
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Rica akhirnya sampe juga di apartment Dino dengan semua belanjaan yang sangat banyak, Rica berjalan ke arah lemari es dan membuka lari es yang lumayan besr itu dengan pintu di kiri kanannya, lalu Rica memasukan semua bahan-bahan masakan di tempatnya masing-masing, dan meninggalkan beberapa macam sayuran dan juga daging yang untuk dia makan berdua dengan Dino setelah Dino nanti pulang dari kantor nya. Rica pun mulai menyiapkan semua bahan masakan yang mau dia masak, Rica mulai memotong-motong daging dengan ukuran yang pas dan begitupun dengan sayuran yang ada, dan setelah semua bahas selesai di persiapkan Rica mulai terlihat sibuk dengan kompor dan segala peralatan masak yang masih terlihat baru , ya semua peralatan masak itu baru di beli sekitar seminggu lalu, karna Rica sebisa mungkin lebih suka memasak daripada harus membeli makanan di restoran. Rica terus saja sibuk dengan kegiatan nya tanpa memikirkan apapun, yang dia pikirkan hanya satu , semoga makanannya enak dan Dino suka, tak terasa Rica selesai juga dengan acara memasak nya, Rica merapikan semua peralatan yang dia pakai untuk memasak lalu menata semua yang dia masak di atas meja makan dan menutup nya dengan tudung saji dengan model kekinian, Rica melihat arlojinya, waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, berarti masih ada waktu satu jam lagi sebelum Dino kembali dari kantornya, Rica memperhatikan apartment Dino yang ternyata sedikit berantakan, bagian cleaning services selalu datang sore hari saat si pemilik apartment ada, baru mereka bisa membersihkan unit Apartment yang ada, terkadang kalau ketemu penghuni Apartment yang baik para cleaning services pasti selalu mendapatkan tip untuk jasa mereka yang sudah membersihkan dan merapikan seluruh apartment, tapi kalau lagi apes ketemu penghuni Apartment yang super duper medit, biasanya mereka hanya mendapatkan ucapan terim a kasih, Rica lalu merapikan apartment tersebut yang tidak terlalu berantakan, Rica berjalan masuk ke kamar Dino untuk merapikan bekas tidur tadi malam karna Rica yakin kalau kamar tidur pasti lumayan berantakan, karna Dino sangat suka meletakan baju kotornya di sembarang tempat, Rica yang sudah berada di dalam kamar sedikit heran melihat ada gelas dan botol minuman berlkohol di atas nakas, memang Dino suka minum tapi tidak pernah sampe minum di dalam kamar, setidaknya itulah yang dia tau, tapi Rica ga mau berpikiran negative, mungkin Dino memang lagi mau minum di dalam kamar tidurnya, Rica merapikan kamar tidur tersebut dan merapikan baju-baju Dino yang berserakan, Rica mencium kemeja yang ada di atas ranjang untuk memastikan kemeja tersebut kotor atau tidak, karna sedikit banyak Rica mulai mengerti dengan cara Dino yang tidak cukup dengan memilih satu baju yang akan akan dia pakai, kadang Dino bisa memilih hingga tiga kali untuk memastikan apa yang ingin dia pakai, Rica tersenyum sa at mengingat hal tersebut, Rica mencium berulang kali kemeja tersebut karna dia merasa aneh dengan aroma kemeja tersebut, Rica seperti mencium aroma parfume cewe di kemeja tersebut, antara yakin dan tidak tapi Rica sangat hafal dengan aroma parfume yang di pakai Dino tapi aroma yang dia cium ini sangat berbeda, tapi sekali lagi dia ga mau berpikiran negative kepada Dino, mungkin Dino tidak sengaja berada dengan jarak yang dekat dengan sekertaris di kantornya, Rica lagi-lagi berpikiran positive, Rica membawa semua baju yang berserakan di atas ranjang ke tempat baju kotor lalu ngerapiin ranjang yang sedikit berantakan, setelah semua rapi Rica berjalan ke lemari pakaian dan mengambil satu buah kaos dan celana pendek untuk nanti Dino ganti saat sampai di apartment, karna memang kalau di apartment nya Dino selalu memakai celana pendek dan kaos biasa, Rica meletakan pakaian yang dia ambil di atas ranjang, setelah yakin kamar Dino sudah rapi Rica berjalan keluar kamar dan berjalan ke arah TV s ambil menunggu Dino pulang.
xxxxxxxxxxxxx
Dino dan Bian baru turun dari dalam mobil, ya mereka baru pulang dari kantor walau mereka tidak langsung dari kantor karna mereka baru selesai meninjau sketsa gambar yang di buat oleh insinyur pilihan Bian untuk membangun satu Blok resort yang akan segera di bangun di Bali yang harus selesai dalam kurun waktu dua tahun lagi, mereka berjalan menuju lift untuk menuju apartment mereka masing-masing.
"Dino, malam ini kamu tidak usah ke apartment saya, besok pagi saja kita ketemu di mobil" Ujar Bian sebelum Dino turun di lantai 42 dimana apartment Dino berada.
"Baik Mister" Dino menganggukan kepalanya dan dia paham kalau Bossnya sudah berbicara seperti itu pasti Nona Anya akan menginap malam ini dan mungkin bisa tiga malam ke depan, justru saat weekend nona Anya malah tidak bersama Bossnya, dia tidak menanyakan hal itu karna domains nya juga .
"Mister saya keluar duluan" Ujar Dino saat lift Berhenti di lantai 42, Bian menganggukan kepalanya pelan dan melihat tubuh Assistant nya itu menghilang bersama tertutup nya kembali pintu lift tersebut. yang akan membawanya ke lantai paling atas dari gedung apartment ini.
Dino menglonggarkan dasinya sambil terus berjalan menuju pintu apartment nya, Dino tidak memikirkan apapun karna sekarang dia sanagt lelah dan ingin beristirahat, karna sudan beberapa malam ini dia selalu menghabiskan waktunya di club hingga subuh dan membuat dia tidur hanya beberapa jam saja, Dino menenkan password di depan pintu apartment nya, Dino melangkah masuk ke dalam apartment nya dan dia seperti mencium bau masakan, Dino masih melangkah dan saat sampe di ruang TV Dino di sambut dengan senyuman yang hadir dari bibir Rica, Rica sengaja diam saat mendengar pintu di buka dari luar karna da mau membuat surprise.
"Honey" Rica langsung berdiri dan menghambur ke pelukan Dino dan bermaksud memberikan kecupan selamat datang di bibir yang selalu beraromakan mint itu, tapi Rica lumayan terkejut saat Dino memalingkan wajahnya sebagai tanda kalau Dino menolak ciuman yang ingin dia berikan, tapi Rica mencoba berpikir kalau Dino pasti lelah jadi Rica segera menepis rasa terkejutnya.
"Honey, kamu capek? sini biar aku yang bawa tas kamu ke kamar, habis itu kamu mandi, baju kamu udah aku siapin, setelah kamu selesai kita langsung makan, aku udah masakin makanan kesukaan kamu" Rica bermaksud mengambil tas kerja Dino tapi yang terjadi benar-benar mengejutkan, membuat Rica bingung, karna selama ini Dino tidak pernah kasar pada dirinya tapi barusan Dino menepis tangannya dengan kasar hingga Rica bisa merasakan rasa sakit di tangannya dan Rica langsung menatap Dino yang ternyata juga sedang menatap dirinya dengan tatapan seakan ingin membunuhnya.
__ADS_1
Dino lumayan terkejut melihat Rica ada di apartment nya dan dengan cepat ingatannya saat melihat Rica sedang berdua di restoran elite dimana pria itu dengan mesra nya memegang bibir Rica.
"Honey, kamu kenapa?" Rica mencoba untuk ga terpancing amarahnya dengan sikap kasar Dino barusan.
"Mau apa lagi kamu ke sini?!" Tanya Dino dengan wajah dingin datar tanpa expressi.
"Ya aku ke sini karna aku rindu kamu" Rica merasa ga ngerti dengan ucapan Dino yang buat dia Tessa sangat ambigu banget, gimana ga ambigu, mereka punya hubungan special dan sudah juga membuat rencana untuk kehidupan mereka berdua.
"Owh jadi setelah puas dengan lelaki tua kamu masih merasa kurang dan mau mendapatkan kepuasan dari saya juga?" Dino tidak lagi berbasa basi, langsung tude point.
Rica terkejut juga bingung dengan semua yang di katakan Dino barusan.
"Apa semua yang saya kasih ke kamu masih kurang? sampe kamu masih harus bersama pria lain! owh atau memang kamu yang tidak cukup dengan satu pria!" Ujar Dino tanpa merasa bersalah.
Rica seperti mendengar suara petir tepat di depan kupingnya, Rica menahan air mata yang akan jatuh dari kedua matanya dan menatap tajam ke wajah Dino.
"Apa maksud kamu dengan ucapan kamu barusan?! lelaki siapa dimana?!" Rica sangat ga terima dengan tuduhan yang di luncurkan Dino kepada dirinya.
Dino tetap dengan wajah dinginnya walau melihat wajah Rica yang tidak tau maksud tuduhan Dino kepadanya.
__ADS_1
"Owh... jadi kamu mau saya bicara dengan terang-terangan! oke kalau itu mau kamu! Saya melihat kamu di restoran dengan pria tua beberapa hari lalu! Ujar Dino tude point, Rica terdiam mengingat siapa yang di maksud Dino, Rica ingat dia di restauran dengan Pak Bambang, jadi pria yang di maksud Dino Pak Bambang.
"Kenapa diam?! ekm pemandangan yang bagus buat saya, sekaligus bukti kalau jal*ng tetaplah jal*ng! yang tidak akan pernah puas dengan satu lelaki!" Dino kembali dengan tuduhannya yang sepihak itu, dan apa yang di ucapkan Dino barusan benar-benar seperti godam yang menghantam kepalanya, dengan entengnya Dino mengingat kan siapa dirinya, tapi dia tetap tidak terima jika di sebut sebagai perempuan yang tidak puas dengan satu lelaki.
"Jaga bicara anda Tuan Dino!" Rica langsung merubah panggilan nya kepada Dino setelah Dino seenaknya menuduh dirinya seperti itu.
"Owh kenapa?? apa salah yang saya katakan, mana ada perempuan baik-baik yang bibirnya bisa di pegang seenaknya di depan umum!" Dino kembali beropini semaunya tentang apa yang dia lihat.
"Apa kamu mau saya puaskan? atau pria itu tidak sekuat saya di ranjang iya? makanya kamu datang ke saya??!" Dino dengan senyum smirk nya.
PLAAKKK..... sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dino, ya Rica spontan menampar wajah Dino dengan kuat.
"Cukup anda bicara! anda bicara hanya atas apa yang anda lihat! Iya saya memang Jal*ng, dan siapa yang meminta anda untuk memberikan semua yang saya mau??? ini! anda ambil semua yang anda berikan kepada saya!! saya tidak butuh semua ini! seperti anda bilang kalau saya jal*ng dan dengan tubuh Indah saya ini saya bisa mendapatkan seratus laki-laki yang lebih dari anda!!" Rica melepar kunci mobil yang da letakan di meja dan mengeluarkan kartu kredit dari dalam tasnya yang dia letakan satu tempat dengan kunci mobil yang di berikan Dino kepadanya.
"Jangan pernah menunjukan wajah anda di depan saya Tuan yang terhormat!!!" Ujar Rica tanpa menyebut nama Dino lagi, Rica berjalan ke arah pintu dan membukanya tanpa melihat ke arah Dino lagi dan langsung membanting pintu apartment Dino dengan keras hingga menimbulkan suara, untung koridor di lantai tersebut masih sunyi karna penghuni nya belum pulang dari kantor.
BERSAMBUNG
Jangan suka berasumsi sendiri jika kita belum bertanya , biasakan kepala tetap dingin walau hati seperti lahar gunung berapi panasnya, tapi masalah di yakinkan akan bisa di selesai tanpa harus bertengkar, saling caci maki, apalagi sampai menyebutkan masalalu pasangan kita, saat kita memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang yang dunianya sangat kelam, maka kita harus melupakan masa lalunya itu, jangan jadikan senjata untuk menyakitinya di masa depan.
__ADS_1
Dino jadi Duda tuch, ada yang mau???