PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 40


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS. 🍁🍁


Persidangan perceraian Yana dan Johan terus berlanjut dengan Yana yang hanya sekali menghadiri sidang tersebut dan kesaksian dari kedua orangtua Yana yang jelas memberatkan posisi Johan sebagai suami yang tidak bertanggung jawab dan Jesslyn sendiri memilih tinggal dengan mommynya karna sudah tau ada perempuan lain di hidup daddynya bahkan para art di rumah Yana juga mengatakan kalau tuan mereka sangat sering tidak pulang padahal mereka tidak pernah mendengar kalau tuan mereka pergi ke luar kota atau ke luar negeri, semua pernyataan itu berdasarkan dari pertanyaan yang di ajukan oleh kedua pengacara dari pihak penggugat dan tergugat, sedangkan dari pihak Johan hanya menghadirkan Andre sebagai saksi yang notabenenya adalah orang luar yang sama sekali tidak mengetahui perjalanan rumah tangga sahabat nya itu secara pasti jadi hanya memberikan jawaban sesuai yang dia ketahui, dan dengan semua kesaksian yang ada selama persidangan berlangsung akhirnya hakim menerima gugatan cerai yang di ajukan oleh Yana dengan tiga kali ketokan palu hakim maka secara hukum negara dan agama Yana dan Johan resmi bercerai dengan talaq satu yang di berikan hakim, karna talaq dua atau talaq tiga itu bisa terjadi kalau pihak lelaki yang mengajukan gugatan cerai, tapi kalau pihak perempuan yang mengajukan gugatan cerai dan di kabulkan biasanya hakim hanya memberikan talaq satu agar ada kemungkinan untuk rujuk jika kedua belah pihak ingin rujuk tapi jika ada unsur kekerasan KDRT barulah hakim akan memberikan talaq dua dengan kemungkinan rujuk bisa terjadi jika pihak perempuan yang menginginkan nya atau memberikan talaq tiga dengan kemungkinan rujuk yang sangat mustahil bisa terjadi, karna kalau sudah talaq tiga kemungkinan rujuk hanya 0,01 persen, karna kedua belah pihak yang sudah bercerai harus menikah dulu dengan orang lain lalu bercerai baru kemudian bisa kembali rujuk dengan mantan pasangan pertama istri/suami pertama..


****


Yana yang sedang berada di ruang meeting dengan client pentingnya mendapat panggilan telpon dari pengacara nya tapi karna sedang dalam keadaan meeting Yana terpaksa membiarkan panggilan dari pengacara nya itu, Yana tau kalau hari ini adalah putusan hakim atas gugatan cerai yang dia ajukan, dan setelah melewati beberapa kali persidangan akhirnya dia akan mendengar putusan atas gugatan nya, Yana melanjutkan meeting nya dan melupakan sebentar tentang rasa penasaran nya keputusan apa yang akan hakim berikan terkait gugatan nya, akhirnya selesai makan siang meetingnya dengan client nya selesai juga karna harus di lanjutkan dengan makan siang, karna sangat tidak sopan jika dia menolak ajakan client nya untuk makan siang bersama karna setidaknya itu bisa menjadi point agar kerja sama yang ingin di jalin bisa terlaksana tanpa kendala berarti, selesai makan siang Yana langsung menuju kantor pengacara nya bersama dengan sekertaris nya Serly karna sekalian mereka berada di luar kantor saat makan siang tadi.


Yana tiba di kantor pengacara nya, Yana memarkirkan mobilnya, Yana memang mengemudikan mobilnya sendiri saat menemani client nya makan siang tadi sementara Serly hanya menemani dan Yana memang sengaja melarang Serly untuk mengemudikan mobilnya, mereka berdua keluar dari dalam mobil dan mereka berjalan masuk ke dalam kantor pengacara nya itu dan berjalan menuju lift untuk menuju ke lantai tiga dimana kantor pengacara nya berada.


Yana keluar dari dalam lift dan berjalan ke meja sekertaris pengacara nya.


"Selamat siang mbak" Yana menyapa perempuan yang ada di depannya saat ini.


"Siang Bu Yana, mau ketemu Bapak?" Sekertaris itu balik menyapa Yana yang dia kenali sebagai client bossnya.


"Pak Rudinya ada?" Yana bertanya dengan ramah.


"Ada Bu, mari saya antar" Sekertaris tersebut bangun dari tempat nya dan mempersilakan Yana dan Sekertaris nya untuk mengikuti nya ke ruangan bossnya.

__ADS_1


Tok tok tok, sekertaris itu mengetuk pintu ruangan kerja bossnya.


"Masuk" Terdengar suara baritone dari dalam ruangan.


Sekertaris itu membuka pintu ruangan bossnya.


"Permisi pak, ada Bu Yana" Sekertaris itu memberitaukan kedatangan Yana kepada bossnya.


Rudi yang sedang membaca beberapa berkas di mejanya mengangkat kepalanya saat mendengar sekertaris nya menyebut nama Yana yang datang ke kantornya.


"Selamat siang Bu Yana, mbak Serly" Rudi bangun dari kursinya dan berjalan mendekati Yana dan menjabat tangan client nya itu dan juga tangan Serly.


"Dessy tolong kamu bawakan minuman dingin untuk tamu kita" Rudi meminta Dessy sekertaris nya untuk membawakan minuman untuk tamu penting nya, walau dirinya adalah pengacara perusahaan dan juga pengacara pribadi bagi keluarga Hadi Wijaya sudah cukup lama bahkan dulu dirinya adalah senior di kampus Yana tapi mereka beda tingkatan dan jurusan, tapi dia selalu memperlakukan Yana sama seperti dia memperlakukan Hadi orangtuanya Yana.


"Maaf tadi saya ga bisa angkat panggilan dari Pak Rudi karna saya sedang meeting" Yana membuka pembicaraan di antara mereka.


"Permisi Pak" Terlihat Dessy membawa nampan berisi dua gelas minuman dingin yaitu orange juice.


"Silakan di minum Bu, mbak" Dessy mempersilakan Yana dan juga Serly untuk meminum minuman yang dia bawa.

__ADS_1


"Makasih Mbak Dessy" Yana tersenyum ramah ke arah sekertaris Pak Rudi itu.


Dessy pun berjalan kembali keluar dari dalam ruangan bossnya karna dia memang tidak punya kepentingan di dalam ruangan bossnya itu.


"Jadi Gimana Pak hasil putusan sidang hari ini?" Yana langsung tude point menanyakan tentang hasil sidang perceraian nya yang hari ini adalah dengan agenda putusan hakim.


"Jadi begini Bu Yana, Alhamdulillah hakim menerima gugatan yang kita ajukan dengan semua bukti dan kesaksian yang ada dan hari ini Hakim sudah memutuskan kalau antara Bu Yana dan Pak Johan sudah tidak ada ikatan perkawinan lagi, dan kewajiban biaya selama masa idah dan biaya untuk Jesslyn juga sudah di putuskan pengadilan besaran nya berdasarkan dari jumlah gaji yang di terima Pak Johan" Rudi menjelaskan hasil sidang putusan hari ini.


"Lalu bagaimana dari pihak mereka? apa mereka menerima putusan hakim?" Yana seakan enggan menyebut nama Johan yang sudah menjadi mantan suami nya.


"Mereka belum memutuskan menerima atau tidak, karna tadi Pak Johan juga tidak datang dalam sidang hari iniI dan hakim memberikan waktu selama dua minggu atau empat belas hari untuk mereka mengajukan banding atas putusan hari ini" Rudi menjelaskan lebih lanjut.


Yana mendengarkan apa yang di katakan oleh pengacara nya itu dan menyimak semua yang di jelaskan kepadanya yang ternyata belum tentu akan selesai dalam waktu dekat, tapi setidaknya dia sudah tidak akan melihat keberadaan Johan di rumahnya saat dia kembali ke rumahnya walau keputusan belum inkrah.


****


Johan yang tidak datang ke sidang putusan cerainya terlihat melempar smartphone nya saat mendapat kabar dari pengacara nya kalau hakim menerima dan memutus cerai ikatan perkawinan dirinya dan Yana dan dia harus datang ke pengadilan untuk membacakan inkrah cerainya sebagai tahap akhir, andai dia tidak datangpun tidak berpengaruh, karna inkrah tersebut hanya prosedur saja kalau dia sudah menalaq mantan istrinya itu, tapi pengacara nya juga bilang dia punya batas waktu selama empat belas hari untuk mengajukan banding atas putusan cerai yang di keluarkan hakim pada hari ini walau pada kenyataannya bukti-bukti yang ada selama sidang perceraian ini sangat menyudutkan dirinya, Johan meraup rambutnya dan mengusap kasar wajahnya menghempaskan punggung nya ke sandaran kursi yang di dudukinya, dia ga pernah menyangkah kalau pernikahan nya hanya bertahan sampe di sini, dan itu juga sebagai tanda kalau dia harus keluar dari rumahnya karna rumah itu jelas-jelas milik mantan istrinya dan mantan mertua nya juga tidak akan membiarkan nya meributkan soal rumah tersebut belum lagi mereka memiliki perjanjian pra nikah saat mereka akan menikah dan itu membuat dia hanya mempunyai dua pilihan, tinggal di Apartment Cindy atau membeli Apartment sendiri yang pastinya tidak akan semewah rumahnya.


"Apa gue harus benar-benar melepaskan Yana dari hidup gue!" Johan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


like ya guys


__ADS_2