setelah perceraian nya mempunyai kekuatan hukum tetap dan dia juga sudah mendapatkan akte cerainya kini hanya tinggal menunggu masa iddahnya selama beberapa bulan ke depan, tetap aja dia perlu mencari suasana baru untuk beberapa waktuI, Yana terus focus dengan berkas-berkas yang ada di depannya sampe tiba-tiba focus Yana terganggu saat terdengar ketukan di pintu ruangannya.


"Masuk" Yana memandang ke arah pintu, terlihat pintu di buka dari luar dan terlihat Serly masuk ke dalam ruangan bossnya itu.


"Pak Bram, owh ya udah bawa masuk" Yana sedikit heran dengan kedatangan Bram ke kantornya, karna menurut dia kerja sama mereka bejalan dengan baik dan belum ada kendala apapun, jadi apa yang mau di bicarakan Bram dengan dia, Yana menutup berkas yang sedang dia periksa karna sangat tidak sopan jika dia masih focus dengan pekerjaannya saat ada tamu, Yana bangun dari kursinya dan berjalan ke arah pintu saat melihat sosok tengap dan masih sangat tampan dengan umur yang sudah kepala empat, Yana menyalami Bram yang baru berjalan masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat sore mas, tumben mampir, apa ada masalah dengan kerja sama kita?"


"Owh, ga ga ada yang urgent, kebetulan saya lewat di depan jadi saya putuskan buat mampir" Bram berkata dengan jujur, karna memang dia sedang ada urusan di salah satu tempat yang berada tidak jauh dari gedung milik Yana jadi dia putuskan untuk mampir.


"Apa saya mengganggu waktu kerja kamu?" Bram sedikit merasa tidak enak kalau dia sampe mengganggu waktu kerja Yana.


"Enggak juga, memang sich ada sedikit pekerjaan tapi ga urgent jadi ga masalah" Karna ga mungkin dia mengatakan kalau dia sedang sibuk sebagai alasan untuk mengusir tamunya ini, apalagi mereka memiliki kerja sama yang baru saja mereka jalin dan sudah kewajiban mereka untuk saling menjaga hubungan kerja sama mereka.

__ADS_1


"Mas mau minum apa?" Yana menawarkan Bram minum.


"Ga usah repot-repot" Bram memang ga mau merepotkan Yana dengan kedatangan nya.


"Ga repot lah, masa ngasih minum tamu ngerepotin hehe" Yana tertawa kecil mendengar perkataan Bram yang terdengar seperti basa basi pada umumnya.


"Ya udah, kalau gitu minuman dingin aja" Bram menyebutkan minuman yang simple.


Yana berjalan keluar dari ruangannya mendekati meja Serly.


"Ser, tolong buatkan minuman dingin, ice jeruk juga ga pa-pa" Yana menyebutkan nama minuman agar Sekertaris nya ga bingung harus menyajikan apa untuk tamunya.


"Baik Bu" Serly berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan mejanya, sementara Yana kembali berjalan masuk ke dalam ruangannya.


"So, jadi apa nich yang mau di bicarakan?" Yana tude point bertanya, karna ga mungkin kalau mereka hanya saling diam satu sama lain.


Bram terlihat berpikir saat mendengar pertanyaan Yana.


"Tadinya saya ga punya pikiran seperti ini, tapi tadi pas makan siang sama temen saya ngeliat sesuatu yang menarik untuk di jadikan bisnis dan sepertinya prospeknya sangat bagus untuk ke depannya dan tiba-tiba saya kepikiran buat ngomongin ini ke kamu mungkin kamu punya masukan" Bram menyebutkan maksud dari kedatangan nya.


Yana yang mendengar apa yang di katakan Bram terlihat berpikir lalu melihat ke arah arlojinya.


"Sepertinya kalau kita bicarakan sekarang waktunya ga akan cukup mas, karna udah mau jam pulang kantor" Yana mengingat kan Bram sambil menunjuk ke jam tangannya.


Bram melihat ke arlojinya dan memang sudah hampir jam empat sore.


"Gimana kalau kita bicara sambil makan malam? itu juga kalau kamu ga keberatan dan ga sibuk" Bram menawarkan untuk makan malam sekalian membicarakan tentang yang tadi dia bicarakan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like guys... maaf bukan ga mau up banyak tapi use cerita itu kadang susah di dapat, jadi harap maklumi ya, buat yang nungguin cerita Rica please sabar ya, tunggu cerita yang ini kelar ya, 🙏🙏🙏


__ADS_2