PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 58


__ADS_3

,ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁🍁🍁🍁


Jesslyn yang sedang berjalan bersama teman-temannya menuju area parkir dimana mobil mereka terparkir merasa heran saat melihat keberadaan Daddynya di sekolahnya.


Johan yang melihat kedatangan putrinya terlihat tersenyum lebar dan memberi isyarat agar putrinya mendekat padanya.


"Guys, gue nemuin bokap gue bentar, kalian duluan aja ke mobil ntar gue nyusul" Jesslyn ijin ke teman-temannya untuk menemui Daddynya.


Tyara, Gita dan Michelle menganggukan kepalanya mereka dan berjalan meninggalkan Jesslyn ke arah parkiran mobil, sementara Jesslyn melanjutkan langkahnya mendekati Daddynya.


"Hai dad" Jesslyn mencium pipi Daddynya.


"Ada apa daddy ke sekolah adek?" Jesslyn bertanya maksud kedatangan dari Daddynya itu.


"Memang daddy ga boleh datangin anaknya" Johan merasa tercubit saat mendengar pertanyaan yang di berikan oleh putrinya.


"Ga gitu dad, adek senang-senang aja daddy datang tapi ini udah cukup lama sejak terakhir daddy datang ke sekolah adek" Jesslyn mengingatkan Daddynya itu.


"Hmm kalau daddy ke sini mau ngantar adek pulang kayaknya ga bisa"


"Memangnya kenapa? apa mommy ngelarang adek buat pulang rent daddy" Johan langsung asal menebak.


"Bukan gitu dad, Mommy ga pernah yang aneh-aneh sama adek soal daddy, alasan kenapa adek ga bisa pulang bareng daddy karna adek udah bawa mobil sendiri" Jesslyn memberitaukan alasan dari perkataan nya tadi.


"Siapa yang beliin adek mobil? mommy?" Johan sedikit surprise saat mendengar kalau putrinya itu sudah memiliki mobil sendiri.


"Opa yang beliin, hadiah kebaikan kelas adek, jadi daddy kesini ada apa?" Jesslyn mengulangi pertanyaan nya.


"Daddy mau ngajak adek makan karna daddy kangen makan sama adek, kan udah lama banget kita ga makan bareng" Johan mengemukakan maksudnya.

__ADS_1


"Ya udah gini aja dad, daddy mau ngajak adek makan dimana nanti adek ke sana dengan mobil adek, maksudnya kita pergi sendiri-sendiri, karna kan ga mungkin kalau adek ninggalin mobil adek di sekolah terus ikut dengan daddy, capek kalau harus bolak balik" Jesslyn memberikan solusi.


Johan terlihat berpikir dengan apa yang di usulkan oleh putrinya itu, setidaknya itu tidak buruk.


"Ya udah, kita ke cafe flowers di kemang" Johan menerima usulan putrinya dan menyebutkan cafe yang akan mereka datangi.


"Ya udah, daddy duluan aja, adek mau ambil mobil, nanti kita ketemu di sana" Jesslyn menerima ajakan Daddynya untuk makan bersama.


"Oke, daddy duluan, adek hati-hati bawa mobil nya jangan ngebut" Johan membalikan tubuhnya dan berjalan keluar dari halaman sekolah kembali ke mobilnya, sementara Jesslyn berjalan ke parkiran mobil dan ternyata teman-teman nya masih menunggu.


"Gimana Jess?" Tyara langsung bertanya saat Jesslyn udah berada di dekatnya.


"Guys, gue misah ya, soalnya bokap ngajakin makan, kita hangout nya besok aja" Jesslyn menekan kunci otomatis untuk membuka pintu mobilnya.


"Oke" Tyara, Michelle, Gita menjawab serentak, lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing, kecuali Gita yang lebih sering ikut dengan Tyara karna rumah mereka yang memang berdekatan.


Jesslyn dan Johan sudah berada di cafe flowers dan mereka sedang menunggu pesanan mereka datang, suasana cafe tersebut sangat mendukung untuk anak muda atau dewasa, suasana families nya sangat terasa.


"Jadi gimana sekolah adek? kemarin adek raking berapa?" Johan memulai pembicaraan antara dirinya danGo putrinya.


"Sebenarnya sama aja dad, hanya pelajaran nya aja yang sedikit berbeda" Jesslyn menjelaskan.


Obrolan keduanya terus berlanjut tentang hal-hal ringan yang mereka jalani hingga seorang waiter datang membawakan pesanan mereka dan meletakan nya di meja yang ada di depan mereka, keduanya mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dengan nikmat.


"Adek, mommy kamu gimana sejak ga ada daddy?" Johan mencoba mencari tau kehidupan mantan istrinya.


Jesslyn memandang ke wajah Daddynya itu dan terlihat Daddynya itu hanya tersenyum lebar.


"Mommy baik-baik aja dan sangat bahagia" Jesslyn menjawab seadanya.

__ADS_1


"Hmmm, adek, kalau daddy berniat untuk balikan sama Mommy menurut adek gimana?" Johan akhirnya mengatakan maksud sebenarnya.


Jesslyn menghentikan kunyahannya dan terdiam setelah mendengar apa yang di katakan daddynya, Jesslyn bisa menebak kalau tujuan sebenarnya dari ajakan daddynya itu adalah untuk ini.


"Dad, ga ada anak di dunia ini yang tidak bahagia jika kedua orangtuanya utuh berada di dekatnya, begitupun adek, tapi adek ga pernah mau ikut campur dalam kehidupan pribadi Mommy, karna adek ga mau menjadi orang yang membuat mommy bersedih apalagi sampe menangis" Jesslyn menjawab apa yang menjadi pertanyaan Daddynya.


"Adek, kemarin itu yang minta pisah itu mommy, daddy ga pernah berniat untuk meninggalkan mommy" Johan membela dirinya di depan putrinya itu.


"Kalau adek boleh tau, apa alasan mommy minta pisah sama daddy? kan ga mungkin tiba-tiba mommy minta pisah kalau daddy ga ada salah, karna selama ini adek sangat tau kalau mommy sangat sayang Daddy" Jesslyn sengaja tidak mendebat daddynya itu dan lebih ingin mendengar jawaban dari Daddynya atas apa yang dia tanyakan.


Johan terdiam dan tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh putrinya itu, karna kalau dia menjawab sama aja dia harus membongkar apa yang sudah dia lakukan, apalagi dia ingat kalau putrinya pernah menangkap basah dirinya sedang berdua dengan Cindy di Lembang.


"Dek, daddy ga akan minta adek untuk ngelakuin hal yang adek ga suka, daddy cuma mau adek ngomong ke mommy kalau adek pengen liat mommy balikan lagi sama daddy" Johan menyebutkan permintaan nya kepada putrinya itu.


"Sorry dad, adek ga bisa ngelakuin itu, tapi adek ga akan ngelarang kalau daddy memang mau ngedeketin mommy, dan kalau memang mommy bersedia untuk balik sama daddy adekpun pasti akan ngedukung" Jesslyn secara tidak langsung menolak permintaan Daddynya untuk membantu membujuk mommy nya.


Johan hanya bisa terdiam dan tersenyum terpaksa mendengar perkataan Jesslyn yang terlihat seperti penolakan secara tidak langsung.


"Dad, maaf adek harus pulang sekarang karna udah malam banget, adek takut nanti mommy khawatir karna ga bisa ngitungin adek, ponsel adek lowbet" Jessly menunjukan ponselnya yang layarnya hanya berwarna hitam.


"Ya udah adek hati-hati bawa mobil, jangan ngebut udah malam" Johan melepas putrinya untuk pulang ke rumah mantan istrinya.


"Bye Dad" Jesslyn mencium pipi Daddynya dan berjalan meninggalkan cafe dan daddynya yang masih duduk di kursinya.


Johan mengusap kasar wajah nya karna gagal mendapatkan dukungan putrinya untuk membujuk Yana agar mau kembali padanya, sementara waktunya tinggal satu minggu lagi sebelum dia harus berangkat ke Kalimantan, kalau dia mengambil opsi untuk resign dari pekerjaannya kemungkinan besar dia akan menjadi pengangguran sebelum dia mendapatkan pekerjaan baru, kalaupun dia mendapatkan pekerjaan baru belum tentu dia akan mendapatkan posisi yang sama dan income yang sama seperti sekarang, Johan meremas rambutnya sebagai tanda kegusarannya dengan masalah yang sedang dia hadapi.


BERSAMBUNG


LIKE BUAT YANG UDAH BACA, SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN KALIAN ATAS TULISAN SAYA, LIKE GRATIS KOK 😽😽

__ADS_1


__ADS_2