
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Happy reading guys....
Di kediaman Bian terlihat Bian sedang bicara dengan Dino dengan sangat serius.
"Bagaimana apa semua sudah kamu laksanakan?" Tanya Bian atas tugas baru yang dia berikan kepada asistennya itu.
"Sudah Master, sudah tiga hari ini berjalan, dan semuanya masih aman" Dino melaporkan.
"Jangan sampe lengah, ingat kalau sampe terjadi sesuatu kepala kamu yang akan saya kirim pulang ke America sana" Ujar Bian dengan mimik serius.
Dino lumayan heran dengan apa yang di lakukan Bossnya ini, setelah sekian lama baru ini terjadi lagi.
"Baik Master saya akan pastikan tidak akan kecolongan sedikitpun" Dino menganggukan kepalanya meyakinkan Bossnya.
Anya terlihat santai di kantin campus sambil mengerjakan tugas kuliahnya di laptopnya, ya begitulah Anya, sebisa mungkin dia tidak sampai melupakan tugas kuliahnya hingga tidak perlu meminta salinan kepada temannya yang lain, di sela-sela waktu istirahat Anya selalu menyempatkan mengerjakan tugas yang di berikan Dosen kepadanya, walau tidak selesai saat ini setidaknya dia hanya menyisahkan sedikit untuk dia lanjutkan, jadi saat dia mengerjakan sepulang dia kerja dia tidak terlalu lelah karna tugas kuliah yang harus dia kerjakan tidaklah terlalu banyak, di saat Anya sedang serius tiba-tiba Arya muncul dan langsung duduk di depannya dan memandang wajah Anya sambil tersenyum, senyum yang sulit di jelaskan bagi Anya, tapi Anya tidak perduli dan tidak mempeedulikan keberadaan Arya di situ dia tetap melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya.
"Hai ****, serius banget, ntar malam temenin aku ya" Arya langsung menggoda Anya tanda basa basi.
"Please dech Ar, gue ga ada waktu buat becanda" Anya melihat sekilas ke arah Arya dan kembali menatap Laptop nya.
Arya terlihat tersenyum namun kesannya sinis.
"Kenapa harus ngerjain di campus? owh, apa karna kalau malam kamu terlalu sibuk bersenang-senang ya?" Tanya Arya yang merasa mengetahui rahasia besar Anya.
"Loe ngomong apa sich? ga jelas, kalau ga ada hal penting please jangan ganggu gue" Anya langsung tude point meminta Arya meninggalkan nya.
"Ok... Aku pergi sekarang, tapi ada waktunya kamu harus muasin aku dengan servis kamu sexy" Arya memberikan ciuman jarak jauh dan mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan pergi meninggalkan Anya.
Anya ingin rasanya memaki Arya saat itu juga atas perkataan nya barusan, tapi Anya tidak mau ada keributan yang akan berujung di kantor Dekan, akhirnya Anya menganggap apa yang di katakan Arya barusan adalah ucapan orang stress, Anya meminum minuman dinginnya untuk mendinginkan hati dan kepalanya yang sempat panas karna ucapan Arya tadi.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxx
Arya baru sampe di tempat tongkrongannya bersama teman-teman nya dan kedatangan Arya memang sudah di tunggu oleh Dani Bajro dan Haris, mereka berempat berencana untuk pergi ke karaoke tempat dimana Anya bekerja
"Loe kenapa baru nongol sekarang katanya mau pergi kemarin malam" Tanya Dani begitu Arya duduk di depannya.
"Gue juga maunya dari kemarin tapi bokap gue ngedadak ngajakin ke luar kota ke rumah temannya dan kalian tau apa yang terjadi? bokap gue jodohin gue sama anak temennya itu dan kalau gue menolak, gue boleh angkat kaki tanpa membawa apapun dan gue bakal di coret dari kartu keluarga dan semua hak waris bakal jadi milik kedua adik gue!" terlihat rasa kesal di wajhiah Arya saat menceritakan apa yang dia alami dua hari kemarin.
"Tapi ya sudahlah, setidaknya yang di jodohin ama gue masih perawan, dan malam ini gue akan bersenang-senang dengan Anya" seringai licik muncul di bibir Arya.
"Guys, dari tadi kalian bicara soal Anya Anya terus! Anya siapa sich?" Haris yang memang bukan teman campus Arya sama sekali tidak tau tentang sosok Anya.
"Udahlah! ntar loe liat sendiri, dan gue jamin loe bakal ngences saat melihat bodynya hahaha" Dani sengaja mengompori Haris yang memang juga seorang player dalam urusan perempuan.
"Hei! jangan ada berani menyentuh dia sebelum gue!" Arya langsung mengingatkan teman-teman nya itu.
"Paling juga loe dapat sisa-sisa orang hahahaha" Dani tertawa lebar ke arah Arya.
"Udah hayo cabut! gue ga mau keduluan sama yang lain" Arya langsung bangun dari tempat duduk nya dan berjalan menuju mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk, karna memang tongkrongan mereka adalah cafe yang berada di outdoor, begitupun dengan yang lain juga langsung cabut mobil mereka masing-masing.
"Apa mas mas semua mau memakai seorang pemandu?" Tanya petugas resepsionis kepada Arya.
"Pasti dong, saya mau yang bernama Anya" Arya dengan pedenya menyebutkan nama Anya untuk menemani dia.
"Maaf mas, Mbak Anyanya sudah memandu tamu yang lain, Ujar si petugas resepsionis lagi.
"Udahlah Ar, soal Anya kita bisa tunggu saat dia pulang" Dani berbisik pelan kepada Arya.
Arya membenarkan ucapan Dani dengan anggukan kepala nya.
"Ya udah Mbak, siapa aja" Ujar Arya yang menjadi sedikit tidak semangat karna harus menunggu beberapa jam lagi untuk melihat kesexyan tubuh Anya. **** Waktu sudah menunjukan pukul 1:30 malam Arya dan gengnya sedang duduk di ruang tunggu dimana menjadi satu-satunya aksesnya jalan bagi semua karyawan yang mau menuju ruang ganti, Arya bolak-balik melihat arlojinya, dia benar-benar sudah ga sabar untuk melihat Anya dengan seragam sexynya, sementara Anya baru saja selesai dengan tugasnya sebagai pemandu bersama seorang teman lainnya, Anya berjalan menuju ruang ganti tanpa melihat kiri kanan lagi, Bajro yang melihat kehadiran Anya langsung menoel lengan Arya, Arya yang merasa di colek langsung melihat ke arah Bajro.
__ADS_1
"Apaan sich loe, ganggu orang aja!" Arya sewot karna lamunannya yang terganggu.
"Tu!" Bajro menunjuk ke arah kanan mereka dan otomatis ketiga pasang mata yang ada langsung melihat ke arah yang di tunjuk Bajro dan Arya langsung menelan liurnya melihat kesexyan tubuh Anya dengan seragam yang sedikit terbuka, bahkan Arya dapat melihat belahan dada Anya yang tidak pernah terlihat jika di campus dan itu membuat sesuatu yang tertutup mendadak menjadi keras dan membuat Arya susah bergerak.
"Itu yang namanya Anya?" Haris bertanya pada Dani, dan Dani hanya menganggukan kepalanya karna dia pun sedang menikmati apa yang dia lihat.
"Gila! kalau yang model begini sampe tiga malam juga hajar!" Haris meraba miliknya yang membuat jeansnya mendadak sempit.
(kira-kira sexyan mana hayooo??? Body Anya Gabrielle atau body Anya Gerandine??) hahaha pertanyaan Author untuk para reader's.
Pletak! Arya langsung menjitak kepala Haris.
"Dia jatah gue! cabut! kita tunggu di parkiran" Arya dengan susah payah berdiri karna harus menutupi tolenya yang sudah
meronta-ronta ingin di lepas.
Anya sudah selesai memgganti pakaiannya dengan pakaian yang dia pakai dari rumah, malam ini Anya harus pulang sendiri karna Rica malam ini jatah off, dan satu minggu lagi Rica resmi resign, Anya mengambil tasnya dan menggantungkannya di bahunya, dan setelah berpamitan dengan teman-teman nya Anya pun berjalan menuju tempat parkir dimana mobil yang khusus mengantarkan karyawan yang pulang sedang menunggu, karna itulah yang di tawarkan dari pihak kantor mereka, memang tidak semuanya ikut hanya sebagian, sebagian lagi ada yang di jemput pacar atau saudara lelakinya, ada juga yang di jemput suami bagi suaminya yang tidak keberatan dengan pekerjaan istri mereka sebagai pemandu karaoke yang harus menemani tamu yang hampir 100% adalah lelaki dengan godaan materi yang begitu kuat.
Anya baru saja memasuki area parkir dan dia di kejutkan dengan kehadiran Arya dan Dani teman kuliahnya, dia juga melihat Bajro dan satu laki-laki yang tidak dia kenal tapi terlihat memandangi nya dengan pandangan yang menjijikan bagi Anya.
"Hai sexy, ternyata loe kerja di sini" Arya yang biasa menyebut Anya dengan kamu kini berganti dengan loe.
"Gimana kalau sekarang loe temanin gue, gue bakal bayar berapapun yang loe minta" Arya menoel dagu Anya dan bermaksud memegang rambut Anya tapi langsung di tepis sama Anya.
"Loe jangan sembarang kalau bicara, loe pikir gue cewe gampangan!" Anya langsung terakhir emosinya.
"Alah.. ga usah munafik lah, loe tau gue juga tadi nyewa ruangan di sana dan temen loe yang nemenin gue dan yang lain, temen loe juga di pake sama mereka, karna memang cewe karaoke ga beda sama sama pekcun! jadi loe jangan sok suci di depan gue, loe tenang aja gue ga akan bicara di campus kalau loe itu ayam campus, asal loe selalu siap setiap gue mau pake loe!" Arya berniat menyentuh bibir Anya, tapi sebelum itu terjadi, sebuah tamparan dari Anya mendarat mulus di pipi Arya.
Plaakk!!! " Jangan asal bacot loe, terserah loe mau ngomong apa di campus!" Anya langsung berniat melangkah pergi.
Arya sangat malu karna di tampar di depan teman-teman nya, dia memberi isyarat kepada yang lain, lalu dengan sigap mereka mendekap tubuh Anya dari belakang dan membekap mulut Anya agar Anya tidak teriak dan mereka dengan cepat menyeret Anya menuju mobil mereka dan memaksa Anya agar mau masuk ke dalam mobil, Dani mendapat tugas untuk menjadi supir langsung masuk ke bagian depan dan dalam hitungan detik mobil tersebut sudah pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja dengan laju yang cepat.
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE AND COMMENT