
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ichiro yang sedang merapikan segala sesuatu di kamarnya sayup-sayup mendengar ada suara berisik di luar kamar, Ichiro membuka pintu dan mencoba melihat dari jarak jauh, dia melihat ada banyak lelaki berbadan besar tapi dia tidak bisa melihat siapa yang berdiri paling depan karna tertutup oleh tubuh anak buahnya, sedikit khawatir karna ada perempuan di situ Ichiro berpikir mau di rampok atau apa tapi dia merasa perlu berjaga-jaga, Ichiro membuka laci nakas yang ada di samping tempat tidurnya dan mengambil senjata api miliknya dan langsung mengokangnya untuk berjaga-jaga jika ada serangan dadakan, Ichiro melihat ke arah kamar dimana Anya berada dan tidak terlihat ada yang menjaga di depan pintu, berarti semua anak buahnya berada di depan, Ichiro berjalan bergegas menuju ruang depan Villa tersebut dengan tetap waspada, Ichiro sudah berjalan sampe di ruang depan dan langsung menerobos tubuh anak buahnya yang berdiri di depan dan membuat obrolan antara assistannya dan seorang pria terhenti dan itu juga membuat Ichiro tertegun sesaat melihat siapa orang yang berdiri paling depan dan yang sempat berbicara dengan assistannya tadi, ga berbeda dengan Bian yang sempat terkejut melihat wajah yang sangat familiar dengan dirinya walau sudah tidak pernah bertemu selama hampir limabelas tahun, tapi sejurus kemudian Bian justru si buat tertawa lebar dengan tatapan tajam yang mengarah ke arah Ichiro yang sekarang berdiri di depan nya.
"Hahahaha.... λΉμ μ μ·¨ν₯μ΄ λ³νμ§ μμ κ²μ΄ λ°νμ‘μ΅λλ€. μ‘΄κ²½νλ μ΄μΉλ‘ μ¨! (Ternyata selera anda belum berubah Tuan Ichiro yang terhomat!)" Bian berkata dalam bahasa Korea, karna dia tidak ingin ada yang tau masalah dia dan Ichiro limabelas tahun lalu.
jadi ini komunikasi nya dalam bahasa korea ya guy's
"Kau??? apa keperluan mu di sini?! dan apa maksud dari perkataan mu tadi???" Ichiro merasa penuh dengan tanda tanya dengan keberadaan dan perkataan Alex tadi.
Bian menatap wajah Ichiro dengan kemarahan yang sangat sulit di lukiskan, dia sama sekali tidak terpikirkan akan kembali berurusan dengan pria yang sama dan untuk urusan yang sama juga, (hampir sama) dia dan Ichiro dulu adalah teman satu kampus dan satu jurusan walau tidak akrab tapi mereka juga tidak pernah bermusuhan, bahkan mereka aktif bersama di organisasi kampus, dimana mereka sama-sama mempunyai jabatan penting, Universitas mereka tidak pernah membeda-beda semua mahasiswa yang ada, walau berasal dari luar America, dan saat datang satu masalah yang akhirnya sempat membuat mereka saling baku hantam, bahkan mereka berdua hampir menembak satu sama lain jika tidak di lerai oleh Assistan pribadi Daddynya (Ayahnya Bian).
"Iya! selera anda tidak berubah, karna anda selalu menyukai perempuan yang menjadi wanita saya! apa anda ingin membalas dendam karna dulu anda tidak bisa mendapatkan Clara??" Bian langsung tude point menjelaskan apa maksud perkataan nya tadi.
__ADS_1
"Jangan terlalu percaya diri Alex! saya tidak akan tertarik dengan wanita mu, dan soal Clara, saya bahkan sudah tidak perduli!" Ichiro merasa heran dengan perkataan Alex, memang dulu saat mereka kuliah mereka menyukai wanita yang sama, seorang model ternama America, Dia sudah lama mengincar Clara, bahkan manager Clara selalu mendukung keinginan nya untuk melamar Clara, walau dia dan Clara tidak pernah resmi pacaran, dia selalu datang ke setiap acara dimana Clara menjadi model dalam acara fashion show di negara manapun, dan dia tidak pernah melihat Clara bersama lelaki manapun, dan saat dia akan melamar Clara, Clara mengatakan kalau sudah memiliki kekasih dan akan menikah setelah kekasihnya lulus kuliah, awalnya dia berpikir itu cara halus Clara untuk menolak dirinya, dan saat dia tetap kekeh untuk melamar Clara tiba-tiba seorang lelaki datang dan langsung menghajar nya di depan orang banyak dan yang membuat dia terkejut adalah lelaki yang menghajarnya adalah Alex teman sekampusnya, mereka terus saling memukul dan tidak perduli dengan teriakan Clara yang meminta mereka untuk berhenti berkelahi, sampai satu ketik a Alex mengeluarkan senjata api dari balik bajunya begitupun dengan dirinya yang ikut mengambil senjata yang selalu dia selipkan di bagian belakang tubuhnya, Alex memaki Ichiro dan mengatakan kalau Ichiro seperti lelaki bodoh yang menginginkan kekasih orang lain, dan tidak becus mencari pasangan sendiri, dan makian itu membuat dirinya sangat emosi,, karna dari kecil sampe high school bahkan di campus mereka, banyak gadis-gadis yang rela membuka baju dan pahanya untuk dirinya, dan sekarang Alex dengan entengnya mengatakan kalau dia tidak becus mencari pasangan, Mereka sudah saling memgokang senjata dan sudah mengatakan ujung senjata mereka ke arah satu sama lain, Clara pun masih berteriak meminta dirinya dan Alex untuk berhenti, bahkan para pengunjung di tempat tersebut sudah ikut panic, tapi mereka tidak berani bertindak karna tau siapa salah satu pemuda yang sedang memegang senjata, Ayah Bian sangat terkenal sebagai pengusaha dan rumor yang mengatakan kalau ayah Bian juga seorang pem i mpin Mafia yang menguasai kawasan America dan di kenal juga di segani sampe ke benua Eropa, dan di saat mereka sudah siap untuk saling menembak tiba-tiba terdengar suara tembakan dan otomatis menghentikan apa yang ingin mereka lakukan, terlihat seorang lelaki yang sedikit lebih dewasa dari mereka berjalan ke arah mereka dan langsung mengambil senjata yang mereka pegang tanpa rasa takut sama sekali, pria itu mendekati Bian dan membisikan sesuatu, dan terlihat Bian berjalan mendekati Clara dan memegang tangan Clara dengan erat lalu berbalik memandang ke arah dirinya dan berkata untuk menjauhi Clara atau hanya namanya yang akan kembali ke negaranya, bukan takut dengan ancaman Alex tapi dia melihat Clara pun tidak melawan saat Alex membawanya pergi, jadi diapun tidak perlu memperjuangkan perempuan yang tidak memilihnya, itu juga yang menjadi alasan kenapa Ichiro tidak pernah tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan Global universal Corporation milik Alex, walau banyak perusahaan kec il maupun besar yang berlomba untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan raksasa tersebut.
"Yakin dengan yang anda katakan Tuan Ichiro??? lalu bagaimana dengan perempuan yang anda bawa dengan paksa dari Jakarta??" Bian dengan sangat yakin mengatakan kalau mantan rivalnya itu telah membawa wanitanya.
Ichiro lumayan terkejut dengan apa yang di katakan Alex, wanita yang dia bawa dari Jakarta, setau dia tidak memiliki kekasih, bagaimana mungkin Alex mengatakan kalau Anya adalah wanitanya? apa mereka menyembunyikan hubungan mereka dari public, tapi untuk apa?? bukannya Alex seorang Duda?? walau tidak pernah perduli dengan perusahaan dan juga pemiliknya tetap saja meninggalnya menantu seorang Alvaro Alexandro mengisi semua TV luar negeri dan juga media online.
catatan guys: cerita ini di buat untuk tahun 2020 karna semua sudah berbasis digital dan mesos, author ga mau latah kayak yang lain bikin cerita berseri dari jaman neneknya tapi mobilnya udah model mellenial, sebagus2nya mobil tahun bahelak ga bakal secanggih sekarang, karna otak pembuat mobilnya biar jenius tetap aja belum kepikiran bikin mobil secanggih sekarang, karna kapal tetanic yang super canggih aja masih pake batu bara buat ngejalani mesin kapal nya, jadi seperti film America dan novel America juga, kalau author bikin cerita tentang anak2 mereka itu bakal membayangkan technology duapuluh tahun ke depan.
(back to story)
"Owh, oke kalau saya orang, tapi kalau saya salah orang bagaimana saya bisa tau Villa ini?? itu karna alat pelacak yang ada di smartphone nya aktif, pasti ada yang mengaktifkan smartphone miliknya dua hari lalu sekitar sore hari, apa anda yakin kalau saya masih salah alamat??" Bian berkata dengan senyum mengejek.
Ichiro ingat dia memang sempat mengaktifkan smartphone milik Anya, ternyata smartphone Anya ada alat pelacaknya, kenapa dia tidak memeriksa dulu smartphone Anya aman atau tidak, jika benarpun Anya adalah wanita milik Alex, setidaknya jika dia bisa membawa Anya dan tidak tau soal hubungan Anya dan Alex pasti tidak akan masalah buat dia, lagipula sepertinya hubungan antara Alex dan Anya tidak ada yang mengetahui nya, kenapa rasa ingin tau nya justru membuat dia kehilangan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta dan kenapa dia harus kembali menyukai perempuan yang sama dengan lelaki bernama Alex ini.
__ADS_1
"Bagaimana Tuan Ichiro, anda tau jika ini bukan Indonesia saya sudah menghabisi kalian semua dari tadi! tapi jika memang di haruskan saya akan tetap melakukannya, atau saya perlu membawa kasus ini ke kepolisian dengan tuduhan penculikan, karna anda memang sudah menculik dia dengan paksa" Bian berkata dengan tegas dan tude point.
"Dino geledah setiap kamar, bawa Anya ke sini" Bian memerintahkan Dino untuk menggeledah setiap kamar di Villa ini, dan saat Ichiro berniat menghalangi Bian memberi isyarat dengan senjatanya agar Ichiro tidak macam-macam, hingga akhirnya Dino bisa melangkah bebas masuk ke bagian dalam Villa .
"Saya bisa saja membalas perbuatan anda dengan menghancurkan perusahaan anda Tuan Ichiro, tapi itu tidak saya lakukan karna anda tidak menyentuh wanita saya, tapi jika sekali lagi terjadi, yakinlah kalau perusahaan anda hanya akan tinggal nama dalam dunia bisnis, jadi Tuan Ichiro, lain kali selidiki dulu jika anda menginginkan seorang wanita, atau setidaknya buatlah wanita itu mencintai anda, jadi anda tidak perlu membawanya dengan paksa" Bian kembali menyerang Ichiro dengan kata-kata nya, yang sepertinya sudah cukup tajam untuk melukai harga diri seorang laleki.
Sementara Dino yang sedang mendapat tugas untuk mencari keberadaan Anya membuka satu persatu pintu kamar yang ada, karna tidak menemukan keberadaan Anya di lantai satu, Dino menaiki tangga ke lantai dua dan kembali membuka pintu kamar yang ada yang semua nya tidak dalam keadaan terkunci tinggal dua kamar lagi yang belum dia periksa, entah Anya ada di salah satu kamar atau telah di pindahkan tapi dia berharap Anya ada di salah satu kamar tersebut, Dino mendekati kamar yang paling pojok dan bermaksud membuka pintunya tapi pintu tersebut terkunci dan tidak terlihat kuncinya karna penasaran Dino menendang di bagian kunci hingga beberapa kali hingga akhirnya pintu kamar itu terbuka dengan bagian kuncinya yang rusak karna tendangan Dino yang cukup kencang, Anya yang berada di dalam kamar tersebut terkejut melihat pintu yang terbuka dengan keras dan terlihat antara kaget dan senang melihat keberadaan Dino, diia senang karna Dino menemukan nya, padahal dua jam lagi pria Japan itu akan membaw a nya pergi ke luar negeri, Dino yang melihat keberadaan Anya di dalam kamar tersebut sangat senang karna akhirnya menemukan Anya.
"Nona, nona baik-baik aja??" Dino memandang diri Anya dari bawah sampe atas dan terlihat baik, tidak ada kekerasan di tubuh Anya, itu berarti Anya di perlakukan dengan sangat baik oleh Ichiro yang dia juga kenal sebagai rival bisnis Bossnya walau tidak pernah bersaing secara langsung.
BERSAMBUNG
kira-kira Bian akan berpikir kalau Anya udah di apa-apain belum.ya ama Ichiro, secara hampir satu minggu Anya bersama Ichiro dengan body Anya yang Goals banget..
__ADS_1
like dong guys, kalau likenya banyak besok up dua or tiga, promisπ€π€
like ya buat yang udah bacaπππ