PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 043


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Dino memperlihatkan wajah kusutnya di depan Anya dan Bian yang sudah tiga bulan masih belum atau tidak mendapatkan kabar apapun tentang Rica, anak buahnya yang dia suruh mencari info tentang Rica di alamat yang dia dapat tidak mendapatkan info apapun, karna RT yang mengurus KTP Rica sudah meninggal enam bulan lalu dan teman yang membantu Rica selama di kontrakan itu katanya sudah pindah ke Jepang karna mendapat jodoh orang sana.


"Honey, apa kamu benar-benar tidak tau dimana keberadaan gadis itu?" Tanya Bian memandang Anya yang ada di sampingnya.


"Bi, (Bi?? Bian apa Hubby nich???πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹ halu ach) biarpun aku satu kerjaan dengan Rica bukan berarti aku akrab, kamu liat kan saat kita pergi berempat dulu, apa aku terlihat akrab dengan Rica?" Anya beruntung punya sifat agak malas bicara jadi hal itu bisa dia jadikan alasan bahwa dia ga tau apa-apa tentang Rica.


"Aku juga mau bantu Bi, tapi bantu apa, bahkan saat terakhir ketemupun kami tidak berbicara sama sekali" Ujar Anya meyakinkan dua laki-laki di depannya ini.


(sorry No, gue ga bisa bantu loe, karna kalau gue di posisi Rica gue pun ga akan mau ketemu loe lagi, kalau memang waktu ingin kalian bertemu, pasti akan ada saatnya kalian bertemu) batin Anya, sebenarnya kalau melihat gimana kusutnya muka bule si Dino, kasian juga sich, tapiiii kalau ingat congornya yang katain ****** sama perempuan yang sering dia tidurin jadi males juga ngeliatnya.


"Sudahlah Master, mungkin ini hukuman buat saya karna langsung menyalahkan dia tanpa mendengar penjelasan nya lebih dulu" Ujar Dino yang sudah terlihat pasrah.


"Master, saya kembali ke ruangan saya" Dino berdiri dari duduknya dan berjalan ke luar dari ruangan Bossnya itu menuju ruangannya, Saat melewati meja Renata Dino berhenti sejenak saat mencium bau sesuatu yang lumayan sensitive di hidung.


"Rena, kamu makan durian?" Tanya Dino sambil hidungnya mengendus bau durian yang begitu tajam.


"Ga Mister, saya ga makan durian, tapi tadi ada teman ngasih pancake durian, maaf Mister saya bakal titipin di security bawah Mister" Ujar Renata yang berniat menyingkirkan pancake durian yang dia dapat, karna dia tau kalau assistan big boss nya ini sangat ga suka dengan bau durian, beda dengan big Bossnya yang ga ada masalah dengan bau durian karna memang suka.


"Ga, ga usah, kamu simpan aja di meja kamu" Ujar Dino yang tidak mempermasalkan bau durian yang pastinya akan tercium sampe ke ruangannya, Renata juga aneh dengan sikap Dino yang ga masalah dengan bau durian yang ada di lemari kecil di meja kerjanya, biasanya Dino langsung kasih perintah buat nyingkirin jauh-jauh durian yang ada dan ga mau tau, bau durian yang ada harus di hikangkan dengan cara apapun.


Dino yang sudah berada di dalam ruangan nya masih mencium bau durian, memang kalau durian itu kalau jauh baunya justru makin tajam, dia juga heran kenapa perutnya ga mual mencium bau durian, biasanya baru tercium sedikit aja, perutnya seperti di aduk-aduk membuat dia ingin muntah, tapi Dino ga mau memusingkan hal itu, justru bagus kalau dia ga mual dan muntah, karna pasti akan terasa tidak enak.


xxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Anya terbangun dari tidurnya karna bunyi alarm yang dia pasang di smartphone nya, padahal dia baru tidur jam tiga pagi karna Bian tidak melepaskan nya sedikitpun, begitu lah, setiap dia menginap di apartment Bian pasti Bian akan mengajaknya bercinta sepanjang malam, seperti ga ada capeknya, padahal seriap pulang kantor ngomong nya capek, tapi kalau udah berdua mereka selalu bercinta tanpa jeda, entah kemana kata capek yang di ucapkan Bian perginya, Anya bermaksud bangun untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, tapi tangan Bian sudah memeluk erat tubuhnya yang sangat menempel dengan tubuh Bian.


"Honey kamu mau kemana?" Tanya Bian dengan mata yang masih terpejam.


"Bi, aku mau ke kamar mandi udah jam enam, aku mau buatin sarapan kamu" Ujar Anya


"Aku masih ingin melakukan nya lagi, kamu rasakan kalau si jaguar bangun lagi" Ujar Bian yang sudah meremas Bukit Indah yang terpampang jelas di depannya, Bian pun langsung merayap di Bukit Indah itu tanpa menunggu jawaban Anya, Anya pun tidak bisa menolak jika jari dan lid*h Bian sudah bermain di dadanya, Bian menyesap dan memainkan ujung lidahnya di pucuk bukit tersebut yang membuat Anya kembali on, jari Bian merasakan kalau bagian tengah lembah sudah basah, Bian memasukan dua jarinya ke dalam lembah tersebut dan bermain di dalamnya, Anya menekan kepala Bian semakin kuat dan meminta Bian segera melakukannya, Bian Bian mengarahkan jaguar nya ke pintu kandangnya dan dengan sekali dorongan Jaguar nya masuk dengan sempurna, Bian mulai bergerak dengan gerakan sedang sambil tetap bermain di seluruh bagian bukit dan itu semakin membuat Anya bergejolak di dalam tubuhnya .


"Biii faster Bi fasterrrr" Anya ikut menggerakan tubuhnya, Bian pun mengikuti keinginan Anya dan bergerak semakin cepat dan cepat hingga satu jam kembali mereka lewatkan dengan olahraga favourite mereka..


sementara di apartment Dino, Dino baru selesai mandi dan sedang berdiri di depan cermin dengan handuk yang melilit di pinggang nya, dan memamerkan perutnya yang six pack, Dino mengambil parfume nya dan menyemprotkannya ke seluruh tubuhnya seperti biasa yang dia lakukan, tapi tiba-tiba Dino langsung mual dan ingin muntah, Dino berlari masuk ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perut nya yang masih kosong karna memang belum sarapan, Dino membersihkan mulutnya dengan berkumur tapi saat dia mencium aroma parfume di tubuhnya sendiri Dino kembali mual dan.


"Huek.. huek... hueekkkk" Dino kembali muntah-muntah.


****


Dino terpaksa ke kantor ga pake parfume secara perutnya lagi error, perut atau penciuman? whatever lah, Dino dan Bian sudah sampe di ruangan Bian dan mempersiapkan beberapa berkas untuk meeting yang akan di adakan satu jam lagi.


"No, where is the financial report file for resort development in Bali that you showed me yesterday?" Tanya Bian saat tidak menemukan berkas tersebut di mejanya.


"Berkasnya ada di ruangan saya Master, sebentar saya ambilkan" Dino berjalan keluar dari ruangan Bian dan berjalan ke ruangannya tapi saat melewati meja Renata Dino melihat Renata sedang merapikan bawaannya, Renata memang suka membawa cemilan untuk dirinya, bagusnya tidak membuat tubuhnya gemuk.


"Rena, itu apa?" Tanya Dino pada buah-buahan di dalam gelas plastik yang di potong-potong jadi satu dengan kuah bening.


Renata ngeliat ke arah yang tunjuk Dino dan Renata ngerti apa di maksud Dino.

__ADS_1


"Ini asinan mister" Ujar Renata memberitaukan makanan yang di maksud Dino.


"Apa itu asinan?" Tanya Dino makin kepo.


"Itu mister, buah-buahan yang asam di rendam dalam air gula" Renata memberitau dengan singkat.


"Asam ya? boleh saya minta?" Tanya Dino yang terlihat menelan salivanya saat mendengar kata asam (🀣🀣🀣🀣 emang enak ngidam!)


Renata sempat bengong mendengar Dino yang meminta asinannya, bukan ga mau ngasih, tapi setau Renata assistan big boss nya itu paling males dengan yang namanya asam-asam, tapi sekarang justru Dino yang meminta sendiri asinan miliknya.


"Boleh?" Dino mengulang pertanyaan nya.


"Boleh mister, boleh, mister boleh membawanya, saya masih ada cemilan yang lain" Renata segera memberikan asinannya pada Dino, Dino dengan semangat mengambil gelas yang berisi asinan tersebut dan membawanya masuk ke ruangannya, Renata cuma geleng-geleng kepala melihat keanehan assistan big boss nya itu, Dino membawa gelas plastik berisi asinan tersebut ke dalam ruangannya, Dino membuka tutup gelas tersebut dan langsung aroma asem menyeruak, bagi yang ga doyan asem pasti langsung ngilu nyium aroma asem, Dino mengambil buah dengan sendok yang tersedia dan memakan potongan mangga yang dia ambil, Dino mengunyahnya dengan nikmat dan membuat dia tidak bisa berhenti, Keasyikan Dino yang sedang menikmati asinan tersebut terganggu dengan bunyi telpon di mejanya, Dino bergegas mengangkat gagang telpon untuk menjawab panggilan yang masuk.


"No, mana berkas yang saya minta? apa belum ketemu? meeting nya lima belas menit lagi" Terdengar suara Bian dari dalam telpon.


Dino baru ingat kalau dia mau mengambil berkas laporan keuangan pembangunan resort, saking asyik nya makan asinan dia sampe lupa dengan tujuannya masuk ke ruangan kerjanya.


"Iya Master, saya segera membawa berkasnya" Dino menutup telpon dan segera mengambil berkas yang di maksud, Dino memandang sekilas ke arah asinan yang masih sisa sedikit, tapi sudahlah masih bisa di lanjutkan nanti makannya, karna waktu meeting sudah dekat, Dino segera berjalan ke luar ruangannya dan bermaksud ke ruangan Bian tapi langsung di cegah oleh Renata.


"Mister big boss udah ke ruang rapat, kita di suruh langsung ke sana" Ujar Renata yang juga udah berdiri dari kursinya, Dino pun berbalik arah dan langsung menuju lift di ikuti oleh Renata yang berjalan di belakangnya, mereka sampe juga di ruang meeting yang berada di lantai 47, semua yang berkepentingan sudah hadir di ruang meeting tersebut dan sudah duduk di tempat masing-masing, Dino meletakan berkas yang dia bawa di depan Bian, terlihat seorang OB membawakan minuman untuk semua yang berada di ruang meeting, OB tersebut meletakan gelas berisi kopi di dekat Bian dan Juga Dino tapi saat OB tersebut beranjak untuk pergi Dino memanggil nya kembali.


"Tolong kopi saya ganti dengan choklat panas" Dino meminta OB mengganti minumannya, dan itu membuat Bian juga Renata spontan memandang ke arah Dino, karna seumur-umur baru ini mereka mendengar Dino meminta choklat sebagai minumannya, tapi yang di liati terlihat sibuk dengan laptop nya , Meeting pun segera di mulai dan tidak membahas apa yang di minum Dino, walau itu terasa aneh.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2