
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Dino yang merasa sudah satu minggu ini perutnya sangat tidak enak, yang sangat sensitive dengan beberapa bau dan juga dirinya yang suka memakan makanan yang selama ini sangat dia benci merasa aneh dengan semua itu, dan dia memutuskan untuk ke Dokter memeriksa kan perutnya dan juga lambungnya, dia takut lambungnya akan bermasalah karna banyak memakan makanan yang aneh-aneh. (Bule-bule, emang ada makanan yang aneh?? loe yang aneh ππππ)
HAPPY READING GUYS πππ
Dino** yang merasa sudah satu minggu ini perutnya sangat tidak enak, yang sangat sensitive dengan beberapa bau dan juga dirinya yang suka memakan makanan yang selama ini sangat dia benci merasa aneh dengan semua itu, dan dia memutuskan untuk ke Dokter memeriksa kan perutnya dan juga lambungnya, dia takut lambungnya akan bermasalah karna banyak memakan makanan yang aneh-aneh, Dino berniat untuk saat jam istirahat kantor dia akan pergi ke Dokter tentunya tanpa sepengetahuan Bossnya, Dino tau Bossnya tidak ada di apartment jadi dia langsung turun ke lantai baseman dimana mobilnya terparkir untuk segera berangkat ke kantor, kalau Bossnya sudah pasti akan berangkat dari mansionnya. Dino bergegas masuk ke dalam mobil nya dan langsung tancap gas menuju kantornya.
xxxxxxx
Sementara Bian baru selesai sarapan bersama putri nya dan juga Kimberly, bagaimana pun Kimberly saat ini adalah tamunya dan dia harus menghargai tamu yang berada di rumahnya, terlepas tamu itu menyebalkan sekalipun, selesai sarapan Bian bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang kalau kamu mau jalan-jalan, minta Pak Sofyan untuk menyiapkan supir, Kim, kamu pegang kartu ini karna kalau kamu menukar dollar dalam jumlah besar itu akan sangat produsernya" Bian memberikan sebuah kartu gold kepada Kimberly, bukan kartu tanpa limit tapi isinya cukuplah buat beli rumah cash di daerah kemang atau pondok indah.
"Belilah apa yang kalian mau, tapi jangan sesuatu yang tidak berguna" Pesan Bian.
"Oke honey, aku akan pergunakan kartu ini dengan baik" Ujar Kim yang merasa sangat senang karna mendapat perhatian Alex, buat Kim, dia mencintai Alex bukan karna uang atau kekayaan Alex, tapi karna memang dia suka, karna kalau hanya untuk mencari orang kaya selevel Alex di America sangat mudah buat dia, apalagi dia putri seorang pengusaha yang juga seorang gubernur kota besar seperti new york, tapi dengan status sosial Alex yang kebetulan menjadi orang paling kaya di dunia itu adalah bonus buat dia.
(Yakin banget Kim bakal jadi Nyonyah Alex??)
"Oke Queen, Daddy berangkat kerja dulu, ingat pesan Daddy tadi" Ujar Bian mencium kening Bianca.
Tiba-tiba cup, Kimberly mencium pipi Bian yang masih berdiri di tempatnya.
"Be careful honey" Ujar Kimberly dengan senyum lebar di bibirnya.
Bian hanya mengelengkan kepalanya sambil menghapus bekas ciuman Kimberly di pipinya, lalu Bian pun berjalan ke tangga menuju lantai baseman tempat mobilnya terparkir dengan nyaman, karna hanya ada dua mobil di sana jadi bisa parkir dengan leluasa.
xxxxxxx
Bian yang sudah berada di ruang kerjanya langsung memanggil Dino melalui Renata sekertaris nya dan tidak berapa Dino terlihat memasuki ruangan kerja Bian.
"Ada apa Master?" Tanya Dino, Dino sangat berharap tidak di suruh pergi ke sesuatu tempat atau mengganti kannya bertemu dengan client, karna jam sebelas dia sudah ada janji dengan Dokter.
__ADS_1
"Kamu suruh anak buah kamu menjaga Bianca dan Kimberly, cukup dari jauh saja, saya takut nanti ada yang iseng dengan mereka, karna mereka tidak bisa berbahasa Indonesia" Ujar Bian.
"Baik Master akan segera saya kirim dua orang untuk menjaga nona Bianca dan nona Kimberly" Ujar Dino yang langsung mengeluarkan smartphone nya dan menghubungi anak buahnya untuk melakukan apa yang menjadi perintah Boss mereka.
"Sudah Master, mereka langsung bergerak ke Mansion Master dan akan berjaga duapuluh empat jam" Ujar Dino.
Bian menganggukan kepalanya dan memeriksa file yang ada di meja kerjanya.
"No jangan lupa jam Tiga kita ada meeting dengan perusahaan Adiraksa group" Ujar Bian mengingat kan, karna sejak assistannya itu sibuk mencari keberadaan Rica membuat assistannya itu jadi sedikit pelupa.
"Siap Master, saya ingat soal itu" Ujar Dino, makanya dia mengambil jam lebih cepat untuk ke Dokter karna setelah itu dia harus pergi dengan big Bossnya itu.
"Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya" Ujar Dino dengan sedikit membungkukan badannya lalu berjalan keluar dari ruangan kerja Bossnya itu.
xxxxxxx
Sementara di sebuah Mall termewah di Jakarta selatan terlihat Bianca dan Kimberly sedang berjalan mengitari Mall tersebut, tapi mereka terlihat asyik sendiri-sendiri walau mereka datang bersama, Bianca tiba-tiba tertarik dengan sebuah boneka beruang yang sangat besar.
"Pergi lah duluan, nanti aunt menyusul, aunt lagi bicara dengan oma kamu" Ujar Kimberly.
Bianca tidak begitu mendengarkan apa yang di katakan Kimberly karna Bianca sudah berlari ke toko boneka dimana boneka beruang yang sangat besar itu berada, Bianca langsung mengambil boneka beruang tersebut tapi saat bersamaan ada tangan lain yang juga memegang boneka beruang itu.
"Hei this is mine";Ujar Bianca kepada anak lelaki yang juga memegang boneka dia ambil.
"Kau belum membayar nya jadi ini milik siapa aja" Ujar anak laki-laki itu.
"Rio, udah ketemu boneka pesanan Micca?" terdengar suara perempuan yang berjalan ke arah anak laki-laki yang sedang memegang boneka beruang yang juga sangat di inginkan Bianca.
"Kak, bonekanya ada, tapi cewe bule ini ingin mengambilnya" Ujar Rio yang tak lain adalah adik bungsu Anya, dan saat ini Rio sedang berdua dengan Anya menghabiskan waktu karna Rio sedang libur sekolah, sedangkan Micca ga bisa ikut karna sedang mengikuti ujian akhir semester .
Anya memandang wajah cewe abg dengan warna rambut dan mata yang sama seperti milik Bian, kenapa terlihat mirip? mungkin karna kebetulan warna yang sama jadi seolah membuat gadis abg itu mirip Bian.
"Hai cantik, kamu suka sama boneka itu?" Tanya Anya.
__ADS_1
"Ya, aku mau boneka ini, tapi dia mau mengambil nya" Ujar Bianca sambil menunjuk ke arah Rio yang masih memegang boneka beruang tersebut.
"Rio, sama cewe harus ngalah" Ujar Anya sambil melepaskan tangan Rio dari boneka itu.
"Dasar jutek!" Gerutu Rio sambil memandang Bianca dengan tatapan dingin.
"What you see?" Tanya Bianca yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan Rio barusan.
"Adik saya bilang kamu cantik?" Ujar Anya merubah apa yang sebenarnya di katakan Rio barusan.
"Kakak, aku ga bilang gitu" Rio memprotes apa yang di katakan Anya kepada cewe bule itu.
"Ganteng juga sich, tapi menyebalkan!" Ujar Bianca dalam hati sambil melirik ke arah Rio.
"Kamu sama siapa cantik?" Tanya Anya lagi pada Bianca.
"Aku bersama aunt, itu dia" Tunjuk Bianca ke arah Kimberly yang berdiri di depan pintu toko tersebut dan masih sibuk dengan smartphone nya.
"Baiklah kalau begitu, saya dan adik saya pergi dulu ya, bonekanya boleh buat kamu" Ujar Anya.
"Thanks" Bianca sangat senang karna mendapatkan boneka yang dia mau, karna dia lupa membawa boneka untuk teman tidurnya, jadi dia harus membeli boneka dan dia sudah mendapatkan nya.
"Ayo Rio kita cari boneka buat Micca" Ujar Anya memegang tangan Rio dan berlaku dari hadapan Bianca, Rio menatap sewot ke arah Bianca sedangkan Bianca malah membalas dengan memeletkan lidahnya ke arah Rio.
( judulnya apa nich?? anak tiriku adik iparku πππ)
xxxxxxx
Dino sudah sampe di medical hospital untuk memeriksakan rasa ga enak yang dia alami selama satu minggu ini.
BERSAMBUNG
selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,
__ADS_1