PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 063


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


terkadang penulis manapun di dunia ini sering merasa buntu dalam menulis, jika tetap di paksakan maka ceritanya bakal ngawur, seperti sinetron di TV, kebanyakan itu bukan hasil satu kepala tapi hasil kerja team, makanya ceritanya keliatan sering di paksakan, alasannya dua, yang pertama itu sinetron striping, kedua, itu sinetron lepas tapi harus tayang everyday, jadi ya maklumi aja kalau kadang ga bisa up tiap hari, alasannya juga dua, antara pikiran lagi buntu ama kerjaan di dunia nyata lagi numpuk, rata-rata penulis dalam setahun yang menghasilakan cerita bagus itu kalau ga tiga ya empat, malah kadang cuma satu, jujur saya baca semua cerita di apl ini ceritanya 90% sama alurnya, udah kayak sinetron di TV, TV A ama TV B, C cerita begitu semua, saya pengen menjadi penulis luar negeri biar karyanya dikit dan terkesan monoton tapi pengennya yang berbobot, makanya karya saya yang up itu jarang karna saya ga mau up banyak cerita tapi dari hasil mikir yang ngasal atau ikut-ikutan tetangga, j adi saya akui cerita saya terkesan berat kurang masuk ke jiwa anak muda Indonesia,(mungkin) tapi di luar negeri anak-anak abg mereka malah suka cerita yang berat, walau mereka tetap suka komic, dalam hidup ini kita kudu balance dalam hal apapun, kalau kita menjejali otak kita dengan cerita yang begitu-begitu aja, maka kwalitas otak kita juga ya segitu-gitu aja. Ok kita lanjut ke cerita nya.


HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁


helicopter yang membawa Bian dan Dino akhirnya sampai di Bandara Bali dan Bian bersama Dino segera turun dari helicopter setelah berterima kasih kepada Rooney yang sudah mengantar mereka, Bian memandang ke sekeliling tempat dimana dia berdiri ada beberapa pesawat pribadi di antara pesawat komersil yang begitu banyak.


"Master, sepertinya itu pesawat yang kita cari" Dino menunjuk ke salah satu perawat yang berada lumayan jauh dari mereka, sebuah pesawat airbus dengan berdera Japan di bagian depan dekat dengan pintu pesawat terlihat jelas hanya ada dua hurup I besar tertulis di body pesawat, Bian mencoba mengingat siapa pengusaha nomer satu di Japan dengan inisial II, Bian tidak mengingat ada nama seperti itu, tapi sudahlah nanti juga dia bakal tau siapa orang yang sudah berani membawa wanita kesayangannya dengan paksa, Bian dan Dino berjalan ke arah mobil yang sudah menjemput mereka, karna di Bali pun Bian mempunyai anak perusahaan di bidang perhotelan dan resort dan dia juga sedang menambah satu lagu lagi resort nya di daerah Gianyar, makanya Bian mempunyai anak buah yang menjaga semua asetnya.

__ADS_1


"Selamat sore Tuan" Seorang pria dengan tubuh besar membukakan pintu untuk Bian.


Bian hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari sapaan yang dia dapat, Bian masuk ke dalam mobil dan di susul oleh Dino, setelah itu pria bertubuh besar itu ikut masuk ke kursi bagian depan di sebelah supir.


"Bagaimana tugas yang tadi saya perintahkan?" Dino mewakili Bossnya berbicara kepada pria yang duduk di depan mereka.


"Maaf Tuan, kami terlambat datang ke bandara karna tadi jalanan sangat macet, dan saat kami sampe pesawat yang Tuan maksud sudah terparkir di sana dan kami tidak melihat ada pergerakan apapun di sana, kemungkinan mereka semua yang Tuan maksud sudah pergi ke suatu tempat" Pria itu menjelaskan apa yang terjadi.


"Kurang lebih tigapuluh tujuh menit Tuan" Pria itu memberikan total waktu yang mereka tempuh dari markas mereka di nusa dua sampe ke Denpasar.

__ADS_1


Bian mengepalkan tangannya karna anak buahnya kehilangan jejak dari penumpang pesawat dengan bendara Japan itu dan sekarang dia juga harus berpikir keras untuk bisa menemukan keberadaan Anya, karna filling nya mengatakan jika Anya akan di bawa ke luar Indonesia oleh lelaki pemilik pesawat pribadi tersebut.


"Kita kembali ke rumah" Bian memerintahkan supir untuk mereka ke rumahnya dari pada mereka berjalan tidak tentu tujuan.


****


Sementara di sebuah rumah mewah di kawasan perdesaan yang masih sangat asri, tepatnya villa, karna kalau rumah tinggal tempatnya lumayan jauh dari kota, terlihat beberapa mobil di halaman villa tersebut dan di sebuah ruangan tepatnya sebuah kamar terlihat seroang perempuan cantik sedang memandang ke luar jendela yang di halangi oleh teralis besi dengan ukiran ukiran cantik, perempuan itu tak lain adalah Anya yang sedang di kurung di dalam kamar, mau teriak juga percuma karna dari jendela hanya terlihat hamparan sawah yang sepi dan juga perbukitan, Anya masih heran dengan dirinya yang di culik tapi di perlakukan dengan sangat sopan oleh para penculiknya, bahkan dia tidak di ikat seperti yang sering dia lihat di film-film yang dia tonton, (si Anya korban sinetron juga rupanya hahaha) dan makanan yang di sediakan untuk dirinya layaknya seperti tamu di hotel bintang lima dan kamarnya pun sangat rapi dan bersih, Anya tidak menghawatirkan dirinya tapi dia sedang menghawatirkan kedua adiknya yang belum bisa mengurus diri mereka sendiri jika hal buruk terjadi pada dirinya, dia sudah bertanya ratusan kali kenapa dia di culik tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan nya, dan membuat dia kesal para pria itu menyita tasnya yang berisi smartphone nya hingga dia tidak bisa menghubungi siapapun ,(namanya aja di culik An, mana ada orang di culik tapi di kasih megang smartphone, yang ada pasti minta bantuan ke orang atau lapor polisi, aneh loe), Anya terus memandang ke luar jendela, setidaknya pikiran nya bisa sedikit rilex dengan suasana sejuk yang ada di luar sana walau otaknya sebenarnya sedang sangat kalut dengan apa yang menimpahnya saat ini, Anya di kejutkan dengan suara pintu yang di buka dari luar, dan Anya melihat seorang pria melangkah masuk ke dalam kamar tersebut dan kembali menutup pintu nya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


yang mau hari ini up tiga kali kasih like ya , udah di baca langsung di like dong.. anggaplah kalian membayar author dengan like kalian


__ADS_2