PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 132


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS


Wulan meletakkan Zheon di tempat tidurnya dan meletakkan guling di kiri dan kanan tubuh Zheon agar Zheon tidak terjatuh ke bawah, karna Zheon sangat aktif dan Rika ga mau mengambil resiko putra nya jatuh dari atas tempat tidur, setelah yakin posisi putra nya save Rika berjalan keluar kamar untuk menemui Bryan yang kembali terlihat berbincang akrab dengan si mamah, Rika sangat senang karna Bryan tidak pernah menjaga jarak dengan keluarga nya, bahkan Bryan bisa di bilang sangat akrab dengan ibunya.


Rika mendudukan tubuhnya di samping Bryan dan melihat ke arah TV dan seperti nya sinetron Korea kesukaan mamah nya sudah selesai.


"Ri, mamah ke kamar ya, udah ngantuk, nak Bryan mamah ke kamar ya" Mamah bangun dari tempat duduknya setelah berkata ke Bryan.


"Night Mah" Bryan tersenyum ke si mamah yang mulai berjalan ke kamarnya yang juga berada di lantai dua, Rika memang sengaja untuk kamar keluarga ada di lantai yang sama, jadi kalau ada sesuatu bisa saling cepat bertindak, sedangkan di lantai satu terdapat kamar ART, pengasuh Zheon, dan dua kamar tamu, sedangkan untuk kamar penjaga berada bersebelahan dengan garasi mobil, Rika memang sengaja memisahkan kamar lelaki karna di rumahnya lebih banyak perempuan, hanya untuk berjaga-jaga.


Bryan mendekatkan jarak duduk nya dengan Rika yang langsung berhadapan dengan TV.

__ADS_1


"Hon, kita makan di luar yuk" Bryan mengajak Rika untuk menemaninya dinner di luar.


"Kamu laper?" Rika memandang ke arah Bryan.


"Sedikit sich, sekalian ada yang mau aku bicarakan sama kamu, kan lebih enak kalau kita bicara nya sambil dinner biar lebih santai" Bryan menyampaikan maksud lainnya.


"Ya udah, aku ngomong ke si mamah dulu supaya tidur di kamar aku, supaya bisa jagain Zheon, takut dia kebangun dan ga ada orang di sampingnya pasti bakal nangis" Rika berdiri dari tempat nya dan di angguki oleh Bryan, Bryan mengganti channel TV beberapa kali sambil menunggu Rika, dan tidak lama Rika terlihat kembali menuruni anak tangga dengan tas di tangannya, Bryan mematikan TV dan segera berdiri dari tempat duduknya. keduanya langsung berjalan menuju luar rumah, seorang pria berumur sekitar empat puluhan segera membukakan pintu pagar saat melihat majikannya masuk ke dalam mobil.


Bryan menghidupkan mesin mobil dan mengatur suhu AC di dalam mobil, dan perlahan mobilnya mulai melaju ke arah gerbang rumah.


"Baik Bu" Penjaga rumah tersebut menganggukan kepalanya dan segera menutup gerbang saat mobil yang di naiki majikannya melaju meninggalkan kawasan rumah.

__ADS_1


xxxxxxx


Rika dan Bryan sudah sampe di restoran tempat mereka biasa makan yang berada di kawasan Badung, dan mereka sudah mendapatkan meja untuk mereka dan tinggal menunggu pesanan mereka datang, Rika sedang melihat smartphone nya untuk memantau cctv yang memang terhubung dengan smartphone nya dan Anya lah yang memberitahu dirinya tentang hal ini, dan dia melihat kalau ibu dan putra nya masih tidur dengan nyenyak, setelah nya Rika meletakkan smartphone nya di dalam tasnya agar dia bisa focus dengan apa yang akan di bicarakan Bryan nanti.


"So babe, apa yang mau kamu omongin" Rika menatap ke wajah Bryan yang duduk di depannya.


Bryan tersenyum memandang wajah cantik milik kita Rika, tidak terasa sudah dua tahun mereka bersama dan dia merasa sudah sangat mengenal kepribadian Rika walau pasti akan ada aja sesuatu yang baru di ketahui bahkan emosi yang sering berubah-ubah dari mereka berdua, memang tidak akan ada waktu yang cukup untuk mengenal seseorang yang di butuhkan adalah pengertian untuk setiap hal yang di ketahui atau di hadapi terhadap pasangan kita.


"Kamu taukan kalau kita sudah bersama selama kurang lebih dua tahun, kamu masih belum yakin untuk merubah status hubungan kita menjadi lebih serius?" Bryan memulai pembicaraan mereka lalu meneguk air mineral yang ada di dalam gelas di depannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


selesai baca like ya guys


guys baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI KAKAKKU, up tiap hari, di jamin seru


__ADS_2