PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 46


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Kamu yakin Mas mau menemani Jesslyn selama saya sibuk?" Yana sedikit surprise dengan tawaran yang di tawarkan Bram padanya.


Kenapa tidak? saya sudah lama ingin merasakan mengurus anak perempuan, jadi keinginan saya bisa terwajud kalau kamu mengijinkan saya menemani Jesslyn selama kamu focus mengurus masalah yang ada di resort" Bram meyakinkan Yana dengan tawarannya.


Yana memandang ke arah Jesslyn yang terlihat asyik dengan dunianya sambil menikmati ice cream yang ada di depannya.


"Coba nanti saya bicarakan dulu dengan Jesslyn apa dia mau pergi di temanin sama mas, karna saya ga enak kalau Jesslyn menolak saat mas mengajaknya tanpa membicarakan hal ini kepada nya" Yana meminta waktu untuk membicarakan dulu ke putrinya soal tawaran Bram.


"Harus dong, saya juga ga mau kalau kesannya memaksa Jesslyn untuk mau di temanin dengan saya" Bram menyetujui apa yang di katakan Yana.


****


Yana juga Jesslyn sudah kembali ke kamar mereka selesai menikmati makan siang mereka dan sedikit berjalan-jalan di resort milik mereka itu, Yana mendudukan bokongnya di sofa yang ada di ruang TV, sementara Jesslyn mulai sibuk dengan remote TV di tangannya mencari acara yang dia inginkan, bedannya acara TV di Indonesia dan America adalah, acaa TV di America di bawah jam sembilan malam itu sangat jauh dari acara percintaan, lebih banyak acara anak-anak atau acara music, acara talen-talen, kalaupun ada film pasti film dengan genre komedi dan keluarga yang tema percintaannya hanya cinta-cinta monyet(cinta anak ABG) sedangkan film dengan genre percintaan sedikit dewasa atau untuk tujuhbelas tahun ke atas itu di tayangkan di atas jam sembilan malam, (itu yang saya saksikan saat saya berada di sana).


Jesslyn memilih untuk menonton acara America idol karna suara-suara para kontestan ga kalah sama para penyanyi yang udah professional, sementara Yana mulai membuka laptopnya untuk memulai pekerjaannya sambil sesekali memandang ke arah putrinya yang sedang terlihat focus dengan acara yang sedang di tonton, Yana ingat dengan obrolannya dengan Bram soal liburan putrinya selama di sini, sepertinya lebh baik kalau dia membicarakan nya sekarang sebelum putrinya itu complaint karna untuk beberapa hari ke depan dia tidak akan ada waktu untuk putrinya itu untuk menikmati liburannya, Yana menghentikan kegiatannya untuk mulai berbicara pada putrinya itu.


"Adek" Yana memutus focus putrinya terhadap televisi yang sedang di tonton.


"Ya mom" Jesslyn melihat beberapa saat ke arah mommy nya itu.


"Ada yang mau mommy bicarakan sama adek" Yana melanjutkan.


Jesslyn mematikan volume TVnya agar bisa focus dengan apa yang akan di bicarakan momnynya.


"Mau ngomong apa mom kayaknya penting banget?" Jesslyn mulai focus memandang wajah mommynya.


"Hmm adek tau kan kalau mommy ngajak adek ke sini bukan cuma sekedar untuk liburan?" Yana mengingat kan pembicaraan mereka sebelum mereka berangkat ke sini(Hawaii).

__ADS_1


Jesslyn terlihat seperti sedang mengingat apa yang baru saja di katakan mommynya itu, iya, dia masih ingat kalau di awal pembicaraan mereka mommy nya udah bilang kalau mommynya harus menyelesaikan masalah yang ada di resort milik mereka ini.


"Jadi mommy mau bilang kalau adek bakal liburan sendiri selama mommy ngurus resort ini? terus adek jalan-jalan nya Sana siapa? adek kan ha tau kota ini mom" Jesslyn tidak terlalu protes tapi dia juga mau menikmati liburan nya sebelum pusing dengan pelajaran kelas tiga dan harus lulus dengan masuk peringkat tiga besar di sekolah dan juga kelasnya karna yang pintar di sekolahnya masih banyak walau dia lumayan sering mengikuti ajang olympiade antar siswa bahkan sampe ke luar negeri.


"Gini dek, gimana kalau selama nunggu mommy kerja beberapa hari ini adek jalan-jalan nya sama orang lain yang mommy percaya" Yana mengatakan dengan hati-hati atas solusinya.


"Maksud mommy? mommy mau perayain adek sama orang lain yang baru adek kenal? kalau orang nya ga seru gimana mom? ga pa-pa adek di temeni sama orang kepercayaan mommy asal orangnya enak dan asik di ajak ngobrol" Jesslyn ga keberatan dengan solusi yang di berikan mommynya karna dia juga harus bisa mengerti keadaan mommynya sekarang tapi dia juga ga mau liburan nya jadi sia-sia kalau di temeni dengan orang yang ga asik.


Yana tampak berpikir dengan syarat yang di ajukan putrinya itu, apa dia harus mengatakan soal tawaran Bram yang mau menemani Jesslyn selama dia mengurus masalah yang ada di resortnya ini.


"Sayang, kamu ingat Om Bram kan?"


"Ingatlah mom, baru juga tadi ketemu" Jesslyn merasa sedikit heran kenapa harus ada nama Om Bram dalam pembicaraan mereka.


"Tadi Om Bram nawarin ke mommy, Om Bram mau menemani adek buat jalan-jalan selama di sini atau selama mommy nyelesaiin masalah di sini, sekalian katanya Om Bram pengen ngerasain pergi sama anak perempuan, karna Om Bram ga punya anak cewek cuma punya anak cowo itupun udah gede udah lulus sekolah katanya" Yana mengatakan juga tawaran yang di berikan Bram pads nya.


"Apa ga aneh mom? pergi sama laki-laki yang bukan daddy adek?" Jesslyn mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya karna antara dia dan mommynya sangat terbuka dalam setiap hal.


"Mommy ga maksain adek buat mau pergi sama Om Bram, atau gini aja, adek coba dulu jalan-jalan di temeni sama Om Bram kalau nanti adek ngerasa ga nyaman ya udah mommy bakal cariin karyawan mommy yang umurnya ga jauh sama adek biar adek enak jalan-jalan nya, gimana?"


****


"Mommy ga maksain adek buat mau pergi sama Om Bram, atau gini aja, adek coba dulu jalan-jalan di temeni sama Om Bram kalau nanti adek ngerasa ga nyaman ya udah mommy bakal cariin karyawan mommy yang umurnya ga jauh sama adek atau yang punya anak seumuran sama adek biar adek enak jalan-jalan nya, gimana?" Yana memberikan solusi kedua.


Jesslyn tampak memikirkan apa yang di katakan oleh mommy nya, memang sich dia baru dua kali bertemu dengan Om Bram tapi dari awal bertemupun sikap Om sudah baik padanya tanpa di buat-buat sekedar untuk membuat dirinya atau mommy nya senang, lagian daripada dia pergi dengan orang yang tidak dia kenal walaupun itu adalah karyawan mommy nya lebih baik dia pergi dengan orang yang jelas-jelas dia udah kenal.


"Ya udah dech mom, adek coba jalan sama Om Bram, tapi kalau ga seru mommy harus cariin orang yang benar-benar seru buat di jalan" Jesslyn menerima tawaran mommy nya untuk di temanin sama Om Bram.


Yana tersenyum mendengar jawaban dari putrinya itu, setidaknya dia bisa bernafas sedikit lega untuk besok, karna mereka baru sampe hari ini jadi ga mungkin untuk langsung jalan-jalan, setidaknya mereka harus istirahat setelah puluhan jam berada di dalam pesawat.

__ADS_1


"Ya udah nanti mommy hubungi Om Bram, untuk kasih tau kalau adek mau di temanin sama Om Bram, sekarang mommy lanjut kerja dulu ya sayang, adek juga lanjut gi nonton TVnya" Yana tersenyum dan mengusap rambut putrinya itu, dia sangat senang karna di berikan putri yang memiliki rasa pengertian yang sangat besar, walau anak tunggal tapi Jesslyn ga pernah terlalu menuntut atas keinginan nya.


****


Pagi-pagi Bram sudah tiba di resort milik Yana, ketiganya berjanji untuk bertemu di restoran sekalian mereka breakfast bersama, tidak lama Bram duduk di dalam restoran Yana dan Jesslyn juga sampe di restoran.


"Pagi Om" Jesslyn menyapa lebih dulu dan duduk di kursi yang kosong.


"Pagi Mas" Yana juga menyapa Bram dan duduk di sebelah Jesslyn, seorang waiter datang membawakan breakfast yang ada beberapa menu, karna khasnya orang western jadi breakfast nya ga berar-berat walau ada beberapa macam.


"please sir, ma-am, miss, enjoy your breakfast" Waiter tersebut mempersilakan ketiganya untuk menikmati breakfast yang sudah tersaji.


Yana, Jesslyn dan Bram mulai menikmati breakfast mereka dengan totenang tanpa suara hingga breakfast mereka selesai dengan baik.


"Mas, Jesslyn mau di temanin mas untuk liburan hari ini, tapi saya harap mas benar-benar ga di repotkan dengan apa yang nantinya akan terjadi selama mas menemani Jesslyn" Yana memulai pembicaraan mereka yang memang bertemunya mereka hari ini karna Bram bersedia menemani Jesslyn untuk memulai liburannya hari ini.


Bram tersenyum mendengar perkataan Yana, memang ini adalah pertama kali nya dia pergi dengan anak perempuan, tapi pengalaman nya dulu saat dengan almarhuma istrinya bisa menjadi pegangannya untuk menghadapi Jesslyn yang mungkin juga masih akan kaku saat bersamanya tapi dia akan mencoba membuat Jesslyn nyaman bersama nya.


"Ga pa-pa Na, setidaknya saya berharap Jesslyn tidak merasa sedang bersama orang asing saat bersama Om, oke Jesslyn?" Bram memandang ke arah Jesslyn dan tersenyum lebar.


Jesslyn hanya tersenyum mendengar perkataan Om Bram barusan, seperti nya Om Bram adalah orang yang asik untuk di ajak bicara.


"Tenang aja Om, Jesslyn ga akan ngelakuin hal yang aneh-aneh, Jesslyn cuma mau liburan ke tempat yang seru aja" Jesslyn mengemukakan apa yang menjadi keinginan nya, lebih baik dia mengatakan apa ada nya daripada berpura-pura senang jika memang nantinya tempatnya tidak sesuai dengan keinginan nya.


"Kalau soal itu Jesslyn ga usah khawatir Om tau tempat-temoat yang asyik di sini karna Om lumayan sering datang ke sini untuk urusan kerja" Bram kembali tersenyum untuk meyakinkan.


BERSAMBUNG


ljangan lupa like guys πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2