PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 120


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


Terkadang kita merasa aneh dengan sesuatu yang berbeda, padahal semua yang ada di dunia ini berbeda, terkadang kita terlalu mudah men just sesuatu yang kita sendiri ga pernah tau tentang itu, kita sering menghakimi seseorang atas apa yang ada di pikiran kita, padahal tuhan saja belum tentu melakukan itu.


****


Marsha keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe dan tersenyum saat melihat Anya masih di berada di kamarnya, mandilah, di dalam sudah ada handuk dan bathrobe" Marsha berjalan ke ruang ganti dimana baju-baju nya berada, Anya berjalan ke kamar mandi dan sangat takjub dengan kamar mandi Marsha yang sangat luas dan warnanya sama dengan kamar tidur kombinasi antara marmer kuning dan hitam, dan bathtub nya juga sangat luas dan aroma dari kamar mandi nya pun sama dengan aroma yang ada di kamar tidur Marsha benar-benar membuat betah, Anya segera melaksanakan niatnya untuk mandi karna tubuhnya sudah mulai merasa dingin.


Marsha sedang mengeringkan rambut nya dengan hair dryer sebelum dia tidur, karna tidak bagus jika tidur dengan rambut basah, Marsha terlihat cantik dengan memakai baju tidur berwarna gold terdiri dari celana pendek dan bajunya yang hampir sepinggang, pintu kamar mandi di dari dalam dan terlihat Anya keluar dengan menggunakan bathrobe.


"Kamu ke ruang yang di sana, pilihlah baju tidur yang mana yang mau kamu pake, karna sepertinya ukuran kita sama" Marsha berkata dari tempatnya, Anya berjalan ke ruangan yang di tunjuk Marsha, ruangan yang juga sangat luas dengan lemari yang berbentuk oval dengan susunan baju yang berbeda-beda. Anya mencari sebelah mana baju tidur, ternyata ada di sebelah kanan, sederatan penuh gaun/baju tidur yang memiliki beberapa warna, Anya melihat baju mana yang dia pake, akhirnya pilihan Anya jatuh pada gaun tidur berwarna maroon.


Marsha sudah selesai mengeringkan rambut nya dan merapikan nya dengan sisir dan terlihat Anya keluar dari dalam ruangan ganti dengan gaun tidur yang warnanya sangat cocok dengan kulit Anya yang putih.


"Sit here" Marsha meminta Anya untuk duduk di dekatnya, Anya menuruti permintaan Marsha dan duduk di samping Marsha karna kursinya lumayan panjang, Marsha menghidupkan kembali hair dryer nya dan membantu mengeringkan rambut Anya.


"Can I ask something?" Marsha terlihat focus mengeringkan rambut Anya.


"What?" Anya memanndang sekilas ke wajah Marsha.


"Apa sebelum dengan Alex kamu pernah punya pacar?" Marsha pengen tau tentang percintaan Anya.


"Kalau aku punya pacar aku ga bakal terima tawaran saudara kamu" Anya mencebikan bibirnya.


"Owh kamu udah nerima Alex? udah ada cinta nich?" Marsha memainkan alisnya di depan wajah Anya dan itu terlihat cute.


"Not like that, maksud aku, kalau aku punya pacar, apapun yang menjadi penyebab aku sekarang sama Bian itu ga akan terjadi" Anya memang masih menyesalkan kenapa penculikan itu harus terjadi, kalau itu ga terjadi mungkin dia masih Anya yang dulu, entahlah dia sendiri udah ga mikir dan hanya ngejalani yang ada sekarang.


"Malah bengong" Marsha menoel hidung Anya, dan Anya hanya tersenyum kecut.

__ADS_1


"Maksud aku bukan sebelum kamu berhubungan dengan Alex, tapi yaaaa sebelum-sebelumnya, your first love?" Marsha memperjelas pertanyaan nya.


"Owh.., masa sekolah sempat punya, dan lumayan lama" Anya menjawab apa yang di tanyakan Marsha.


"Lalu yang lainnya?" Marsha lanjut bertanya.


"Ada, tapi... udahlah ga usah di bahas" Anya tidak melanjutkan ucapan nya.


"Way??" Marsha malah jadi penasaran.


"Secret love" Anya tersenyum kecil.


"How can? come on baby tell me" Marsha mendekatkan wajahnya dengan puppy eyes nya dan itu membuat Anya nervous.


"Dia anak pemilik kampus dan juga pengusaha real estate dan anaknya baik, Pinter bela diri, dan kebetulan dia aktif di senat, kami sempat dekat dan akrab karna kita sama-sama di senat walau beda jurusan, dia anak management bisnis" Anya menceritakan sedikit tentang mahasiswa yang dia suka yang dia sebut dengan secret love.


"Wow.. berarti kalian masih ketemu dong tiap hari?" Marsha makin kepo.


"Negara mana?" Marsha iseng aja pengen tau.


"Di sini?" Anya menjawab dengan santai.


"Wow seriously" Marsha di buat berpikir.


"Jangan-jangan dia di kampus ku dulu, apa kamu mau kita cari dia?" Marsha juga pengen tau wajah orang yang di sukai Anya, apa lebih dari Alex gantengnya.


"I don't know, tapi yang aku lihat di IG nya dia memang kuliah di kampus ternama di kota ini" Anya jadi membayangkan wajah yang dulu sering bersama dia saat ada kegiatan senat.


"Kenapa kamu ga mau cari dia? mungkin dia juga cinta sama kamu, kalau kalian saling cinta Alex mungkin bisa mengerti dan mengakhiri hubungan kalian" Marsha ingin tau respons Anya dengan omongannya.

__ADS_1


"I'm not sure, and it seems impossible" Anya tersenyum kecil.


"Way? because you are not a virgin?" Marsha ga habis pikir kalau masih ada orang yang menilai cinta yang suci hanya dengan keperawanan, karna ada banyak alasan yang membuat wanita kehilangan keperawanan nya.


"Not about that" Anya memandang lurus ke depan dan melihat dirinya di cermin.


"So??" Marsha masih menunggu jawaban Anya.


"Dia sudah punya yang lebih cantik dari aku dan sepertinya anak orang kaya juga di LA, karna pas aku lihat IG perempuan nya dia dari LA, blasteran America Thailand" Anya jadi teringat saat dia membuka sosmed dan melihat orang yang dia suka menyatakan cintanya pada gadis yang ada bersamanya, sejak saat itu dia jadi menutup hatinya.


"Hei, don't be sad, kamu akan menemukan cinta sejatimu, siapapun itu, mungkin Alex atau pria lain.


"I not sure about that" Anya merapikan rambutnya yang sudah kering.


"Thanks" Anya tersenyum ke arah Marsha.


"Tidur yuk" Marsha berjalan ke ranjang nya di ikuti oleh Anya dan mereka merebahkan tubuh mereka di dua sisi yag berbeda.


"Night" Anya memiringkan tubuhnya membelakangi Marsha, pertanyaan Marsha membuat nya teringat pada cintanya yang pupus, bukan pacar pertama tapi baginya itu adalah cinta pertama nya.


"Night" Marsha membalas ucapan selamat tidur Anya dan memandang ke langit kamarnya, dia jadi berpikir orang terkaya di LA yang menikah dengan orang Thailand, jadi kepo juga buat nyari tau, sangat gampang mencari info orang terkaya kalau hanya di seputar America, dia pengen tau secantik apa perempuan yang menjadi pacar dari orang yang di sukai Anya, apa iya lebih cantik dari Anya, Marsha memejamkan matanya dan mematikan lampu kamarnya karna dia lebih nyaman tidur kalau suasana kamarnya gelap.


****


Bian terbangun dari tidurnya saat dia meraba ranjang dan tidak menemukan tubuh Anya di dekatnya, Bian membuka matanya dan memang mendapatkan dirinya hanya sendiri, Bian melihat ke luar jendela dan memang hari sudah terang, Bian berpikir mungkin Anya ada di kamar mandi karna memang Anya selalu bangun lebih dulu dari dirinya, Bian mengenalkan pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi.


"Honey..." Bian mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada jawaban dan sepertinya memang tidak ada orang di dalamnya, karna penasaran Bian membuka pintu kamar mandi dan memang tidak ada siapapun di dalamnya.


"kemana dia, emang udah berani turun ke area Mansion sendiri" Batin Bian, Bian memandang sekeliling kamar dan melihat kalau pintu teras sedikit terbuka, Bian melangkah ke arah teras dan memandang ke sekeliling bagian Mansion yang bisa dia lihat dari teras kamar Anya, tapi dia tidak melihat keberadaan Anya, Bian menutup pintu teras dan melangkah ke pintu kamar lalu berjalan keluar dari dalam kamar Anya, Bermaksud untuk menanyakan keberadaan Anya kepada Peter tapi saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul delapan pagi, Bian memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu karna dia harus bertemu dengan tuan Joseph jam makan siang, mungkin Anya sedang bersama adik-adiknya, Bianpun berjalan ke tangga menuju lantai tiga.

__ADS_1


****BERSAMBUNG****


like guys, baca juga cerita yang lain ya πŸ™πŸ™πŸ™ sabar kalau upnya lama


__ADS_2