PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 115


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Anya berjalan kembali ke dalam ruangan dan sedikit terkejut saat mendengar ada suara pintu di buka, Anya menyembunyikan dirinya di balik jendela teras sambil melihat siapa yang membuka pintu, apa lelaki yang tadi ada bersamanya di ranjang sudah terbangun dan mencari keberadaan nya, Anya mengintip dari pinggiran jendela untuk melihat siapa yang keluar, ternyata pintu yang di buka dari dalam bukan berasal dari kamar dimana tadi dirinya berada tapi dari kamar yang berada tepat di sebelah kamar tadi tapi posisi pintunya lumayan jauh, Anya melihat satu sosok keluar dari dalam kamar tersebut, Anya melihat seorang perempuan keluar dari dalam kamar tersebut, Anya melihat perempuan itu berjalan ke arah depan dan saat melihat wajah perempuan itu Anya sangat terkejut karna yang dia lihat adalah wajah Marsha, melihat keberadaan Marsha di situ Anya langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung memeluk Marsha, Marsha yang mendapatkan pelukan mendadak sempat kaget tapi langsung sadar kal au yang memeluk nya adalah Anya dan membiarkan Anya memeluk dirinya untuk waktu yang lama, Anya melepaskan pelukannya dan memandang wajah Marsha yang ada di depannya, Anya berpikir, jika Marsha ada di tempat ini berarti yang tadi di kamarnya apa itu Bian, Apa dia sudah terselamatkan dari para pria yang menculik dirinya.


"Babe, kamu udah sadar? owh God syukur lah, karna kamu pingsan sangat lama" Marsha tersenyum senang sambil menangkup wajah Anya dengan kedua tangannya.


"Kamu yang udah nyelamatin Aku?" Anya langsung bertanya dan tidak menjawab pertanyaan Marsha.


"Bukan cuma aku, tapi ada Alex juga Dino, kami selama empat hari ini terus mencari keberadaan para penculik yang membawa kamu, untungnya kami belum terlambat, terlambat beberapa menit aja kamu pasti udah ga tau berada di mana" Marsha menjelaskan apa yang sudah mereka lewati guna mencari tau keberadaan Anya.


"Berarti yang tadi di dalam kamar itu Bian?" Anya semakin yakin dengan tebakannya.


"Iyalah babe, masa Dino, mau hilang lehernya berani sekamar ama kamu hahaha" Marsha tertawa melihat sikap Anya yang terlihat konyol.

__ADS_1


"Aku emang ga tau kalau itu sepupu kamu, karna dia tidur dengan membelakangi ku" Anya tidak mau juga di kecengin seperti itu, karna dia memang tidak memeriksa siapa yang bersamanya, boro-boro mau meriksa yang dia tau dirinya di culik dan tiba-tiba di buat pingsan terus pas bangun ada pria tidur di sebelah nya, tentu yang ada di pikiran adalah hal jelek dan yang dia ingin lakukan adalah secepatnya kabur dari tempat tersebut tanpa sempat memikirkan hal lain.


"Kamu udah makan?" Marsha teringat kalau Anya baru saja sadar dari pingsannya.


"Aku hanya di beri makan pagi hari sebelum para penculik itu membuat ku pingsan" Anya baru ingat kalau dia terakhir makan pagi hari, sedangkan sekarang langit sudah terlihat hampir petang.


"Ya sudah, aku akan pesan makanan, oya babe, lebih baik kamu bersih-bersih dulu sebelum makanannya datang" Marsha menyarankan.


"Kamu pake baju aku aja, kalau kamu mau kamu bisa sekalian mandi di kamarku" Marsha menawarkan Anya untuk memakai bajunya dan juga mandi di kamar mandi yang ada di kamar nya.


"Thanks Marsha, kamu selalu baik padaku" Anya tersenyum ke arah Marsha dan Marsha hanya tersenyum membalas senyuman Anya, lalu Anya berjalan menuju kamar yang tadi dia melihat Anya keluar dari kamar tersebut.


Bian menggeliat dan merenggangkan ototnya dengan mata yang masih terpejam, tangannya meraba ke arah kirinya tapi dia tidak merasakan keberadaan Anya di sisinya, lalu Bian membuka matanya dan memang dia tidak melihat keberadaan wanitanya itu, Bian bangun dari tidurnya dan menatap ke sekelilingnya, (apa dia sudah sadar, tapi dimana? apa dia lagi di kamar mandi?) batin Bian, lalu dia berjalan ke kamar mandi tapi tidak terdengar ada kegiatan di dalam sana, karna penasaran Bian membuka pintu kamar mandi dan dia memang tidak melihat keberadaan Anya di sana, Bian langsung berjalan ke luar kamar untuk mencari keberadaan wanitanya itu yang dia sangat senang jika memang sudah sadar, Bian memandang ke arah ruang tamu tapi tidak mendapatkan keberadaan Anya, Bian mendengar ada suara tawa perempuan dari arah teras suite room tersebutl, Bian bergegas berjalan ke arah teras dan dia melihat kalau Anya sedang tertawa bersama sepupunya dan terlihat mereka sedang menikmati makanan, Bian tersenyum mendenga r tawa Anya dan dia melangkah mendekati kedua perempuan itu yang masih tidak sadar dengan keberadaan nya.

__ADS_1


"Hai honey" Bian langsung memeluk pundak Anya dan mencium pucuk kepala wanitanya itu.


Anya sedikit terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu, karna penculikan kemarin Anya menjadi gampang kaget karna dua kali dia di kejutkan dengan hasil dia selalu pingsan, Anya menetralkan dirinya dan memandang ke atas dan melihat wajah Bian yang tersenyum ke arah nya, Anya pun tersenyum dan Marsha hanya melihat ke arah sepupu nya yang terlihat seperti anak ABG yang sedang bucin, Marsha menggelengkan pelan kepalanya.


"Lex, kau mau ikut makan sekalian? itu aku udah pesankan" Marsha bertanya tanpa melihat sepupu nya itu.


Bian duduk di samping Anya dan mengambil celemek dan meletakan nya di pangkuannya dan mengambil makanan yang ada di piring yang masih utuh, mereka kembali menikmati makanan mereka dan kali ini tidak ada suara hanya suara sendok yang terdengar yang saling beradu dengan piring, Bian terus melihat ke wajah yang sangat di rindukannya itu.


"Honey, I miss you" Bian menggenggam tangan Anya.


BERSAMBUNG


segini dulu ntar malam up lagi, lebih panjang, like ya ok hehe

__ADS_1


__ADS_2