
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Bian melangkah masuk ke dalam kamar Anya yang berada di lantai dua setelah Daddynya beranjak masuk ke kamar tidurnya yang berada di lantai tiga, karna waktu sudah sangat larut jadi mansion pun sudah terlihat sepi karna semua penghuni sudah masuk ke kamar nya masing-masing, Bian memang meminta Anya untuk tidak mengunci pintu kamarnya dari dalam, Bian melihat Anya sedang sibuk dengan laptop nya di atas tempat tidur, tadinya dia berpikir kalau Anya sudah tidur, karna Anya sudah cukup lama sampe di Mansion.
"What are you doing honey?" Bian duduk di belakang Anya dan mencium bahu Anya yang terbuka karna Anya hanya memakai gain tidur dengan tali satu.
"Aku sedang memeriksa laporan keuangan yang di kirimkan Yoga" Anya sedikit merasa geli karna Bian bahunya hingga ke leher.
"Kau seperti narkoba buat ku honey, yang membuat ku semakin kecanduan" Tangan Bian bahkan sudah meremas bukit indah yang sepertinya bebas dari penutup nya, tubuh Anya sangat sensitive dengan sentuhan Bian dan ******* kecil lolos dari bibir Anya, bahkan kini Bian sudah ******* bib1r Anya dan lid*hnya sudah menjelajah isi mulut Anya dan Anya membalas semua perlakuan Bian, Bian sudah melepas gaun tidur Anya dan hanya tersisa underwear berwarna hitam, Baju dan celana pendek Bian pun sudah terlepas begitupun dengan boxer yang Bian kenakan, Bian yang sudah berada di atas Anya mulai mengexplore bukit indah yang selalu membuatnya tidak pernah bosan.
***
Anya terbangun dari tidurnya dan melihat Bian yang masih terlelap, Anya melepaskan dengan perlahan tangan Bian yang memeluk nya, Anya memakai gaun tidurnya dan mengambil jubah tidur yang terbuat dari bahan sutra, Anya melangkah perlahan keluar dari dalam kamar melalui teras kamarnya yang tersambung menuju roof top di atas lantai tiga, karna di sana terdapat kolam renang yang bisa di bilang pribadi karna menurut Marsha hanya pihak keluarga atau tamu yang di ajak keluarga bisa ke sana, Anya ingin merasakan angin malam dan suasana yang lain, Anya sudah sampe di roof top dan melihat memang ada kolam renang dengan ukuran sangat luas dan panjang, sepertinya orang duapuluh berenang di kolam tersebut pun masih sangat luas, Anya berjalan-jalan di pinggiran kolam yang airnya terlihat hijau karna dasar kolam sepertinya memakai marmer berwarna hijau, karna hanya marmer yang bisa membuat air mengikuti warna marmer tersebut, saat Anya sedang asyik memandang ke arah kolam tiba-tiba Anya di kagetkan d engan sesuatu yang keluar dari dalam kolam dan Anya hampir berteriak jika dia tidak cepat menutup mulutnya, Seorang perempuan cantik keluar dari dalam kolam dengan bikini yang sangat sexy dan hampir di bilang transparan, tubuh yang sangat Indah karna tinggi perempuan itu yang lebih dari seratus tuluhpuluh senti dan tidak ada bekas luka atau lecet sedikit pun di tubuh wanita itu, Anya tidak tau siapa perempuan itu karna membelakanginya dan perempuan yang sedang berenang itu juga tidak sadar dengan keberadaan Anya di situ, perempuan itu mengambil bathrobe nya dan memakai nya untuk mengurangi sedikit rasa dingin dan perempuan itu membalikan tubuhnya dan sangat terkejut saat melihat ada Anya di situ, dan perempuan itu adalah Marsha.
"Anya, kamu kok ada di sini?" Marsha melihat sekeliling mereka tidak ada Alex atau siapapun, hanya mereka berdua.
"God, aku pikir ada bidadari dari langit numpang berenang" Anya tertawa saat tau kalau itu adalah Marsha, Anya berjalan mendekati Marsha yang sudah duduk di kursi yang ada di ada di area kolam renang, karna Marsha mengikat bathrobe nya dengan asal itu membuat dada Marsha yang bentuknya tidak kalah dengan punya Anya terlihat jelas walau tidak sepenuhnya terlihat, sedangkan Anya yang tidak memakai apapun di bagian dalam selain gaun tidur dan Anya yang memakai jubah tidurnya yang bahannya juga tipis membuat bentuk dadanya dan bagian ujungnya tergambar jelas, Anya duduk di kursi yang satunya dan menatap langit yang terlihat sangat cerah dengan jutaan bintang yang tidak terhitung.
"Kamu ga pa pa berenang malam-malam?" Anya menatap wajah Marsha yang masih basah dengan air dan rambut pirangnya yang menjuntai jatuh membuat Marsha terlihat sangat sexy.
"Ya lumayan dingin sich, tapi kan ada ini" Marsha meneguk wine yang memang sengaja dia bawa untuk menemani nya berenang.
"You want?" Marsha menawari Anya.
__ADS_1
Anya terlihat berpikir dengan tawaran Marsha, lumayan juga sich dengan udara yang dinginnya melebihi kota Bandung memang meminum sesuatu yang hangat itu sangat membantu tubuh.
"Yes or not?" Marsha kembali bertanya.
"Tapi jangan banyak-banyak" Anya takut kalau dia mabuk di rumah orang, karna dia sadar dia sangat lemah dengan alkohol.
"Ok" Marsha berdiri dan berjalan menuju bagian lain dan ternyata ada lemari yang isinya banyak botol wine dan Marsha kembali dengan membawa gelas seperti miliknya, Marsha kembali duduk di tempatnya dan menuangkan wine hingga setengah dari ukuran gelas, Marsha memberikan gelas yang berisi wine kepada Anya , Marsha mengangkat gelasnya dan mereka ngadu gelas mereka dengan pelan.
"Cheers" Ujar mereka secara bersamaan, Anya meneguk wine nya yang langsung membuat tubuhnya sedikit hangat.
"Kamu kenapa ga tidur? malah keluar malam-malam?" Marsha balik bertanya sambil memandang Anya.
"Tadi udah tidur tapi kebangun, dan ga bisa tidur lagi, makanya aku milih jalan keluar, dan tempat yang aman menurut aku ya di roof top, kalau di dalam Mansion takutnya malah ngebanggu orang tidur" Anya menjelaskan kenapa dia ada di roof top tengah malam begini.
"Kamu sendiri kenapa ga tidur?" Anya ganti bertanya.
"Kenapa bukan Bian yang datang meeting? kan dia Bossnya?" Anya merasa heran kenapa harus Marsha yang ikut rapat.
"This is so different baby" Ini perusahaan milikku, peninggalan orangtua ku, Ayahku memiliki perusahaan perhotelan di beberapa negara dan juga perusahaan di bidang perfilm'an, dan ada juga peternakan sapi potong dan juga susu sapi, dan peternakan kuda" Marsha menyebutkan apa saja yang menjadi peninggalan orangtua nya.
"Nanti sebelum kita kembali ke Jakarta aku ajak kamu ke villa aku, untuk melihat peternakan kuda milikku itu kalau kamu mau, karna tempatnya lumayan jauh" Marsha menawarkan Anya untuk datang ke peternakan kuda miliknya.
"Kalau waktunya masih ada boleh juga, karna aku juga suka kuda karna tubuhnya yang besar" Anya tidak menolak ajakan Marsha.
__ADS_1
"Really? kalau begitu nanti aku Kenalkan dengan kuda tungganganku, namanya sweet dark, ini photo nya" Marsha mengambil smartphone nya yang tadi nya dia bawa untuk dia mainkan setelah berenang tapi malah terabaikan karna kehadiran Anya, photo Marsha yang sedang berada di atas kuda berwarna hitam dengan tubuh yang sangat kekar menjadi wallpaper smartphone nya.
"Ini jantan?" Anya melihat photo Marsha yang sedang naik kuda, Marsha terlihat sangat elegant.
"Itu betina" tapi larinya sangat kencang dan dia ga suka sama orang lain selain aku dan yang ngasuh dia, jadi kalau mau bawa dia atau nyuri dia itu sangat ga mungkin, orang itu bisa kena tendang duluan sebelum nyentuh dia" Marsha menceritakan sifat kuda kesayangannya .
"Segitu nya? ntar kalau dia ga suka sama aku ntar dia nendang aku dong" Anya sedikit serem denger cerita Marsha.
"Will see" Marsha meletakan kembali smartphone nya di atas meja.
"Terus, kenapa kamu malah kerja buat bantuin Bian? bukannya kamu udah sibuk dengan perusahaan kamu yang juga pastinya butuh perhatian kamu?" Anya malah semakin heran setelah mendengar penjelasan Marsha.
"Aku masih belum mau mengurus itu semua, jadi aku meminta Daddy menyuruh orang kepercayaan nya yang mengurus itu semua, dan aku lebih enjoy bantuin di perusahaan Alex.
"Kenapa ga nikah aja? kalau kamu nikah kan ada yang bantuin kamu buat ngurus semuanya" Anya jadi tergelitik untuk menanyakan hal itu.
"Belum ketemu yang pas" Marsha menjawab asal.
"Oya, aku jadi ingat tentang apa yang kita lakukan tadi" Marsha meneguk kembali winenya, sementara Anya pun menikmati wine yang mulai menghangatkan tubuhnya.
"What?" Anya malah lupa apa yang mereka lakukan.
"Kamu biasa gambling? sepertinya paham banget dengan permainan seperti itu?" Marsha sengaja mencari bahan pembicaraan yang lebih ringan untuk mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG
like like like dong.