PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 21


__ADS_3

Jesslyn, Tyara, Gita dan Michelle sudah bersiap dengan jacket mereka karna mereka ingin menikmati suasana sore di sekitar Villa, dan Jesslyn ingin mengajak teman-teman nya ke kebun keluarga nya untuk memanen buah yang sudah waktunya panen, mulai dari durian montong, alvocado mentega, mangga ungu, jeruk mandarin, jambu biji super, rambutan medan, dan ada beberapa buah lain yang di memang sengaja di tanam untuk mengisi tanah yang masih kosong di bagian Villa yang lain, jaraknya lumayan kalau jalan kaki kurang lebih sepuluh menit.


" Mom, aku mau ke kebun ya" Pamit Jesslyn pada Mommynya.


" Iya sayang tapi hati-hati jangan pulang kemalaman, minta Mang asep buat siapin buah-buah yang biasa kita bawa pulang ke Jakarta" Yana menitipikan pesan.


" Ok Mom" Jesslyn menganggukan kepalanya lalu dengan semangat ke empatnya berjalan ke luar Villa dan berjalan menyusuri jalanan yang sepi dari kendaraan, karna memang walaupun semua yang datang ke Villa di daerah Lembang ini memakai mobil, tapi semuanya lebih suka berjalan kaki untuk menikmati suasana yang sejuk yang sangat sayang jika harus di nodai dengan polusi udara dari asap knalpot, lagi pula berjalan kaki dalam udara dingin begini bagus untuk menghangatkan suhu badan dan aliran darah tetap lancar.


" Jess, emang kebunnya luas ya?" tanya Michelle yang memang mempunyai sifat sedikit kepo untuk sesuatu hal yang baru.


" Opa beli tanah untuk Villa ini satu 10 hektar, buat Villa cuma di pake 1500 meter, sisanya buat kebun, itu sich cerita yang gue denger dari Opa" Ujar Jesslyn"


" Ntar gue boleh bawa pulang ya Jess buahnya" Ujar Tyara.


" Gampang," Ujaw Jesslyn dengan merentangkan tangannya menikmati udara sejuk yang ada, mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka mulai memasuki tanah yang di penuhi dengan pohon-pohon yang tingginya kurang dari tiga meter dan buah-buahnya bergelantungan membuat mata yang memandang nya jadi sangat ingin memetiknya.


Seorang lelaki berumur lima puluhan terlihat berjalan mendekati Jesslyn dan teman-teman nya dengan senyum di wajahnya.


" Nona muda" lelaki itu terlihat sedikit membungkukkan badannya ke arah Jesslyn.


" Mang Asep apa kabar?" Sapa Jesslyn kepada kepala kebun keluarga nya itu.


" Alhamdulillah baik Non baik, Nona datang sama Nyonyah muda?" Tanya Mang Asep.


" Iya Mang, tapi Mommy lagi di Villa istirahat, Mang, ini teman-teman saya" Jesslyn memperkenalkan genknya kepada Mang Asep dan Mang Asep membungkukkan badannya ke arah gadis-gadis di samping Nona mudanya itu.

__ADS_1


" Mang, lagi pada buah ya?" Tanya Jesslyn melihat sekelilingnya yang di manjakan dengan macam-macam jenis buah.


" Alhamdulillah lagi panen semua Non" Ujar Mang Asep tersenyum puas karna usahanya merawat kebun milik keluarga Jesslyn berhasil dengan sangat baik, karna bisa di bilang kebun milik keluarga Jesslyn menjadi langganan salah satu Mall terbesar di Indonesia karna kwalitas buah yang ada sangat bagus.


" Syukur dech Mang, genks kalian mau makan buah apa?" Tanya Jesslyn pada teman-temannya.


" Durian dong Jess" Ucap Tyara, Gita dan Michelle dengan serentak.


" Durian ada yang matang Mang?" Tanya Jesslyn melihat ke arah Mang Asep.


" Ada Non, banyak malah" Sok mari Non kita ke Gazebo aja" Ujar Mang Asep mengajak anak majikannya itu mengikuti nya ke gazebo yang memang sengaja di buat untuk tempat istirahat dan menikmati buah-buah yang ada jika keluarga majikannya sedang datang ke Villa ini.


Jesslyn dan yang lain mengikuti langkah Mang Asep menuju gazebo yang berada di bagian lain dari kebun ini, dan tidak berapa lama mereka sampe di gazebo dengan ukuran 5x3 meter, Jesslyn merebahkan tubuhnya di atas gazebo yang terlihat sangat terawat sementara Mang Asep terlihat berjalan menjauh menuju kumpulan pohon Durian montong dan kurang dari sepuluh menit terlihat Mang Asep kembali bersama seorang pekerja membawa empat buah durian montong yang sangat besar ke arah Jesslyn, durian montong yang di tanam keluarga Jesslyn adalah montong super yang mempunyai daging full dengan biji yang kecil.


" Gila Jess, gede banget duriannya!" Michelle sangat semangat melihat Durian yang di bawa sama Mang Asep.


" Mang Asep ikut makan Mang" perintah Jesslyn kepada kepala kebunnya itu.


" Iya Non" Mang Asep ga enak untuk menolak dan mengambil satu potong Durian dan memakannya, lalu Mang Asep kembali membuka dua Durian yang lain agar anak majikannya itu bisa langsung menikmati nya.


" Non, saya mau memeriksa panen buah yang lain Non, kalau Non ada perlu atau ingin buah yang lain Non bisa panggil saya dengan ini" Mang Asep memberikan HT yang ada di tangannya meletakannya di samping Nona mudanya itu.


" Mang maaf, tolong nanti bawakan mangga sama Alvucado buat di bawa ke Villa ya" Ujar Jesslyn sebelum dia lupa.


" Baik Non" Mang Asep menganggukan kepalanya lalu beranjak meninggalkan Nona mudanya dan teman-teman nya.

__ADS_1


" Jess gila banget kebun buah loe segini banyaknya emang habis di makan sendiri Jess?" Tanya Gita sambil menikmati Duriannya.


" Kenapa ga di jual aja Jess? kan banyak kayak gini" Michelle ikut berpendapat.


" Kalau soal itu gue ga tau, tapi seperti nya di jual, karna setiap gue ke sini ama Nyokap pasti Mang Asep memberikan bukti transferan ke Nyokap walau gue ga pernah nanya tapi kemungkinan itu hasil pemjualan buah-buah di sini" Ujar Jesslyn sekenanya.


mereka terus menikmati semua Durian yang ada di depan mereka hingga tak tersisa dan benar-benar membuat mereka sangat kenyang dan katna saking kenyangnya mereka sampe merebahkan tubuh mereka di gazebo dan sedikit di serang rasa kantuk.


Jesslyn membuka matanya dan mendapati semua teman-teman nya sedang tertidur pulas efek kekeyangan Durian kayaknya, Jesslyn mengambil ponselnya dan sibuk bermain game sambil menunggu teman-teman nya bangun.


Ga terasa udah hampir dua jam Jesslyn dan yang lain nya berada di kebun dan Jesslyn pun mulai merasakan kantuk yang lumayan berat di matanya, Jesslyn mengambil HT dan mengabari Mang Asep kalau dia mau kembali ke Villa dan Mang Asep meminta Nona mudanya itu untuk menunggu sebentar, dan tidak lama terlihat Mang Asep membawa dua kantong ukuran besar di tangannya dan tersenyum ke arah Jesslyn.


" Nona ini mangga dan Alvocado nya, dan ada Durian yang sudah saya kupas untuk Nyonyah muda" Mang Asep meletakan dua kantong yang dia bawa.


Jesslyn dan yang lain sudah merapikan diri mereka dari sisa-sisa tidur mereka dan menutup mulut mereka saat sendawa keluar dari dalam mulut mereka.


" Mang, Mommy pesan minta di bawakan beberapa macam buah buat di Jakarta, Mang Asep bisa membawanya besok ke Villa agak sorean karna kita pulang ke Jakarta jam tujuh malam" Jesslyn menyampaikan pesan Mommy nya.


" Baik Non, nanti Mang bawain pesanan Nyonyah muda" Mang Asep menganggukan kepalanya.


" Kalau gitu saya sama teman-teman balik dulu Mang, makasih buat duriannya" Jesslyn pamit pada Mang Asep dan membawa dua buah kantong yang sudah di siapkan untuk mereka dan masing-masing dari mereka membawa satu kantong berdua agar terasa lebih ringan.


" Hati-hati Non" Mang Asep mengantar Nona mudanya itu sampai ke jalan besar yang tidak begitu jauh jaraknya dari Villa majikannya itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


GÀAAAEEESSSS JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SERTA VOTENYA 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2