PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 023


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Tuan apa boleh saya bertanya?" Anya akhirnya tidak tahan untuk tidak menanyakan hal ini.


"Tanya saja, saya pasti akan jawab kalau saya tau" Bian tersenyum memandang wajah Anya.


"Soal apa yang kita lakukan, kenapa hal itu bisa terjadi?" Anya kembali bertanya dengan suara yang sangat pelan karna dia sangat malu mengingat kalau dialah yang memulai hal tersebut.


"Selesaikan dulu makan kamu, setelah itu baru kita bicara, ga enak membicarakan hal sensitive seperti itu di meja makan" Bian sengaja menunda pembicaraan hal itu karna ada yang ingin dia tunjukan sebagai bukti karna dia ga mau Anya sampe salah paham dengan dirinya, merekapun melanjutkan makan mereka tanpa ada suara karna memang realnya mereka belum akrab secara individual.

__ADS_1


****


Bian berjalan keluar dari ruang kerjanya sambil membawa laptop dan USB di tangannya, Bian menyusul Anya yang sudah kembali duduk di sofa depan TV, Bian duduk di samping Anya dan meletakan laptop yang dia bawa di atas meja lalu memasangkan USB pada tempatnya, lalu Bian mulai menyalahkan laptopnya dan setelah laptopnya aktif Bian membuka file USB dan membuka salah satu Video yang ada di sana.


"Silakan kamu lihat sendiri dan kamu akan paham kenapa kita bisa melakukan hal tersebut" Bian mempersilakan Anya untuk melihat video yang ada setelah mempercepat bagian awalnya dan berhenti pada bagian tengah tanyangan video tersebut.


Deg deg deg, Deg deg deg, suara jantung Anya terasa sedikit berpacu lebih cepat saat akan melihat video yang baru saja di play Bian di laptopnya, Anya melihat saat dirinya sudah pingsan dan Arya mulai membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya, airmata Anya langsung melompat tanpa permisi saat melihat bagaimana Arya membelai dadanya baginya itu suatu pelecehan, Anya menguatkan dirinya untuk melanjutkan melihat video tersebut dan menghapus airmatanya, Anya melihat Arya mengambil sesuatu dari dalam laci dan memasukan sebungkus bubuk ke dalam tenggorokannya dan sepertinya bubuk itu larut dengan sendirinya terkena air liurnya , pantas saat sadar dari pingsannya dia merasa lidahnya lumayan pahit dan dia malah memrpoduksi liur lebih banyak untuk menghilang kan rasa pahit yang ada dengan menelan lebih air liurnya, padahal itu justru membuat dia makin melarutkan bubuk yang di masukan Arya ke dalam mulutnya, dan dari apa yang di ucapakan Arya dia sudah bisa menebak bubuk apa yang di masukan Arya ke dalam mulutnya, Anya menggeser laptop tersebut dari pandangannya karna dia tidak ingin melihat kelanjutanny.


"Apa kamu mau melaporkan kejadian ini? kalau kamu mau, saya bisa bantu, tapi kamu harus siap kalau semua ini harus di serahkan kepada pihak berwajib sabagai barang bukti" Ujar Bian menanyakan keinginan Anya untuk kejadian yang menimpahnya.

__ADS_1


Anya masih terdiam dan terlihat berpikir tentang apa yang di katakan Bian barusan, itu berarti dia harus membiarkan tubuhnya di lihat lebih banyak orang walaupun itu hanya melalui video, sedangkan selama ini dia sangat menjaga tubuhnya agar tidak di lihat orang, mantan-mantannya saja belum pernah melihat tubuhnya, bahkan pada saat berenang sekalipun, karna saat berenang dia selalu memakai bikini yang lumayan tertutup bagian dada juga pahanya.


"Saya tidak mau tubuh saya di lihat lebih banyak orang Tuan, tapi saya sangat ingin bajingan itu di hukum" Ujar Anya dengan kemarahan dan wajah penuh kebencian.


"Kamu tenang saja, saya pastikan seumur hidup kamu, kamu tidak akan pernah melihat lelaki bajingan itu, sekarang kamu istirahat saja, tenangkan pikiran kamu, kamu mau tidur di mana? di kamar atas atau di kamar bawah? kalau kamu mau di kamar atas saya tidur di kamar tamu" Ujar Bian, karna dia tau kalau keadaan sadar seperti ini Anya tidak akan mau sekamar dengannya walau mereka sudah melakukan itu hingga beberapa kali.


"Saya di kamar tamu aja Tuan, dan besok pagi-pagi sekali saya harus kembali karna harus kuliah dan saya juga harus mengurus kedua adik saya" Ujar Anya memberikan keputusannya


"Baiklah, saya tidak akan menghalangi kamu, saya akan minta Dino untuk mengantarkan kamu, kamu tenang aja, saya akan urus mereka, dan memberikan mereka hukuman yang pantas mereka terima" Bian bangun dari tempatnya dan mengambil laptopnya dan membawanya, tiba-tiba Bian membalikan tubuhnya kembali ke arah Anya.

__ADS_1


"Good night" Ucap Bian dengan senyum di bibirnya lalu melanjutkan langkahnya naik ke lantai dua menuju ruang kerjanya yang berada tepat di samping kamar tidurnya.


xxxxx


__ADS_2