PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 016


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Anya sudah sampe kembali di rumahnya dengan mengunakan taxi online, Anya dan kedua adiknya membawa lumayan banyak kantong belanjaan, ketiganya sibuk mengeluarkan semua isi belanjaan mereka dari dalam paper bag.


"Kalian sana bersih-bersih badan kalian dulu, biar ini kakak yang ngerapiin" Anya mengambil alih membereskan semua belanjaan mereka dan menyuruh kedua adiknya untuk membersihkan diri mereka dan meminta mereka untuk segera tidur karna memang hari sudah lumayan larut dan besok kedua adiknya itu masih harus sekolah, Anya melanjutkan membereskan semua yang mereka beli dari pakaian juga sepatu, dan Anya masih ga habis pikir dengan orang yang sudah membayar semua yang dia beli, dia masih ingat saat dia mau membayar sepatu-sepatu yang sudah di pilih oleh dia dan kedua adiknya tapi lagi-lagi petugas kasir mengatakan kalau semuanya sudah di bayar dan dia tidak tau siapa orang yang sudah membayar, petugas kasir hanya mengatakan kalau yang membayarnya adalah seorang laki-laki, tapi sekali lagi dia pun ga bisa membayangkan lelaki siapa yang membayar semuanya,dia berusaha mencari orang yang kira-kira bisa tebak sebagai orang yang membayar semuanya, tapi semuanya terlihat normal tidak ada sesuatu ya ng aneh dan mencurigakan, Anya meletakan semua pakaian yang sudah dia rapikan ke dalam lemari pakaian dan meletakan sepatu-sepatu juga pada tempatnya, andai suatu hari ada lelaki yang datang dan mengaku yang telah membayar semua belanjaan nya hari ini dan memintanya melakukan hal yang tidak benar maka dia akan mengembalikan uang yang sudah di keluarkan lelaki itu, makanya Anya akan tetap menyimpan struck pembayaran belajaannya, bahkan Anya sengaja memotonya dan menyimpannya di dalam smartphone nya untuk berjaga-jaga, setelah semuanya rapi Anya bersiap juga untuk membersihkan dirinya dan dia sangat senang bisa tidur di rumah lebih cepat tidak seperti saat dia sedang bekerja dia selalu sampe di rumah menjelang subuh.


xxxxxxxxxxxxx


Bian sudah berada di mansion mewahnya di kawasan pondok indah yang di kenal sebagai kawasan Beverly hills nya Indonesia, Bian memang memiliki tempat tinggal resmi selain Apartment mewah nya, Bian yang sedang berada di ruang kerjanya sedang focus dengan file-file yang ada di meja kerjanya, Bian memang terlewat sebagai seorang yang sangat keras dalam urusan pekerjaan, semua yang dia raih sekarang selain warisan dari Daddynya juga adalah hasil dari kerja kerasnya sejak dia berusia 17 tahun, di umur segitu Bian sudah mempunyai usaha cafe di beberapa tempat di kawasan California juga di Beberapa negara bagian lainnya, Bian memandang ke arah pintu ruangan kerjanya saat dia mendengar suara ketukan, terlihat pintu di buka dan Dino melangkah masuk ke dalam ruangan kerja tersebut dan langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Bian.


"Bagaimana tugas kamu hari ini?" Bian langsung bertanya tude point.


"Semuanya berjalan lancar Master, nona Anya sama sekali tidak mengetahui keberadaan saya" Dino melaporkan tugasnya yang harus membututi kemanapun Anya pergi selama di Senayan Plaza tadi.


"Baguslah kalau begitu, kamu memang bisa di andalkan" Bian tersenyum puas mendengar laporan Dino atas tugas yang dia berikan.


"Lalu kapan info yang saya inginkan bisa saya dapatkan?" Bian kembali bertanya soal tugas lain yang lebih dulu dia berikan.


"Kemungkinan besok Master akan mendapatkan semua yang Master inginkan" Dino kembali menjamin kalau dia bisa melaksanakan semua tugas yang di berikan Bossnya dengan baik dan hasil yang memuaskan.

__ADS_1


"Master tadi Big Boss menghubungi saya dan mengatakan kalau nona muda ingin menghabiskan liburan tiga bulannya di sini, dan bagitupun dengan nona Kimberly, dia ingin menyusul Master dengan alasan tidak mau Master tergoda dengan gadis di sini" Dino kembali memberikan laporan lain yang dia terima kemarin .


"Soal Jodie kamu tahan dulu keinginannya untuk liburan di sini, kalau soal Kimberly, saya tidak mau dia ada di dekat saya, karna saya tidak pernah merasa memiliki hubungan apapun dengan dia, orangtua saya saja yang selalu membuat perempuan itu besar kepala dan merasa kalau dia adalah calon istri saya" Bian menjadi bad mood saat membahas soal Kimberly, anak dari teman Mommy nya, orangtuanya memang tidak pernah bermaksud untuk menjodohkan nya dengan perempuan manapun, tapi dari cara orangtuanya yang terlalu membebaskan Kimberly bertindak semaunya membuat perempuan itu merasa kalau dia adalah calon pasangannya.


"Baik Master saya akan lakukan apapun untuk bisa mencegah Nona Kimberly untuk datang ke negara ini"


"Ya sudah saya mau istirahat, besok ada undangan makan malam di rumah Sandra tolong kamu ingatkan saya, dan siapkan skejul saya buat besok" Bian bangun dari kursi kebesarannya dan berjalan meninggalkan Dino yang mengikuti dirinya berjalan keluar dari ruangan kerjanya.


xxxxxxxxxxxxx


Anya yang sedang berada di perpustakaan Campus di kagetkan dengan kedatangan Sandra yang langsung duduk di depannya, Anya memang lebih suka menghabiskan waktunya jika mata kuliah sedang kosong di perpustakaan, dia benar-benar ga mau sampe ada kendala dalam kuliahnya karna dia ingin setelah lulus dia bisa bekerja di perusahaan besar karna gajinya juga pasti lumayan, dia mau kedua adiknya sukses dan bisa kuliah sampe ke luar negeri, karna percaya atau tidak lulusan luar negeri akan lebih mudah mendapatkan kedudukan tinggi di sebuah perusahaan, tapi dia tetap akan mengikuti keinginan adik-adiknya mau kuliah ke luar atau seperti apa.


"Ssssttt... jangan birisik nanti kamu bisa di omelin sama Bu Amel" Anya menunjuk ke arah penjaga perpus dengan dagunya.


Sandra tersenyum dan langsung mengurangi volume suaranya sebelum dia benar-benar kena tegur sama Bu Amel yang memang terkenal galak dan ga takut dengan siapapun, anak siapapun mahasiswa yang ada, kalau salah ya pasti akan tetap kena omel.


"Nya, loe ada acara ga malam ini?" Tanya Sandra dengan suara yang sangat pelan bahkan terdengar seperti orang yang sedang berbisik.


"Kenapa? ya paling gue kerja, kan loe tau gue kerjanya sif malam" Anya menutup buku yang sedang dia baca.

__ADS_1


"Gue mau ngundang loe ke acara makan malam di rumah gue, karna cowo gue mau datang sama orangtuanya" Ujar Sandra.


"Kenapa harus ada gue? bukannya itu acara keluarga?" Anya merasa heran dengan ajakan Sandra.


"Bener emang acara keluarga tapi gue nervous aja ketemu dalam acara resmi kayak gini, karna gue lumayan jarang ketemu sama ortu pacar gue, jadi kalau ada loe gue bisa sedikit enjoy, gue udah ngomong kok ke Mami gue dan Mami gue ga masalah kalau loe ada di acara nanti malam" Sandra benar-benar berharap Anya menerima ajakannya, "Ntar loe gue kenali sama sepupu gue yang dari America dia Duda lho sukses lagi" Sandra mengiming-imingi Anya dengan sepupu cowonya.


Anya tertawa mendengar ucapan Sandra dan cara Sandra membujuknya.


"Ck, sorry San bukannya gue ga mau, tapi gue ga bisa cuti kerja karna kemarin gue udah cuti, apalagi ini malam saptu tempat kerja gue bakal rame banget dan Boss gue ga terima alasan apapun kalau minta cuti di malam saptu sampe malam senin" Anya menjelaskan peraturan di tempatnya bekerja.


Sandra terlihat kecewa setelah mendengar kalau Anya tidak bisa datang ke acaranya, tapi dia juga ga bisa memaksa.


"Sorry ya San" Anya menggenggam tangan Sandra.


Sandra tersenyum kecil "Ga pa pa Nya" Tapi lain kali kalau gue minta datang loe datang ya" Sandra kembali tersenyum.


"Gue tetap ga bisa janji kalau acaranya di hari weekend" Anya tetap ga bisa janji.


BERSAMBUNG

__ADS_1


LIKE AND COMMENT


__ADS_2