PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 141


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS


Meeting antara Dino dan pihak Kings furniture baru saja selesai dan kedua belah pihak terlihat puas satu sama lain, semua yang berada di dalam ruangan meeting tersebut berjalan keluar dari ruangan tersebut, mereka berjalan menyusuri koridor menuju ruangan Dino.


"Baik Me Dino, terima kasih sekali lagi karna sudah menerima proposal yang kami ajukan, saya pastikan semua barang yang datang kwalitas nya yang terbaik" Bryan mengulurkan tangannya ke arah Dino, karna memang Bryan sedang meeting di kantornya Dino.


"You're welcome, persetujuan bukan dari saya tapi dari boss saya" Dino menerima uluran tangan Bryan dan keduanya saling berjabat tangan.


"Kalau begitu kami permisi" Bryan dan sekertaris nya berjalan meninggalkan Dino dan masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka ke lantai dasar.


xxxxxxx


Rika baru saja menidurkan Zheon di tempat tidur bayi yang berada di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan, tempat tidur Zheon memang sengaja di letakkan di sana agar Rika tidak repot naik ke lantai dua karna semua kamar tidur berada di lantai dua, begitu pun dengan kamar tamu, Rika memang sedang tidak berada di rumahnya tapi sedang berada di Apartemen Bryan karna Rika berjanji mamasak untuk makan malam mereka dan Rika sengaja mengambil cuti beberapa hari, dia hanya mengerjakan pekerjaan nya dari rumah, memeriksa keuangan cafenya, baik itu pemasukan dan juga pengeluaran.


Rika sudah menyiapkan semua bahan dan mulai memasak satu persatu bahan yang ada di atas meja dapur, sejak memutuskan untuk membuka cafe sekaligus restoran Rika mulai banyak belajar cara memasak masakan Nusantara juga masakan western dan beberapa maskaan asia lainnya, walau dia tetap memakai jasa koki tai dia harus tetap tau cara mengelola masakan dan juga merasakan masakan dengan benar sesuai lidah dari target mereka dalam menservice tamu-tamu cafe nya, Rika melihat jam tangannya kurang lebih tiga puluh menit lagi Bryan akan sampe dari kantornya.


xxxxxx


Bryan keluar dari dalam lift Apartemen, Bryan baru saja tiba di apartemen nya dan sudah tau kalau Rika sudah berada di apartemen nya saat dia menelepon kekasihnya itu saat dia dalam perjalanan pulang, Bryan membawa buket bunga di tangan nya, bunga Lily dan bunga sedap malam yang di rangkai menjadi satu, keduanya adalah bunga favorit Rika, Bryan sudah berada di depan pintu unit nya dan segera menekan pin pintu tersebut, pintu apartemen nya bisa di buka lewat finger dan pin, terdengar bunyi klik pertanda kalau pin yang di masukan benar, lalu Bryan membuka pintu apartemen nya dan melangkah masuk dan menutup kembali pintu unit nya,

__ADS_1



Apartemen Bryan


Bryan mendengar suara TV dari ruangan keluarga, Bryan pun berjalan menuju ruang keluarga dan dia melihat Rika sedang menikmati acara Quis, Bryan menyembunyikan bunga yang dia di balik punggung nya dan berjalan mendekati Rika.


"Hai honey" Sapa Bryan.


Rika yang mendengar suara Bryan langsung memandang ke arah datangnya suara Bryan, Rika bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Bryan yang juga sedang berjalan ke arah nya.


Bryan memegang lengan atas Rika dan mencium pipi Rika sebagai sambutan selamat datang dan Rika juga membalas mencium pipi Bryan.


"This for you" Bryan mengeluarkan bunga yang dia sembunyikan di balik punggung nya dan menyerahkan bunga tersebut kepada kekasihnya itu, Rika tersenyum melihat bunga yang di ulurkan Bryan padanya, Rika mengambil buket bunga tersebut yang dia sudah paham bunga apa yang di bawa Bryan dari harum bunga-bunga tersebut, walau Bryan sangat sering melakukan hal ini tapi tetap saja dia selalu surprise dan tersanjung dengan cara Bryan memperlakukan dirinya selama hampir tiga tahun ini, selama mereka bersama sangat jarang dia melihat Bryan emosi di depannya, bukan berarti Bryan tidak pernah emosi tapi saat emosi dengan pekerjaan atau karyawan nya bahkan dengan dirinya Bryan selalu memilih untuk menjauh darinya untuk mendinginkan kepala dan setelah suasana lebih kondusif baru mereka membicarakan masalah tersebut dan mencari solusi terbaik.


"Itu lagi tidur" Rika menunjuk ke arah tempat tidur bayi yang berada di samping rak buku.


Bryan memandang ke arah yang di tunjuk Rika dan dia melihat dari pembatas tempat tidur bayi tersebut Zheon sedang tidur nyenyak, memang dia tadi melihat ke arah dimana tempat tidur bayi milik Zheon itu makanya dia menanyakan keberadaan Zheon.


Bryan berjalan ke arah tempat tidur bayi dan melihat Zheon yang sedang tertidur pulas sambil memeluk boneka kuda berwarna hitam yang adalah kado ulang tahun Zheon ke dua dari dirinya dan dia sangat senang karna boneka kuda itu menjadi favorit Zheon yang selalu Zheon bawa kemanapun bayi itu pergi dan selalu menjadi teman tidurnya, Bryan mengelus lembut rambut coklat muda milik Zheon agar bayi itu tidak terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Babe makanannya udah mau dingin, kamu mandi gih, udah itu kita makan, biar kamu bisa cepat istirahat" Rika mengingatkan Bryan tentang acara makan malam mereka.


Bryan tersenyum dengan perhatian yang di berikan kekasihnya itu, walau Rika belum menjawab lamaran terakhir nya empat bulan lalu dia tidak pernah meragukan perasaan Rika kepada nya.


"Ya udah, aku mandi bentar ya" Bryan mengambil tas kerjanya yang tadi dia letakan di atas sofa saat menyapa Rika, lalu Bryan berjalan naik ke lantai dua dimana kamar tidurnya berada.



kamar tidur Bryan


Bryan berjalan masuk ke dalam kamar tidurnya dan meletakkan tas kerjanya di atas sofa yang ada di dalam kamarnya, Bryan tersenyum lagi saat melihat sudah ada setelan baju rumahnya di atas tempat tidur nya, memang kalau di rumah dan mau tidur dia lebih suka memakai baju yang simpel, cukup kaos oblong dan celana pendek setengah paha.


Bryan membuka setelan kantornya dari jas, kemeja, hingga celana panjang, dan juga kaos tipis yang dia pakai untuk lapisan dalam kemeja yang dia pakai lalu meletakkan semua pakaian kotor tersebut di keranjang baju kotor dan sekarang Bryan hanya tinggal mengenakan boxer nya dan telanjang di bagian atas yang memperlihatkan tubuh atletis nya dengan bulu-bulu halus di sekitar dada hingga ke bagian pusar, lalu Bryan berjalan ke arah kamar mandi dan masuk ke dalam kamar mandinya.



kamar mandi Bryan


selesai dengan ritual mandinya Bryan berjalan keluar dari kamar mandi dengan bathrobe nya dan langsung mengenakan baju yang sudah di sediakan Rika untuk nya, tidak mau membuat kekasih nya menunggu lebih lama Bryan segera keluar dari dalam kamar nya dan dengan cepat turun dari anak-anak tangga menunju ruang makan yang berada bersebelahan dengan dapur bersih, Rika yang melihat Bryan sudah berjalan turun segera bangun dari sofa dan berjalan menyusul Bryan ke ruang makan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE BUAT YANG UDAH BACA, SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN KALIAN ATAS TULISAN SAYA, LIKE GRATIS KOK 😽😽


__ADS_2