
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Owh itu, sebenarnya enggak juga, cuma suka main di internet itupun ga pernah yang taruhan pake duit, sayang duitnya kalau kalah, kalau kamu kan duitnya ga berseri" Ujar Anya berbicara dengan lepas, entah kenapa dia bisa dekat dengan Marsha, padahal dia dengan Sandra pun ga segitunya.
"Tapi menang apa kalah?" Marsha tidak membahas soal uang yang di bicarakan Anya.
"Menang sich, tapi tetap aja aku takut kalau main yang pake real money, main yang biasa aja juga udah seru" Anya meneguk kembali winenya, obrolan mereka terus berlangsung dengan santai dan membuat waktu berjalan tanpa terasa, Marsha melihat jam yang ada di smartphone nya ternyata sudah pukul empat pagi.
"Baby, udah jam empat pagi, kita masuk yuk, nanti kamu sakit karna belum biasa di cuaca sedingin ini" Marsha berdiri dari kursinya dan memegang tangan Anya untuk membantu Anya berdiri, Marsha bermaksud jalan duluan tiba-tiba dia merasa merasa tubuh Anya seperti limbung dan jatuh ke dalam kolam renang, Marsha yang bermaksud menahan tubuh Anya malah ikut ketarik dan kecebur ke kolam renang, Marsha menarik apa saja yang bisa tarik di tubuh Anya, karna Anya yang sepertinya tidak siap untuk jatuh dan tubuhnya tidak stability, Marsha menahan tubuh Anya di dinding kolam renang dengan tubuhnya yang membuat tubuh mereka menempel sangat rapat, jubah tidur Anya terlepas ikatannya dan tali gaun tidur Anya juga turun dari bahunya hingga membuat dada Anya bagian atas terlihat sangat jelas dan hanya tertutup bagian ujungnya, dan Marsha yang bathrobe nya juga terlepas kini hanya memakai bikini saat menahan tubuh Anya.
"Kamu mabuk? kok bisa jatuh?" Marsha memandang wajah Anya yang hanya berjarak lima senti dari wajahnya yang membuat mereka bisa saling merasakan nafas mereka satu sama lain.
Anya sedikit terpaku dengan pemandangan di depannya tapi dia mencoba untuk tetap terlihat biasa.
"Ga, aku ga mabuk, tadi aku seperti tersandung dan ga tau mesti apa makanya langsung jatuh ke kolam.
"Ya udah ayo naik" Marsha membantu Anya untuk naik dengan mengangkat panggul Anya, tapi karna gaun tidur Anya yang basah dan menempel di tubuh Anya Marsha bisa merasakan kalau Anya tidak memakai underwear, setelah membantu Anya naik Marsha pun keluar dari dalam kolam.
"Tunggu sebentar" Marsha berjalan menuju tempat yang tadi dia ngambil gelas, Marsha kembali dengan handuk dan juga bathrobe, Marsha membantu mengeringkan rambut Anya dengan handuk dan mengenakan bathrobeke tubuh Anya dan yang satunya dia sendiri yang pake, Menggosok-gosok telapak tangan Anya agar sedikit hangat dan Anya hanya terdiam dengan semua yang di lakukan Marsha padanya.
"Oke sekarang selesai" Marsha mengosok lengan Anya.
"Ayo kita masuk, kamu ganti baju terus tidur" Marsha menarik Anya dan berjalan menjauh dari kolam renang.
"Kamu mau lewat kamar aku aja, ga pa pa" Marsha menarik tangan Anya dan berjalan masuk ke kamarnya, Anya melihat kamar Marsha yang sangat bagus, dengan di dominasi warna kuning muda pada dinding dan selebihnnya warna hitam, bahkan warna ranjang dan bed cover nya juga perpaduan antara kuning dan hitam, dan aroma kamar Marsha sangat enak di hidung, seperti akan nyaman kalau di buat tidur.
__ADS_1
"Mau tidur di sini?" Marsha membuyarkan lamunan Anya yang masih berdiam diri di kamarnya.
"Kenapa?" Anya tidak terlalu mendengar perkataan Marsha akibat dirinya yang melamun.
"Kamu mau tidur di sini?" Marsha mengulangi pertanyaan nya.
"Jangan lah, aku ga enak" Anya menolak tawaran Marsha.
"Ga pa pa juga kalau kamu mau, ga ada larangan, kalau kamu mau keluar kodenya 2745090" Marsha membuka bathrobe nya dan berjalan ke kamar mandi meninggalkan Anya sendiri, Anya entah mengapa merasa betah dan nyaman dengan suasana kamar Marsha, apalagi aroma kamar ini benar -benar membuat rilex.
Marsha keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe dan tersenyum saat melihat Anya masih di berada di kamarnya, mandilah, di dalam sudah ada handuk dan bathrobe" Marsha berjalan ke ruang ganti dimana baju-baju nya berada, Anya berjalan ke kamar mandi dan sangat takjub dengan kamar mandi Marsha yang sangat luas dan warnanya sama dengan kamar tidur kombinasi antara marmer kuning dan hitam, dan bathtub nya juga sangat luas dan aroma dari kamar mandi nya pun sama dengan aroma yang ada di kamar tidur Marsha benar-benar membuat betah, Anya segera melaksanakan niatnya untuk mandi karna tubuhnya sudah mulai merasa dingin.
Marsha sedang mengeringkan rambut nya dengan hair dryer sebelum dia tidur, karna tidak bagus jika tidur dengan rambut basah, Marsha terlihat cantik dengan memakai baju tidur berwarna gold terdiri dari celana pendek dan bajunya yang hampir sepinggang, pintu kamar mandi di dari dalam dan terlihat Anya keluar dengan menggunakan bathrobe.
"Kamu ke ruang yang di sana, pilihlah baju tidur yang mana yang mau kamu pake, karna sepertinya ukuran kita sama" Marsha berkata dari tempatnya, Anya berjalan ke ruangan yang di tunjuk Marsha, ruangan yang juga sangat luas dengan lemari yang berbentuk oval dengan susunan baju yang berbeda-beda. Anya mencari sebelah mana baju tidur, ternyata ada di sebelah kanan, sederatan penuh gaun/baju tidur yang memiliki beberapa warna, Anya melihat baju mana yang dia pake, akhirnya pilihan Anya jatuh pada gaun tidur berwarna maroon.
"Sit here" Marsha meminta Anya untuk duduk di dekatnya, Anya menuruti permintaan Marsha dan duduk di samping Marsha karna kursinya lumayan panjang, Marsha menghidupkan kembali hair dryer nya dan membantu mengeringkan rambut Anya.
"Can I ask something?" Marsha terlihat focus mengeringkan rambut Anya.
"What?" Anya memanndang sekilas ke wajah Marsha.
"Apa sebelum dengan Alex kamu pernah punya pacar?" Marsha pengen tau tentang percintaan Anya.
"Kalau aku punya pacar aku ga bakal terima tawaran saudara kamu" Anya mencebikan bibirnya.
__ADS_1
"Owh kamu udah nerima Alex? udah ada cinta nich?" Marsha memainkan alisnya di depan wajah Anya dan itu terlihat cute.
"Not like that, maksud aku, kalau aku punya pacar, apapun yang menjadi penyebab aku sekarang sama Bian itu ga akan terjadi" Anya memang masih menyesalkan kenapa penculikan itu harus terjadi, kalau itu ga terjadi mungkin dia masih Anya yang dulu, entahlah dia sendiri udah ga mikir dan hanya ngejalani yang ada sekarang.
"Malah bengong" Marsha menoel hidung Anya, dan Anya hanya tersenyum kecut.
"Maksud aku bukan sebelum kamu berhubungan dengan Alex, tapi yaaaa sebelum-sebelumnya, your first love?" Marsha memperjelas pertanyaan nya.
"Owh.., masa sekolah sempat punya, dan lumayan lama" Anya menjawab apa yang di tanyakan Marsha.
"Lalu yang lainnya?" Marsha lanjut bertanya.
"Ada, tapi... udahlah ga usah di bahas" Anya tidak melanjutkan ucapan nya.
"Way??" Marsha malah jadi penasaran.
"Secret love" Anya tersenyum kecil.
"How can? come on baby tell me" Marsha mendekatkan wajahnya dengan puppy eyes nya dan itu membuat Anya nervous.
"Dia anak pemilik kampus dan juga pengusaha real estate dan anaknya baik, Pinter bela diri, dan kebetulan dia aktif di senat, kami sempat dekat dan akrab karna kita sama-sama di senat walau beda jurusan, dia anak management bisnis" Anya menceritakan sedikit tentang mahasiswa yang dia suka yang dia sebut dengan secret love.
BERSAMBUNG
Terkadang kita merasa aneh dengan sesuatu yang berbeda, padahal semua yang ada di dunia ini berbeda, terkadang kita terlalu mudah men just sesuatu yang kita sendiri ga pernah tau tentang itu, kita sering menghakimi seseorang atas apa yang ada di pikiran kita, padahal tuhan saja belum tentu melakukan itu.
__ADS_1
like comen dan vote bagi yang mau vote, mudah-mudahan bisa up lagi sore atau malam.