PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 039


__ADS_3

HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁🍁


Seminggu berlalu sejak Rica memutuskan pergi dari kota Jakarta dan kembali ke kampung halamannya di Bandung dan berniat untuk mencari kerja atau membuka usaha dengan modal yang dia punya dari hasil kerja yang dia kumpulkan selama hampir lima tahun, tapi orangtuanya sendiri mempunyai warung makanan khas Bandung yang lumayan rame pelangan nya, jadi mamanya Rica mengurus warung makanan mereka, sedangkan Ayahnya mengurus ladang mereka yang hasil ladangnya di jual sendiri ke pasar kircon yang berjarak satu kilo dari rumah mereka, tapi biaya hidup mereka juga tidak sendikit, masih ada dua orang adik cowo Rica yang masih membutuhkan biaya sekolah, karna keduanya masih duduk di bangku sekolah pertama, yang satu kelas tiga yang satu berada di kelas satu karna jarak umur mereka yang tidak jauh, dan cita-cita kedua adiknya sangat ingin kuliah di luar negeri dan itulah yang membuat Rica ingin sukses agar bisa membantu biaya kuliah adik-adiknya kelak.


xxxxxxxxxxxxx


Sementara di perusahaan Bian, Bian dan Dino baru selesai meeting dengan direksi dan mereka sudah kembali ke ruangan Bian, Bian duduk di kursi kebesarannya dan memandang Dino yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan itu sudah dia perhatikan sejak dua hari lalu.


"Ekhm ekhm... Bian sengaja mendehem untuk menyadarkan Dino yang pikirkan nya entah sedang ada di mana, dan Bian melakukannya hingga beberapa kali karna Dino benar-benar sedang kosong pikiran nya.


"Iya Master, apa ada yang harus saya lakukan?" Dino langsung bertanya saat dia mendengar suara deheman Bossnya itu.


Bian memandang wajah assistant nya itu dan benar-benar terlihat ada masalah yang sedang bercokol di kepala assistannya itu.


"Dino bisa kamu jujur sama saya?" Tanya Bian dengan mode serius.


"Bisa Master, dan saya pasti akan menjawabnya dengan baik" Ujar Dino yang berpikir kalau Bian hanya akan bertanya tentang pekerjaan.


"What wrong with you?? saya sudah perhatikan ini sejak dua hari lalu, kamu ada masalah apa sampe tidak focus dengan pekerjaan kamu? apa kamu ingin kembali ke America? kalau iya saya bisa minta Darren untuk datang ke sini besok supaya gantikan kamu, dan kamu bisa menggantikan Darren tugas di sana, sampe saya kembali dari sini" Ujar Bian yang bertanya sekaligus menawarkan Dino untuk menggantikan Darren mewakili dirinya di perusahaan pusat di new york.


"Tidak Master, saya akan selalu berada bersama Master sampe pekerjaan di sini selesai" Ujar Dino yang langsung menolak, karna dia tau kalau Darren sangat ingin menjadi assistan big Boss mereka daripada menjadi wakil di perusahaan pusat.


"Lalu apa yang kamu pikirkan? masalah apa yang sedang kamu hadapi?" Bian tetap ingin tau masalah yang sedang terjadi karna ikut mempengaruhi kinerja Dino di perusahaan nya dan itu tidak baik untuk perusahaan nya.


"Saya tidak apa-apa Master, saya berjanji semuanya akan kembali seperti biasa" Ujar Dino yang masih ingin menutupi masalah yang sudah mengganggu pikiran nya dua hari ini.


Bian sangat tau kalau Dino sedang membohonginya,


"Apa menurut kamu saya orang terlalu bodoh sampe bisa kamu bohongi seperti itu?!" Tanya Bian dengan nada suara datar dan tatapan mata yang tajam.


Dino yang melihat mode Bossnya berubah langsung merasa dilema, jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya bisa di pastikan malam ini dia akan terbang kembali ke America, tapi kalau dia harus mengatakan apa yang sedang menjadi pikiran nya, apa pantas dia membicarakan masalah pribadi nya pada Bossnya.


"Bagaimana Dino?" Bian lagi-lagi bertanya dengan nada datar.


"Maaf Master saya tidak bermaksud seperti itu, sebenarnya saya hanya tidak ingin Master ikut memikirkan masalah pribadi saya" Ujar Dino memberikan alasan kenapa dia tidak mau mengatakan apa yang menjadi pikiran nya beberapa hari ini.


"Kalau masalah pribadi kamu sampe mengganggu perusahaan saya dengan kamu yang selalu tidak focus apa saya masih tidak harus ikut campur? mungkin dengan kamu bercerita kepada saya, saya bisa kasih masukan ke kamu, lagipula kamu bekerja dengan saya sudah sangat lama, apa masih ada yang perlu kamu tutup-tutupi ke saya?" Ujar Bian dengan mode yang sama.

__ADS_1


"Saya sedang memikirkan Rica Master" Ujar Dino yang akhirnya berterus terang tentang apa yang sedang dia pikirkan, karna memang sudah dua hari ini dia kepikiran tentang Rica dan entah kenapa hatinya merindukan perempuan itu tapi mengingat pertengkaran mereka dan semua yang dia katakan pada Rica membuat dia tidak mempunyai keberanian untuk mendatangi Rica ke apartment nya karna kalau untuk bertemu di tempat Rica itu sudah tidak mungkin karna Rica sudah resign, seandainya Rica belum resign dia masih ada alasan untuk bisa bertemu dengan Rica karna dengan alasan kewajiban dalam bekerja Rica tidak mungkin menghindari dirinya.


"Kenapa kamu dengan gadis itu? apa kalian ada masalah?" Tanya Bian yang masih menatap serius wajah assistannya itu.


"Dia sudah mengakhiri hubungan kami dan tidak mau bertemu saya lagi" Ujar Dino.


"Way? apa kamu sudah selingkuh dengan perempuan lain?" Bian semakin menatap serius wajah assistannya itu.


"Tidak Master, saya tidak pernah bersama perempuan lain sejak saya memutuskan untuk bersama dengan dirinya, justru dia yang masih pergi bersama lelaki lain tanpa sepengetahuan saya" Ujar Dino membela diri.


Bian semakin tertarik dengan cerita assistannya itu.


"Maksud kamu dia selingkuh dengan pria lain apa?"


"Master ingatkan dua mingguan yang lalu saya meeting dengan Tuan Indra di restoran tempat biasa kita meeting di luar dengan client?" Dino mulai bercerita dan di awali dengan pertanyaan kepada Bossnya itu.


"Iya, saya ingat" Jawab Bian.


"Di hari itu juga saya melihat dia makan dengan pria yang jauh lebih tua dari dia di ruang VIP dan sikap pria itu sangat mesra" Dino melanjutkan ceritanya.


"Darimana kamu bisa yakin kalau gadis itu selingkuh dari kamu? apa kamu melihat gadis itu masuk ke kamar hotel dengan pria itu?" Tanya Bian lebih lanjut.


"Apa dengan memegang bibir bisa di kategorikan selingkuh? apa kamu melihat sebeb apa pria itu memegang bibir gadis itu?"


"Tidak Master, saya hanya melihat dari jauh"


"Apa kamu sudah meminta penjelasan dari gadis itu kenapa dia bisa bersama pria lain? apa dia bohong ke kamu tentang pria itu? atau tidak memberitaukan tentang siapa pria itu dan apa yang mereka lakukan berdua?" Tanya Bian panjang lebar.


"Sejak melihat itu, saya tidak pernah menghubungi dia dan menolak setiap panggilan dari dia dan juga chat yang dia kirim ke saya, lalu tiga hari kemudian dia datang ke Apartment saya dan menunggu saya pulang, dan saat saya melihat dia emosi saya kembali naik dan saya tidak bisa mengcontrol itu semua, saya mengatai dia dengan ucapan yang kasar hingga dia pergi dan memutuskan hubungan kami selamanya" Ujar Dino lagi, dengan penyesalan yang terlihat di wajahnya.


"Apa kamu memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan siapa pria itu?"


"Tidak Master"


"Apa kamu langsung menuduh dia selingkuh?"


"Tidak Master"

__ADS_1


"Sooo apa yang kamu katakan sampe kamu bilang kamu berkata kasar pada gadis itu?"


"Sa saya bilang dia memang ***** yang tidak puas dengan satu lelaki" Dino mengatakan apa yang dia katakan pada Rica.


Bian tampak menggelengkan kepalanya mendengar perkataan assistannya yang lulus kuliah dengan nilai cum laude ternyata bisa bertindak sebodoh itu.


"Apa kamu sudah mencari tau tentang kebenaran atas apa yang kamu tuduhkan kepada gadis itu?"


"Maksud Master?" Dino sedikit ngeblank dengan maksud pertanyaan Bossnya.


"Dino Dino... sejak kapan otak kamu jadi lumpuh begitu?? apa kamu sudah menyelidiki apa yang gadis itu lakukan dengan pria yang kamu bilang pergi berdua dengan gadis itu, apa mereka menginap di hotel, apa gadis itu tidak bekerja atau bolos kerja hari itu, apa gadia itu tidak pulang semalaman ke apartment nya" Bian memperjelas ucapan nya.


"Saya tidak melakukan itu Master" Dino mengakui kalau tidak melakukan apapun untuk mencari tau tentang apa yang dia lihat, bahkan dia pun tidak membiarkan Rica menjelaskan tentang apa yang dia tuduhkan.


"Kamu pernah berpikir kalau kamu ada di posisi dia, dia melihat kamu bersama wanita lain di belakang dia dan perempuan itu bersikap mesra ke kamu dan langsung menuduh kamu sebagai playboy dan mengatakan banyak hal buruk kepada kamu, kira-kira apa yang kamu rasakan? maka itulah yang di rasakan gadis itu saat kamu menuduh dia dengan sesuatu yang kamu sendiri tidak tau kebenaran nya" Bian menasehati Dino dengan panjang kali lebar.


Dino hanya terdiam mendengar semua perkataan Bossnya itu yang semuanya memang terdengar sangat benar, kenapa dia bisa sebodoh itu dan membuat hubungan nya kandas bahkan belum genap satu bulan.


"Kamu perbaiki semua kesalahan kamu dan minta maaf, dan kalaupun dia tidak mau kembali sama kamu, kamu harus terima, karna kalau manusia normal yang punya hati pasti akan sangat sulit untuk memaafkan semua perkataan kamu, dan kamu cari tau tentang kebenaran hari dimana kamu melihat gadis itu bersama pria lain, biar kamu lega saat harus bertindak apa" Bian memberikan solusi dan juga nasehat kepada Dino.


Dino menganggukan kepalanya mendengar semua perkataan Bossnya.


"Baik Master saya akan melakukan itu semua dan semoga semua masih bisa di perbaiki" Ujar Dino yang merasa seperti mendapat hadapan untuk hubungan dengan Rica.


"Ya sudah kamu kembali ke ruangan kamu, good luck dengan misi kamu" Ujar Bian.


"Thank you so much Master, saya kembali ke ruangan saya" Dino pamit undur diri


BERSAMBUNG


Author: tidak semudah itu fulgoso! loe pikir hati cewe kayak tali atau barang gitu?


DINO: Jangan gitu dong Thor please saya mau balik ama Rica.🙏🙏🙏


author: pede habis loe bule! emang Rica masih mau ama loe??


DINO: Bikin dong Thor biar Rica balik ama saya,🙏🙏🙏

__ADS_1


author: Wani piro??? 😎😎😎


selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,


__ADS_2