
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Sementara di apartment dimana Ichiro berada, dia sedang mendengarkan laporan dari anak buahnya yang mendapat tugas untuk mencari keberadaan Anya.
"Bagaimana? apa kalian masih belum menemukan gadis yang saya maksud?!" Ichiro menatap tajam wajah assistannya yang berdiri di depannya.
"Begini Tuan, kami sudah mencari tau ke teman-temannya dan kami mendapatkan informasi dan saat kami mendatangi tempat yang di informasikan ke kami, kami bertanya kepada orang-orang yang ada di sana dan mereka menunjukan gadis ini Kepada kami Tuan, karna kami tidak tau wajah dari gadis yang Tuan maksud" Assistan itu menunjukan sebuah photo di layar smartphone nya kepada Bossnya itu.
Ichiro mengambil smartphone milik assistannya itu dan melihat photo yang ada di layar smartphone tersebut dan terlihat senyum lebar merekah di wajah Ichiro saat melihat wajah yang ada di layar smartphone assistannya memang wajah gadis yang dia rindukan selama. berbualan-bulan, wajah Anya yang terlihat sangat cantik.
"Memang dia yang saya maksud, lalu apa yang kalian ketahui tentang keberadaannya?" Ichiro masih memandangi wajah Anya yang ada di layar smartphone assistannya.
"Kami mengikuti dia dan ternyata dia selalu ke restoran yang sama setiap hari mungkin dia bekerja di sana untuk biaya kuliahnya" Assistan itu melanjutkan ceritanya.
"Kuliah?" Ichiro memandang wajah assistannya itu lagi, saat mendengar kata kuliah yang keluar dari mulut assistannya itu.
"Iya Tuan, kami mengikuti gadis itu dari kampusnya selama tiga hari ini" Assistan itu menganggukan kepalanya.
"Jadi dia masih kuliah" Ichiro berkata pada dirinya sendiri.
"Lalu kami harus melakukan apa Tuan?" Assistan itu menanyakan tugasnya lebih lanjut.
"Kalian ikuti dia sampe di tempat yang sepi, lalu bawa dia ke airport langsung menuju pesawat saya, bawa dia ke villa teman saya yang ada di Bali, karna kalau langsung membawa nya ke Japan itu sangat tidak mungkin, karna harus memiliki surat-surat, jadi, selama saya mengurus surat-surat untuk dia, kalian jaga dia di Bali, karna tidak mungkin kita membawanya ke sini karna pasti akan membuat curiga security, apalagi membawa nya ke hotel, jadi lebih aman kalau kita membawanya ke rumah pribadi, apalagi di luar kota, pasti tidak akan ada orang yang curiga, karna kalian bisa membawanya langsung dengan mobil sampe di depan villa" Ichiro memberikan instruksi secara detail kepada assistannya itu.
"Baik Tuan, kami akan melakukannya dengan rapi dan membawa gadis itu ke tangan Tuan dengan utuh, kalau begitu saya permisi Tuan" Assistan itu menundukan kepalanya sebagai tanda pamit.
"Tunggu" Ichiro menahan langkah assistannya itu.
"Iya Tuan? ada yang lain lagi?" Assistan itu menahan langkahnya.
__ADS_1
"Hapus photo gadis itu dari hp kamu, cuma saya yang boleh melihat wajah nya" Ichiro tidak suka jika wanita yang dia suka di pandang oleh lelaki lain, walau cuma photonya.
"Baik Tuan" Assistan itu menganggukan kepalanya, dia sangat paham dengan sifat possessive Bossnya itu dan lebih baik dia mencari aman, daripada matanya yang menjadi taruhannya.
"Cantik, sebentar lagi kita akan bersama, kamu akan menjadi ratu di istanaku" Ichiro tersenyum lebar membayangkan Anya berada di sisinya setiap hari sampe mereka tua dan memiliki anak-anak yang lucu.
xxxxxxxxxxxxx
Bian dan Anya yang baru selesai dengan pertarungan liar mereka sedang duduk di depan TV sambil saling berpelukan, rambut Anya yang masih sedikit basah berulang kali mendapatkan ciuman dari Bian karna Bian sangat suka dengan wangi dari rambut Anya, bukan wangi dari shampoo tapi wangi dari vitamin rambut yang selalu Anya pakai di rambutnya.
"Honey, kamu ga lapar?" Bian memeluk erat tubuh Anya.
"Kamu lapar?" Anya balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Bian.
"Aku udah kenyang makan kamu, jadi makan nasinya nanti aja" Bian mencium bib1r Anya dan mengul*mnya untuk beberapa lama dan meremas bukit indah yang hanya di tutupi dengan baju yang di pakai Anya karna di dalamnya Anya tidak memakai apapun, Anya sedikit hanyut dengan permainan lid*h Bian di dalam mulutnya dan menyesap lid*h Bian untuk waktu lama, tapi saat tangan Bian mulai liar Anya segera menghentikan karna tubuhnya yang masih sangat lelah.
"Kau selalu membuat ku candu honey" Bian memeluk tubuh Anya dan menghentikan kegiatannya.
"Bi, ada yang mau aku tanyakan" Anya merubah posisinya menjadi duduk di samping Bian.
*******
Bi, ada yang mau aku tanyakan" Anya merubah posisinya menjadi duduk di samping Bian.
Bian memandang serius ke wajah Anya saat mendengar suara Anya yang juga terdengar sangat serius, Bian mengurangi volume TVnya agar bisa mendengarkan suara Anya dengan jelas.
"Mau bicara apa? Kayaknya serius banget?" Bian jadi ikutan duduk dan memandang serius wajah Anya.
"Aku mau tanya, sebenarnya hubungan kamu sama Kimberly apa?" Anya menanyakan apa yang memang ingin dia tanyakan.
__ADS_1
"Kenapa? kamu cemburu sama Kimberly?" Bian tersenyum kecil mendengar pertanyaan Anya soal hubungan nya dengan Kimberly.
Anya menatap wajah Bian saat Ban menanyakan apa dirinya cemburu dengan Kimberly.
"Kamu mau jawaban yang jujur tentang itu?" Anya balik bertanya dan Bian menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Anya.
"Jujur sampai sekarang rasa cinta dan cemburu itu belum ada dalam diri aku untuk hubungan kita, karna dari awal hubungan kita hanya ada hubungan bisnis kan, aku memberikan kamu kepuasan dan kamu mencukupi apa yang menjadi kebutuhanku, jadi aku tidak meletakan perasaan dalam hubungan kita" Anya mengatakan apa yang memang dia rasakan terhadap Bian untuk waktu sekarang ini, walau kesannya dia seperti menjual harga dirinya demi kebutuhan duniawinya toh memang itu kenyataannya, setidaknya dia hanya memberikan dirinya hanya pada satu laki-laki.
Bian masih diam mendengarkan semua yang di katakan Anya, karna tidak ada yang salah dengan perkataan Anya barusan, hubungan seorang sugar baby dan sugar daddy memang seperti bisnis *** personal, bukan nikah siri atau kawin kontrak, karna tidak ada ikatan jelas dalam hubungan SBSD, ikatan di dalamnya hanya dua kata, saling memuaskan, dan dari awal dia menawarkan Anya untuk menjadi sugar baby nya dia menawarkan materi sebanyak yang Anya mau jika Anya mau menjadi sugar baby nya (teman bermain ***).
"Aku menanyakan hubungan kamu sama Kimberly karna aku tidak mau menjadi perusak dalam hubungan orang lain apapun alasannya, kalau memang kalian mempunyai hubungan special aku akan mundur dari hubungan kita dan menyelesaikan nya sampe di sini" Anya melanjutkan apa yang ingin dia katakan.
Bian cukup surprise dengan apa yang baru saja Anya katakan, dia sampe berpikir darimana dan apa penyebab Anya sampe bisa berkata seperti itu, Bian menggenggam tangan Anya dan merapikan rambut Anya yang sedikit berantakan.
"Kamu kenapa punya pikiran seperti itu? apa yang membuat kamu berpikir kalau aku sama Kim punya hubungan special? apa Kim mengatakan sesuatu sama kamu?" Bian bertanya dengan suara sangat lembut, sempat terlintas di pikiran nya apa Kimberly mengatakan sesuatu pada Anya, tapi kapan Kim bicara dengan Anya, karna dia selalu ada di antara dua perempuan itu.
"Kami tidak ada waktu untuk berbincang, tapi kalau tidak ada yang special kenapa dia harus repot-repot datang ke negara ini?"
Bian tau dia tidak bisa hanya mengatakan tidak ada apa-apa antara dia dan Kimberly, karna Anya perempuan yang kritis terhadap sesuatu yang dia anggap masalah, harus ada penjelasan detail untuk membuat seorang Anya percaya.
"Memang Kim mempunyai perasaan padaku dan itu sudah lama sekitar lima tahunan, mungkin karna mommy selalu menuruti keinginan dia dan sudah menganggap dia seperti putrinya itu membuat Kim berpikir kalau mommy menerima dia sebagai calon istri ku, padahal mommy tidak pernah mengatakan apapun terkait masalah perempuan yang akan aku jadi istri, mommy memang ada meminta ku untuk segera menikah lagi tapi mommy tidak pernah menunjuk satu perempuan yang harus aku nikahi, mommy menyerahkan padaku untuk memilih siapapun yang akan aku nikahi, buat mommy yang penting perempuan itu mempunyai attitude baik dan bisa menjadi istri dan Ibu rumah tangga yang baik untuk keluarga ku nanti, sedangkan aku sendiri tidak memiliki perasaan apapun kepada Kimberly karna aku dari awal sudah menganggap dia seperti adikku, karna aku juga sangat mengenal Daddy nya, aku membantu Daddynya dalam karier politic nya hingga sekarang menjadi gubernur di new york dan tahun depan aku kembali mensuport daddy nya yang kembali m aju dalam pemilihan gubernur kota new york untuk kali kedua, kamu tau aku juga mempunyai prinsip, jika aku sudah memiliki calon pendamping hidup, aku tidak akan pernah menyentuh wanita manapun, mau secantik apapun tidak akan bisa membuat ku bergeming dari prinsip ku" Bian menjelaskan panjang lebar pada Anya yang hanya mendengar kan tanpa memotong satu katapun.
"Dengar saat ini wanita dalam hidup aku cuma kamu, aku sudah merasa cukup dengan kamu dan ga butuh perempuan lain" Bian mencium kening Anya dengan lembut
"Sekarang temanin aku makan, aku lapar, atau aku harus memakan kamu lagi" Bian langsung mencium dan melum*at bib1r Anya.
BERSAMBUNG
like like like, yang mau komen boleh, yang mau ikutan vote boleh.
__ADS_1